Healthy

Kiri Atau Kanan, Posisi Tidur Sebelah Manakah Yang Paling Baik Untuk Kesehatan?

Semua makhluk hidup yang ada di bumi ini pasti memerlukan waktu untuk tidur, meskipun setiap makhluk termasuk manusia memiliki jam tidur yang berbeda-beda satu sama lain. Misalnya saja ‘kelelawar‘ yang hanya bisa tidur pada siang hari, sedangkan pada malam harinya mereka berburu.

Ada juga lho manusia yang punya kebiasaan seperti kelelawar ini. Biasanya sih kebiasaan ini dikaitkan dengan penyakit sulit tidur yang dikenal dengan sebutan ‘Insomnia‘. Tapi terlepas dari itu semua, mau tidurnya siang, malam atau pagi, intinya semua makhluk hidup pasti tidur.

Jika manusia ataupun makhluk hidup yang lainnya tidak tidur, maka mereka akan sulit untuk melakukan aktivitas, karena mereka akan sangat mudah merasa kelelahan dan kekurangan energi.

Meskipun terlihat sepele, memperhatikan kualitas tidur adalah hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat. Apalagi untuk saat-saat seperti sekarang ini, dimana orang-orang sering sekali mengabaikan waktu tidurnya hanya karena jam kerja mereka yang padat.

Penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 70 juta orang, yang menderita gangguan tidur. Data ini hanya untuk di Amerika saja. Belum lagi jika dikalkulasikan dengan negara-negara yang lainnya.

Posisi Tidur Yang Benar

Pada saat sedang tidur, biasanya masing-masing orang memiliki posisi yang berbeda-beda, yang disesuaikan dengan kebiasaan dan kenyamanan dari orang tersebut. Namun secara umum posisi tidur dibedakan ke dalam beberapa jenis, yaitu telentang, tengkurap (telungkup) dan berbaring miring.

Posisi saat tidur ini katanya memiliki dampak pada kualitas tidur dan kesehatan seseorang. Bagaimana dengan posisi anda? Posisi tidur seperti apa atau yang bagaimana yang biasanya anda lakukan?

Dari beberapa posisi tidur yang umum dilakukan, tahukah anda bahwa ternyata posisi tidur berbaring miring ke kiri diyakini memiliki manfaat kesehatan yang paling banyak dibandingkan dengan posisi tidur miring ke kanan. Mengapa bisa demikian? Penasarankan dengan jawabannya? Yuk, lihat penjelasannya di bawah ini.

Berbaring Miring Ke Kiri

Berdasarkan informasi yang didapat, diketahui bahwasannya tidur pada sisi kiri tubuh benar-benar berbeda dari posisi sebelah kanan.

Kedengaran sedikit agak aneh memang saat mendengar atau mengetahui bahwasannya kebiasaan tidur dengan posisi berbaring ke sisi kiri saat istirahat dan tidur ternyata menawarkan banyak manfaat kesehatan dan bahkan bisa memberikan umur panjang bagi pelakunya.

Teori ini berawal dari Ayurveda, yaitu pendekatan holistik terhadap kesehatan dan pengobatan yang berasal dari India.  Menurut pendekatan tersebut, ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari posisi tidur berbaring ke sisi kiri ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memperkuat Sistem Limfatik

Menurut seorang ahli pengobatan Ayurveda, tidur dengan posisi berbaring ke sisi kiri memungkinkan tubuh untuk lebih optimal dalam menyaring cairan getah bening dan limbah melalui kelenjar getah bening, karena sisi kiri tubuh adalah sisi limfatik yang paling dominan.

Tidur miring ke kiri juga efektif untuk mengurangi tekanan dan memperlancar aliran limfatik, serta akan merangsang keluarnya racun dari kelenjar getah bening.

