Healthy

1 Dari 8 Wanita Beresiko Terkena Kanker Payudara, Ini Buktinya

Pink adalah salah satu warna yang sangat disukai oleh kebanyakan wanita. Warnanya yang indah, cerah dan juga kesannya yang manis membuat banyak wanita menjadi tergila-gila dengan warna ini. Tidak hanya wanita, Pink juga menjadi warna yang disukai oleh beberapa pria, lho.

Selain itu, saat ini warna pink juga dijadikan atau digunakan sebagai warna untuk menggambarkan Kesadaran Kanker Payudara. Setiap bulan Oktober, biasanya masyarakat akan merayakan Bulan Kesadaran Kanker Payudara, untuk menghormati para wanita yang telah berjuang melawan kanker payudara.

Selain memliki warna yang terlihat manis, siapa yang mengira kalau warna ini ternyata memiliki arti yang sangat dalam. Warna pink inilah yang akan membuat atau mengingatkan anda para wanita, untuk menyadari akan perlunya kesadaran terhadap kanker payudara yang saat ini sedang mengintai anda. Sedikit saja anda lengah, anda mungkin akan menjadi salah satu korban dari keganasannya.

Itulah sebabnya mengapa bulan Kesadaran Kanker Payudara ini dirayakan di seluruh dunia. Selama bulan Oktober, badan amal dan organisasi di seluruh dunia akan menyelenggarakan acara tersebut untuk mempromosikan kesadaran dan mengumpulkan uang untuk penelitian.

Berkat pasrtisipasi dari banyak orang di seluruh dunia, sebanyak $ 6 miliar berhasil didapat setiap tahunnya, yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap kanker payudara.

Data Statistik Pengidap Kanker

Menurut breastcancer.org, 1 dari 8 wanita (kira-kira 12%) yang ada di Amerika Serikat beresiko terkena kanker payudara dan akan mengidap kanker tersebut sepanjang hidupnya.

Selain itu, ada beberapa data lainnya yang juga perlu anda ketahui mengenai kanker payudara ini. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah data statistiknya :

