Berita

Terjadi Penembakan di Las Vegas Casino, Sebanyak 59 Orang Dipastikan Tewas

Setelah sebelumnya insiden bom bunuh diri di konser Ariana Grande yang terjadi di Manchester, Inggris beberapa waktu yang lalu sempat menghebohkan masyarakat, kini sebuah insiden mengerikan lain yang serupa sepertinya kembali terjadi lagi dan telah mengguncang masyarakat. Kali ini insiden mengerikan tersebut tidak terjadi di Inggris, melainkan di Amerika Serikat.

Insiden yang terjadi di Kasino Las Vegas ini sedikit berbeda dengan kejadian perampokan aneh yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Masih ingat kan guys dengan kisah perampokan kasino yang dilakukan oleh seorang pria di Kasino Bellagio beberapa tahun yang silam?

Lagi dan lagi, sasaran insiden yang mengerikan ini adalah sebuah acara konser musik. Insiden yang dimaksud tersebut adalah sebuah tragedi penembakan di lokasi konser yang berada di dekat Mandala Bay Resort and Casino di Las Vegas.

Kabarnya seorang pria bersenjata yang tengah berada di lantai atas hotel Las Vegas dengan secara tiba-tiba menghujani tembakan ke arah para penonton di sebuah festival konser outdoor yang diadakan pada hari Minggu malam kemarin.

Insiden penembakan yang terjadi itu telah menewaskan setidaknya sebanyak 58 orang, melukai ratusan orang lainnya dan menyebabkan ribuan korban selamat yang berhasil melarikan diri mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Sanking mengerikannya, peristiwa ini masuk ke dalam daftar salah satu penembakan massal paling mematikan yang pernah terjadi dalam sejarah Amerika.

Video yang menunjukkan atau menampilkan serangan yang terjadi di dekat Mandalay Bay Resort and Casino ini memperlihatkan penampilan dari penyanyi Jason Aldean di Route 91 Harvest Festival, yaitu sebuah acara musik country yang diadakan selama tiga hari.

Sayangnya acara ini harus terganggu oleh suara tembakan yang terjadi secara mendadak di saat yang bersamaan dengan acara tersebut.

Akibatnya, musik berhenti dan para korban pun mulai berjatuhan dengan lumuran darah di lantai. Beberapa dari para pengunjung konser tersebut menjerit karena ketakutan, merunduk untuk berlindung dan berusaha untuk berlari menghindari tempat kejadian.

Menunduk,” teriak seseorang. “Tetaplah menunduk,” teriak yang lainnya.

Berikut adalah cuplikan video pada saat peristiwa penembakan itu terjadi:

Kesimpulan-Kesimpulan Yang Didapat Dari Kejadian

  • Berdasarkan informasi atau keterangan dari Polisi yang tengah menyelidiki kasus ini ditemukan bahwasannya pelaku dari penembakan ini adalah seorang  pria bersenjata, yang mereka identifikasi sebagai Stephen Paddock.
  • Pria yang diketahui berumur 64 tahun ini ditemukan telah tewas di kamar hotelnya. Untuk keterangan lanjutannya, pihak penyidik ​​masih menyisir atau menyelidiki latar belakang atau motif dari perbuatan tersangka Paddock ini dan tengah mencari informasi mengenai tempat tinggalnya.
  • Dari proses penyelidikan yang dilakukan didapati bahwa di antara otoritas senjata yang ditemukan di tempat kejadian ada dua buah senapan dengan tripod yang diposisikan di depan dua buah jendela yang sudah pecah. Informasi ini di dapat dari salah seorang petugas penegak hukum di sana.
  • Sebuah negara Islam mengklaim bahwa Paddock yang merupakan pelaku penembakan tragisa ini adalah salah satu tentara mereka. Tapi sayangnya mereka tidak memiliki bukti apapun atas klaimnya tersebut. Pihak F.B.I. mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa Mr. Paddock memiliki hubungan dengan organisasi teroris internasional manapun.
  • Saat ditemui di Gedung Putih, Presiden Trump mengutuk tindakan penembakan tersebut dan menganggapnya murni sebagai sebuah “tindakan kejahatan“. Dia juga mengajak dan meminta seluruh warga negaranya tersebut untuk berkumpul, sambil mengatakan, “Kesatuan kita tidak dapat dihancurkan oleh kejahatan, ikatan kita tidak dapat dipatahkan oleh kekerasan.

