culture

Di Negara Ini Waria Diakui Sebagai Kebudayaan

India merupakan salah satu negara yang berada di dalam kawasan Asia, tepatnya di Asia Selatan. Negara ini merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak nomor dua di dunia, dengan jumlah populasi lebih dari satu milyar jiwa dan juga merupakan negara terbesar ke-7 jika dilihat berdasarkan letak geografisnya.

Pernahkah anda berkunjung ke negara India ini? Kalau pernah, apa yang membuat anda begitu tertarik untuk mengunjunginya? Wah, pasti banyak pengalaman yang tak terduga yang bisa anda dapatkan selama berada di sana. Benar nggak?

Selain dikenal dengan para artis Bollywoodnya yang cantik, tampan dan juga pandai menari, tahukah anda bahwa masih ada banyak sekali keunikan-keunikan lain, yang dimiliki oleh negara yang menjadi tempat lahirnya Aishwarya Rai yang pernah memenangkan ajang Miss World di tahun 1994 yang lalu ini?

Tidak hanya terkenal dengan artis dan aktor Bollywoodnya saja, India juga dikenal karena bangunan bersejarahnya, yaitu Taj Mahal yang terletak di Agra, India. Sejarah tentang bangunan ini sudah dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia. Taj Mahal yang berada di India ini bahkan masuk ke dalam 7 daftarkeajaiban dunia. Jadi tidak heran jika lokasi ini kerap menjadi tujuan para wisatawan asing.

Selain terkenal karena bangunan Taj Mahal, India juga menarik perhatian dengan berbagai hal-hal unik yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia ini. Salah satunya bisa dilihat dari berbagai acara kebudayaan, keagamaan dan perayaan tahunan yang dirayakan pada waktu-waktu tertentu.

Perayaan tahunan yang paling terkenal dari India salah satunya adalah Perayaan Holi. Perayaan ini bahkan banyak diadaptasi oleh beberapa negara di dunia sekarang ini, termasuk Indonesia. Di Indonesia, perayaan ini disebut dengan perayaan “color run”. Perayaan ini sangat booming di Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Banyaknya hal-hal unik yang dimiliki negara India ini tidak bisa diucapkan atau digambarkan hanya dengan kata-kata saja, melainkan akan lebih asyik jika anda bisa langsung terjun dan melihat serta merasakan sendiri keunikan tersebut saat berlibur atau berkunjung ke negara India ini. Gimana? Tertarik kah anda untuk berkunjung?

Beralih dari berbagai keunikan yang dimiliki oleh negara India yang sebelumnya sudah dibahas di atas, ada satu budaya yang sangat menarik untuk anda ketahui. Budaya ini mungkin akan membuat anda semakin penasaran dengan India, hingga akhirnya memutuskan untuk melihatnya langsung. Bisakah anda menebak budaya apa yang dimaksud tersebut? Ini dia jawabannya.

Budaya Waria di India

Seperti yang diketahui, manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Itulah sebabnya mengapa manusia diciptakan saling berpasang-pasangan. Ada pria dan juga wanita. Kedua gender yang berbeda inilah yang menjadi salah satu pembeda atau pengklasifikasian manusia di dunia. Akan tetapi sayangnya, sering terjadi penyimpangan terhadap gender tersebut. Tidak hanya di India, tapi di berbagai negara di dunia hal ini juga terjadi.

Salah satu penyimpangan gender yang paling banyak terjadi tersebut dinamakan Waria. Mungkin istilah waria ini sudah sangat familiar di telinga anda, namun apa yang anda dengar atau pikirkan mengenai kaum ini belum tentu benar. Tidak banyak yang mungkin anda ketahui mengenai istilah waria tersebut.

Kebanyakan orang memandang kaum waria sebagai orang yang tidak waras atau memiliki kelainan. Mereka dipandang sangat hina dan cenderung dikucilkan oleh masyarakat, karena dianggap gila atau menjijikkan. Yah, kalau dilihat-lihat wajar saja sih masyarakat mengucilkan mereka, mengingat buruknya tindakan yang sering dilakukan oleh beberapa waria ini di masyarakat.