  • Pada tahun 2017, diperkirakan ada sekitar 252.710 kasus baru tentang kanker payudara invasif, yang didiagnosis pada wanita di Amerika Serikat, dan ada sebanyak 63.410 kasus baru untuk kanker payudara non-invasif (in situ).
  • Ada sekitar 2.470 kasus baru untuk kanker payudara invasif, yang diperkirakan didiagnosis pada pria di tahun 2017. Resiko menderita kanker ini seumur hidup pada seorang pria memiliki kemungkinan perbandingannya adalah sekitar 1 dari 1.000 orang.
  • Tingkat kejadian kanker payudara di Amerika Serikat mulai menurun pada tahun 2000, setelah meningkat selama dua dekade sebelumnya. Jumlah tersebut turun sekitar 7% pada tahun 2002 sampai 2003 saja. Salah satu alasan penurunan resiko terkena kanker payudara tersebut sebagiannya disebabkan oleh berkurangnya penggunaan terapi sulih hormon (hormone replacement therapy / HRT) oleh para wanita, setelah hasil sebuah penelitian yang besar yang disebut dengan Inisiatif Kesehatan Wanita diterbitkan pada tahun 2002. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara HRT dan resiko peningkatan kanker payudara.
  • Sebanyak kurang lebih 40.610 wanita di A.S. diperkirakan meninggal pada tahun 2017 karena menderita kanker payudara. Kalau dillihat-lihat, angka kematian ini telah menurun sejak tahun 1989 yang lalu. Untuk wanita di bawah umur 50 tahun mengalami penurunan yang lebih besar. Penurunan ini dianggap sebagai hasil kemajuan pengobatan, deteksi dini melalui screening dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit ini.
  • Di samping penyakit kanker paru-paru, bagi wanita di A.S., tingkat kematian yang disebabkan oleh kanker payudara lebih tinggi daripada kanker lainnya.
  • Selain kanker kulit, kanker payudara adalah kanker yang paling sering didiagnosis di kalangan wanita Amerika. Pada tahun 2017 diperkirakan sekitar 30% jenis kanker yang baru-baru ini berhasil didiagnosis pada wanita adalah kanker payudara.
  • Pada wanita di bawah usia 45 tahun, kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita Afrika-Amerika daripada wanita kulit putih. Secara keseluruhan, wanita Afrika-Amerika lebih cenderung meninggal karena kanker payudara. Sedangkan bagi wanita Asia, Hispanik dan penduduk asli Amerika, resiko kanker ini berkembang dan kemungkinan meninggal akibat kanker payudara cenderung lebih rendah.
  • Pada bulan Maret 2017, ada lebih dari 3,1 juta wanita yang hidup dengan riwayat kanker payudara di A.S. Data ini sudah termasuk wanita yang saat ini dirawat dan wanita yang telah selesai berobat.
  • Resiko terkena kanker payudara pada wanita hampir dua kali lipat kemungkinannya, jika dia memiliki saudara tingkat satu (ibu, saudara perempuan, anak perempuan) yang telah didiagnosis menderita kanker payudara. Kurang dari 15% wanita yang terkena kanker payudara memiliki anggota keluarga yang didiagnosis dengan penyakit ini.
  • Sekitar 5-10% kanker payudara dapat dikaitkan dengan mutasi gen (perubahan abnormal) yang diwariskan oleh ibu atau ayah. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 adalah yang paling umum terjadi. Rata-rata, wanita dengan mutasi BRCA1 memiliki resiko mengidap penyakit ini seumur hidup sekitar 55-65%. Sedangkan bagi wanita dengan mutasi BRCA2, resikonya sedikit lebih kecil, yaitu 45%. Kanker payudara yang positif untuk mutasi BRCA1 atau BRCA2 cenderung berkembang lebih sering pada wanita muda. Resiko kanker ovarium yang meningkat juga terkait dengan mutasi genetik ini. Pada pria, mutasi BRCA2 yang dikaitkan dengan resiko kanker payudara seumur hidup adalah sekitar 6,8%. Tapi meskipun begitu, mutasi BRCA1 adalah penyebab kanker payudara yang kurang sering pada pria.
  • Sekitar 85% kanker payudara terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara. Ini terjadi karena mutasi genetik yang terjadi sebagai akibat proses penuaan dan kehidupan pada umumnya, daripada mutasi yang diwariskan.
  • Faktor resiko kanker payudara yang paling signifikan adalah jenis kelamin (menjadi wanita) dan usia (bertambah tua).

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel payudara yang terjadi secara tidak terkontrol. Untuk lebih memahami apa itu kanker payudara, akan lebih baik jika anda memahami bagaimana sebenarnya proses pembentukan kanker dan penyebarannya di dalam tubuh.

Biasanya kanker payudara dimulai di sel lobulus, yaitu kelenjar penghasil susu, atau saluran yang dikenal dengan sebutan “ducts” yang merupakan bagian yang mengalirkan susu dari lobulus ke puting susu. Hal yang tidak umum terjadi adalah kanker payudara yang dimulai di jaringan stroma, yang meliputi jaringan ikat lemak dan fibrosa pada payudara.

Seiring berjalannya waktu, sel kanker tersebut dapat menyerang jaringan payudara sehat terdekat dan masuk ke kelenjar getah bening ketiak, yaitu sebuah organ kecil yang menyaring zat asing di dalam tubuh. Jika sel kanker masuk ke dalam kelenjar getah bening tersebut, mereka akan memiliki jalur untuk menuju ke bagian tubuh yang lainnya.

Seberapa jauh sel kanker telah menyebar melampaui tumor aslinya ini disebut dengan tahapan kanker payudara. Untuk tahapannya sendiri, nantinya akan dibahas di bawah.

Kanker payudara biasanya disebabkan oleh kelainan genetik (sebuah “kesalahan” dalam materi genetik). Namun, hanya 5-10% saja kemungkinan terkena kanker yang disebabkan oleh kelainan yang diwarisi dari ibu atau ayah anda. Sebaliknya, 85-90% kanker payudara disebabkan oleh kelainan genetik yang terjadi sebagai akibat proses penuaan dan “keausan” kehidupan pada umumnya.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu tubuh tetap sehat semaksimal mungkin, seperti mengkonsumsi makanan seimbang, menjaga berat badan tetap sehat, tidak merokok, membatasi alkohol dan berolahraga secara teratur (pelajari segala hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi faktor penyebab terkena resiko kanker payudara).

