Astronomy

Sebuah Cahaya Ditemukan Mengelilingi “Bintang Yang Sudah Mati”, Pertanda Apa Ini?

Beberapa waktu yang lalu, sebuah informasi terbaru mengenai sebuah peristiwa yang terjadi di luar angkasa kembali mencuat. Setelah kabar jatuhnya stasiun luar angkasa milik China di daerah samudera pasifik pada awal bulan kemarin sempat menghebohkan masyarakat dunia, kini giliran kabar mengenai peristiwa yang melibatkan “bintang yang sudah mati”, yang kembali membuat heboh warganet.

Untuk pertama kalinya, para astronom berhasil merilis sejumlah gambar terbaru yang menakjubkan dari sebuah galaksi yang bernama Small Magellanic Cloud. Ini merupakan sebuah galaksi kerdil yang berada di dekat galaksi dimana kita berada saat ini (yaitu galaksi Milky Way). Letaknya kira-kira hanya 200.000 tahun cahaya dari Bumi.

Meskipun tetangga kita ini merupakan galaksi kerdil atau kecil, akan tetapi SMC (panggilan singkat untuk Small Magellanic Cloud) begitu terang sehingga terlihat oleh mata telanjang dari belahan Bumi Selatan dan di dekat Khatulistiwa.

Gambar-gambar tersebut berhasil diambil atau diabadikan dengan menggunakan instrumen MUSE di Observatorium Teleskop Raksasa ESO yang ada di bagian Selatan Eropa di Chili. Insrumen MUSE itu sendiri merupakan alat yang memang sengaja diciptakan untuk menentukan keberadaan objek-objek langit yang bersembunyi.

Sama seperti teleskop-teleskop lainnya, alat ini pula lah yang telah membantu para peneliti untuk mengidentifikasi objek yang sulit dipahami yang dikenal sebagai bintang neutron, yang terisolasi di luar galaksi kita sendiri untuk yang pertama kalinya.

Penasaran kan dengan gambar kenampakan yang dimaksud? Supaya anda tidak penasaran lagi, anda bisa melihat gambar kenampakannya di bawah ini.

Gambar dari sebuah kenampakan bintang di atas tersebut berhasil didapat setelah ilmuwan mengamatinya dari Teleskop Raksasa ESO (ESO’s Very Large Telescope) yang tadi sudah kami jelaskan kegunaannya.

Dengan bantuan teleskop ini, mereka berhasil mengungkap lanskap atau pemandangan dari sejumlah besar bintang dan awan gas yang bercahaya di galaksi Small Magellanic.

Berkat foto-foto yang didapat, para astronom berhasil menemukan sumber supernova yang tersembuyi di antara filamen yang bergerak dengan sangat cepat dan kini dapat mengidentifikasi mayat bintang (bintang mati) sebagai akibat dari ledakan supernova berusia 2.000 tahun di galaksi kerdil tersebut.

Ketika bintang-bintang mati dan runtuh, gelombang kejut akan melambung ke angkasa dan gas serta debu pun akan meledak ke luar. Riak gas dan debu inilah yang dikenal sebagai sisa-sisa supernova dan mereka inilah yang memainkan peran penting dalam mendistribusikan material bintang.

Struktur masif membawa pasokan unsur-unsur berat baru ke daerah-daerah formasi bintang dan mendorong bintang-bintang generasi berikutnya.

Gambar-gambar penuh warna yang ditemukan di galaksi SMC dan sisa supernova 1E 0102.2-7219 tersebut, dibagikan minggu ini oleh ESO, dengan menampilkan lingkaran kehidupan kosmik yang diabadikan oleh kematian bintang.

Diidentifikasi Sebagai Bintang Neutron

Setelah diamati dengan didasarkan pada informasi Observatorium Chandra X-Ray, mereka pun menegaskan bahwa tubuh bintang yang rumit yang tercakup di antara serat-serat gas yang ditinggalkan oleh ledakan supernova tersebut memiliki cara hidup seperti bintang neutron.

Bintang neutron dengan medan magnet rendah tanpa pasangan biner dan dikelilingi oleh cincin gas dingin ini benar-benar tidak biasa. Kelihatannya sedikit seperti gelembung, tetapi di dalamnya terdapat jalinan filamen kusut, karena debu dan gas dari ledakan bintang tersebut terus bergerak keluar ke dalam kosmos.

Teka-teki pun dimulai ketika data MUSE mengungkapkan sesuatu yang aneh.

“Tim mengidentifikasi torus (berbentuk donat) yang relatif dingin, kira-kira memiliki suhu ruangan, yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi gas, yang terdiri dari oksigen dan neon”, kata pemimpin peneliti, Frédéric Vogt, yang merupakan seorang astronom, astrofisikawan di European Southern Observatory.

Di dalam donat tersebut terdapat sumber sinar-X yang telah tercatat dan diketahui bertahun-tahun sebelumnya dan diberi nama atau dinamai dengan P1. Namun, apa dan dimana P1 itu berada masih tetap menjadi misteri. Pertanyaan tentang dimana P1 ini berada merupakan kunci atau hal terpenting dalam kasus ini.

Apakah P1 tersebut terdapat di dalam supernova, atau malah jauh di belakangnya? Mari kita temukan jawabannya di bawah ini.