Penelitian Barat juga menemukan bahwa tidur di sisi sebelah kiri, dapat membantu tubuh untuk memproses bahan limbah dari otak. Bahkan kondisi serius seperti Alzheimer juga bisa dicegah hanya dengan cara tidur miring ke kiri saja. Dan sebaliknya, jika anda tidur pada posisi berbaring ke sisi kanan, maka bisa menurunkan efisiensi dari sistem limfatik tersebut.

2. Memperbaiki Sistem Pencernaan

Selain itu, posisi tidur miring ke kiri akan mempermudah proses pencernaan, karena organ hati tidak perlu bekerja secara berlebihan. Hal ini akan merangsang aliran empedu dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

Untuk mereka yang kerap mengalami kesulitan untuk buang air besar, anda disarankan untuk tidur miring ke arah kiri. Ini dikarenakan tidur miring ke kiri memungkinkan gravitasi untuk mendorong limbah makanan berpindah dari usus kecil ke usus besar melalui katup ileocecal (ileocecal valve/ICV) dengan lebih mudah.

Jadi, selama anda tidur dalam posisi miring ke kiri, limbah akan mudah bergerak di dalam colon descending (usus besar yang salurannya turun) untuk siap dibuang lewat rektum (lubang anus).

Dengan bantuan gravitasi dan posisi tidur miring ke kiri, colon descending akan menampung limbah makanan yang kemudian meninggalkan tubuh melalui anus (rektum) ketika anda pergi ke kamar mandi pagi harinya.

Tidur berbaring pada sisi kiri juga memungkinkan perut dan pankreas untuk “menggantung” secara alami (perut kita terletak di sisi kiri tubuh), yang dapat menjaga perkembangan enzim pankreas dan proses pencernaan lainnya agar berjalan dengan selaras dan baik.

3. Baik Untuk Kesehatan Jantung

Tidur miring ke kiri, mampu meningkatkan sirkulasi darah selama proses tidur. Fakta menyebutkan bahwa tidur miring akan membantu mengurangi tekanan pada vena cava (pembuluh darah balik besar) yang terletak di sebelah kanan tubuh, yang memasok darah ke jantung melalui serambi kanan.

4. Baik Untuk Wanita Hamil

Bagi wanita yang sedang hamil, tidur miring ke kiri ini sangatlah dianjurkan. Hal ini untuk memperlancar aliran darah ke jantung, rahim, ginjal dan yang terutama adalah ke janin.

Tidur dengan posisi seperti ini dianggap sangat ideal untuk mereka, karena juga dapat membantu meredakan tekanan di punggung dan menjaga rahim agar tidak meremas. Untuk alasan inilah, mengapa dokter cenderung menyarankan agar ibu hamil menghabiskan waktu tidur mereka sebanyak mungkin pada bagian sebelah kiri mereka.

5. Mengurangi Rasa Panas Di dalam Perut

Sebuah studi yang dipublikasikan di dalam sebuah jurnal yang berjudul The Journal of Clinical Gastroenterology, menemukan bahwa berbaring di sisi kiri ternyata dapat membantu mengurangi gejala asam lambung yang dikenal dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang biasanya kambuh setelah makan makanan pedas atau asam.

Sekali lagi diingatkan bahwa hal ini dikarenakan perut terletak di bagian sebelah kiri. Sebaliknya, berbaring di sisi kanan bisa memperparah gejala tersebut.

Efeknya juga terbilang cukup cepat. Jadi, jika anda sedang bermasalah dengan perut anda atau merasa mulas setelah makan, cobalah untuk meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk berbaring tapi dengan posisi tubuh berada di sisi kiri anda. Anda mungkin bertanya-tanya kan bagaimana bisa hanya dengan tidur miring ke kiri bisa mengatasi gejala asam lambung naik?

Saat tidur dengan posisi miring ke kiri, gaya gravitasi akan menarik asam di dalam lambung untuk masuk ke dalam perut. Hal ini terjadi sebaliknya jika posisi tidur ada miring ke kanan. Asam lambung akan dikirim kembali ke kerongkongan. Hal iniah yang akan membuat anda merasa mual dan ingin muntah.

