Healthy

Air Urin Selalu Panas, Apakah Kondisi Seperti Ini Normal?

Manusia yang normal setiap harinya pasti akan buang air kecil. Bisa dibilang kalau buang air kecil adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, itu bisa menjadi pertanda bahwa terdapat organ tubuh yang tidak lagi berfungsi dengan baik, yang dalam hal ini pastilah berkaitan dengan organ ginjal.

Anda tentu tahu kan kalau ginjal adalah salah satu organ ekskresi yang sangat penting untuk manusia? Organ ini berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah, kemudian membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Pada dasarnya, manusia diciptakan dengan memiliki 2 buah ginjal, yang terletak di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan (posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal sebelah kiri).

Kalau anda anak IPA, tentu anda pernah mempelajarinya dulu sewaktu di sekolah. Itupun kalau anda tidak tidur atau bolos saat pelajaran atau pembahasan tentang ginjal ini. Uniknya, ketika dilihat dengan menggunakan sinar-X (rontgen), ginjal manusia sangat mirip bentuknya dengan kacang.

Berbicara tentang ginjal, tentu ada kaitannya dengan pengeluaran cairan atau air yang dikenal sebagai urin. Anda tahu kan apa urin itu? Beberapa orang menyebutnya sebagai air seni atau air kencing. Kalau istilah yang barusan, anda pasti tahu dan sering mendengarnya, bukan?

Sebagai hasil eksresi (pembuangan) yang keluar dari ginjal, urin yang dikeluarkan antara satu orang dengan yang lainnya pastilah tidak sama.

Ada yang mengeluarkan urin berbau dan ada yang tidak, ada yang warna urinnya kuning dan ada yang jernih atau bening, ada yang memiliki urin dengan kandungan albumin yang tinggi dan ada yang tidak dan masih banyak lagi pembeda yang lainnya.

Kali ini, pembahasan yang akan kami sampaikan masih berhubungan dengan urin, lebih spesifiknya adalah membahas tentang alasan mengapa urin bisa terasa panas pada waktu tertentu. Pernahkah anda mengalami hal semacam ini sebelumnya?

Kalau pernah dan anda merasa penasaran dengan apa yang menyebabkannya, maka sekarang ini anda berada di tempat yang benar. Anda bisa menemukannya pada penjelasan kami yang berikut ini.

Alasan Urin Bisa Menjadi Lebih Panas Dari Yang Biasanya

Pernahkah anda mendapati air seni anda terasa sangat panas dari biasanya saat anda sedang buang air kecil? Tahukah anda mengapa bisa seperti itu?

Ternyata, alasan yang menjadi penyebab urin kita terasa panas pada waktu tertentu tersebut bisa jadi dikarenakan adanya kemungkinan infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk segera mencari perawatan medis, terutama jika ada gejala lain yang menyertainya.

Di dalam artikel ini, kami akan memperlihatkan berapa sebenarnya suhu normal air seni manusia dan apa sebenarnya yang menyebabkan urin yang dikeluarkan terasa sangat panas atau terbakar pada pria dan wanita.

Kami juga akan memberitahukan kapan seseorang harus menemui dokter dan kemungkinan perawatan yang harus dijalani untuk gejala ini.

Urin Panas Sebagai Sesuatu Yang Normal

Pada umumnya, urin normal manusia memiliki suhu yang sama dengan tubuh, atau rata-rata sekitar 98,6 ° F (37˚C). Beberapa orang memiliki variasi suhu normal yang mungkin sedikit lebih panas atau sedikit lebih dingin daripada suhu yang telah kami sebutkan di atas tadi. Air seni biasanya akan mempertahankan suhu di luar tubuh selama sekitar empat menit.

Jika anda pernah menjalani urinalisis, anda mungkin pernah mendapati bahwa urine anda terasa panas di cangkir sampel. Hal itu karena urin tersebut memiliki suhu yang sama dengan suhu internal tubuh anda (suhu di dalam tubuh).

Urin ini akan terasa panas saat tersentuh kulit, termasuk alat kelamin, tangan atau kaki, karena suhu tubuh eksternal (suhu di luar tubuh) memang jauh lebih dingin. Dalam suhu dingin, anda bisa mengamati uap yang naik dari urin yang anda keluarkan.