MUSE Temukan Keberadaan P1

Berdasarkan data MUSE di ESO Very Large Telescope, diketahui bahwa cincin yang terlihat pada kenampakan gambar yang didapat setelah melihatnya dari teleskop terlihat sangat sempurna melingkari sumber sinar-X tersebut. Penempatan kosmis yang luar biasa ini terjadi secara kebetulan.

Cincin gas ini ditemukan di dalam sistem yang disebut 1E 0102.2-7219, yang memanjang secara bertahap di dalam kedalaman berbagai serat yang bergerak cepat setelah ledakan supernova.

Akan tetapi, rasanya ini lebih dari sekedar kebetulan apabila sumber sinar-X tersebut didapati tengah berada di dalam ring atau cincin tersebut. Bagaimana menurut anda? Kira-kira, berapa persentase hal tersebut bisa terjadi?

Setelah lokasi keberadaan P1 diketahui, data yang dikumpulkan sebelumnya oleh Observatorium Chandra kemudian digunakan untuk memverifikasi apakah itu memang benar bintang neutron atau tidak.

Dan hasilnya mengungkapkan bahwa sumber sinar-X tersebut adalah bintang neutron yang terisolasi dengan medan magnet rendah. Ini adalah bintang neutron yang sangat kecil, yang merupakan salah satu tahap akhir yang mungkin dari siklus kehidupan bintang bermassa tinggi.

Suatu waktu ketika bintang masih menjadi bagian dari supernova, yang kemudian meledakkan sebagian besar materialnya ke ruang sekitarnya, inti dari supernova tersebut runtuh menjadi bintang neutron atau lubang hitam.

Apakah partikel tersebut akan menjadi bintang neutron atau lubang hitam, itu tergantung pada massa partikel itu sendiri Jika inti lebih kecil dari sekitar tiga kali massa Matahari, maka ia akan menjadi bintang neutron.

Secara umum, mereka berada di sekitar 20 kilometer (12 mil) di seberang. Akan tetapi, bintang neutron dengan medan magnet yang rendah dan terisolasi biasanya akan berada sekitar setengah dari ukuran tersebut.

Mereka juga lebih sulit untuk dikenali daripada bintang neutron biner karena mereka biasanya tidak memancarkan cahaya sebanyak radiasi sinar X dan bahkan mereka tidak memancarkan cahaya yang terlihat sama sekali.

Bintang Neutron Yang Dikelilingi Cincin Merupakan Sesuatu Yang Langka

Objek dalam penelitian ini, yaitu bintang neutron dengan cincin yang mengelilinginya adalah kejadian yang terbilang langka dan sangat jarang terjadi, bahkan beberapa orang menganggapnya sebagai hal yang aneh.

Inilah pertama kalinya sebuah struktur berbentuk cincin yang bersuhu dingin, yang terdiri dari oksigen dan neon diidentifikasi berada di sekitar bintang neutron yang terisolasi.

“Meskipun cincin tersebut tampak mengelilingi bintang neutron yang dingin, namun kami masih belum menemukan penjelasan tentang asal-usul torus (cincin) ini”, kata peneliti Ivo Rolf Seitenzahl, astrofisikawan dari University of New South Wales di Australia.

Menurutnya, hal ini pasti terkait dengan ledakan supernova yang terjadi dan peristiwa pembentukan bintang neutron. Tapi, informasi tentang kapan, bagaimana dan mengapa torus atau cincin ini terbentuk masih menjadi sebuah misteri yang belum jelas.

Sebuah penjelasan yang mungkin untuk menjawabnya adalah berdasarkan fakta bahwasannya bintang neutron itu pernah membentuk bagian dari sistem biner, yang mengkanibalisasi bintang pendampingnya dan melucuti materi sampai tidak ada yang tersisa.

E0102 bukanlah satu-satunya pengetahuan kosmik yang masih belum kita ketahui sepenuhnya. Masih ada banyak hal lainnya yang belum kita ketahui, termasuk segala sesuatu tentang supernova.

“Studi ini memberikan hubungan langsung antara sisa yang terdeteksi, yaitu bintang neutron dan pendahulunya, bintang progenitor”, kata peneliti Ashley Ruiter, juga seorang astrofisikawan di Universitas New South Wales. “Membuat tautan semacam itu membantu kami lebih memahami mekanisme ledakan supernova.”

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai peristiwa astronomi yang sangat langka ini. Semoga penjelasan ini bisa semakin menambah wawasan anda. Tapi sebelum kami menutup informasi ini, kami menyajikan sebuah video singkat yang akan memperlihatkan anda kenampakan bintang neuron di galaksi SMC.

Saatl menonton dan memperhatikan video tersebut, anda juga bisa sambil membaca penjelasan yang telah kami sediakan di bawah video ini. Tanpa buang-buang waktu lagi, yuk langsung tonton saja videonya berikut ini:

Note:

Urutan zoom ini dimulai dengan pandangan luas dari langit selatan dan kemudian menyelam ke arah Awan Magellan Kecil, galaksi kecil yang merupakan tetangga dari Milky Way.

Di sini kita bisa menemukan pemandangan bintang dan gas yang bercahaya, termasuk sisa-sisa filamen dari ledakan supernova yang terlihat sekitar 2000 tahun yang lalu.

Pengamatan baru dari ESO Very Large Telescopes, bersama dengan teleskop lainnya di angkasa, telah mengungkap keberadaan dari berbagai bintang yang salah satunya adalah bintang neutron, yang tersembunyi di wilayah ini.