6. Mengatasi Masalah Mendengkur

Tidur miring ke kiri ini ternyata juga bisa mengatasi masalah mendengkur saat tidur. Dengan tidur miring ke kiri, jalan pernapasan akan terus terbuka karena otot lidah dan tenggorokan akan selalu dalam posisi yang netral.

Sebaliknya, jika tidur telentang malah akan mendorong otot-otot tersebut ke belakang tenggorokan dan menyebabkan suara mendengkur yang keras dan membuat kita kesulitan untuk bernapas.

7. Meringankan Sakit Punggung

Anda yang mungkin punya masalah dengan sakit punggung kronis sangat cocok jika melakukan posisi tidur berbaring ke sisi kiri ini. Anda akan merasakan manfaat dari tidur dengan posisi ini.

Hal tersebut dikarenakan tidur di sisi kiri ini bisa meringankan tekanan pada tulang belakang anda. Anda akan menjadi atau merasa lebih nyaman dan akan meningkatkan kesempatan anda untuk mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak.

Meskipun semua faktor ini menunjukkan alasan kuat untuk mulai membiasakan diri tidur terbaring di sisi kiri, namun ada hal penting lainnya yang juga perlu anda ketahui, yang masih ada kaitannya dengan posisi tidur tersebut.

Beberapa orang, termasuk mereka yang menderita beberapa penyakit, seperti jantung, sleep apnea, glaukoma dan sindroma terowongan karpal, tidak cocok dengan posisi tidur seperti ini, karena mereka tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa.

Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa tidak semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari posisi tidur dengan cara berbaring ke sebelah kiri, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi.

Jika anda tidak begitu yakin dengan posisi tidur mana yang terbaik untuk anda, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Mereka mungkin bisa memberikan anda jawabannya.

Cara Untuk Menyesuaikan Diri

Jika anda memang sudah siap untuk mengubah cara tidur anda atau ingin beralih pada posisi tidur berbaring ke sebelah kiri ini, anda pasti akan membutuhkan waktu untuk benar-benar bisa membiasakannya, karena mengubah sebuah kebiasaan tidaklah semudah yang anda pikirkan.

Anda perlu menerapkan beberapa strategi sederhana, supaya bisa membantu untuk memastikan kelancaran perubahan yang anda lakukan tersebut.

Misalnya saja dengan cara meletakkan bantal ke belakang punggung, sehingga akan membuat anda menjadi lebih sulit  untuk berguling dari sisi kiri tersebut saat anda tidur.

Cara ini juga dapat membantu anda untuk mencoba tidur dengan sisi yang berlawanan dari tempat tidur anda yang biasanya. Dengan cara itu, maka orientasi tidur anda tidak akan terasa jauh berbeda (meski anda tidur di sisi yang berlawanan).

Selain meletakkan bantal ke belakang punggung, cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan memilih kasur yang ideal untuk tidur. Karena pada saat tidur dengan posisi seperti ini bisa memberi tekanan pada bagian pinggul dan bahu anda, maka sangat penting untuk memilih kasur yang lebih lembut, yang akan membantu meringankan tekanan di beberapa area tersebut.

Pastikan juga untuk mencari kasur yang memungkinkan tulang belakang untuk beristirahat dalam posisi yang benar. Dan tentu saja, pastikan kasur apapun yang Anda pilih terasa nyaman untuk Anda.

Kombinasi tempat tidur yang nyaman dan posisi tidur yang mendukung kesehatan pasti akan meningkatkan kesempatan anda untuk memperoleh tidur yang nyenyak dan merasa segar serta nyaman saat anda terbangun dari tidur anda. Kalau sudah begini, anda pun akan semangat menjalani hari-hati atau aktivitas harian anda.