Waria adalah singkatan dari wanita-pria. Istilah ini dibuat untuk menggambarkan pria yang memiliki hobi berdandan layaknya seorang wanita dan cenderung bertingkah kemayu. Karena mereka dianggap sebagai sebuah penyimpangan, gender ini tidak diakui di beberapa negara.

Namun terlepas dari semua image negatif tersebut, anda mungkin akan terkejut ketika mengetahui bahwa di beberapa negara, waria dianggap sebagai sebuah kebudayaan, bahkan diakui sebagai gender ketiga selain pria dan wanita. Wow, pasti anda cukup syok kan membacanya? Dan yang akan lebih membuat anda kaget lagi adalah India merupakan salah satu negara yang melakukan hal tersebut. Di India, para waria ini memiliki sebutan khusus serta mendapatkan perlakuan yang khusus pula. Menarik bukan?

Hijra – Sebutan untuk kaum waria di India

Di India, para kaun waria ini disebut dengan Hijra. Sebutan Hijra diberikan kepada seseorang yang mengubah jenis kelaminnya. Umumnya, kaum Hijra ini adalah seseorang yang mengubah jenis kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Seperti halnya kehidupan kaum transgender di berbagai belahan dunia, Hijra merupakan kaum yang terpinggirkan.

Pemerintah India telah mengakui atau memberlakukan adanya 3 gender di negara mereka. Pemberlakuan tersebut terjadi tepatnya sejak tahun 2014 yang lalu. Jika di negara-negara lainnya hanya ada 2 gender saja, yaitu pria dan wanita, di India kini ada satu gender lagi yang disebut Hijra.

Dalam bahasa India, Hijra memiliki arti “eunuch” atau yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan istilah hemaprodit, yaitu istilah untuk mereka yang berkelamin ganda. Keberadaan para hijra di India ini memang sudah ada sejak dulu sekali.

Komunitas Hijra ini telah disebutkan dalam sebuah literatur kuno yang paling dikenal, yaitu Kama Sutra, yang merupakan sebuah karya sastra Hindu tentang perilaku seksual manusia yang ditulis sekitar 400 SM. Di dalam literature tersebut terdapat sebuah kisah yang menjadikan para hijra ini pantas untuk mendapatkan pengakuan dari Pemerintah.

Saat para Hijra ini akan memasuki usia yang dewasa, mereka akan melakukan sebuah upacara yang bernama “Nirwaan”. Upacara ini merupakan sebuah proses dimana para Hijra India ini akan mrnghilangkan penis, testis, dan skrotum mereka. Istilah Hijra ini sebenarnya di klasifikasikan ke dalam 3 istilah lain, yaitu: Aravani, Aruvani dan Jaggapa.

Meskipun, gender ini diakui oleh Pemerintah India, namun para kaum Hijra ini tetap tidak diperbolehkan untuk menikah dengan pria secara resmi di mata hukum. Tidak hanya itu, meskipun sudah diakui oleh hukum, para hijra ini masih kerap mendapatkan berbagai perlakuan buruk dari masyarakat dan hampir tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan jenjang karir di dunia pekerjaan.

Karena keterbatasan tersebut, tidak heran jika kebanyakan para hijra ini akan melakoni pekerjaan-pekerjaan seperti menjadi pengamen, pengemis, bahkan pekerja seks. Hampir di semua tempat mereka juga didiskriminasi, seperti dipelayanan kesehatan, perumahan, pendidikan, pekerjaan, imigrasi, hukum, dan berbagai birokrasi lain yang hanya bisa diisi oleh laiki-laki/perempuan. Malang sekali kan nasib para hijra ini?

