Astronomy

Bukan Merah, Kenampakan Alam Ini Tunjukkan Warna Asli Planet Mars

IDL TIFF file

Ketika mendengar kata “Mars“, apa yang akan terbersit di dalam pikiran anda? Mungkin ada di antara anda yang akan langsung menggambarkan seorang penyanyi tampan yang menyanyikan lagu “marry you“, yaitu Bruno Mars. Betul nggak guys?

Tapi sayangnya, artikel ini tidak akan membicarakan tentang penyanyi tersebut. Mars yang akan dibahas di dalam artikel ini merupakan nama sebuah planet, yang katanya sih memiliki potensi untuk ditinggali oleh manusia dan diharapkan kelak bisa menjadi pengganti planet Bumi.

Bahkan hingga saat ini, para peneliti masih terus melakukan observasi terhadap planet tersebut, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak, yang akan semakin mendukung persepsi bahwa planet Mars pantas untuk ditinggali.

Jika nantinya mereka berhasil menemukan hal tersebut, setujukah anda jika anda diminta untuk meninggalkan Bumi ini dan pindah ke sana? Eits, jawabnya di dalam hati saja ya guys.

Beranjak dari informasi di atas, ada berita terbaru nih yang juga tak kalah menarik yang harus anda ketahui. Tentu saja masih seputar tentang planet keempat terdekat dari matahari setelah Bumi yang tadi dibahas tadi.

Beberapa waktu yang lalu, NASA dikabarkan mendapatkan sesuatu yang baru dari planet ini. Mereka mengatakan kalau sebenarnya Mars itu aslinya adalah berwarna biru, bukan merah. Benar nggak sih? Menurut anda bagaimana?

Daripada hanya menerka-nerka tidak jelas, yuk langsung lihat, baca, kemudian temukan jawaban atau kebenarannya pada penjelasannya di bawah ini.

Apa Warna Planet Mars Yang Sebenarnya?

Sebelumnya, planet Mars telah dinyatakan sebagai planet merah. Tentu saja ini bukan sekedar pernyataan yang bisa dibuat-buat, melainkan didasarkan pada hasil penelitian atau pengamatan dari ahlinya.

Dan sejak pernyataan ini dikeluarkan, sampai dengan saat ini hampir seluruh masyarakat mengenalnya sebagai planet merah.

Namun, ternyata dengan semakin canggihnya teknologi dan pemikiran manusia, siapa sangka ternyata planet yang diketahui sangat kontras atau akrab dengan warna cerah ini ternyata memiliki warna lain, yaitu warna biru. Bahkan ada yang mengatakan kalau sebenarnya warna Mars itu bukan merah, melainkan biru.

Coba anda perhatikan gambar di bawah ini, mungkin saja ini bisa membuat anda mempercayai hal tersebut.

Gambar di atas merupakan kenampakan dari sebuah fenomena matahari terbenam, yang terjadi di tempat yang berbeda, yaitu Bumi dan Mars.

Matahari terbenar yang berwarna biru adalah gambaran saat matahari terbenam di Mars. Sedangkan yang berwarna oranye ke merah-merahan disebelahnya adalah kenampakan dari planet Bumi.

Dari kedua foto di atas, apakah yang bisa anda simpulkan? Indah dan menakjubkan bukan?

Gambar di atas itu benar-benar nyata, lho. Foto itu diambil oleh Curiosity rover, yang merupakan robot penjelajah luar angkasa pada bulan April.

Curiosity diketahui sudah mengarungi Mars dalam jarak sejauh 16 kilometer sekitar enam tahunan. Pada kenyataannya, NASA menilai jarak tersebut masih terbilang sangat pendek.

Badan Antariksa Amerika Serikat memang memprogram Curiosity untuk melintas dalam waktu yang singkat. Robot rover sebelum Curiosity yang menjelajahi Mars, yakni Opportunity, bahkan hanya berhasil mengarungi jarak sejauh 42 kilometer dalam waktu 12 tahun.

Untuk sekarang, Curiosity tengah mendaki gunung Sharp untuk meneliti iklim Mars lewat deretan lapisan batu. Robot ini juga bertugas untuk mengumpulkan zat kimia pendukung kehidupan yang ada di sana.

Mengingat bahwa matahari terbenam di Bumi biasanya berwarna merah, bagaimana Mars bisa mendapatkan matahari terbenam yang berwarna biru? Aneh sekali kan? Katanya sih, warna tersebut ada hubungannya dengan serpihan cahaya yang terdapat di atmosfer Bumi dan Mars.

Asal Warna Biru Pada Planet Mars

Belum lama ini NASA telah merilis sejumlah cuplikan permukaan Planet Mars. Di dalam sebuah unggahan video yang direkam oleh robot Curiosity, anda bisa melihat pemandangan atau panorama Planet Merah yang terbentang luas dalam semburan kebiru-biruan.

Kenampakan ini menjadi bukti bahwa mars tidak berwarna merah sepenuhnya. Dengan demikian, penampakan menakjubkan ini jelas menjadi jawaban bagi orang-orang yang penasaran akan warna asli dari planet ini.

Benar memang jika dilihat dari luar angkasa, planet tersebut akan tampak memancarkan warna merah terang. Namun pada kenyataannya, jika dilihat dari suasana langsung dari dalamnya, planet ini justru memperlihatkan sesuatu yang berbeda.

Planet merah ini memiliki penampakan atmosfer dengan corak biru yang indah, meskipun warna tanah planet tersebut dominan berwarna merah. Menurut keterangan yang dilansir Mirror, Curiosity mengabadikan momen tersebut di wilayah Vera Rubin Ridge.