Tahapan Kanker Payudara

Kalau anda sudah membaca artikel sebelumnya yang membahas tentang masalah perkembangan kanker, anda pasti sudah tahu kalau sebenarnya tahapan perkembangan penyakit kanker. Biasanya tahapan ini dikenal dengan sebutan stadium kanker.

Tidak sama dengan penyakit-penyakit lainnya, perkembangan pada kanker ini memiliki beberapa tahapan, dimana tahapan inilah yang digunakan untuk memberitahu anda sudah sejauh mana atau sudah seberapa para penyebaran kanker tersebut di dalam tubuh anda. Apakah anda masih bisa di selamatkan atau tidak, serta jenis penanganan apa yang harus anda dapatkan.

Sama seperti kanker jenis yang lainnya, kanker payudara juga memiliki beberapa tahapan, yang diantaranya yaitu:

  • Stage 0 : Sel kanker tetap berada di dalam saluran payudara, tanpa invasi ke jaringan payudara normal di dekatnya.
  • Stage 1A : Tumornya berukuran sampai 2 cm dan kanker belum menyebar di luar payudara. Tidak ada kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Stage 1B : Tidak ada tumor di payudara. Sebagai gantinya, kelompok kecil sel kanker yang lebih besar dari 0,2 milimeter tapi tidak lebih besar dari 2 milimeter, ditemukan di kelenjar getah bening. Atau bisa dikatakan kalau ada tumor di payudara, yang ukurannya tidak lebih besar dari 2 sentimeter dan ada pula kelompok kecil sel kanker, yang lebih besar dari 0,2 milimeter tapi tidak lebih besar dari 2 milimeter di kelenjar getah bening.
  • Stage 2A : Tidak ada tumor yang ditemukan di payudara, namun sel kanker ditemukan di kelenjar getah bening aksila (kelenjar getah bening di bawah lengan) atau terdapat tumor berukuran 2 sentimeter atau lebih kecil dan telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila atau ada tumor lebih besar dari 2 sentimeter tapi tidak lebih besar dari 5 sentimeter dan belum menyebar ke kelenjar getah bening aksila.
  • Stage 2B : Tumor lebih besar dari 2 sentimeter tapi tidak lebih besar dari 5 sentimeter dan telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila atau tumor lebih besar dari 5 sentimeter namun belum menyebar ke kelenjar getah bening aksila.
  • Stage 3A : Tidak ada tumor yang ditemukan di payudara. Kanker ditemukan di kelenjar getah bening aksila yang menempel bersama atau ke struktur lain, atau kanker dapat ditemukan di kelenjar getah bening di dekat tulang dada. Atau tumor dalam ukuran apa saja. Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila, yang menempel bersama atau ke struktur lain, atau kanker dapat ditemukan di kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
  • Stage 3B : Tumor itu mungkin berukuran besar dan telah menyebar ke dinding dada dan / atau kulit payudara dan
    mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila yang mengelompok atau menempel pada struktur lain, atau kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada. Kanker payudara inflamasi dianggap setidaknya terjadi pada tahap 3B ini.
  • Stage 3C : Mungkin tidak ada tanda-tanda kanker di payudara atau mungkin tumor telah menyebar ke dinding dada dan / atau kulit payudara. Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening baik di atas atau di bawah tulang selangka dan kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
  • Stage 4 : Kanker telah menyebar – atau bermetastasis – ke bagian tubuh lainnya.

Faktor Penyebab Resiko Kanker Payudara

Faktor resiko adalah segala sesuatu yang sifatnya bisa meningkatkan risiko anda untuk terkena kanker payudara. Banyak faktor resiko kanker payudara yang penting, yang berada di luar kendali anda seperti yang sempat disebutkan di atas tasi, misalnya: usia, riwayat keluarga dan riwayat kesehatan.