Sebenarnya, urine yang terasa hangat atau panas adalah hal yang normal. Air seni juga akan menjadi lebih hangat ketika tubuh atau tangan seseorang merasa kedinginan.

Namun, jika seseorang merasakan bahwa air kencing mereka ternyata terasa lebih panas daripada yang biasanya, atau panas ketika keluar dari uretra, maka anda perlu berhati-hati. Bisa jadi ini pertanda sedang terjadinya infeksi atau cedera di dalam tubuh. Sensasi panas, terbakar, atau nyeri saat buang air kecil tersebut disebut disuria.

Ciri-Ciri Lain Yang Menyertai Masalah Urin Panas

Sensasi panas ketika buang air kecil bisa terasa menyakitkan, sama seperti saat seseorang menahan urinnya. Siapa pun anda, baik para orangtua ataupun anak muda yang tidak mau atau malas buang air kecil, mulai sekarang anda harus mempertimbangkan kemungkinan merasakan perasaan seperti terbakar saat buang air kecil ini.

Kebanyakan orang yang merasakan sensasi panas saat buang air kecil juga memiliki gejala lainnya. Beberapa diantaranya mungkin termasuk:

  • Pembengkakan di alat kelamin atau uretra
  • Merasakan sakit saat urin keluar dari vagina atau penis
  • Demam
  • Urine berbau busuk
  • Urine gelap
  • Urine berawan
  • Kebutuhan untuk buang air kecil meningkat
  • Kesulitan buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Nyeri di punggung atau perut

Penyebab Kencing Panas Pada Pria dan Wanita

Ketika suhu tubuh internal seseorang meningkat, misalnya saja saat demam yang disebabkan oleh infeksi, atau mungkin karena mereka baru saja melakukan olahraga berat, maka urine yang dikeluarkan juga akan menjadi lebih hangat dari biasanya. Kita semua pasti pernah merasakannya dan hal ini terbilang wajar.

Akan tetapi, terkadang bukan hal-hal wajar seperti itu yang menyebabkan air urin pada seseorang bersuhu lebih panas dari yang biasanya, melainkan beberapa penyebab lain, yang bisa digolongkan ke dalam kondisi yang tidak normal. Di bawah ini, kami akan memberikan beberapa daftar penyebab kencing panas atau buang air kecil terbakar yang tidak biasa.

Berikut penjelasannya:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih adalah salah satu alasan atau faktor paling umum, yang menyebabkan buang air kecil terasa panas atau terbakar ketika keluar. ISK ini terjadi ketika bakteri berbahaya, seperti misalnya E. coli, masuk ke dalam saluran kemih. Itulah mengapa ISK paling sering mempengaruhi kandung kemih.

Orang dengan jenis infeksi ini biasanya akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit seperti terbakar ketika mereka buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Dorongan yang kuat untuk buang air kecil bahkan segera setelah atau baru saja selesai buang air kecil
  • Urine berbau busuk
  • Ditemukan darah dalam urin

Adakah cara untuk mengatasi masalah ini?

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan antibiotik bisa dengan cepat menyembuhkan ISK. Jika tidak diobati dengan segera, infeksi dapat menyebar ke ginjal atau area tubuh yang lainnya. ISK bisa terjadi pada siapa saja, baik itu pria ataupun wanita. Namun hal ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

2. Jenis Infeksi lainnya

Salah satu cara tubuh melawan infeksi adalah dengan memanas. Inilah sebabnya mengapa orang sering mengalami demam ketika mereka sakit. Ketika urin memiliki suhu yang lebih tinggi dari biasanya, ini bisa berarti bahwa seseorang tersebut sedang mengalami demam.

Demam bisa disebabkan oleh infeksi di mana saja di dalam tubuh, jadi penting untuk melacak gejala dan menemui dokter jika gejala tidak lekas membaik.

Ketika urin terasa hangat secara fisik dan menimbulkan sensasi terbakar saat buang air kecil, bisa jadi memang mereka memiliki ISK atau infeksi di ginjal.

