Healthy

Jangan Anggap Sepele, “Kapalan” Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Pernahkah anda merasakan kapalan pada beberapa bagian anggota tubuh anda, misalnya pada bagian kaki atau tangan? Rasa-rasanya hampir semua orang pasti pernah mengalami kondisi ini, bahkan ada yang sampai pada tahap yang lebih parah sehingga harus ditangani dengan jalan operasi.

Ketika anda memiliki kapalan, apa yang anda rasakan? Nyaman kah anda dengan kondisi kulit seperti itu? Apa yang anda lakukan untuk mengatasinya?

Untuk anda yang mungkin belum tahu bagaimana cara menangani atau menghilangkan kapalan tersebut, saat ini anda berada di tempat yang benar, karena artikel ini akan membantu memberikan jawaban untuk itu.

Tapi sebelum masuk ke dalam penjelasan mengenai cara penanganannya, akan lebih baik jika anda terlebih dahulu memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kapan tersebut dan seberapa besar efeknya jika tidak segera diatasi, serta adakah kaitannya dengan gejala munculnya penyakit tertentu.

Apa Sih Itu Kapalan?

Sebagian orang ada yang menyebut kapalan sebagai “mata ikan“. Tapi yang jelas, kapalan merupakan sebuah fenomena yang ditandai dengan penebalan dan pengerasan kulit yang umumnya muncul akibat tekanan dan gesekan yang berlebihan.

Kalau begitu, apakah kapan dan mata ikan itu memiliki pengertian yang sama? Untuk pertanyaan ini, nantinya akan dijawab pada pembahasan tentang penyebab munculnya kapalan.

Kapalan biasanya muncul di beberapa bagian tubuh, seperti pada kaki, tumit, tangan dan juga jari. Penebalan yang terjadi di beberapa bagian tubuh tersebut merupakan sebuah mekanisme perlindungan alami, agar jaringan yang berada di bawah kulit tetap terlindungi.

Kulit yang mengalami kapalan awalnya akan menebal, yang kemudian mengeras sehingga terasa sangat kasar jika disentuh. Bagi beberapa orang, mekanisme ini membuat mereka merasa tidak nyaman dan bahkan membuat mereka merasa malu karena tidak merasa percaya diri, jika orang lain melihat mereka memiliki kapalan di beberapa bagian tubuhnya.

Terutama jika kapalan tersebut terdapat pada telapak tangan. Tangan yang kasar akibat kapalan ini tentu akan sangat mengganggu dan membuat para wanita khususnya, menjadi enggan atau malu ketika harus bersalaman dengan seseorang.

Sedangkan jika kapalan tersebut berada pada bagian kaki, biasanya akan membuat penderitanya menjadi kurang nyaman saat berjalan dan melakukan aktivitas, terlebih saat harus berjalan tanpa menggunakan alas kaki seperti sepatu atau sandal.

Bagaimana Kapalan Bisa Muncul?

Penyebab kemunculan kapalan sangat beragam dan tergantung pada bagian mana mereka muncul. Tapi umumnya, kapalan disebabkan karena adanya tekanan berlebihan yang disebabkan oleh berat badan. Biasanya hal ini terjadi pada bagian kaki ataupun juga telapak kaki.

Kulit pada area kaki yang mendapatkan kelebihan tekanan tersebut akan menebal untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya. Reaksi alami tubuh inilah yang menjadi penyebab kapalan tersebut muncul.

Jadi dengan kata lain, semua aktivitas atau kegiatan yang menyebabkan adanya tekanan yang terjadi secara berulang pada suatu area tubuh tertentu bisa menjadi penyebab munculnya kapalan. Faktor penyebab inilah yang menjadi pembeda antara kapalan dan mata ikan.

Kalau kapalan umumnya disebabkan karena adanya tekanan pada bagian atau anggota tubuh tertentu yang terjadi secara berulang, maka mata ikan disebabkan karena adanya aktivitas dari viru tertentu yang dikenal dengan sebutan Human Papillomavirus (HPV).

Meskipun umumnya kapalan terjadi karena adanya tekanan yang berlebihan pada kulit, tetapi kapalan juga bisa terjadi karena faktor usia, misalnya karena jaringan lemak yang terdapat pada kulit telah berkurang.

