Healthy

Dibuat Dari Tanaman Beracun, Pil KB Ini Difungsikan Untuk Pria

Setelah menikah, setiap pasangan pasti akan menginginkan kehadiran sosok anak dalam kehidupannya. Tidak ada satu pasangan pun di dunia ini yang tidak mau memiliki anak.

Kalau kata pepatah zaman dulu sih “banyak anak, banyak rezeki“. Bagaimana menurut anda? Setujukah anda dengan pepatah ini?

Kalau untuk “dulu”, pepatah di atas bisa jadi benar adanya, karena kehidupan pada zaman pepatah ini dibuat mungkin tidak sesulit seperti yang ada sekarang ini.

Untuk saat ini, slogan “dua anak cukup” itu sepertinya jauh lebih pas atau cocok untuk diterapkan, mengingat kehidupan yang semakin keras, dimana apa-apa semua serba mahal, termasuk biaya untuk makan dan bertahan hidup, serta besarnya dana pendidikan anak yang perlu dipertimbangkan.

Jika hal ini tidak dipikirkan dengan baik, kehidupan yang mengarah pada sebuah kemajuan dan kesejahteraan mungkin hanya akan menjadi sekedar impian kosong.

Coba bayangkan saja jika manusia di bumi ini terus bertambah banyak tanpa terkendali, bahkan sumber daya alam pun tidak akan cukup untuk menghidupi semuanya. Alhasil, banyak yang akan menjadi korban kelaparan dan mati konyol.

Itulah sebabnya mengapa pemerintah mencanangkan berbagai jenis program untuk menekan angka kelahiran tersebut, yang salah satunya adalah dengan menciptakan pil KB untuk mengontrol jumlah kelahiran yang terjadi.

Anda tentu sudah tidak asing lagi kan dengan istilah KB (Keluarga Berencana) ini, bukan?

Penemuan Pil KB terbaru

Baru-baru ini, ada berbagai cara yang dilakukan untuk menekan angka kelahiran di masyarakat. Selain dengan mengkonsumsi pil KB, beberapa waktu yang lalu ahli atau peneliti telah menemukan metode terbaru dan terpercaya, yaitu berupa Gel pengontrolan kelahiran untuk pria.

Tidak sampai hanya pada penemuan atau penciptaan Gel itu saja, sebuah studi yang paling terbaru saat ini juga telah berhasil menemukan sebuah pil KB, yang dikhususkan untuk dikonsumsi oleh para pria untuk tujuan yang sama, yaitu untuk mengontrol jumlah kelahiran.

Entah kenapa, akhir-akhir ini para pria menjadi fokus utama dari penelitian penekanan angka kelahiran yang terjadi. Namun yang pasti, semua itu dilakukan untuk tujuan yang baik.

Agak ekstrim dari proses pembuatan pil KB yang sebelumnya, yang biasa dikonsumsi oleh ibu-ibu, kali ini pil tersebut dibuat dari sumber yang tidah pernah dibayangkan, yaitu dibuat dari racun sebuah tanaman yang dulunya pernah digunakan oleh para pejuang Afrika untuk melumuri panah mereka saat akan berperang.

Ya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Periset mengatakan bahwa ekstrak tumbuhan yang dikenal sebagai ouabain, yang mengandung zat berpotensi beracun yang dapat menghentikan jantung ini ternyata bisa berfungsi sebagai kontrasepsi oral untuk pria.

Penemuan bentuk senyawa yang telah dimodifikasi dengan aman ini pertama kali di uji pada tikus jantan, untuk melihat apakah cara ini cukup efektif untuk mengurangi motilitas sperma pada tikus jantan tersebut.

Gunda Georg yang bekerja di Departemen Obat-obatan Kimia di University of Minnesota’s College of Pharmacy yang berada di Minneapolis, yang merupakan penulis dari studi ini bersama denga rekan-rekannya baru saja menerbitkan temuan berharga mereka tersebut di dalam Jurnal Medicinal Chemistry.

Ketika berbicara tentang alat kontrasepsi oral, wanita memiliki lebih banyak pilihan. Tapi untuk pria, pilihannya hanyalah 2, kalau tidak kondom ya vasektomi.

Namun sekarang, para periset berharap option atau pilihan ini akan segera bisa diubah dengan sebuah langkah besar, yang dilakukan dengan menciptakan kontrasepsi oral pertama di dunia untuk kaum pria.

Pada tahun 2016 yang lalu, diketahui bahwasannya sebuah penelitian yang dilakukan oleh Georg dan rekannya telah berhasil mengidentifikasi sejumlah senyawa, yang dapat dimodifikasi untuk menjadikannya sebagai kandidat yang layak sebagai pengendali kelahiran pada laki-laki.