Entah apa sebenarnya maksud dari tindakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat ini, tapi yang jelas, pastinya Dia ingin masyarakat tidak goyah dan gusar hanya karena insediden tersebut.

Mengenal Pelaku Penembakan

 

Siapa sih sebenarnya pria bersenjata yang tega melakukan tidakan sekeji ini? Beberapa bukti mengarah pada Mr. Paddock dari Mesquite, Nev, yang diketahui sebelumnya tidak pernah memiliki riwayat kriminal yang signifikan.

Sebelum fajar pada hari Senin kemarin, polisi telah menggeledah rumah Mr. Paddock di Mesquite, yaitu sebuah kota yang berada di perbatasan Nevada-Arizona.

Awalnya polisi bergerak dengan sangat hati-hati, terlebih dahulu mengevakuasi rumah-rumah yang berada di sekitarnya karena ditakutkan akan ada sejumlah bahan peledak yang diletakkan di sana. Tapi nyatanya mereka tidak menemukan apapun di sana.

Departemen Kepolisian Mesquite mengatakan bahwa saat digeledah, tidak ada seorang pun di rumah tersebut. Namun setidaknya satu buah senjata api dan amunisi ditemukan di sana.

Selain informasi mengenai penemuan senjata api di rumah tersangka, para penyelidik juga membeberkan beberapa informasi penting, yang salah satunya adalah informasi mengenai Ayah si penembak yang bernama Benjamin Patrick Paddock.

Berdasarkan keterangan yang didapat, Ayah dari tersangka ini ternyata memiliki sejarah yang bermasalah. Keterangan tersebut didapat dari Eric Paddock dari Orlando, Fla, yang tidak lain adalah salah seorang saudara laki-laki tersangka sendiri.

Menurut pengakuannya, Benjamin Paddock pernah dihukum atas tindakan perampokan bank serial yang dilakukannya pada tahun 1961 yang lalu.

Parahnya lagi, diketahui bahwasannya beliau merupakan tahanan yang pernah kabur dari penjara. Setelah dia berhasil lolos dan melarikan diri dari penjara, dia akhirnya menjadi daftar “10 teratas” penjahat yang paling dicari di Amerika Serikat pada tahun 1970-an.

Eric Paddock mengatakan bahwa dia telah membuat sebuah pernyataan kepada polisi. Dalam sebuah wawancara dengan CBS, dia mengatakan bahwa saudaranya itu adalah tipe pria yang sangat keras.

Dia bahkan menambahkan sebuah kalimat yang mengatakan bahwa sekalipun Stephen Paddock membunuh anak-anaknya, Dia tidak akan merasa kaget lagi dengan hal itu.

“Faktanya ternyata dia memiliki senjata semacam itu – di mana kira-kira dia mendapatkan senjata otomatis seperti ini?” Tanya Eric Paddock.

“Dia tidak memiliki latar belakang militer atau semacamnya,” tambahnya. “Dia hanyalah orang yang tinggal di sebuah rumah yang berada di Mesquite dan sering berjudi di Las Vegas.”

Dia juga mengatakan bahwa Stephen Paddock baru saja mengirimkan sms kepadanya untuk menanyakan bagaimana keadaan ibu mereka pasca bencana Badai Irma yag terjadi akhir-akhir ini.

Syok Yang Dialami Oleh Para Tamu di Mandalay Bay

Meskipun telah terjadi insiden penembakan, Hotel tersebut masih tetap saja dijadikan sebagai tempat persinggahan oleh sebagian orang hingga Senin pagi.

Kasino mendadak menjadi sangat sepi, meskipun beberapa penjudi masih ada yang memainkan slot. Karyawan hotel tampak sedang menawarkan kopi, kue kering dan air untuk para tamu yang terdampar.

Seorang pelayan di hotel mengatakan mobil pria bersenjata itu masih ada di valet, yang kini telah ditutup.

Seorang pengunjung yang bernama Melissa Ayala berumur 41 tahun mengatakan bahwa dirinya memang sengaja datang ke festival musik country tersebut bersama dengan empat orang temannya dari Orange, California.