3. Cedera di Dekat Uretra

Urin bersifat asam. Ini berarti bahwa ketika terjadi kontak dengan cedera, bahkan luka yang kecil sekalipun, seseorang mungkin akan mengalami sensasi panas yang membakar. Cedera di sekitar uretra inilah yang dapat menyebabkan urin terasa panas saat keluar.

Orang yang mencukur alat kelaminnya bisa menyebabkan mereka memiliki luka kecil di dekat uretra. Luka-luka terkait atau berupa gesekan dari hubungan seksual, jerawat kecil, luka ataupun goresan lainnya, semua bisa membuat urin terasa panas.

Untuk cedera kecil, biasanya sih akan hilang dengan sendirinya. Ketika uretra mengalami cedera atau infeksi, maka demam akan terjadi. Dan ketika anda mengalami luka besar, maka anda harus segera menemui dokter untuk menanganinya.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan masalah pada saluran kemih. Infekdi tersebut bisa melukai alat kelamin atau area di sekitar uretra, yang pada akhirnya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

Siapa pun yang aktif secara seksual bisa mendapatkan masalah IMS ini, bahkan jika mereka sebelumnya telah diuji negatif. Beberapa IMS adalah gejala bebas yang berlangsung untuk waktu yang lama. Jadi, periode panjang tanpa gejala tidak menjadi sebuah jaminan kalau orang tersebut tidak memiliki IMS.

Chlamydia adalah jenis IMS yang biasanya menyebabkan rasa sakit terbakar ketika buang air kecil. Juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari vagina atau penis pada pria, yang dapat menyebabkan testis membengkak atau terluka.

5. Sistitis interstitial

Sistitis interstisial adalah penyakit kronis yang kurang dipahami, yang diketahui dapat menyebabkan gejala ISK, bahkan ketika ISK tidak terdeteksi sebelumnya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

Peneliti tidak sepenuhnya memahami apa penyebabnya, tetapi salah satu penyebab potensialnya adalah kerusakan jaringan kandung kemih. Orang dengan sistitis interstisial kemungkinan akan mengalami rasa panas saat buang air kecil, atau sensasi tidak biasa lainnya, seperti perasaan bahwa urin yang dikeluarkan terlalu panas.

Penyebab Kencing Panas Pada Wanita

Pada umumnya, pada pria dan wanita, penyebab urin panas tidak lah sama. Beberapa di antaranya disebabkan karena alasan atau faktor yang lebih spesifik. Untuk lebih jelas nya, kami akan menguraikannya di bawah ini. Adapun beberapa penyebab kencing panas pada wanita, antara lain:

  • Nyeri pasca persalinan

Setelah melangsungkan proses melahirkan, banyak wanita yang akan mengalami robekan di area antara vagina dan anus, yang dikenal sebagai laserasi perineum.

Jika urin bersentuhan dengan luka-luka ini, maka dapat menyebabkan rasa sakit seperti terbakar pada minggu-minggu setelah kelahiran. Menyemprotkan area luka dengan perenial irrigation hangat saat buang air kecil dapat mengurangi rasa sakit tersebut.

  • Infeksi vagina

Infeksi vagina dapat mengiritasi jaringan vagina dan vulva. Ketika jaringan yang teriritasi ini bersentuhan dengan air kencing, ia dapat terbakar dan terasa panas.

Tidak mungkin untuk mendiagnosis infeksi vagina hanya berdasarkan pembakaran, jadi penting untuk memeriksakannya ke dokter ketika anda mengalami buang air kecil yang terbakar. Gejala yang mungkin dapat disebabkan oleh infeksi ini adalah seperti: infeksi jamur vagina, vaginosis bakterial, vaginitis dan vulvodynia.

  • Perubahan vagina pasca-menopause

Setelah menopause, tubuh biasanya memproduksi lebih sedikit hormon estrogen. Ini dapat mengubah jaringan vagina, sehingga menyebabkannya menyusut dan melemah. Vagina juga terasa kering, yang dapat membuat kulit dan jaringan lain terasa lembut dan nyeri.

Ketika urine bersentuhan dengan vagina atau uretra pada orang pasca menopause, urin tersebut akan terasa lebih panas daripada sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan perubahan yang terjadi yang telah disebutkan tadi.

Penyebab Pada Pria

Kalau tadi di atas adalah penyebab kencing panas pada wanita, kini kami akan menjelaskan penyebab yang terjadi pada pria atau laki-laki. Jadi, kalau anda merasa laki-laki, maka perhatikan penjelasan kami yang berikut ini.

Adapun penyebab sensasi seperti terbakar dan urin panas pada pria, antara lain:

  • Prostatitis

Prostatitis adalah pembengkakan, rasa sakit dan peradangan yang terjadi di prostat, yang sering disebabkan karena infeksi bakteri. Pria dengan prostatitis mungkin akan mengalami rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil, serta mengalami perubahan aliran buang air kecil.

Mereka mungkin juga akan mengalami mual dan muntah, atau nyeri saat ejakulasi. Penting untuk mendiagnosa penyebab prostatitis ini, sehingga pria yang curiga bahwa mereka memiliki masalah prostat harus memeriksakannya ke dokter.

  • Epididimitis

Epididimis adalah tabung yang berisi sperma, yang terletak di atas testis. Infeksi atau peradangan dalam tabung ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

Pria dengan epididimitis mungkin juga mengalami pembengkakan di sekitar buah zakar, nyeri pada penis atau buah zakar dan demam. Kondisi yang menyakitkan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau pembedahan.

Adakah Cara Mengobati Masalah Urin Panas Tersebut?

Perawatan untuk urin panas tergantung pada penyebabnya. Karena urin yang terasa panas bisa disebabkan karena berbagai alasan. Dan karena banyak diagnosis memiliki gejala yang sama, penting untuk menemui dokter sebelum mencoba melakukan perawatan di rumah.

Banyak penyebab kencing yang menyakitkan atau panas dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik. Minum banyak air juga dapat membantu menyiram bakteri dari sistem kemih dan membuat urin sedikit kurang asam.

Ketika gejala kencing panas yang anda alami tidak menimbulkan rasa sakit, mungkin tidak begitu berbahaya atau berdampak buruk. Namun, akan jauh lebih aman lagi jika anda memeriksakannya ke dokter.

Beberapa kondisi yang timbul akibat kencing panas, dimana anda harus segera pergi dan memeriksakannya ke dokter adalah:

  • Ketika disertai oleh demam yang sangat tinggi
  • Nyeri di pinggang, karena ini bisa menunjukkan infeksi ginjal
  • Muntah yang tidak terkontrol
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Urine berbau busuk
  • Sering buang air kecil

Kesimpulan

Urin adalah cara tubuh kita membuang kelebihan air, garam dan senyawa lainnya yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Ginjal merupakan organ yang bertanggung jawab untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh tersebut.

Urin yang dikeluarkan biasanya memiliki suhu yang berbeda-beda untuk tiap-tiap orang. Beberapa orang memiliki suhu air seni yang lebih hangat atau panas.

Urin yang panas biasanya merupakan cerminan dari suhu inti tubuh. Jika suhu tubuh anda panas karena demam, selesai melakukan olahraga berat, atau anda tengah berada dalam iklim yang lebih hangat, kemungkinan urin anda juga akan ikut panas.

Yang menjadi masalahnya adalah ketika anda buang air kecil disertai dengan sensasi terbakar atau tanda-tanda lain dari ISK ataupun jenis infeksi lainnya. Kalau anda menemukan gejala semacam ini, maka anda harus dengan segera menemui dokter.

Mengkonsumsi banyak air dan tidak menahan-nahan kencing adalah cara yang sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghindari masalah ini.

Sampai di sini informasi yang bisa kami sampaikan terkait dengan air kencing atau urin panas ini, semoga setelah membaca penjelasan kami, banyak dari antara anda yang mengerti dan paham tentang penyebab timbulnya sensasi terbakar dan urin yang panas saat buang air kecil yang telah kita bahas di atas tadi.

Tidak hanya sekedar mengerti, kami juga berharap anda bisa menghindari hal-hal yang bisa menyebabkannya.