Game

Tak Hanya di Indonesia, Game Petak Umpet Juga Populer di Banyak Negara

Hiding and seeking

Semasa kecil dulu, libur sekolah akan menjadi saat-saat yang menyenangkan hampir bagi seluruh anak di dunia. Itu karena mereka bisa bermain sepuasnya tanpa harus memikirkan sekolah, tugas dan sebagainya. Biasanya waktu seperti ini akan mereka isi dengan sejumlah permainan yang amat mereka sukai bersama teman-temannya.

Bisakah anda menyebutkan permainan seperti apa yang paling anda sukai dan sering anda mainkan sewaktu kecil dulu? Jawaban anda tentunya akan sangat beragam. Tapi dari sekian banyaknya permainan tersebut, apakah anda pernah bermain petak umpet?

Beberapa dari anda yang sedang membaca artikel ini mungkin akan langsung tersenyum sumringah ketika mendengar nama permainan ini dan kembali teringat saat memainkannya pada saat menjadi bocah beberapa tahun lalu.

Namun tidak menutup kemungkinan pula kalau ada yang akan mengernyitkan dahinya karena tak pernah mendengar nama permainan tersebut. Wajar saja jika ada di antara anda yang tidak mengenal permainan ini, mengingat saat ini ada banyak game lain (e-game) yang lebih modern yang bisa dimainkan.

Tapi meskipun peminatnya secara berangsur-angsur mulai berkurang, namun petak umpet ini masih dimainkan oleh sebagian orang. Ini masih menjadi salah satu permainan yang disukai oleh beberapa anak.

Untuk anda yang sudah pernah memainkannya, apakah anda tahu dari mana sebenarnya game tersebut berasal? Apakah hanya di Indonesia saja permainan tersebut dikenal, atau mungkin ada negara lain yang juga memainkannya? Bisakah anda memberikan jawaban kedua pertanyaan di atas?

Kalau sebelumnya anda belum pernah tahu dan mendengar sejarah atau asal usul dari petak umpet ini, maka kami yang akan memberikan informasinya untuk anda.

Mengenal Permainan Petak Umpet

Petak umpet atau yang dalam istilah bahasa inggris dikenal dengan istilah “Hide and Seek” ini merupakan sebuah permainan jadul (lama) yang sangat populer, bukan hanya di kalangan masyarakat Indonesia, tapi juga di beberapa negara lainnya.

Cara untuk memainkan permainan ini pun cukup mudah, dimana biasanya dimainkan oleh lebih dari satu pemain. Salah satu pemain akan menutup matanya untuk beberapa waktu (biasanya orang tersebut akan menghitung dari satu sampai 10 atau 100-tergantung pada aturan yang dibuat oleh kelompok tersebut), sementara pemain yang lainnya akan bersembunyi.

Penentuan pemain mana yang harus menutup mata dan yang bersembunyi ini biasanya diundi atau ditentukan dengan cara-cara tertentu, seperti dengan “suit batu, gunting, kertas” dan sebagainya.

Setelah si penutup mata tadi selesai menghitung, Ia kemudian akan harus mencari teman-temannya yang bersembunyi. Tapi sebelumnya Dia harus mengatakan “Aku datang“, sebelum akhirnya mulai mencari. Ini adalah pertanda atau isyarat untuk memberitahu pemain lain yang bersembunyi tersebut bahwa si pencari akan mulai memburu mereka.

Pemain yang pertama kali dapat akan menjadi penjaga atau si pencari pada permaian yang berikutnya, setelah semua berhasil ditemukan. Sedangkan pemain yang terakhir ditemukan akan menjadi pemenang permainan.

Di dalam salah satu bentuk permainan, para penyembunyi akan mencoba untuk kembali ke “home base” pada saat si pencari sedang berusaha untuk menemukan mereka. Jika semua pemain yang bersembunyi tersebut berhasil kembali dengan selamat, maka si pencari tadi akan kembali menjadi si pencari di permainan berikutnya.

Intinya dalam permainan ini, posisi pencari akan sangat dihindari oleh para pemain, karena tugasnya yang tidak mudah. Oleh karena itu, saat melakukan suit pertama, anda harus berusaha agar tidak kalah. Kalau tidak, maka bersiaplah untuk kemungkinan anda terus menjadi si pencari di putaran selanjutnya.

Asal Usul Game Hide and Seek

Sampai dengan saat ini, asal usul permainan petak umpet ini masih belum bisa dipastikan. Namun beberapa orang mengatakan kalau game tersebut sepertinya sama dengan permainan apodidraskinda yang telah dijelaskan oleh penulis Yunani pada abad ke-2, yang bernama Julius Pollux. Di dalam bahasa Yunani modern, istilah petak umpet dikenal dengan istilah Kryfto.

Sebagian orang percaya bahwa game ini telah banyak ditemukan di dalam tulisan-tulisan shakespeare, dimana di dalamnya terdapat referensi untuk permainan petak umpet anak-anak.

Footraces, tag dan sejenisnya diketahui sudah ada sejak lama. Encyclopaedia of Play in Today’s Society telah menelusuri permainan ini di sepanjang perjalanan sejak 200 tahun yang lalu, tepatnya sebelum Era 200 SM.

Meskipun asal usul permainan ini masih simpang siur, namun yang pasti, sampai dengan saat ini game tersebut masih tetap ada atau eksis dan masih dimainkan oleh sebagian orang, khususnya oleh anak-anak, yah walaupun memang jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, jumlah orang yang memainkannya sangat turun atau berkurang.

Sebagai orang yang pernah memainkan game ini anda patut bersyukur dan berbangga hati, karena tidak semua orang, terutama untuk sekarang ini yang bisa merasakan sensasi bermain permainan tersebut.

