Healthy

Hindari Jenis Daging Ini Kalau Tidak Ingin Terkena Kanker Payudara

Semakin canggihnya teknologi dalam bidang kedokteran, serta tingginya rasa ingin tahu manusia yang selalu ingin mencoba menciptakan solusi-solusi baru untuk mengatasi masalah kesehatan, membuat masyarakat menjadi sedikit lebih lega.

Hal dikarenakan mereka yang mungkin memiliki jenis penyakit berbahaya setidaknya tidak perlu terlalu khawatir lagi kalau penyakit mereka tidak dapat disembuhkan. Dengan kata lain, mereka masih memiliki harapan untuk sembuh kembali.

Bukan hanya bagi orang yang memiliki penyakit tertentu, untuk mereka yang sehat juga ada manfaatnya, yang salah satunya adalah mendapat pengetahuan mengenai tata cara pencegahan penyakit, yang paling tidak bisa membantu mereka untuk menjadi lebih kritis dalam memilih dan memilah apa yang harus dan baik untuk mereka konsumsi.

Sikap yang lebih kritis ini terutama berkaitan dengan masalah kanker payudara yang banyak menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Untunglah, studi-studi baru yang dilakukan oleh para peneliti kini banyak membantu untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut. Contohnya saja sebuah penelitian yang muncul baru-baru ini, yang telah berhasil menemukan bukti lebih lanjut tentang bahaya yang bisa ditimbulkan dari mengkonsumsi daging olahan.

Ternyata eh ternyata, hasil penelitian ini didapat oleh mereka setelah mereka melakukan sejumlah cara untuk menghubungkan makanan lezat ini dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Peningkatan Resiko Kanker Payudara

Berdasarkan data yang didapat, di Amerika 1 dari 8 orang wanita diketahui beresiko terkena kanker payudara dan bahkan akan mengembangkan penyakit ini seumur hidupnya.

Dari analisis yang dilakukan pada lebih dari 260.000 wanita, peneliti menemukan bahwa resiko kanker payudara meningkat lebih dari seperlima pada mereka yang diketahui mengkonsumsi lebih dari 9 gram daging olahan per hari, yang setara dengan sekitar dua sosis per minggu.

Namun, setelah penelitian ini dilakukan, tim periset tidak menemukan adanya kaitan antara asupan daging merah dengan peningkatan resiko kanker payudara.

Pemimpin dalam studi ini, yaitu Prof. Jill Pell, yang merupakan direktur Institute of Health and Wellbeing di University of Glasgow di Inggris Raya, bersama dengan rekan-rekannya baru-baru ini telah melaporkan temuan mereka di The European Journal of Cancer.

Sebelum masuk ke penjelasan yang lebih jauh, pertama anda harus mengetahui apa itu daging olahan. Bisa dibilang, makanan ini adalah salah satu jenis makanan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat di zaman ini.

Daging olahan adalah makanan yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan rasa atau memperpanjang umur simpannya. Sosis, bacon, hot dog dan salami adalah beberapa contoh daging olahan yang paling banyak dikonsumsi dan digemari oleh masyarakat.

Daging olahan yang disebutkan di atas tadi terkenal sebagai makanan yang paling menggoda selera, namun sayangnya mereka tidak banyak membantu dalam hal kesehatan tubuh.

Pada tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi bahwa daging olahan bisa meningkatkan resiko kanker kolorektal, sementara daging merah dianggap “kemungkinan bersifat karsinogenik (penyebab kanker)” bagi manusia.

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kanker ini umumnya bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan di dalam usus besar serta rektum.

Kesimpulan yang didapat di atas tersebut berasal dari review yang telah dilakukan lebih dari 800 studi.

Sebelum penelitian ini dilakukan, ada berbagai penelitian lain yang juga sudah dilakukan terlebih dahulu. Adapun hasil yang didapat menunjukkan bahwasannya daging olahan dan daging merah memang bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara pada seseorang.

Karena masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui dan menguji kebenaran penelitian tersebut, Prof. Pell dan rekannya berusaha untuk mempelajari lebih banyak lagi hubungan keduanya di dalan studi baru mereka.

Daging Olahan Sebagai Penyebab Kanker Payudara

Apakah anda suka mengkonsumsi daging olahan? Sesering apa anda memakannya? Setelah membaca artikel ini mungkin anda akan mulai berpikir kembali untuk melanjutkan kebiasaan tersebut.

Anda tentu sudah banyak mendengar informasi tentang bahaya kanker payudara, bukan? Kalau sudah, apakah anda sudah mencoba mempertimbangkan cara untuk mencegahnya? 

Kalau anda masih mengabaikan hal ini dan terus melakukan hal yang sama, terutama yang berkaitan dengan pola makanan anda yang tidak sehat, maka bersiap lah untuk mengembangkan penyakit mematikan ini.

Anda harus tahu bahwa mengkonsumsi daging olahan dalam jumlah yang besar terbukti tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan sejumlah penyakit, yang salah satunya adalah yang paling nge-hits saat ini, yaitu kanker payudara.

Banyak peneliti yang mencoba untuk mencari tahu hubungan yang melibatkan antara daging olahan dengan kanker payudara ini. Dan salah satu hasil penelitiannya diperoleh berdasarkan data yang diambil dari sebanyak 262.195 wanita yang berusia 40-69 tahun.

Semua wanita ini merupakan bagian dari Biobank Inggris, yang merupakan sebuah studi kesehatan berkelanjutan yang dilakukan pada 500.000 orang dewasa di Inggris.

Inggris Biobank merupakan sumber daya kesehatan nasional dan internasional, dengan peluang penelitian yang tidak tertandingi, yang terbuka untuk semua peneliti kesehatan yang bonafide (dipercaya).

Hal ini bertujuan dalam rangka untuk menemukan berbagai cara pencegahan, diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit serius dan mengancam jiwa yang lainnya, termasuk kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, artritis, osteoporosis, gangguan mata, depresi dan demensia.

Di dalam biobank inilah terdapat data dari 500.0000 orang yang dimaksud di atas tadi, yang akan memberikan informasi kesehatan kepada para periset yang disetujui di Inggris maupun luar negeri, yang berasal dari akademisi dan industri.

Prof. Pell dan timnya juga menggunakan data ini untuk menghitung asupan daging merah dan olahan yang dikonsumsi oleh wanita, yang kemudian dicoba untuk dikaitkan dengan masalah kanker payudara, yang diidentifikasi melalui data pendaftaran kanker dan data masuk rumah sakit.

Penelitian Berdasarkan Data Biobank Inggris

Secara keseluruhan, dari data yang berhasil diperoleh tersebut diketahui terdapat sekitar 4.819 wanita yang telah didiagnosis menderita kanker payudara selama 7 tahun.

Dibandingkan dengan wanita yang memiliki asupan daging olahan paling rendah, mereka yang mengkonsumsi setidaknya 9 gram daging olahan per harinya ditemukan memiliki resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi, yaitu sekitar 21 persen.

Dan setelah diselidiki lebih lanjut, didapat sebuah fakta lain yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas memakan daging merah, seperti daging sapi dan sapi muda terhadap peningkatan resiko kanker payudara.

Para peneliti kemudian mencoba menggabungkan analisis yang sudah mereka laksanakan dengan hasil yang didapat dari 10 penelitian sebelumnya. Mereka melihat kaitan asupan daging merah dan daging olahan serta risiko kanker payudara, yang selanjutnya memungkinkan mereka untuk menilai kaitannya pada 1,65 juta wanita.

Alhasil, studi iini berhasil menunjukkan adanya sekitar 9 persen peningkatan resiko kanker payudara pasca menopause dengan asupan daging olahan. Untuk kesekian kalinya, tetap tidak ditemukan adanya kaitan antara asupan daging merah dan resiko kanker payudara.

Hasil dari temuan ini tetap signifikan setelah memperhitungkan beberapa faktor lain yang dicurigai bisa menjadi penyabab peningkatan jenis kanker tersebut. Adapun faktor yang dimaksud adalah seperti: faktor makanan lainnya, faktor gaya hidup dan sosiodemografi serta berat badan.

Mengomentari hasil yang ditunjukkan, rekan penulis studi yang bernama Naveed Sattar, yang bekerja di Institute of Cardiovascular and Medical Sciences di University of Glasgow, mengatakan:

Selain efek kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh daging olahan yang sebelumnya diketahui juga berdampak pada kemunculan jenis kanker lainnya, studi terbaru ini kembali menambahkan bukti lebih lanjut mengenai pengkonsumsian daging olahan tersebut, yaitu peningkatan resiko kanker payudara, terutama pada wanita pasca menopause.

Kesimpulan

Meskipun penelitian mengenai hubungan antara daging olahan dengan peningkatan resiko kanker payudara ini telah mendapatkan hasil yang jelas, namun tetap saja masih dibutuhkan lebih banyak penelitian lagi untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

Namun terlepas dari hasil tersebut, hal yang terpenting yang harus anda tahu, yaitu bahwasannya segala sesuatu yang sederhana sekalipun bisa memberikan dampak bagi kehidupan anda. Baik atau buruknya dampak tersebut, semuanya tergantung pada pilihan anda.

Sama seperti pada saat anda memutuskan akan memakan atau mengkonsumsi jenis makanan apa. Jika anda ingin tetap sehat, maka anda akan memilih makanan-makanan yang sehat pula. Dan begitu pula sebaliknya.

Tubuh manusia memang membutuhkan asupan daging (lemak), namun ada aturan yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mengkonsumsinya, diantaranya adalah memastikan takaran sehatnya dan memilih jenis daging yang sehat atau baik untuk dikonsumsi.

Dan jika sebelumnya anda suka mengkonsumsi daging olahan, mulai saat ini cobalah untuk membatasinya. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anda dari resiko kanker payudara. Beberapa studi telah membuktikan kalau daging jenis olahan berperan dalam peningkatan jenis kanker ini.

Daripada memilih untuk mengkonsumsi daging olahan, mengapa anda tidak mengkonsumsi jenis daging yang lainnya saja? Yang lebih aman yang pastinya ya guys.

Dan satu lagi yang tak kalah penting untuk anda lakukan, yaitu untuk selalu memeriksakan kondisi payudara anda secara teratur untuk memastikan anda aman dari kanker payudara. Pendeteksian dini kanker payudara itu sangat perlu dan akan sangat membantu dalam penanganannya.

So guys, apa pilihan anda sekarang? Berpikirlah dan mulailah untuk memutuskannya. Ingat, semua keputusan ada pada anda.