Akan tetapi, meskipun kerap mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari masyarakat, ada sebuah masa dimana kaum hijra ini merasa sangat istimewa. Hal ini berawal dari kisah Mahabrata yang terjadi pada masa lalu. Pengen tahu gimana cerita selengkapnya? Di bawah ini adalah penjelasannya:

Awal Mula Munculnya Kaum Hijra di India

Kisah Mahabarata pada masa lalu menceritakan tentang sebuah perang kuruksethra, yang terjadi antara Pandawa dan Kurawa. Untuk memenangkan peperangan, Pandawa harus mengorbankan salah satu dari anggota mereka yang memiliki 10 keistimewaan. Diantara anggota Pandawa tersebut, hanya ada dua orang yang memenuhi persyaratan untuk dikorbankan, yaitu: Krisna dan Aravan.

Akan tetapi, setelah dilihat lebih jauh, tawaran ini ternyata tidak berlaku untuk Krisna yang merupakantitisan dewa wisnu, maka kehormatan ini diberikan kepada Aravan. Satu hari sebelum perang dimulai (artinya satu hari menjelang aravan dikorbankan), Aravan mengajukan sebuah permintaan untuk menikah.

Namun, tidak ada satu pun wanita pada saat itu yang mau menikah dengannya, karena mereka tidak ingin menjadi janda dalam sehari. Melihat hal tersebut, Krisna pun memiliki sebuah ide untuk merubah dirinya menjadi wanita yang bernama Mohindi dan menikahi Aravan.

Atas latarbelakang cerita tersebut, setiap tahun pada bulan April dan Mei, kaum Hijra akan memperingati peristiwa tersebut dalam sebuah festival yang diselenggarajan selama 18 hari. Di festival unik tersebut, para hijra ini akan berdandan seperti layaknya wanita. Mereka juga akan mengenakan baju pengantin tradisional wanita India dan membeli tali serta memakai gelang kaca. Pokoknya persis deh seperti seorang pengantin yang akan menikah.

Aravanis (transgenders)

Di dalam festifal tersebut, mereka akan dinikahkan dengan dewa Aravan di kuil Aravan yang terletak di Distrik Villupuram. Biasanya akan ada banyak para hijra dari seluruh penjuru India yang datang ke tempat ini. Secara simbolis kaum Hijra akan dinikahkan di dalam kuil oleh pendeta, dengan cara mengikat simpul pada tali yang mereka beli sebelumnya.

Setelah para hijra ini dinikahkan dengan Dewa Aravan, mereka akan merasa sangat bersukacita. Berbagai selebrasi dipertontonkan untuk menunjukkan bagaimana bahagianya mereka. Dalam festival ini juga diadakan kontes kecantikan. Tapi sayangnya, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Sesuai dengan cerita Mahabrata di atas, suami mereka yaitu Dewa Aravan akan meninggal keesokan harinya dan mereka menjadi janda.

Untuk mengenang peristiwa kematian tersebut, para hijra akan memutuskan tali yang diikatkan kepada mereka dan memecahkan gelang kaca yang mereka pakai. Kegembiraan mereka seketika sirna dan digantikan dengan perasaan dukacita yang sangat mendalam. Para janda dewa Aravan ini akan saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu meratapi kepergian suami mereka di dalam festival tersebut.

Begitulah kisah, asal usul, dan budaya hijra yang ada dan diakui di India. Benar atau tidaknya keputusan dalam pengakuan gender ini di India tergantung pada pemikiran masyarakat itu sendiri. Sebagai manusia, meskipun mereka memiliki perilaku yang menyimpang, namun tetap saja mereka adalah ciptaan Tuhan yang seharusnya dihargai dan diperlakukan dengan baik, karena manusia tidak memiliki hak untuk menghakimi mereka selama mereka berada pada aturan yang berlaku. Setuju kan, guys?

Baiklah, semoga saja artikel ini bisa merubah sudut pandang anda terhadap kaum terkucilkan ini. Selain memiliki budaya unik hijra, India juga cukup terkenal dengan seni bela diri Kalaripayattu nya. Seni bela diri ini dilakukan dengan menggunakan Pedang Urumi yang sangat legendaris India.