Variasi Permainan di Seluruh Dunia

Game ini umumnya memiliki versi atau variasi yang berbeda di tiap-tiap daerah atau negara. Terkadang, si pencari bisa dibantu oleh orang-orang yang berhasil ditemukannya terlebih dulu.

Dengan kata lain, hanya ada satu anak terakhir yang bersembunyi, yang akan dicari oleh pemain yang lainnya. Si penyembunyi yang sudah ditemukan akan bergabung dengan para pencari secara diam-diam untuk menemukan pemain terakhir tersebut.

Versi permainan petak umpet yang seperti ini disebut sardines. Untuk orang dewasa, ini akan jauh lebih menyenangkan jika dimainkan pada malam hari di area yang luas, seperti taman dengan pencahayaan yang rendah. A.M. Burrage menyebut game ini dengan istilah “Smee” di dalam kisah hantu yang dibuatnya pada tahun 1931.

Permainan ini dimainkan hampir di seluruh dunia. Di Spanyol, permainan ini disebut el escondite, sedangkan di Perancis dikenal sebagai jeu de cache-cache, di Israel dijuluki sebagai machboim, kemudian di Korea Selatan disebut dengan sumbaggoggil dan masyarakat Rumania mengenalnya sebagai de-av-ati ascunselea.

Bukan hanya di situ saja, permainan hide and seek ini juga dikenal di seluruh Amerika Selatan dan Tengah sebagai beberapa sebutan seperti tuja (Bolivia), escondidas (Ekuador dan Chili) dan cucumbè (Honduras dan El Salvador).

Ada banyak varian yang digunakan di dalam game, seperti misalnya anak-anak Igbo di Nigeria yang bermain oro, yaitu kombinasi petak umpet dan tag, dimana si pencari akan berdiri di tengah lingkaran besar yang telah digambar di atas pasir dan kemudian menyuruh pemain lain untuk bersembunyi.

Pencari kemudian melangkah keluar dari lingkaran untuk bergegas menemukan dan kemudian mengejar pemain lainnya, yang harus lari ke lingkaran agar aman. Anak yang disentuh sebelum mencapai lingkaran harus menjadi pencari berikutnya.

Ada juga variannya yang dikenal sebagai Olly Olly oxen free. Sebenarnya ini adalah ungkapan yang biasanya digunakan di dalam game tersebut, dimana sang pencari akan berteriak, ‘Olly Olly oxen free!’ untuk memberitahu pemain tersembunyi yang tersisa untuk keluar atau kembali ke home base dengan aman.

Di India, petak umpet dimainkan dengan cara yang berbeda, dimana jika salah satu penyembunyi (pemain yang bersembunyi) menyentuh pencari dan mengatakan ‘Dhappa‘, maka pencari harus menghitung ulang lagi.

Namun, jika pencari telah melihat atau menemukan penyembunyi, tepat sebelum mereka berhasil menyentuhnya dan mengatakan dhappa, maka penyembunyi tersebutlah yang akan menjadi si pencari di pemainan berikutnya, kecuali beberapa penyembunyi lainnya berhasil menyentuh dan mengatakan ‘Dhappa’ kepada si pencari tanpa terlihat.

Di Brazil dan Rusia, petak umpet memiliki langkah tambahan. Si pencari akan mulai menghitung dengan mata tertutup sambil menghadap ke arah dinding sementara semua pemain lain akan sibuk bersembunyi.

Setelah si pencari berhasil menemukan salah satu di antara mereka, maka kedua pemain yang terdiri dari si pencari dan si penyembunyi tersebut harus berlomba menuju ke tempat dimana awalnya si pencari menghitung dan menghadap ke dinding.

Siapa pun di antara mereka yang berhasil sampai ke tempat itu lebih dulu, maka Ia lah yang memenangkan permainan. Ini juga kadang dimainkan oleh negara lain. Selain Brazil dan Rusia, beberapa negara lainnya juga mengadopsi cara permainan ini.

Hide and Go Seek in the dark adalah contoh jenis varian lain dari game ini, dimana anda akan bermain game tersebut pada malam hari di taman, lapangan atau di rumah dengan kondisi cahaya yang minim ataupun tanpa lampu.

Uniknya lagi, ternyata ada negara yang menjadikan game petak umpet ini sebagai sebuah ajang kejuaraan resmi yang dinamai “Kejuaraan Dunia Nascondino“. Ini adalah kompetisi petak umpet internasional yang unik, yang dimainkan secara tim untuk kalangan orang dewasa, dengan kategori yang tidak terdiversifikasi berdasarkan gender.

Kejuaraan ini muncul pertama kali pada tahun 2010 di kota Bergamo, Italia. Ajang tersebut diadakan setiap tahunnya di negara tersebut pada musim panas. Permainan ini merupakan turunan dari versi bahasa Italia yaitu, “nascondino” (petak umpet dalam bahasa Italia).

Pertandingan petak umpet Italia ini dilaksanakan di taman bermain, di tempat udara terbuka, yang telah disiapkan dengan tempat persembunyian buatan dan alami.

Kompetisi ketujuh kemarin berlangsung pada bulan September 2017, dengan 70 tim dari 11 negara. Apakah tahun ini jumlah tim yang akan bergabung jauh lebih banyak dari tahun lalu? Kita mungkin akan melihatnya sebentar lagi. Anda bisa mengetahuinya jika anda selalu mengikuti informasi terbaru terkait dengan kompetisi tersebut.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai asal usul petak umpet dan berbagai variasi permainan yang digunakan di beberapa negara di dunia, semoga informasi ini bisa semakin menambah wawasan anda,