Blog Healthy

Inilah Alasan Mengapa Seseorang Bisa Mengidap Kanker Lebih Dari Satu Kali

Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker membuat masyarakat menjadi was-was dan terus mengusahakan berbagai cara untuk bisa terhindar darinya. Masyarakat mulai mencari sejumlah informasi mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan kanker dan proses pembentukannya.

Salah satu langkah pencegahan yang mulai dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter. Selain itu, masyarakat juga mulai mengantisipasi kemungkinan terkena kanker tersebut dengan cara mengubah dan mengatur ulang pola hidup mereka.

Meskipun dengan beberapa penanganan tertentu bisa membantu mengatasi masalah ini, namun tetap saja belum ada jaminan yang pasti jika semua orang yang mengidap kanker bisa disembuhkan. Beberapa jenis kanker tertentu bahkan bisa tumbuh kembali, meskipun anda telah melakukan proses pengobatan dan kemoterapi.

Bahkan pada beberapa kasus tertentu, seseorang yang awalnya sudah divonis sembuh dari penyakit kankernya, setelah beberapa tahun kemudian kembali divonis mengidap kanker yang sama. Di Indonesia kasus seperti ini juga banyak terjadi. Tahukah anda mengapa seseorang bisa mengidap penyakit kanker yang sama sebanyak 2 kali? Berikut penjelasannya.

Alasan Mengapa Kanker Bisa Tumbuh Kembali

Seperti yang diberitahukan di atas tadi, jenis kanker tertentu bisa tumbuh kembali meskipun sebelumnya sudah sempat dinyatakan sembuh oleh para dokter. Kanker bisa saja kembali sewaktu-waktu, setelah perawatan awalnya dilakukan. Hal inilah yang membuat mengapa kanker menjadi sangat menakutkan.

Munculnya kanker ini kembali pada seseorang tentu saja disebabkan karena adanya faktor atau alasan tertentu. Adapun beberapa alasan yang dinaksud tersebut antara lain:

Kegagalan Saat Operasi Pertama

Salah satu alasan yang menyebabkan sel kanker yang sama muncul kembali adalah kesalahan yang terjadi pada saat operasi pertama dilakukan. Mungkin pada saat dilakukan operasi, tidak semua sel kankernya berhasil disingkarkan. Ada sel kanker yang masih tersisa di dalamnya. Sisa sel kanker inilah yang nantinya akan tumbuh kembali menjadi tumor baru.

Kemungkinan lainnya yang mungkin juga bisa terjadi adalah bahwa beberapa sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya dan secara bertahap tumbuh di sana untuk membentuk tumor.

Jadi bisa ditarik kesimpulan jika kanker bisa kembali tumbuh setelah operasi ini disebabkan karena:

  • Beberapa sel kanker tertinggal selama operasi
  • Beberapa sel kanker telah melepaskan diri dari kanker primer sebelum operasi dilakukan dan menyebar ke tempat lain di tubuh

Seperti yang anda ketahui, para ahli bedah akan selalu mengusahakan dan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa semua kanker primer yang diderita oleh pasiennya berhasil dikeluarkan seluruhnya. Akan tetapi, dokter dan ahli bedah juga seorang manusia yang tidak bisa luput dari kesalahan.

Selalu ada kemungkinan sekelompok kecil sel kanker masih tertingga setelah proses operasi atau pembedahan. Dokter bedah mungkin akan merekomendasikan pengobatan tambahan jika mereka merasa ada resiko bahwa kanker bisa tumbuh kembali.

Pengobatan ekstra yang kemungkinan akan dilakukan adalah seperti: kemoterapi, radioterapi, terapi hormon atau terapi biologis. Perawatan ini bertujuan untuk mencoba mengendalikan atau membunuh sel kanker yang tertinggal.

Efek Pengobatan Kanker atau Radioterapi

Alasan kedua yang menjadi penyebab munculnya sel kanker baru disebabkan oleh efek dari pengobatan kanker itu sendiri , seperti misalnya pengobatan radioterapi, yang cara pengobatannya ternyata tidak menghancurkan semua sel kanker.

Kemoterapi Obat pada umumnya hanya membunuh sel kanker dengan menyerang sel-sel yang sedang dalam proses penggandaan diri untuk membentuk dua sel baru. Tapi tidak semua sel kanker akan terbagi pada saat yang bersamaan. Jika sel normal mengalami yang namanya periode istirahat yang panjang, maka sel kanker juga melakukan hal yang sama, meski periode istirahatnya mungkin jauh lebih pendek.

Pemberian kemoterapi dalam serangkaian perawatan diyakini bisa membantu menangkap sebanyak mungkin sel yang telah mengalami pembelahan dan kemudian membunuh mereka.

Saat proses tersebut berlangsung, hal  yang paling diharapkan adalah sel-sel yang sedang beristirahat pada saat pasien menjalani perawatan pertama (tidak mati) akan aktif pada saat anda melakukan perawatan yang selanjutnya. Dengan begitu, kemungkinan sel kanker mati dan tidak tumbuh lagi akan jauh lebih besar.

Kalau dipikir-pikir secara logika, sebenarnya sangat tidak mungkin setiap pengobatan kanker mampu membunuh setiap sel kanker yang ada di dalam tubuh. Dokter hanya mencoba untuk mengurangi jumlah sel kanker sehingga sel-sel yang tersisa bisa terbunuh oleh pertahanan tubuh pasien itu sendiri. Sebagian sel kanker bisa juga mati secara alami dengan sendirinya.

Radioterapi yang dilakukan untuk mengobati penyakit kanker ini berguna untuk membuat jeda kecil dalam DNA yang berada di dalam sel. Istirahat atau jeda inilah yang nantinya akan menghentikan sel kanker agar tidak tumbuh dan membelah lagi. Dalam beberapa kasus tertentu, perawatan ini juga  ampuh membuat mereka mati.

Adapun yang menjadi kekurangan atau kememahan perawatan atau pengobatan ini adalah sel normal yang dekat dengan kanker tersebut juga bisa rusak akibat radiasi, namun sebagian besar juga bisa pulih dan kembali bekerja normal. Jika radioterapi tidak membunuh semua sel kanker, maka mereka akan tumbuh kembali di kedepannya.

Terapi biologis merupakan cara pengobatan kanker, yang berfungsi untuk mengendalikan kanker dengan cara mengubah proses pertumbuhan sel kanker tersebut.

Beberapa jenis perawatan mungkin bisa menyingkirkan kanker secara menyeluruh, namun beberapa yang lainnya mungkin hanya bisa mengecilkan kanker atau mengendalikannya selama beberapa bulan atau tahun saja. Itulah sebabnya mengapa anda tidak perlu heran jika mengetahui sel kanker bisa hilang seketika setelah melakukan pengobatan dan mungkin tidak akan muncul pada pemindaian atau tes darah apapun.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada sekelompok kecil sel yang ternyata masih tertinggal di dalam tubuh pasien dan mulai tumbuh dan berkembang menjadi tumor yang lebih besar setelah beberapa saat atau saat pengobatan berhenti.

Kanker Kebal Terhadap Pengobatan

Terkadang kanker ternyata juga bisa menjadi kebal terhadap terapi obat-obatan. Kanker umumnya berkembang dari sel normal yang telah berubah atau bermutasi menjadi kanker. Mutasi tersebut terjadi di dalam gen yang terdapat pada sel tubuh. Perubahan gen ini yang membuat sel berperilaku berbeda terhadap sel normal pada umumnya.

Sel kanker tersebut terus bermutasi, sehingga mereka akan menjadi semakin tidak normal. Terkadang mutasi ini membuat sel menjadi kebal terhadap pengobatan kanker seperti kemoterapi, terapi biologis atau terapi hormon.

Jika hal ini terjadi pada anda, maka anda membutuhkan jenis perawatan yang berbeda. Tapi sayangnya, terkadang pertumbuhan kanker menjadi semakin cepat dan menjadi sangat kebal terhadap banyak obat pada saat yang bersamaan. Dokter menyebutnya sebagai resistansi multi obat.

Para ilmuwan telah menemukan sekelompok mutasi genetik yang menurut mereka menjadi penyebab terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap kemoterapi. Mutasi yang terjadi ini menandakan bahwa sel kanker dapat mengeluarkan obat. Sel resisten ini memiliki kadar zat yang tinggi yang disebut dengan p-glikoprotein.

P-glikoprotein adalah protein yang ditemukan di dinding sel. Protein bertindak sebagai pemompa dan berfungsi untuk menghilangkan toksin dari dalam sel. Sel dengan kadar p-glikoprotein yang tinggi sangat baik untuk mencegah obat kanker keluar. Jika obat yang masuk ke dalam sel kadarnya terlalu sedikit atau tidak cukup, maka obat tersebut tidak akan bisa membunuh sel kanker.

Para ilmuwan atau peneliti telah mencoba menangani dan memecahkan masalah ini sampai pada akhirnya obat kanker berhasil ditemukan dan digunakan dalam dunia medis atau kedokteran. Jika mereka ingin membuat pengobatan dengan cara terapi obat kanker ini menjadi lebih efektif untuk mengatasi lebih banyak jenis kanker, maka mereka harus menemukan cara lain untuk mengatasi masalah resistensi tersebut.