Posisi Tidur Ternyata Mempengaruhi Mimpi

Anda mungkin pernah mendengar informasi yang mengatakan bahwa mengkonsumsi keju sebelum tidur dapat membawa mimpi dengan sifat yang lebih fantastis.

Akan tetapi untuk sekarang ini para periset percaya bahwasannya ada faktor lain, yang ternyata juga sangat mempengaruhi cara seseorang bermimpi, yaitu posisi saat orang tersebut sedang tidur.

Saat sedang tidur pada posisi tertentu, pikiran kita biasanya akan mengembara entah kemana. Pikiran inilah yang mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang kerap mendapatkan mimpi yang aneh.

Matt Berical melihat beberapa penelitian yang menunjukkan bagaimana posisi tidur bisa mempengaruhi cara bermimpi seseorang. Penelitian yang pertama diterbitkan di dalam jurnal Sleep and Hypnosis pada tahun 2004, yang melibatkan sebanyak 63 sukarelawan.

Para sukarelawan ini kemudian diminta untuk tidur dengan posisi terbaring dan tubuh menghadap sisi kiri atau sisi kanan mereka. Setelah melakukannya, mereka kemudian diminta untuk mengisi survei tentang kualitas tidur yang mereka dapat saat bangun tidur.

Dan survei tersebut mencakup hal yang berkaitan dengan mimpi yang mereka alami, baik itu mimpi buruk, mimpi indah dan bagaimana perasaan para peserta tersebut pada saat bangun di pagi hari.

Dari hasil penelitian dan survey yang dilakukan, para peneliti menemukan bahwa kelompok peserta yang tidur pada posisi sebelah kiri ternyata lebih cenderung mengalami mimpi buruk.

Mereka melaporkan bahwa ada sekitar 40,9 persen relawan yang melaporkan memiliki mimpi yang sangat mengganggu tidur mereka dan hanya sekitar 14,6 persen dari mereka yang tidur dengan posisi menghadap ke sisi kanan mereka.

Kelompok sisi kanan tersebut lebih cenderung mengingat mimpi yang melibatkan perasaan lega atau aman, namun mereka juga melaporkan bahwa kualitas tidur yang mereka dapatkan lebih rendah secara keseluruhan.

Meskipun telah melewati penelitian, namun tetap saja yang namanya penelitian itu masih memiliki keterbatasan, seperti misalnya ukuran sampel yang terlalu kecil dan hasil yang dilaporkan sendiri ini mengindikasikan kemungkinan memang akan selalu ada. Tapi besar ata kecilnya kemungkinan tersebut bisa terjadi, itulah yang masih belum bisa dipastikan.

Namun tidak menutup kemungkinan kalau perbedaan dalam bermimpi ada kaitannya dengan cara anda berbaring saat tidur di tempat tidur anda. Pengamatan awal yang didapatkan sejauh ini menunjukkan bahwa kualitas mimpi dan tidur erat kaitannya dengan fungsi otak yang mendasarinya dan mungkin dipengaruhi juga oleh postur tubuh.

Selain itu, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 yang lalu, yang dilakukan oleh peneliti dari Hong Shue Yan University di Hong Kong pernah meneliti dan menunjukkan atau melihat kebiasaan dan posisi tidur dari 670 orang dewasa dan menemukan bahwa mereka yang tidur nyenyak biasanya memiliki mimpi yang terlihat nyata, seperti penampakan UFO, urusan cinta, dikurung, tidak dapat bernafas, atau memiliki hubungan seksual dengan seseorang yang terkenal.

Efek ini tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh faktor kepribadian ataupun dikaitkan dengan posisi tidur. Tapi meskipun begitu, Peneliti Calvin Kai-Ching Yu, tetap menunjukkan bahwa posisi tidur benar-benar mempengaruhi bermimpi.

Ada juga beberapa bukti, walaupun anekdotal, yang menyatakan bahwa tidur dengan posisi miring membuat mimpi lebih hidup dan biasanya membuat seseorang lebih dekat pada saat sedang terjaga dan saat anda mendekati posisi berdiri.

