culture

Cara Duduk Seiza: Asal Usul dan Bagaimana Cara Melakukannya

Untuk hal keunikan budaya, Jepang mungkin yang menjadi juaranya. Negara ini memiliki ratusan lebih tradisi yang unik-unik. Tradisi tersebut tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Jepang, sejak zaman nenek moyang hingga saat ini.

Tidak hanya dalam hal tradisi, tapi juga dalam bidang teknologi, makanan, bahkan dalam tata kesopanan, Jepang patut diacungi jempol. Perkembangan berbagai teknologi canggih yang ada di negara sakura ini, tidak menjadi alasan bagi Jepang untuk mengabaikan atau melupakan tradisi atau kebudayaan, serta nilai-nilai kesopanan di masyarakat. Itulah sebabnya mengapa semua hal tentang Jepang pasti menarik deh untuk di ulas. Setuju nggak, guys?

Salah satu kebiasaan orang Jepang yang sangat unik tersebut terlihat dari bagaimana cara mereka duduk. Jika duduk di lantai di beberapa tempat, daerah, atau negara mungkin dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh rakyat kecil atau bawahan, maka berbeda dengan di Jepang.

Di Jepang, duduk di bawah dan bukan di kursi dianggap sebagai perilaku yang sangat sopan. Tapi tetap ya guys, ada tata cara dan aturannya juga. Tidak berarti kalau duduk di bawah, anda bisa duduk dengan gaya dan cara yang seenaknya. Ada tata cara khusus untuk melakukannya. Kalau dilihat-lihat sih, cara duduk di Jepang ini terbilang sulit untuk dilakukan, apalagi jika dilakukan untuk waktu yang cukup lama.

Mau tau apa sebutan dan bagaimana melakukan tradisi duduk yang sopan versi orang Jepang tersebut? Baca saja artikel ini. 🙂

Tradisi Unik Jepang “Seiza”

Tradisi duduk yang unik pada masyarakat di Jepang ini dinamakan “Seiza”. Jika diartikan secara harfiah, dalam bahasa Jepang, Seiza berarti duduk dengan tepat atau benar. Tradisi duduk dengan cara seiza ini merupakan cara formal dan sopan ketika duduk di rumah tradisional Jepang yang berlantaikan tatami, yaitu tikar tradisional Jepang yang dibuat dari jerami yang ditenun.

Siapa saja dan pada saat kapan sajakah orang Jepang melakukan tradisi Seiza ini?

Kebiasaan duduk yang disebut dengan Seiza ini diperuntukkan kepada seluruh masyarakatnya tanpa terkecuali. Baik itu wanita, pria, orang tua, maupun anak-anak. Terkecuali bagi mereka yang mungkin memiliki keterbatasan fisik, karena mungkin melakukan seiza dalam keterbatan fisik akan sangat sulit. Jadi ada pengecualian untuk itu.

Kalau ditanya pada saat kapan seiza ini dilakukan, biasanya anda akan mudah mendapati kebiasaan duduk ini pada saat mengikuti acara-acara yang bersifat formal atau resmi, misalnya pada acara minum teh dan acara-acara khusus lainnya. Posisi duduk seiza pada saat sedang mengikuti acara-acara formal tersebut adalah yang paling sopan di Jepang. Seiza ini juga kerap digunakan pada seni bela diri Jepang.

Cara Melakukan Seiza

Meskipun tampaknya seiza ini sangat mudah untuk dilakukan, akan tetapi pada kenyataannya, banyak juga orang yang tidak bisa atau tidak tahan duduk dengan posisi seperti itu. Itulah sebabnya mengapa orang Jepang sudah sejak dini mengajarkan anak-anak mereka untuk melakukan tradisi ini.

Untuk bisa duduk dengan posisi seiza, anda harus menempatkan lutut di lantai dan mendudukkan bokong anda tepat di bagian atas kaki. Ujung kaki juga harus rata di lantai. Bagi yang tidak terbiasa atau baru pertama kali melakukannya, duduk seiza akan terasa sangat menyakitkan, dan akan membuat kaki kesemutan, kram, dan menjadi kaku. Biasanya keadaan seperti ini sering terjadi pada para pendatang atau turis.

Salah satu pemain sepak bola dunia terkenal yaitu Christiano Ronaldo, sempat mengalami kesulitan saat duduk dengan posisi Seiza, ketika dia sedang melakukan sebuah kunjungan ke Jepang dan mengikuti tradisi minum teh di sana.

Beginilah cara duduk Ronaldo pada saat mengikuti acara formal di Jepang.

Apa yang dilakukan oleh Christiano ini bukanlah sebuah tindakan kesengajaan. Dia sudah mencoba untuk duduk dengan posisi seiza, tapi tetap tidak bisa. Jadi mau gimana lagi? Yah, terpaksa deh dia duduk dengan posisi seperti itu. Lucu ya lihat dia duduk dengan posisi seperti itu?

Untuk melakukan Seiza, anda tidak memerlukan latihan apapun, karena seiza bukanlah sebuah olahraga atau semacamnya. Seiza adalah sebuah kebiasaan. “Ala Bisa Karena Biasa”. Pasti pernah dengar pepatah ini kan guys? Sesulit apapun pekerjaan, akan menjadi ringan dan mudah jika semakin biasa melakukannya. Jadi, anda bisa saja melakukan tradisi seiza ini, jika anda rajin mencoba atau terbiasa melakukannya.

Pada awalnya mungkin anda akan menemukan kesulitan untuk melakukannya dan kaki anda akan terasa sakit, tapi lama kelamaan pasti anda akan semakin terbiasa.

Awal Mula Dilakukannya Tradisi Seiza di Jepang

Pada zaman dahulu, tradisi duduk seiza ini tidak sepopuler sekarang. Cara duduk ini dianggap akan sangat merepotkan apabila dilakukan pada masa itu. Tahu kenapa? Karena pada masa itu adalah masa perang, maka jika para pasukan atau orang-orang Jepang melakukan kebiasaan duduk seperti itu, tentu akan mempersulit mereka untuk bergerak cepat saat musuh datang untuk menyerang. Hal ini tentu akan menguntungkan pihak musuh.

Tradisi seiza ini mulai dikenal sejak adanya tradisi atau budaya minum teh orang-orang Jepang pada masa Muromachi (1392–1573). Sampai pada masa Edo (1603–1868), tradisi ini akhirnya mulai ditetapkan sebagai cara duduk yang paling tepat untuk dilakukan pada situasi-situasi formal di Jepang.

Di pertengahan masa Edo tersebut, Seiza terus mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan mulai dipakai oleh masyarakat Jepang secara keseluruhan, hingga akhirnya seiza menjadi ukuran pasti tentang tata cara dan postur tubuh yang paling tepat saat duduk sampai saat ini.

Meskipun posisi duduk seiza ini terasa sangat menyakitkan, tapi orang Jepang masih tetap melakukannya. Yah, gimana lagi. Namanya juga sudah menjadi tradisi. Kebiasaan ini tentu sudah mendarah daging bagi masyarakat Jepang. So guys, gimana pendapat anda mengenai tradisi duduk dengan posisi seiza di Jepang ini?