Selain itu, kapalan juga bisa muncul karena disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini:

  • Terjadi karena kulit menerima banyak gesekan. Misalnya saat tidak memakai kaus kaki atau sarung tangan saat melakukan aktivitas tertentu. Tanpa menggunakan kedua alat pelindung yang disebutkan tadi, gesekan akan langsung terjadi pada kulit. Bukan hanya itu, ukuran kaos kaki yang tidak sesuai juga bisa menjadi penyebab kemunculannya.
  • Memainkan alat musik seperti gitar sangat sering. Melakukan aktivitas seperti keseringan bermain gitar, bisa membuat permukaan kulit pada jari-jari anda menjadi menebal dan mengeras karena tekanan yang anda lakukan pada jari saat menekan kunci lagu ataupun pada saat memetik senarnya.
  • Mengangkat barbel. Selain disebabkan karena keseringan bermain alat musik, melakukan olahraga seperti angkat barbel ternyata juga bisa menjadi penyebab munculnya kapalan, khususnya pada bagian tangan.
  • Menggunakan sepatu yang kurang nyaman. Menggunakan sepatu yang tidak pas juga dapat menimbulkan kapalan, seperti misalnya penggunaan sepatu hak tinggi.

Bagaimanakah Tanda Kemunculannya?

Jika anda memiliki kapalan pada beberapa bagian tubuh anda, baik itu di tangan ataipun kaki, gejala atau tanda-tanda kemunculannya tetap sama. Adapun beberapa gejala kapalan yang muncul pada permukaan kulit tersebut antara lain:

  • Muncul benjolan yang mengeras di permukaan kulit
  • Kulit menjadi terasa menebal dan kasar saat disentuh
  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian bawah kulit saat sedang melakukan aktivitas atau ketika disentuh
  • Kulit yang berubah menjadi pecah-pecah atau kering

Sebelumnya disebutkan bahwasannya kapalan bisa menimbulkan rasa nyeri. Tapi sebenarnya hal itu jarang sekali terjadi. Kapalan umumnya memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang kecil.

Khusus untuk jenis kulit yang kering, biasanya sangat mudah terkena kapalan. Itulah sebabnya anda yang mungkin memiliki jenis kulit seperti ini sebaiknya rajin menggunakan pelembab.

Adakah Cara Untuk Mencegahnya?

Kalau yang ditanya adalah cara untuk  mencegah munculnya kapalan, maka jawabannya simpel saja guys. Tahu apa? Menghindari penyebab kemunculannya. Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, faktor utama yang menjadi penyebab munculnya kapalan adalah tekanan dan gesekan.

Jadi sebisa mungkin hindarilah kedua penyebabnya tersebut. Kalau anda bisa melakukannya, anda pun akan terhindar dari yang namanya ketidaknyamanan akibat kondisi permukaan kulit yang menebal dan mengeras tersebut. Dan kalaupun kapalan tersebut sudah sempat muncul, lambat laun itu akan menghilang jika anda melakukan anjuran yang disebutkan sebelumnya.

Selain yang dijelaskan di atas, ada juga beberapa hal lainnya yang bisa anda lakukan untuk mengurangi resiko terkena kapalan, yaitu:

  • Perbaiki atau ganti alas kaki secara rutin.
  • Gunakan secara rutin batu apung untuk menggosok kulit keras pada alas kaki.
  • Keringkan kaki setelah dicuci dan oleskan krim kaki.
  • Hindari mengenakan alas kaki dengan hak tinggi atau bagian depan yang menyempit.
  • Pakailah sepatu nyaman yang ukurannya sesuai.
  • Gunakan sarung tangan saat menggunakan peralatan tangan.
  • Belilah sepatu pada sore hari setelah beraktivitas. Karena pada waktu tersebut, ukuran kaki biasanya lebih besar.

Pengobatan Kapalan

Sebelum membahas tentang cara untuk mengobati penyakit kapalan ini, ada sedikit peringatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari anda.

Jika anda adalah orang yang memiliki penyakit kencing manis atau diabetes melitus ataupun masalah sirkulasi darah yang buruk, jangan mencoba untuk memutuskan melakukan pengobatan sendiri. Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena kondisi anda sangatlah rentan atau sangat beresiko jika ditangani sendiri.

Apalagi untuk anda pengidap diabetes, cedera kecil saja di kaki anda bisa mengakibatkan terjadinya infeksi. Hal tersebt dikarenakan para pengidap diabetes biasanya akan sulit sembuh jika sudah terluka.

Oleh karena itu, jika anda mengalami kapalan dan mulai merasa nyeri atau merasa seperti sudah terjadi peradangan di sana, segeralah berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memberitahu anda cara yang sesuai dan tepat untuk mengatasi masalah anda tersebut.

Sedangkan untuk anda yang dalam keadaan yang sehat-sehat saja atau tidak mengidap kedua penyakit di atas, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi atau mengobati kapalan yang anda alami tersebut.

Beberapa cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Mengikis Kulit

Pada dasarnya, kapalan adalah penebalan dan pengerasan di area kulit tertentu sehingga seharusnya bisa diobati dengan cara mengikis kulit yang menebal tersebut, tentu saja langkah ini harus dilakukan oleh dokter dan jangan nekat untuk melakukannya sendiri, karena bisa menyebabkan infeksi, tetatus, radang dan komplikasi penyakit lainnya.