Tapi selain itu, ada juga beberapa faktor resiko lainnya yang dapat anda kendalikan, misalnya: berat badan, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Berkonsultasi dengan dokter adalah jalan yang bisa anda tempuh untuk mengetahui semua kemungkinan faktor resiko kanker payudara yang anda alami.

Mungkin ada langkah-langkah yang bisa anda ambil untuk menurunkan resiko kanker payudara tersebut dan dokter  dapat membantu anda untuk membuat sebuah perencanaan kesehatan.

Dokter anda juga perlu mengetahui faktor resiko lain di luar kendali anda, sehingga dia memiliki pemahaman yang akurat mengenai tingkat resiko kanker payudara yang anda miliki. Hal ini dapat mempengaruhi rekomendasi tentang screening kanker payudara, menentukan tes apa yang harus anda miliki dan kapan harus memilikinya.

Faktor Resiko Yang Bisa Anda Kendalikan:

Beberapa faktor resiko yang akan dijelaskan di bawah ini adalah faktor-faktor yang bisa anda kendalikan. Perhatikan, pelajari dan kalau bisa aplikasikan dalam kehidupan nyata anda.

1. Berat badan

Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, terutama bagi wanita setelah menopause. Jaringan lemak adalah sumber utama estrogen setelah menopause, saat ovarium berhenti memproduksi hormon. Memiliki jaringan lemak lebih berarti memiliki kadar estrogen lebih tinggi, yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

2. Diet

Penelitian yang dilakuka melihat adanya hubungan antara diet dan resiko terkena kanker payudara serta resiko kekambuhannya. The Women’s Health Initiative Trial menyarankan bahwa diet yang sangat rendah lemak dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Sementara itu, jika anda ingin melakukan program diet, maka ahli diet menyarankan hal-hal ini:

  • Jaga berat badan anda dalam rentang yang sehat, baik untuk tinggi dan berat anda. Anda bisa mengukurnya dengan menggunaka Body Mass Index. Meskipun pengukuran itu bukanlah ukuran yang sempurna, tapi setidaknya bisa membantu anda memperkirakan berat badan sehat anda.
  • Makanlah banyak sayuran dan buah.
  • Cobalah untuk membatasi asupan lemak jenuh anda hingga kurang dari 10% dari total kalori anda per hari dan batasi asupan lemak anda hingga sekitar 30 gram per hari.
  • Makan makanan tinggi asam lemak omega-3.
  • Hindari lemak trans, daging olahan dan makanan hangus atau asap.

3. Olahraga

Bukti yang berkembang menyatakan bahwa olahraga ternyata bisa mengurangi resiko kanker payudara. The American Cancer Society merekomendasikan untuk melakukan 45-60 menit latihan fisik selama 5 hari atau lebih dalam seminggu.

4. Konsumsi alkohol

Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko kanker payudara meningkat dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi oleh seorang wanita. Alkohol dapat membatasi kemampuan hati anda untuk mengendalikan kadar hormon estrogen di dalam darah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan resiko kanker tersebut.

5. Merokok

Merokok sering kali dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko terjadinya kanker payudara pada seseorang.

6. Paparan estrogen

Karena hormon estrogen wanita merangsang pertumbuhan sel payudara, paparan estrogen dalam jangka waktu yang lama, tanpa jeda apapun, bisa meningkatkan resiko kanker payudara. Beberapa faktor risiko ini berada di bawah kendali anda, seperti:

  • Mengambil terapi sulih hormon gabungan (estrogen dan progesteron, HRT) selama beberapa tahun atau lebih, atau mengkonsumsi estrogen saja selama lebih dari 10 tahun.
  • Kelebihan berat badan
  • Minum alkohol secara terus-menerus

7. Penggunaan kontrasepsi oral

Menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) tampaknya sedikit berpotensi untuk meningkatkan resiko wanita terkena kanker payudara, namun hanya untuk jangka waktu terbatas. Wanita yang berhenti menggunakan kontrasepsi oral lebih dari 10 tahun yang lalu tampaknya tidak memiliki risiko kanker payudara yang meningkat.