Katanya, mereka sedang minum dan tertawa bersama saat mendengar bunyi tembakan yang awalnya mereka anggap sebagai kembang api.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa suara itu ternyata adalah suara tembakan, sampai akhirnya mereka melihat seseorang di dekat mereka digiring dalam keadaan terkena peluru dan jatuh ke tanah dengan darah yang keluar dari lehernya.

“Bunyi itu terdengar seperti sebuah tembakan beruntun,” katanya. “Ada darah yang mengalir di mana-mana.”

“Mau pergi kemana kau?” Kata temannya, Shami Espinoza yang berusia 38 tahun, sambil dia menyeka air mata.

“Manakah yang lebih baik, berlari, tertembak dan mati, atau memilih bertahan, ditembak kemudian mati. Itulah pilihannya.”

Kaitannya Dengan ISIS

Negara Islam mengklaim pada hari Senin kemarin bahwa orang bersenjata itu adalah salah satu dari “Prajurit Negara Islam,” namun kelompok tersebut tidak memberikan bukti atas klaimnya tersebut. Sebelumnya klaim palsu seperti ini sempat dijadikan untuk menunjukkan peran dan keterkaitannya dalam beberapa serangan teroris.

Aaron Rouse, yang merupakan salah seorang agen khusus F.B.I. yang bertanggung jawab di Las Vegas, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti bahwa Mr. Paddock memiliki hubungan dengan organisasi teroris internasional manapun.

Mengutip sebuah “sumber,” dari kantor berita kelompok Amaq, kelompok pelaku teror tersebut mengatakan bahwa penyerang tersebut telah “menanggapi seruan untuk menargetkan negara-negara Koalisi.

Ungkapan itu merupakan rujukan pada pidato 2014 yang terkenal oleh Abu Muhammad al-Adnani, yaitu mantan juru bicara Negara Islam, yang meminta simpatisan di seluruh dunia untuk melakukan kekerasan dalam nama kelompok tersebut di tanah negara-negara yang terlibat dalam perang melawan ISIS.

Dalam sebuah buletin kedua yang membahas tentang peristiwa penembakan di Las Vegas, Amaq mengatakan bahwa penyerang tersebut telah masuk Islam beberapa bulan sebelumnya.

Fakta Lainnya

Sebuah fakta lainnya menunjukkan ternyata diketahui bahwa si tersangka baru saja membeli beberapa senjata sebelum melakukan penembakan yang mengerikan tersebut.

Christopher Sullivan, selaku general manager Guns & Guitars di sebuah toko senjata yang ada di Mesquite, Nev., mengatakan bahwa Paddock telah membeli tiga senapan di tokonya, yaitu sebuah pistol dan dua buah senapan dalam setahun terakhir ini.

Semua pembelian itu semuanya legal dan dia juga telah melakukan proses penyaringan secara rutin, kata Sullivan.

“Orang itu tidak memiliki sejarah kriminal,” kata Mr. Sullivan tentang Mr. Paddock.

Sullivan yang mengatakan bahwa dia juga telah dihubungi oleh F.B.I. dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak, kabarnya tidak akan memberikan deskripsi rinci mengenai senjata api tersebut.

“Kami telah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan federal,” katanya.

Dia menggambarkan Paddock tampak seperti “orang normal, ya sama seperti pria normal pada umumnya – tidak ada yang terlihat aneh darinya.”

“Jika anda menanyakan tentang pendapat pribadiku menegenai dirinya, saya tidak bisa memberitahukannya pada anda,” kata Mr. Sullivan. “Saya tidak tahu apa-apa tentang dia secara pribadi.”

Proses Terjadinya Penembakan

Bagaimana sih sebenarnya penembakan itu terjadi?

Laporan pertama mengenai penembakan tersebut terjadi pada pukul 10.:08 WIB waktu lokal. Terdengar kabar dari seorang petugas di saluran radio yang telah melaporkan bahwa mereka telah ditembaki oleh seseorang.

Sesaat sebelum tengah malam, polisi Las Vegas melaporkan bahwa “satu tersangka telah ditemukan“. Segera setelah itu polisi mengatakan bahwa mereka tidak percaya bahwa ada orang-orang bersenjata lainnya selain pria itu saat kejadian penembakan terjadi.

Route 91 Harvest Festival merupakan sebuah festival “tiga hari musik country di Vegas Strip” dan pertunjukan yang diadakan pada hari Minggu malam kemarin adalah hari yang terakhir dari festival tersebut.

Situs konser Las Vegas Village and Festival Grounds ini dioperasikan oleh MGM Resorts, yang diadakan di sebuah lapangan yang terbentang seluas 15 hektar dan memiliki kapasitas 40.000 orang.

Tenaja Floyd dari Boise, Idaho, mengatakan bahwa banyak orang yang berada di dalam kerumunan konser pada awalnya mengira bahwa suara tembakan itu berasal dari kembang api. “Tapi kalau untuk saya pribadi saya bisa langsung tahu bahwa itu bukanlah suara kembang api.”

Dia mengatakan bahwa ibunya yang bernama Jennifer, mendorongnya ke tanah dan berbaring di atasnya dengan maksud untuk melindunginya.

Ketika orang-orang mulai berlarian, dia berkata bahwa mereka pikir mereka mungkin akan diinjak-injak jika tetap pada posisi awal. Jadi mereka memutuskan untuk bergabung dengan mereka yang berlarian untuk pergi menghindari tembakan.

Video penembakan tersebut berhasil tertangkap selama sembilan detik dari keseluruhan tembakan yang terjadi secara terus menerus, yang kemudian diikuti dengan 37 detik keheningan dari senjata tersebut dan suara panik menjerit dari keramaian penonton.

Tembakan lainnya kemudian kembali meletus, setidaknya sebanyak dua ledakan lagi. Kali ini kedua tembakan tersebut lebih pendek dari yang pertama.

Sheriff Joseph Lombardo dari Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas mengatakan pada hari Senin pagi bahwa sebanyak 59 orang dipastikan tewas dan 515 orang lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu dari mereka yang tewas adalah seorang petugas polisi Las Vegas yang sedang tidak bertugas. Sheriff juga mengatakan bahwa ada sekitar 22.000 orang yang berada di konser tersebut saat proses penembakan terjadi.

Aaron Rouse, F.B.I. agen khusus yang bertanggung jawab di Las Vegas, mengatakan bahwa penyidik ​​tidak menemukan bukti segera yang menghubungkan serangan tersebut ke sebuah organisasi teroris internasional.

Kerjasama Dengan Rumah Sakit

Lonjakan pasien di Sunrise Hospital and Medical Center yang jaraknya bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari konser, hampir tidak terpikirkan. Pada jam-jam pertama, 90 pasien tiba di pusat trauma Tingkat Dua, dan menjelang siang harinya total pasien meningkat menjadi 180 orang.

Dari jumlah tersebut, 124 orang diantaranya masuk ke dalam kriteria pasien yang terkena trauma,” kata Dr. Jeff Murawsky, yang merupakan petugas medis dan kepala rumah sakit tersebut.

Kebanyakan dari mereka adalah pasien dengan luka tembak tunggal pada bagian kepala, wajah, dada, tubuh, lengan dan dalam satu kasu terdaat pasien yang kehilangan satu jari.

Yang lebih parahnya lagi, kebanyakan dari pasien-pasien itu adalah orang-orang yang terjatuh atau terdorong saat mereka berlari menghindari tembakan.

Pada Senin sore kemarin, sebanyak 16 orang pasien dikabarkan telah meninggal dunia, beberapa saat setelah kedatangan di Rumah Sakit. Sedangkan yang lainnya meninggal setelah menerima pengobatan.

Pasien-pasien tersebut disortir saat tiba di lobi ruang gawat darurat dengan menggunakan skala satu yaitu pasien yang masuk ke dalam kategori paling kritis sampai dengan skala lima. Sistem yang digunakan setiap hari ini menurut Dr. Murawsky sangat membantu dalam keadaan darurat.

Area terpisah di Sunrise juga diciptakan untuk orang-orang yang dianggap dokternya sebagai pasien yang “tidak dapat diselamatkan.” Namun, Dr. Murawsky berkata, “ahli bedah trauma kami akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk masing-masing pasien.

Hingga saat ini, laporan mengenai peristiwa penembakan massal di sebuah konser yang diadakan di Las Vegas Casino ini masih akan terus diupdate sampai diketemukannya informasi yang lebih tepat lagi.

Sejumlah informasi baru akan segera dikabarkan atau diberitahukan oleh pihak yang berwenang. Jadi kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya dari kasus ini.

About the author

Miya Suzuka