Melalui penanganan yang benar, Dokter akan melakukan operasi bedah pemotongan kulit yang keras, memberikan plester anti kapalan, salep antibiotik dan alas sepatu khusus yang bisa anda gunakan. Penggunaan alas sepatu khusus hanya diberikan pada pasien yang memiliki kelainan bentuk kaki.

Meskipun dapat diobati dengan cara menghilangkan atau mengikis kulit yang keras dan menebal, namun karena kapalan merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi jaringan dibawah kulit, maka pengobatan kapalan tidak cukup hanya dengan mengikis kulit yang mengalami penebalan dan pengerasan tersebut.

Anda juga harus menghentikan aktivitas berat yang menyebabkan timbulnya kapalan atau kalau terpaksa cobalah untuk selalu memakai sarung tangan dan kaus kaki sebagai solusinya.

2. Menggunakan Krim 

Untuk mencegah agar kapalan tidak lagi muncul pada kulit, sebaiknya anda melakukan beberapa hal yang bisa menggunakan krim pelembab pada kaki setelah mencuci kaki. Selain itu, anda juga harus memakai sepatu yang nyaman agar kaki tidak kapalan.

3. Menggunakan Batu Apung

Cara pertama sekaligus merupakan cara tradisional mengobati kapalan yang bisa anda coba adalah dengan menggunakan batu apung. Batu apung juga dapat membantu anda untuk menghilangkan kapalan yang muncul di kaki anda. Cara penggunaanya juga tidaklah sulit. Cukup dengan menggosokan batu apung tersebut pada bagian yang kapalan.

Berikut adalah cara menggosok batu apung yang bisa anda lakukan untuk menghilangkan kapalan anda:

  • Rendam kaki anda ke dalam air hangat kurang lebih selama 20 menit. Setelah itu, gosok tepat pada kulit yang kapalan secara perlahan dengan menggunakan batu apung.
  • Jangan sekali-kali menggunting kapalan itu sendiri dengan menggunakan pisau atau benda tajam lainnya. Karena selain berisiko infeksi karena tidak sterilnya alat, jika timbul luka akan dapat menyulitkan di kemudian harinya, khususnya untuk anda para penyandang diabetes.
  • Lakukan cara ini setiap hari atau anda bisa menjadikannya sebagai rutinitas harian anda, sampai anda mendapatkan hasil yang diinginkan.

4. Menggunakan Obat Kapalan Callusol

Cara selanjutnya yang bisa anda lakukan untuk mengobati dan menghilangkan kapalan adalah dengan menggunakan obat callusol.

Obat Callusol sendiri merupakan obat kapalan yang banyak dijual di apotik, yang bisa anda beli tanpa perlu adanya resep dokter. Obat ini mempunyai kandungan asam silsilat sebesar 40%.

Asam silsilat ini mempunyai sifat keratolik yang dapat membuat protein (keratin) yang merupakan pembentuk kapalan tersebut menjadi larut. Kandungan asam silsilat ini banyak terkandung di dalam obat callusol dan obat-obat lainnya, sehingga sangat tepat untuk anda gunakan.

Saat akan menggunakan ataupun mengaplikasikannya, jangan lupa untuk membaca aturan pakainya ya, guys. Agar lebih efektif dalam menghilangkan kapalan, berikut adalah langkah-langkah penggunaannya:

  • Ambil kapas atau kasa secukupnya, disesuaikan dengan luas permukaan kapalan.
  • Cuci bersih dengan sabun bagian kulit yang kapalan, lalu keringkan.
  • Tuang larutan yang mengandung asam salisilat (Callusol) tadi secukupnya pada kapas atau kasa yang sudajh disediakan tadi. Kemudian tempelkan kapas yang telah dibasahi pada permukaan kapalan, Ingat hanya permukaan kulit yang kapalan saja yang ditempeli, jangan sampai mengenai kulit yang normal, karena pada kulit yang tidak kapalan dapat menimbulkan rasa terbakar dan panas.
  • Kemudian tutuplah dengan plester. Ulangi pemberian atau ganti kapas setiap kali habis mandi (pada pagi dan sore hari)
  • Lihatlah hasilnya dalam beberapa hari. Kapalan akan mengeras kemudian mengelupas hingga tuntas.

Cara Ampuh Mengobati Kapalan Dengan Bahan Alami

Selain dengan jalan operasi dan sebagainya, sebenarnya ada cara atau pengobatan alami dan tradisional untuk menghilangkan kapalan, yang juga bisa dilakukan di rumah tanpa harus repot-repot ke dokter, terkecuali jika kapalan yang anda alami tersebut sudah parah dan hanya bisa ditangani oleh dokter.

Selain anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, cara melakukannya juga mudah dan tidak begitu sulit untuk mencari dan menyediakan bahan-bahannya.