Proses Kemunculan Warna Biru Pada Bumi dan Mars

Bumi diketahui memiliki atmosfer yang relatif tebal, sehingga sebagian besar hamburan di atmosfer terjadi saat cahaya menyerang molekul udara, yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

Hamburan Rayleigh terjadi ketika hamburan foton (molekul udara) yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang foton lepas. Semakin dekat panjang gelombang dengan ukuran molekul, maka akan semakin besar pula kemungkinannya untuk menyebar.

Hal tersebut menunjukkan bahwa panjang gelombang merah (yang merupakan panjang gelombang cahaya terang yang lebih panjang) tidak banyak menyebar dengan molekul udara, sementara panjang gelombang biru (yang lebih pendek) cenderung menyebar lebih banyak di atmosfer.

Sebenarnya cahaya biru hampir 10 kali lebih besar kemungkinannya untuk menyebar dan melawan molekul udara dibandingkan dengan cahaya merah.

Inilah sebabnya mengapa langit akan tampak berwarna biru. Alasannya adalah karena begitu banyak cahaya biru yang berserakan yang ditemukan di atmosfer.

Saat matahari mulai redup atau terbenam di langit, cahaya harus menempuh perjalanan panjang melalui atmosfer untuk sampai ke anda. Saat cahaya bergerak melalui atmosfer, beberapa foton akan terpencar atau terhambur dari molekul udara.

Ketika foton menyebar dari molekul udara, mereka biasanya menyebar secara acak ke segala arah. Jadi, biasanya saat foton tersebut berhamburan, sebagiannya akan menyebar ke pandangan anda (sehingga warna biru di langit bisa anda lihat).

Karena foton biru menyebar jauh lebih sering daripada warna merah, sebagian besar sinar biru itu bertebaran. Inilah yang membuat foton merah bisa mencapai mata atau penglihatan anda. Oleh karena itu, matahari terlihat merah saat terbenam di langit.

Saat matahari berada di atas (terbit), jalan yang ditempuh untuk mencapai anda jauh lebih pendek, jadi hanya sedikit cahaya biru yang berserakan, sehinggan membuat matahari terlihat kuning.

Berbeda dengan Bumi, Mars memiliki atmosfer yang jauh lebih tipis, sehingga jumlah hamburan Rayleigh jauh lebih sedikit. Mars juga memiliki permukaan yang kering, berdebu dan gravitasi permukaan yang lebih lemah, sehingga atmosfer Mars sering dipenuhi partikel debu halus.

Partikel-partikel ini sebanding dengan panjang gelombang cahaya tampak, sehingga sebagian besar cahaya tersebar oleh Mie Scattering.

Salah satu perbedaan utama antara hamburan Mie dan Rayleigh adalah bahwa hamburan Rayleigh cenderung terjadi ke segala arah, namun hamburan Mie memiliki sudut hamburan yang lebih bervariasi.

Hal ini memiliki arti bahwasannya panjang gelombang yang lebih panjang (merah) cenderung menyebar lebih merata, sementara panjang gelombang yang lebih pendek (biru) cenderung menyebar pada sudut yang jumlahnya lebih sedikit.

Artinya cahaya biru yang dibelokkan cenderung lebih sedikit dari cahaya merah. Proses ini membuat Mars bisa memiliki langit siang hari yang berdebu dan matahari terbenam yang berwarna biru.

Mie scattering tak hanya terjadi di Mars saja, melainkan juga bisa terjadi di Bumi, namun sayangnya “hamburan Mie” tersebut kurang efisien daripada hamburan Rayleigh, yang pada akhirnya menyebabkan matahari terbenam yang berwarna biru tidak terjadi di planet dimana kita tinggal ini.

Fenomena munculnya bulan berwarna biru pernah muncul di Bumi dulu sekali. Tepatnya setelah letusan Krakatau yang terjadi pada tahun 1883, yang menyebabkan begitu banyak abu di atmosfer, yang menghasilkan matahari terbenam yang sangat merah dan bulan biru, yang tampak di seluruh dunia selama hampir dua tahun.

Ini adalah kejadian yang sangat langka dan belum tentu bisa diulang kembali.

Kesimpulan

Sebagai satu-satunya planet yang sejauh ini masih diketahui dihuni oleh manusia, bumi tidak pernah terlepas dengan sebutan planet birunya.

Langit di Bumi berwarna biru disebabkan karena sebuah fenomena yang dikenal sebagai ‘hamburan Rayleigh‘, dimana partikel cahaya biru tersebar di sekitar atmosfer.

Di Mars, yang terjadi adalah efek yang sebaliknya. Debu di atmosfer mencerai-beraikan partikel merah terang, sehingga membuat langit tampak merah. NASA mengklaim bahwa langit tampak biru karena gambar Viking yang disaring masih harus dikalibrasi dengan keseimbangan warna yang tepat.

Mereka berargumen bahwa badan antariksa telah memanipulasi warna gambar dari Mars untuk tampil merah, oranye dan merah muda, dalam apa yang mereka klaim merupakan upaya untuk menutupi kehidupan di planet ini.

Meskipun beberapa alasan mengapa planet mars yang sebenarnya berwarna biru ini sudah dikemukakan, namun tetap saja kebenarannya masih belum benar-benar mencapai hasil 100 persen.  Masih diperlukan bukti-bukti lain yang bisa memperkuat argumen tersebut.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan, semoga saja bisa semakin menambah pengetahuan dan wawasan anda.