Belum ada bukti konklusif mengenai kebenaran dari hal ini, tapi ini bisa menjadi referensi bagi ansa sebelum memutuskan posisi seperti apa yang akan anda pilih dan lakukan saat tidur. Jika anda memang tertarik untuk mengalami mimpi yang buruk, maka cobalah tidur dengan menghadap ke bawah atau pada sisi kiri.

Kesimpulan

Itulah tadi sedikit informasi mengenai kelebihan dari posisi tidur berbaring menghadap sisi kiri. Terlepas dari itu semua, hal penting yang harus diperhatikan saat memilih posisi tidur adalah posisi mana yang bisa mempermudah anda bernapas.

Posisi tengkurap biasanya memungkinkan jalan napas lebih terbuka. Karena itulah, posisi tidur tengkurap sangat cocok bagi seseorang yang sering mendengkur saat tidur dan tidak sedang menderita nyeri leher atau nyeri punggung.

Tapi posisi ini juga memiliki kekurangan., yaitu posisi seperti ini bisa memicu tambahan tekanan pada sendi dan otot yang dapat membuat saraf teriritasi.

Sebagai akibatnya, seseorang bisa sering mengalami nyeri, kebas, atau kesemutan. Hal ini terutama terkait dengan kondisi leher yang hanya menghadap ke satu sisi selama berjam-jam. Selain itu, tidur tengkurap juga kurang cocok bagi mereka yang ingin menghindari masalah keriput wajah dan mempertahankan bentuk payudara.

Tidur juga diduga mempunyai kaitan dengan kesehatan otak seseorang. Saat tidur, proses menghilangkan limbah dari otak diprediksi lebih optimal dibandingkan saat seseorang sedang terjaga.

Terkait fungsi ini, ada posisi tidur yang dianggap sebagai penghilang limbah otak terbaik. Posisi tidur yang disangga oleh rusuk alias tidur dalam posisi miring kemungkinan bisa lebih mengoptimalkan fungsi untuk menghilangkan limbah otak saat tidur.

Posisi tidur miring sendiri dianggap baik untuk mengurangi mendengkur atau mengorok saat tidur. Sayangnya, posisi ini tidak dianjurkan bagi mereka yang berniat menghindari sakit leher dan sakit punggung.

Sebaliknya, posisi ini justru dianjurkan bagi seorang wanita yang sedang mengandung. Tidur miring juga dianggap baik bagi mereka yang menderita nyeri ulu hati, terutama jika miring ke arah kiri. Namun jika miring ke arah kanan, dapat memperburuk kondisi tersebut.

Bagi orang yang menderita rematik atau nyeri sendi, anda disarankan untuk tidak tidur dengan posisi miring. Posisi ini juga dianggap buruk karena dapat membuat payudara kendor dan memunculkan kerutan dini di wajah. Tidur miring juga membuat terbatasnya pernapasan melalui diafragma.

Sementara itu, posisi tidur telentang tidak disarankan bagi mereka yang memiliki kebiasaan mendengkur saat tidur. Namun, tidur telentang dianggap baik karena dapat mencegah terjadinya kerutan di wajah. Hal ini masuk akal mengingat tidak ada yang menekan wajah saat seseorang tidur dengan posisi ini.

Selesai sudah pembahasan atau pemberian informasi mengenai pengaruh posisi tidur terhadap kesehatan ini, semoga apa yang disampaikan di dalam artikel ini bisa dimengerti dengan baik dan bisa bermanfaat untuk anda.

Di akhir tulisan ini kami ingin menyampaikan agar mulai saat ini anda bisa menyesuaikan posisi tidur anda dengan kebutuhan dan kesehatan anda. Bukan untuk siapa-siapa, hal ini berguna untuk diri anda dan kesehatan anda sendiri. Selamat mencoba ya guys.