8. Stres dan tingkat kecemasan

Tidak ada bukti yang jelas memang kalau tingkat stres dan kecemasan bisa meningkatkan resiko kanker payudara. Namun, apapun yang dapat anda lakukan untuk mengurangi stres dan untuk meningkatkan kenyamanan, kegembiraan dan kepuasan anda, pasti memiliki pengaruh besar pada kualitas hidup anda.

“Langkah sadar” (seperti meditasi, yoga, latihan visualisasi, dan doa) mungkin merupakan tambahan berharga untuk rutinitas harian atau mingguan yang bisa anda coba lakukan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktik ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Faktor Resiko Yang Tidak Bisa Anda Kendalikan

1. Jenis kelamin

Menjadi wanita adalah faktor risiko yang paling signifikan untuk mengembangkan kanker payudara. Meski pria bisa juga terkena kanker payudara, tapi sel-sel payudara wanita terus berubah dan berkembang, terutama karena adanya aktivitas hormon wanita estrogen dan progesteron. Aktivitas ini menempatkan mereka pada resiko kanker payudara yang jauh lebih besar.

2. Usia

Pertambahan usia adalah faktor resiko terbesar kedua untuk resiko kanker payudara. Dari usia 30 sampai 39 tahun, resikonya adalah 1 dari 228, atau sekitar 44%. Jumlah tersebut kemudian melompat menjadi 1 dari 29, atau hanya di bawah 3,5%, pada saat anda berusia 60-tahunan.

3. Riwayat keluarga penderita kanker payudara

Jika anda memiliki saudara tingkat satu (ibu, anak perempuan, saudara perempuan) yang pernah menderita kanker payudara, atau anda memiliki banyak kerabat yang terkena kanker payudara atau ovarium (terutama sebelum mereka berusia 50 tahun), maka anda berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

4. Riwayat pribadi kanker payudara

Jika anda telah didiagnosis menderita kanker payudara, resiko mengembangkannya lagi atau resiko kanker kembali untuk yang kedua kalinya juga semakin besar, baik di payudara yang sama atau payudara lainnya, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya.

5. Ras

Wanita kulit putih memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena kanker payudara daripada wanita berkulit hitam. Wanita Asia, Hispanik dan Amerika Asli memiliki risiko lebih rendah terkena dan meninggal akibat kanker payudara.

6. Terapi radiasi ke dada

Melakukan terapi radiasi ke daerah dada saat kecil atau remaja sebagai pengobatan untuk kanker lain, secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Kenaikan risiko nampaknya paling tinggi jika radiasi diberikan pada payudara yang masih berkembang (selama masa remaja).

7. Perubahan sel payudara

Perubahan yang tidak biasa pada sel payudara yang ditemukan selama biopsi payudara (pengangkatan jaringan yang mencurigakan untuk pemeriksaan di bawah mikroskop) dapat menjadi faktor risiko untuk mengembangkan kanker payudara. Perubahan ini meliputi pertumbuhan berlebih dari sel (disebut hiperplasia) atau penampilan abnormal (atipikal).

8. Paparan estrogen

Karena hormon estrogen wanita merangsang pertumbuhan sel payudara, paparan estrogen dalam jangka waktu yang lama, tanpa jeda apapun, bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Beberapa faktor risiko ini tidak terkendali, seperti:

  • Mulai menstruasi (periode bulanan) di usia muda (sebelum usia 12)
  • Mengalami menopause (akhir siklus bulanan) pada usia lanjut (setelah 55)
  • Paparan estrogen di lingkungan (seperti hormon dalam daging atau pestisida seperti DDT, yang menghasilkan zat mirip estrogen saat dipecah oleh tubuh)

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai pentingnya kesadaran akan bahaya kanker payudara di masyarakat, terutama untuk kaum hawa. Jadi, jangan pernah sepele dengan penyakit apalagi dengan yang namanya penyakit kanker payudara, karena kanker ini telah banyak merenggut nyawa.

Di dalam artikel ini anda bisa mempelajari apa-apa saja yang bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit payudara. Jika anda sudah mengetahuinya, maka anda akan lebih mudah untuk berwaspada. Sekian informasi ini kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda.