Healthy

Hebat, Kini Tato Bisa Digunakan Untuk Memantau Gula Darah

Ketika melihat seseorang memakai tato, apakah yang akan terlintas pertama kali di dalam benak anda? Beberapa orang mungkin akan mengagumi seni tato yang mereka kenakan di tubuhnya tersebut, tapi tidak sedikit juga yang akan memandang mereka dengan sebelah mata dan langsung nge-judge kalau mereka adalah orang – orang yang nakal. Benar nggak?

Apalagi kalau yang mengenakan tato tersebut adalah perempuan, pasti pemikiran orang tentangnya akan lebih buruk. Suasana seperti itulah yang kerap terjadi di masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di banyak negara di dunia. Yah, namanya juga manusia. Kalau nggak mengkritik kurang puas rasanya. Iya nggak?

Trus gimana ya kalau ternyata tato yang dipakai oleh seseorang tersebut adalah tato ajaib? “Ajaib” karena ternyata pembuatannya ditujukan untuk mengecek suatu penyakit. Apakah pemikiran masyarakat tentang penggunaan tato tersebut akan berubah? Atau bahkan mereka akan mencekal pembuatan dan penggunaannya? Entahlah, belum ada riset yang bisa menjelaskannya hingga saat ini.

Tapi yang terpenting bukanlah bagaimana respon masyarakat terhadap tato ajaib tersebut, melainkan tentang kebenaran tato ajaib itu dan kegunaannya, yang katanya sangat bermanfaat dalam dunia kesehatan atau medis, serta juga sangat membantu masyarakat untuk melakukan sebuah tindakan antisipasi.

Pengertian Tato

Tato adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, rajah atau yang lebih dikenal dengan tato ini adalah implantasi pigmen mikro. Tato dapat dibuat pada kulit manusia ataupun hewan. Pada manusia tato adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara tato pada hewan umumnya digunakan sebagai identifikasi saja.

Tato merupakan praktik yang ditemukan hampir di semua tempat, dengan fungsi yang berbeda-beda, sesuai dengan adat yang dianut oleh masyarakat setempat. Tato dulunya sering dipakai oleh kalangan suku – suku terasing di suatu wilayah tertentu di dunia, sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang. Contoh suku yang sangat akrab bahkan diwajibkan untuk memiliki tato ini adalah salah satu suku di Afrika yang bernama Suku Karo.

Tato sudah lama digunakan secara luas oleh orang – orang Polinesia, Filipina, Kalimantan, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Mesoamerika, Eropa, Jepang, Kamboja, serta Tiongkok. Walaupun pada beberapa kalangan tato dianggap tabu, namun tidak dapat dipungkiri bahwa seni tato tetap menjadi sesuatu yang populer di dunia.

Tato Pendiagnosis Diabetes

Jika pada zaman dahulu tato dijadikan sebagai penanda wilayah, derajat, pangkat dan kesehatan. Saat ini penggunaan tato lebih mengarah pada sesuatu yang berbau seni. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan ini sebuah informasi mengenai penggunaan tato tiba – tiba mengejutkan masyarakat dunia. Kira – kira informasi apa ya guys? Penasarankan?

Informasi tersebut datang dari para peneliti Harvard dan MIT, yang kabarnya telah berhasil menciptakan tato yang bisa memantau kadar gula darah di dalam tubuh seseorang. Perkembangan sains di dunia ini memang tidak pernah ada habisnya. Berkat perkembangan ilmu pengetahuan inilah, yang telah memberikan berbagai hal yang luar biasa di dalam kehidupan manusia, termasuk penemuan terbaru yang satu ini.

Mulai dari penemuan berbagai vaksin untuk menyembuhkan penyakit, perjalanan luar angkasa, sampai berbagai jenis hiburan, semua dihasilkan karena perkembangan sains yang terkadang dikolaborasikan dengan teknologi. Nah, sepertinya sains kembali menemukan sesuatu yang tak kalah menarik dan berguna yang mungkin akan membuat orang – orang mulai merasa tertarik dengan penggunaan tato.

Siapa sangka, bahwa para peneliti Harvard dan MIT ini ternyata berhasil menemukan solusi atau alternatif lain yang pastinya lebih mudah untuk mengecek gula darah seseorang. Penemuan ini awalnya didasari dari pengamatan mereka mengenai suatu penyakit yang bernama diabetes, dimana orang – orang dengan penyakit ini kadar glukosanya harus terus dipantau dengan cara menusuk kulit, 3 sampai 10 kali sehari.

Kalau dibayangkan, rasanya pasti akan sangat menyakitkan. Oleh karena itu, mereka mulai mencoba untuk menemukan cara yang jauh lebih praktis dan tidak menyakitkan untuk mengganti teknik lama tersebut dan ternyata usaha mereka tidak berakhir dengan sia – sia. Mereka berhasil menciptakan sebuah tato yang bisa mengecek kadar gula darah di dalam tubuh anda.

Penyakit Diabetes

Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.

Diabetes juga sering diartikan sebagai penyakit jangka panjang atau kronis, yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa ini sangat penting bagi kesehatan, karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel – sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh.

Menurut kutipan yang diambil dari Federasi Diabetes Internasional, Indonesia termasuk ke dalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20 – 79 tahun. Tetapi hanya kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.

Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:

  • Diabetes tipe 1

Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin untuk mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak – anak dan remaja.

  • Diabetes tipe 2

Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang paling banyak diderita  oleh masyarakat, yaitu sekitar 90% lebih dan sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, memiliki tubuh yang gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.

Didiagnosis memiliki penyakit diabetes, membuat individu akan merasa sangat resah. Itulah pertanda bahwa kesehatan anda sedang bermasalah. Apalagi ketika harus menggunakan jarum setiap kali akan memantau kadar gula darah. Hal tersebut tidak hanya akan terasa menyakitkan, tapi juga sangat merepotkan.

Cara Penggunaan Tato Untuk Memantau Gula Darah

Daripada harus menggunakan jarum, pengecekan atau pemantauan penyakit diabetes juga bisa dilakukan dengan menggunakan sesuatu yang lebih keren, yaitu dengan menggunakan tato. Tato ajaib ini memang sengaja diciptakan untuk memantau kadar gula darah di dalam tubuh seseorang. Cara seperti ini tentu lebih menyenangkan, bukan? Tidak hanya lebih praktis, tato tersebut juga bisa dijadikan sebagai sebuah trend.

Para siswa di Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard telah mengembangkan tinta tato yang bisa berubah warna ketika memonitor kadar gula darah serta keseimbangan kimia darah. Para peneliti ini menemukan cara untuk mengganti tinta tato dengan cairan biosenser yang berubah warna ketika merespon perubahan kondisi darah.

Tinta biosensor yang dipakai tersebut akan menggantikan fungsi alat pemantau gula darah dengan jarum. Tinta tersebut akan terus merespons perubahan glukosa, sodium, dan keseimbangan kimia darah yang ditandai dengan pergantian warna. Misalnya, warna tato akan berubah dari biru ke cokelat ketika gula darah naik. Bisa dikatakan, inovasi ini akan mencegah penderita diabetes mengalami luka akibat penggunaan jarum atau bahaya dari perubahan drastis kadar gula darah di dalam tubuh.

Para peneliti mengungkapkan bahwa proses pembuatan atau penciptaan tato tersebut tidak berbeda seperti pengembangan fashion secara menyeluruh. Mereka berpartisipasi dengan industri bioteknologi dan profesional perawatan kulit, seperti ahli prosthesis dan ahli tato untuk mengembangkan ide tersebut.

Sementara kelompok peneliti tersebut sendang mengembangkan tato yang akan bermanfaat bagi para pengidap diabetes, kini telah hadir pula alat canggih lainnya, yang juga tengah dikembangkan untuk memonitor kesehatan. Ilmuwan dari University of Illionis, yangbernama John Rogers, PhD, menciptakan jaring eletronik setipis kertas yang mampu melacak suhu tubuh, kadar hidrasi, serta detak jantung. Pengaplikasian alat tersebut serupa dengan tato temporer. Keren sekali bukan?

Itulah tadi sedikit informasi mengenai penggunaan tato yang ternyata bisa dipakai untuk mengukur kadar gula darah di dalam tubuh seseorang. Tujuan dari pembuatan tato untuk mengecek gula darah ini sebenarnya adalah untuk mengurangi frekuensi tusukan jarum saat melakukan pengecekan gula darah, terutama pasien diabetes yang memang sebaiknya menghindari segala bentuk luka.

Dengan adanya penemuan baru ini, diharapkan akan semakin membantu para penderita diabetes di seluruh dunia. Dan semoga saja penemuan – penemuan baru lainnya juga bisa dikembangkan, sehingga kehidupan manusia bisa menjadi lebih baik lagi. Sekian informasi mengenai tato untuk mengecek gula darah ini, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.