Healthy

Jangan Anggap Sepele, Cegukan Bisa Menyebabkan Masalah Kesehatan Yang Serius

Anda semua pasti pernahkan mengalami cegukan? Bagaimanakah perasaan anda saat mengalaminya? Pasti anda merasa sangat terganggu, bukan? Apalagi kalau cegukan tersebut berlangsung untuk waktu yang lama atau tak kunjung berhenti.

Sewaktu kecil ketika sedang cegukan, orang tua biasanya menyuruh untuk meminum banyak air putih supaya cegukan tersebut berhenti. Apakah hal yang sama juga pernah anda alami? Apakah anjuran tersebut berhasil pada anda?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen dari Queen University, Kanada yang bernama Daniel Howes, cegukan ternyata adalah suatu upaya untuk mengurangi jumlah udara di dalam perut, dengan menggunakan kontraksi dada.

Menurutnya, ketika anda sedang mengalami fenomena alami tubuh ini hanya sesekali saja (tidak sering), anda tidak perlu meminum obat ataupun melakukan hal berlebihan lainnya, karena cukup dengan menahan napas selama 15 sampai 20 detik saja, cegukan anda akan segera berhenti.

Tapi jika cegukan yang anda alami ternyata berlangsung untuk waktu yang lama dan juga sering terjadi, maka anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter, karena kemungkinan ada masalah kesehatan lainnya yang anda alami, misalnya saja kelainan diafragna atau organ lainnya.

Nah, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah fenomena seperti apakah sebenarnya cegukan? Apa yang penyebabnya? Dan penanganan seperti apakah yang paling sesuai untuk mengatasinya? Yuk temukan jawabannya pada penjelasan di bawah ini:

Fenomena Cegukan

Cegukan merupakan kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa disengaja dari diafragma, yang terjadi bersamaan dengan kontraksi kotak suara (laring) dan proses penutupan glotis secara keseluruhan, yang akhirnya mengakibatkan asupan udara menjadi terhalang. Glotis sendiri adalah bagian tengah laring dimana pita suara berada.

Cegukan dalam dunia medis dikenal sebagai SDF (sinkron diafragma flutter) atau singultus. Cegukan terjadi tanpa adanya alasan yang jelas.

Cegukan tersebut bisa terjadi dalam hitungan detik dimana dan kapan saja tanpa ada peringatan apapun terlebih dahulu. Pada umumnya, fenomena ini bisa sembuh tanpa pengobatan dan dalam hitungan beberapa menit saja.

Cegukan dapat terjadi sekali atau berupa beberapa kali dan umumnya terjadi secara ritmis, yang artinya interval antara masing-masing cegukan relatif konstan.

Kebanyakan orang menganggapnya sebagai gangguan kecil. Namun, cegukan yang berkepanjangan bisa menjadi masalah medis serius dan memerlukan perawatan.

Cegukan yang berkepanjangan biasa akan lebih berpengaruh pada pria daripada wanita. Jika cegukan berlangsung lebih lama dari sebulan, maka cegukan tersebut perlu diberhentikan dengan cara yang memaksa.

Fakta yang terkait

Untuk fenomena alami tubuh yang satu ini, terdapat beberapa fakta yang harus anda ketahui, yaitu:

  • Hingga saat ini, pakar masih mencoba meneliti beberapa alasan tentang mengapa cegukan bisa terjadi.
  • Beberapa kondisi medis seperti stroke dan asma sering kali dikaitkan dengan insiden cegukan yang lebih tinggi.
  • Kasus cegukan yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi seperti insomnia dan depresi.
  • Kasus cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam harus dirujuk ke dokter.
  • Ada banyak tips yang diketahui bisa membantu menghentikan fenomena cegukan.
  • Untuk kasus cegukan yang berkepanjangan, obat-obatan seperti relaksan otot dapat dijadikan sebagai alternatif.
  • Beberapa penyebab cegukan bisa dihindari, seperti alkohol dan makan cepat saji.
  • Sebagian besar cegukan yang dialami oleh banyak orang sembuh tanpa pengobatan.

Penyebab Cegukan

Para ahli sebenarnya masih belum mencapai kesimpulan pasti mengenai mekanisme seperti apa yang menyebabkan fenomena alami tubuh ini, serta mengapa hal itu terjadi.

Menurut penelitian yang ada, kondisi tubuh dan keberadaan penyakit tertentu kerap dikaitkan dengan resiko pengembangan cegukan yang lebih tinggi, yang diantaranya adalah:

  • Makanan yang anda makan saat masih dalam keadaan panas, ternyata mengakibatkan saraf frenik menjadi terganggu. Saraf frenik ini berada di dekat kerongkongan.
  • Bila ada gas di dalam perut, yang dapat menekan diafragma.
  • Terlalu banyak makanan yang dimakan.
  • Memakan makanan denga terburu-buru.
  • Terjadi perubahan suhu secara mendadak.
  • Mengkonsumsi minuman bersoda.
  • Beberapa orang mengalami cegukan setelah mengkonsumsi makanan pedas.
  • Setelah makan roti kering.
  • Banyak orang secara anekdot melaporkan kalau cegukan biasa muncul setelah mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Beberapa obat, seperti opiat, benzodiazepin, anestesi, kortikosteroid, barbiturat dan mitosildopa diketahui bisa menyebabkan cegukan.

Beberapa kondisi medis terkait dengan kejadian cegukan yang lebih tinggi, seperti:

  • Kondisi gastrointestinal, termasuk IBD (inflammatory bowel disease), obstruksi usus kecil, atau GERD (gastro-esophageal reflux disease).
  • Masalah pernafasan, seperti pleurisy, pneumonia atau asma.
  • Kondisi yang mempengaruhi SSP (central nervous system), termasuk cedera otak traumatis, ensefalitis, tumor otak, atau stroke.
  • Ganguan pada saraf vagus, seperti meningitis, faringitis atau goiter.
  • Reaksi psikologis, termasuk kesedihan, kegembiraan, kecemasan, stres, perilaku histeris, atau syok.
  • Kondisi metabolisme, termasuk hiperglikemia, hipoglikemia, atau diabetes.

Karena cegukan muncul atau terjadi secara tiak terduga, tidak usah heran jika pasien maupun dokter tidak dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya.

Kemungkinan Komplikasi

Meskipun cegukan seringkali dipandang sepele oleh sebagian besar masyarakat, namun siapa sangka kalau hal sepele sekalipun bisa memberikan dampak yang besar.

Dampak yang diberikan pun bisa jadi bersifat positif atau bahkan sebaliknya. Untuk kasus ini, cegukan ternyata bisa memberikan keduannya.

Sebelumnya di atas sudah sedikit disebutkan bahwa cegukan nerupakan suatu proses atau cara tubuh untuk melindungi kesehatan perut. Sedangkan untuk dampak negatifnya, yang biasanya ditunjukkan dengan cegukan yang berkepanjangan, yaitu:

  • Kehilangan berat badan. Di dalam beberapa kasus tertentu, yang tidak hanya terjadi dalam waktu jangka panjang, namun juga terjadi pada interval pendek, sehingga membuat pasien menjadi kesulitan untuk makan. Kalau sudah begini, maka berat badan pun makin lama akan semakin turun.
  • Insomnia. Jika cegukan berkepanjangan tetap ada selama jam tidur, pasien akan mengalami masalah sulit tidur.
  • Kelelahan. Orang yang mengalami cegukan berkepanjangan biasanya akan menjadi mudah merasa lelah, terutama jika mereka tidak bisa tidur atau makan dengan benar.
  • Masalah komunikasi. Cegukan terus-menerus dapat mempersulit pasien untuk melakukan komunikasi secara lisan.
  • Depresi. Pasien dengan cegukan jangka panjang memiliki resiko pengembangan depresi klinis yang jauh lebih tinggi.
  • Mengganggu proses pemulihan luka pasca operasi. Jika pasien cegukan sepanjang hari, luka pasca operasi mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk sembuh. Beberapa pasien mungkin memiliki resiko lebih tinggi terkena infeksi, atau mulai mengalami pendarahan setelah operasi.

Tes untuk pasien dengan cegukan yang berkepanjangan

Cegukan yang berlangsung kurang dari 48 jam biasanya tidak memerlukan penanganan dari medis, karena mereka yang mengalami fenomena tersebut bisa mengatasinya sendiri.

Tapi jika cegukan bertahan untuk waktu yang lebih lama, itu berarti anda harus pergi menemui dokter untuk membicarakan dan menemukan solusinya.

Dahulu kala, seorang pria yang bernama Charles Osborne diketahui pernah mengalami cegukan selama 68 tahun, dari tahun 1922 sampai 1990. Kejadian ini adalah kasus yang sangat jarang terjadi.