Perawatan dan Pengobatan Kanker

Hingga saat ini, sudah banyak kanker yang telah berhasil disembuhkan. Akan tetapi beberapa jenis kanker bisa kembali bertahun-tahun setelah mereka mendapatkan perawatan atau pengobatan pertama.

Itulah sebabnya mengapa dokter yang mengobati anda tidak jarang yang akan menyarankan tindakan ‘penyembuhan‘ kepada anda, sekalipun tidak ada tanda bahwa ada sel kanker yang tertinggal di dalam tubuh anda. Dokter akan mengatakan bahwa penyakit kanker yang anda alami sedang dalam tahap pengobatan atau pemulihan.

Dokter tidak dapat memastikan bahwa kanker yang anda derita telah benar-benar hilang setelah melakukan sejumlah perawatan. Mereka mungkin akan menyarankan beberapa jenis pengobatan jangka panjang, seperti terapi biologis atau terapi hormon. Perawatan ini disebut pengobatan adjuvant yang bertujuan untuk mencegah kanker kembali.

Hidup Dengan Ketidakpastian

Coba bayangkan jika anda yang menjadi salah satu pasien pengidap kanker. Anda sudah melakukan segala cara dengan mengikuti berbagai jenis perawatan dan pengobatan yang bisa dibilang sangat menyiksa secara fisik dan mental. Tapi anda rela menjalaninya demi satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan kesembuhan.

Tapi apa yang terjadi, setelah melakukan semua yang telah diminta oleh dokter, anda masih saja belum bisa mendapatkan kepastian mengenai kesembuhan anda. Kira-kira bagaimana perasaan anda?Hancur” mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan anda saat itu.

Hidup dalam ketidakpastian itu memang bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan. Bahkan sekalipun dokter anda mengatakan bahwa mereka sangat optimis dengan kesembuhan anda dan mengatakan mereka yakin anda akan sembuh 95%, tapi tetap saja anda pasti akan merasa sangat tidak senang atau pesimis karena anda tahu kalau tak seorangpun dari mereka yang bisa mengatakannya dengan yakin.

Beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak pernah bisa berhenti memikirkan penyakit kanker yang mereka derita. Sekalipun mereka mencoba untuk mengabaikannya, namun rasa ketakutan mereka akan munculnya kembali kanker ini kerap membuat mereka sedih dan depresi atau tertekan.

Untuk kebanyakan orang yang berada dalam situasi seperti ini, setiap hari akan selalu menjadi hari yang berat. Sebagian besar kanker akan kembali muncul kembali dalam dua tahun pertama setelah perawatan dilakukan.

Setelah lima tahun, ada kemungkinan anda akan mengalami kekambuhan. Untuk beberapa jenis kanker tertentu, setelah 10 tahun melakukan perawatan dan pengobatan, barulah dokter baru bisa mengatakan bahwa anda sudah sembuh. Sayangnya, beberapa jenis kanker bisa kembali setelah bertahun-tahun sejak pertama kali didiagnosis.

Membutuhkan Bantuan dan Dukungan

Kalau anda merasa terlalu sulit atau tidak sanggup untuk memikul beban penyakit kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam tubuh anda seorang diri, anda bisa berbagi dengan orang lain seperti keluarga, sahabat, atau orang-orang yang mungkin punya pengalaman yang sama seperti anda.

Cara sederhana ini setidaknya bisa membantu anda untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran anda. Anda juga bisa menghubungi seorang konselor untuk melakukan konseling. Anda bisa berbagi pengalaman dengan orang lain dan mencari tahu bagaimana cara mereka mengatasi rasa takut terhadap kanker yang sempat membuat mereka depresi.

Bagi masyarakat, kanker memang tidak bisa dianggap remeh, karena sifatnya yang bisa kembali muncul sewaktu-waktu sekalipun anda sedah dinyatakan sembuh oleh pihak medis. Munculnya sel kanker ini tentu saja disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya disebabkan oleh kegagalan proses pengobatan pertama yang dilakukan atau efek dari bermacam-macam pengobatan yang dilakukan.

Namun terlepas dari itu semua, anda harus tetap semangat dan tidak putus asa sekalipun hal ini terjadi pada anda. Ingat guys, dokter juga seorang manusia yang hanya bisa mendiagnosa. Urusan hidup atau mati seseorang tetap berada di tangan yang maha kuasa.  Jadi, jangan pernah pesimis dan tetaplah berdoa untuk kesembuhan anda.