Nah, pasti anda sudah tidak sabaran kan untuk mengetahui apa saja bahan dan bagaimana cara menggunakannya? Di bawah ini adalah penjelasannya:

1. Cengkeh dan Lemon

Untuk mengikis kulit anda yang kapalan, anda bisa menggunakan ramuan dari cengkeh dan lemon. Kombinasi antara cengkeh dan lemon ini dipervaya dapat menjadi obat alami untuk mengikis kulit kapalan. Cara yang digunakan sangatlah mudah yaitu hanya dengan mencampur air lemon dan cengkeh dalam waktu sekitar 15 menit.

Setelah itu, keluarkan daun cengkehnya dan gunakanlah airnya untuk mengolesi bagian kulit anda yang kapalan. Anda dapat melakukannya beberapa kali dalam sehari.

2. Bawang Putih dan Cuka

Bahan alami selanjutnya adalah bawang putih dan cuka. Racikan yang dihasilkan dari bawang putih dan cuka dengan cara mencampurnya menggunakan air ini tidak kalah ampuh untuk menghilangkan kulit yang mengeras tersebut.

Cukup dengan menempatkan campuran bawang putih dan cuka pada wadah yang berisi air, kemudian tempatkan ke tempat yang tersorot sinar matahari, kemudian gunakan cairan tersebut pada kulit kapalan anda sebelum tidur.  Campuran kedua bahan ini akan mengikis kapalan anda secara perlahan-lahan.

3. Vitamin A atau Vitamin E

Penyakit kapalan dapat dikikis dengan menggunakan vitamin A atau vitamin E. Oleskan vitamin A atau vitamin E tersebut ke kulit anda yang kapalan, kemudian diamkan beberapa saat.

Kalau bisa, anda bisa membungkus kaki anda dengan kaos kaki jika anda memang ingin mendapatkan  hasil yang lebih maksimal. Vitamin ini sangat berkhasiat untuk melunakkan kulit kapalan, membuatnya terkikis dan hilang.

4. Lemon

Bahan selanjutnya adalah Lemon. Lemon juga dipercaya dapat digunakan untuk menghilangkan kapalan. Bukan hanya airnya saja yang ternyata dapat digunakan, melainkan kulit lemonnya juga dapat digunakan dengan cara mengoleskan dan membiarkannya beberapa saat pada kulit yang kapalan.

Jika anda khawatir kalau kulit tersebut akan terjatuh, anda dapat membalutnya dengan menggunakan plester.

5. Baking Soda

Baking soda juga tak mau kalah. Bahan yang satu ini juga mampu membantu anda untuk menghilangkan kapalan pada kulit. Cara yang dilakukan juga cukup mudah, yaitu dengan mencampur air hangat dengan baking soda, kemudian anda dapat menggunakan air tersebut untuk merendam kaki anda selama kurang lebih 15 menit.

Campuran baking soda tersebut akan mengikis kulit anda yang kapalan sehingga dapat mengikisnya hingga hilang.

Kaitan Kapalan Dengan Penyakit Tertentu

Seperti yang dibahas di atas sebelumnya, kapalan adalah sebuah fenomena mengeras dan menebalnya kulit di daerah kaki atau kanan yang umumnya disebabkan karena tekanan dan gesekan yang terjadi berulang-ulang. Tapi tahukah anda bahwa kapalan tidak hanya sekedar itu?

Ternyata eh ternyata, kapalan menjadi salah satu bentuk dari kenampakan lain. Baru-baru ini, sebuah studi menunjukkan adanya hubungan antara callouses kaki dan kanker tenggorokan.

Akademisi dari Queen Mary University of London menemukan bahwa kanker tenggorokan, yang disebut dengan Tylosis, ternyata menyebabkan penebalan pada telapak tangan dan kaki. Beberapa kasus yang begitu parah membuat pasien bahkan sampai harus mencukur habis tumpukan kulit keras di tangan atau kaki mereka dengan menggunakan pisau cukur.

Gen dibalik penyakit ini, yaitu iRHOM2 memiliki peran penting di dalam proses kemunculan ketebalan kulit pada telapak tangan dan kaki yang terjadi, dengan mengendalikan keratin. Keratin merupakan komponen yang paling melimpah, atau yang paling banyak terdapat pada kulit.

Manusia dengan peningkatan iRHOM2 ini memiliki telapak tangan yang menebal dan kapalan di bagian telapak kaki. Dalam kondisi tertentu, para pasien dengan callouses ini memiliki kanker esofagus.

Apa saja gejala kanker esofagus atau kanker tenggorokan ini? kanker esofagus biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun kanker ini memiliki beberapa tanda khas, seperti:

  • Kesulitan menelan
  • Gangguan pencernaan terus menerus atau sakit maag
  • Muntah setelah makan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di perut bagian atas, dada dan punggung