Setelah dokter selesai menanyai pasien dengan beberapa pertanyaan seperti kapan mereka mulai cegukan, seberpa sering hal tersebut terjadi dan lain sebagainya, selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum dan kemudian melakukan pemeriksaan neurologis untuk memeriksa beberapa hal seperti:

  • Refleks
  • Keseimbangan
  • Koordinasi
  • Penglihatan
  • Rasa sentuhan
  • Kekuatan otot
  • Bentuk otot

Jika dokter, yang melakukan pemeriksaan pada anda sudah yakin dengan penyebab dari cegukan yang anda alami, maka tes diagnostik berikut mungkin akan dilakukan.

  • Tes darah : untuk memeriksa infeksi, penyakit ginjal atau diabetes
  • Tes imaging : untuk menentukan apakah ada kelainan anatomi yang mungkin mempengaruhi saraf frenik atau vagus maupun diafragma. Ini mungkin melibatkan pengambilan sinar-X dada, CT scan atau pemindaian MRI.
  • Tes endoskopi : tes yang dilakukan dokter dengan memasukkan endoskopi, tabung fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya, ke dalam tenggorokan pasien untuk memeriksa tenggorokan atau kerongkongan.
  • Elektrokardiogram (EKG) : untuk memeriksa kondisi yang berhubungan dengan jantung dengan mengukur aktivitas listrik di jantung.

Perawatan Untuk Cegukan

Pada sebagian besar kasus yang terjadi di masyarakat, cegukan tidak begitu memerlukan perawatan medis ataupun penangan yang ribet lainnya, karena cegukan dipercaya akan segera hilang setelah beberapa jam atau beberapa hari paling lama.

Nah, dikedepannya jika anda mengalami fenomena ini, anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana yang akan disebutkan di bawah ini.

Tips untuk menyingkirkan cegukan

Menurut National Health Service (NHS), Inggris, langkah-langkah berikut telah diketahui bisa membantu beberapa pasien untuk menghilangkan cegukan yang mereka alami:

  • Menyesap air es secara perlahan
  • Menahan nafas untuk beberapa saat (detik), kemudian kembali bernafas. Lakukan hal ini sebanyak tiga atau empat kali  setiap 20 menit.
  • Saat anda menelan, tutup hidung anda dengan lembut.
  • Menekan lembut diafragma (sekat rongga badan).
  • Berkumurlah dengan air dingin.
  • Menggigit lemon
  • Ambil sedikit gula pasir dan telanlah.
  • Bernafaslah ke dalam kantong kertas (perhatikan: jangan sampai menutupi kepala).
  • Duduklah dan peluk lutut anda sedekat mungkin dengan dada anda selama beberapa saat.
  • Telungkupkan badan anda untuk memberikan tekanan pada dada.

Cara Mengobati

Untuk cegukan yang berkepanjangan, yang mungkin mengganggu kualitas hidup pasien, dokter mungkin akan meresepkan obat. Obat berikut mungkin diberikan jika tidak ada kondisi kesehatan terdiagnosis:

  • Baclofen (Lioresal) – relaksan otot.
  • Chlorpromazine – obat antipsikotik yang dapat mengurangi cegukan.
  • Gabapentin – awalnya digunakan untuk pengobatan epilepsi, sekarang umumnya diresepkan untuk nyeri neuropatik. Ini bisa membantu meringankan gejala cegukan.
  • Haloperidol – obat antipsikotik yang juga bisa meredakan gejala cegukan.
  • Metoclopramide (Reglan) – obat anti mual, diketahui membantu beberapa penderita cegukan.
  • Dokter biasanya akan meresepkan obat dosis rendah selama dua minggu untuk pasien. Dosisnya secara bertahap dapat ditingkatkan sampai cegukan yang dialami bisa hilang. Pengkonsumsian obat tergantung pada tingkat keparahan cegukan, kesehatan umum pasien dan umur mereka.

Seperti kata pepatah yang mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati“, cegukan juga bisa dicegah . Cara pencegahannya adalah menjauhkan diri anda dari hal-hal yang bisa memicu kemunculannya. Adapun beberapa hal yang dimaksud tersebut antara lain:

  • Perubahan suhu secara mendadak
  • Minuman beralkohol
  • Minuman bersoda
  • Makan terlalu banyak
  • Makan terburu-buru

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai arti dari cegukan yang biasa kita alami serta bahayanya jika berlamgsung untuk waktu yang lama. Jika dikedepannya anda mengalami cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam, anda sudah tahu kan harus berbuat apa? Yap, anda harus pergi ke dokter.

Tapi kalau cegukan yang alami hanya terjadi dalam kurun waktu yang sebentar, anda juga tahukan harus bagaimana? Yap, anda tinggal mengingat tips-tips yang sudah anda baca dari artikel ini. Mudah bukan? Selamat mencoba ya guys.