Hubungan Antara Ouabain Dengan Kesuburan Pria

Alat kontrasepsi oral yang dikhususkan untuk pria ini diolah dari zat tanaman Ouabain. Jenis tanaman unik yang memiliki nama ilmiah Acokanthera schimperi ini terdapat di negara Afrika.

Uniknya, tanaman yang diolah menjadi pil KB tersebut mengandung senyawa beracun, yang dalam dosis tingginya bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, racun yang ada pada tanaman Ouabain ini dulunya dipakai dalam peperangan yang terjadi di Afrika, dimana para pejuang pada masa itu biasa melapisi ujung anak panahnya dengan racun tersebut dan berharap bisa meracuni musuh mereka dan mengalahkan mereka.

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan ouabain pun berubah. Para peneliti melihat bahwa tanaman ini memiliki potensi yang baik dan bisa dimanfaatkan dalam dunia medis.

racunnya yang digunakan dalam dosis rendah bermanfaat untuk mengobati kondisi jantung tertentu, serta membantu mengendalikan tekanan darah dan detak jantung. Tadinya, sebelum ditemukan oleh tim peneliti, kandungan racun di dalam Ouabain membuat penggunaannya menjadi tidak meluas.

Cara Kerja Ouabain Sebagai Alat Kontrasepsi

Ouabain bekerja dengan menghambat protein dalam membran sel yang disebut Na, K-ATPase. Protein ini terdiri dari subunit, yang banyak ditemukan pada jaringan jantung.

Namun setelah diamati, para peneliti menemukan dan mencatat bahwa satu subunit Na, K-ATPase , yang dikenal sebagai Na, K-ATPase α4, terdapat pada sel sperma dewasa. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa subunit ini memainkan peranan yang penting dalam kesuburan pria.

Pada penelitian sebelumnya, informasi yang didapat menunjukkan bahwa Ouabain yang bisa mengurangi kesuburan pada pria ini tidak sesuai digunakan sebagai kontrasepsi pria.

Hal tersebut terjadi karena senyawa yang ada di dalamnya tidak hanya akan menghambat Na, K-ATPase α4 dalam sperma, tapi juga akan menghambat subunit Na, K-ATPase, yang dapat menyebabkan kerusakan jantung parah.

Dengan pemikiran seperti ini, Georg dan timnya berusaha dan mencoba untuk memodifikasi ouabain, sehingga akan menargetkan Na, K-ATPase α4 dan mengarahkan sistem kemudi Na, subunit K-ATPasenya di dalam jantung.

Pengujian Pertama Dilakukan Pada Tikus

Para ilmuwan menguji sejumlah modifikasi ouabain yang berbeda di dalam studi baru ini dan mereka menemukan bahwa dengan mengeluarkan kelompok gula dan lakton dari senyawa tersebut, kemudian menggantikannya dengan kelompok triazol, mereka berhasil menciptakan senyawa yang dapat secara selektif menargetkan Na, Subunit K-ATPase α4 pada sel sperma.

Untuk melihat seberapa efektif senyawa dari tanaman ini, maka percobaan dilakukan pada tikus jantan. Dan hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut  menemukan bahwa ternyata senyawa ouabain tersebut mampu mengikat subunit Na, K-ATPase α4 dalam sperma dan mengurangi motilitas, atau kemampuan sperma unuk berenang.

Jika motilitas buruk, maka dapat menghambat kemampuan sperma untuk melakukan perjalanan melalui saluran reproduksi wanita dan untuk membuahi sel telur.

Dan satu hal yang paling penting dari percobaan itu, para periset menemukan bahwa bentuk modifikasi pada racun tanaman asli Afrika tersebut tidak menghasilkan efek racun pada tikus.

Selain itu, mereka juga menunjukkan bahwa efek senyawa pada motilitas sperma harus reversibel, Karena subunit Na, K-ATPase α4 hanya ada pada sel sperma dewasa, dimana sel sperma yang diproduksi setelah perawatan dengan senyawa turunan ouabain tidak boleh terpengaruh.

Kapan Pil Ini Akan Dicoba Pada Manusia (Pria)?

Meskipun uji coba yang dilakukan pada tikus jantan telah berhasil, namun masih dibutuhkan studi yang lebih lanjut sebelum akhirnya pil ini benar-benar sudah bisa dipastikan aman untuk dicoba pada manusia, terutama kaum pria.

Meskipun penggunaan ouabain sebagai kontrasepsi oral untuk pria ini masih dalam tahap pengujian lanjutan, namun para periset percaya bahwa versi modifikasi mereka kelak bisa menjadi kandidat potensial untuk membantu menekan angka kelahiran.

Segala sesuatu jika ingin hasil yang baik dan memuaskan tentu saja memerlukan waktu yang panjang. Jadi harap sabar menunggu ya guys. Untuk sekarang ini, anda bisa menggunakan alternatif lain untuk dijadikan sebagai alat kontrasepsi.

Selesai sudah informasi ini kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda.