Healthy

Meskipun Kemungkinannya Rendah, Implan Payudara Beresiko Kembangkan Jenis Kanker Langka

Implan payudara adalah salah satu perangkat medis yang paling umum digunakan oleh kaum hawa. Tujuan dari implan ini tentu saja untuk memperbesar payudara yang tadinya kecil menjadi lebih besar.

Jika yang anda tanyakan adalah alasan mengapa banyak perempuan yang melakukan implan ini, jawabannya tentu saja akan sangat bervariasi dari satu wanita ke wanita yang lainnya.

Namun, rata-rata akan memberikan jawaban kalau mereka ingin memperindah penampilan mereka. Yah, namanya juga perempuan guys, sulit untuk merasa puas untuk masalah penampilan atau kecantikan.

Sejak tahun 2008, jumlah wanita dengan implan payudara yang didiagnosis memiliki limfoma anaplastik (ALCL) mengalami peningkatan dari yang sebelumnya. Beberapa laporan sering dikaitkan dengan hubungan antara implan payudara dan resiko ALCL.

Sebuah studi baru di Belanda mengungkap sebuah fakta bahwa ternyata wanita yang melakukan implan payudara memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan jenis kanker sistem kekebalan yang langka.

Akan tetapi, kesempatan secara keseluruhan untuk mendapatkan kanker dari implan ini memang masih sangat rendah.

Penelitian ini memberikan salah satu perkiraan paling tepat untuk saat ini, dalam menentukan resiko kanker yang dilakukan oleh mereka yang melakukan implan, yang disebut dengan Anaplastic Large Cell Lymphoma (ALCL).

ALCL ini sebenarnya bukanlah kanker payudara biasa. Itu adalah jenis limfoma, yang merupakan kanker sel sistem kekebalan tubuh. Ketika jenis penyakit atau kanker ini terjadi pada wanita dengan implan payudara, kanker biasanya muncul di jaringan parut yang ada di sekitar implan.

Jaringan parut sendiri merupakan area dari jaringan fibrosa (fibrosis), yang menggantikan kulit yang luka setelah mengalami cedera.

Di dalam studi baru tersebut, para periset memperkirakan bahwa wanita yang melakukan implan payudara memiliki resiko pengembangan ALCL di payudaranya sekitar 1 dari 35.000 orang pada usia 50 tahun, 1 dari 12.000 orang pada usia 70 tahun dan 1 dari 7.000 orang pada usia 75 tahun.

Meskipun resikonya terbilang masih rendah, namun para periset merekomendasikan agar wanita lebih mempertimbangkan kembali keinginan mereka untuk melakukan implan payudara, jika tujuannya adalah untuk keperluan kecantikan atau rekonstruktif (melakukan pembedahan untuk mengembalikan penampilan atau fungsi semula dari bagian tubuh tertentu).

Sangat penting untuk memberikan konseling pada mereka mengenai resiko ALCL, serta gejala penyakit yang bisa ditimbulkannya.

Hubungan Antara Implan payudara dan Kanker

Selama bertahun-tahun, para periset sedah sadar dan mengetahui adanya kaitan antara implan payudara terhadap pengembangan ALCL pada bagian payudara.

Perkiraan mengenai resiko terjadinya hal ini memang sangat bervariasi antara penelitian yang satu dengan yang lainnya. Namun, dari banyaknya penelitian yang dilakukan dahulu, studi baru yang satu ini tampaknya lebih mampu memperkirakan resikonya dengan lebih tepat.

Hal tersebut mungkin saja dikarenakan studi yang dilakukan kali ini lebih besar dan menggunakan metode yang lebih ketat atau signifikan dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya.

Para peneliti dari VU University Medical Center di Amsterdam, menggunakan registri patologi Belanda untuk mengidentifikasi semua pasien, yang berada atau tinggal di negara yang telah didiagnosis dengan limfoma non-Hodgkin, yang mencakup ALCL pada payudara sekitar tahun 1990 dan 2016.

Proses Penelitian Yang Dilakukan

Pertama-tama, para peneliti tersebut meneliti atau memeriksa apakah implan payudara memang meningkatkan resiko pengembangan ALCL atau tidak.

Karena ALCL adalah penyakit yang sangat langka, maka sangat sulit untuk melihat adanya kemungkinan berkembangnya ALCL pada orang yang melakukan implan dan yang tidak.

Sebagai gantinya, para peneliti memutuskan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dari sisi lain, yang dimulai dengan wanita yang memiliki ALCL di payudara mereka dan kemudian melihat tingkat implan payudara pada wanita tersebut.

Mereka kemudian membandingkannya dengan tingkat implan pada wanita yang telah mengembangkan jenis limfoma lain di payudara mereka.

Dan hasilnya, mereka menemukan bahwa dari 43 pasien yang memiliki ALCL di payudara mereka, 32 orang diantaranya memiliki implan payudara.

Sebagai perbandingannya, hanya ada 1 dari 146 wanita yang terdapat limfoma pada payudaranya, yang diketahui melakukan implan payudara.

Dengan hasil penelitian seperti itu, maka bisa dibuat kesimpulan bahwa wanita dengan ALCL di payudaranya sekitar 421 kali lebih mungkin terdiagnosa pada mereka yang memiliki implan payudara, dibandingkan dengan wanita dengan limfoma payudara lainnya.

Hubungan kuat antara implan payudara dan ALCL ini mungkin menunjukkan bahwa implan berperan dalam menyebabkan kanker.

Namun, sayangnya hasil statistik ini tidak memberi tahu kepada wanita dengan implan payudara, apa peluang mereka secara keseluruhan dalam mengembangkan penyakit ini selama masa hidup mereka.

Untuk membuat rinciannya, para periset juga memperkirakan tingkat implan payudara pada populasi masyarakat di Belanda, dengan menggunakan rekaman 3.000 sinar-X (yang dapat menunjukkan implan payudara), bersama dengan informasi lainnya.

Hasil Penelitian

Para peneliti menemukan bahwa sekitar 3 persen wanita Belanda ternyata memiliki implan payudara. Mereka juga memperkirakan bahwa, dari 7.000 wanita yang melakukan implan payudara, satu diantaranya akan mengembangkan ALCL pada payudara pada usia sekitar 75 tahun.

Studi tersebut juga menemukan bahwa, beberapa informasi yang menyajikan kasus tentang implan payudara ini menyatakan kalau sekitar 82 persen wanita dengan ALCL memiliki implan yang bertekstur (berlawanan dengan implan dengan permukaan yang halus).

Itu merupakan jumlah yang jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan, karena hanya ada sekitar 45 persen implan payudara berstektur yang dijual di Belanda.

Temuan ini menambah bukti baru dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa implan bertekstur memiliki risiko ALCL yang lebih besar, dibandingkan dengan jenis implan lainnya.

Mengapa Implan Bisa Menyebabkan Kanker?

Bagaimana cara implan payudara ini bisa menyebabkab ALCL sampai saat ini masih belum diketahui persis atau pasti. Ada kemungkinan bahwa peradangan kronis yang terjadi di sekitar payudara, dipicu oleh implan itu sendiri atau bakteri yang menempel pada permukaan implan.

Penderita ALCL di bagian payudara biasanya bisa dengan cepat ditangani jika penyakitnya terdeteksi lebih awal. Dari 32 pasien dengan ALCL yang terikat pada implan payudara dalam penelitian ini, 90 persen bisa sembuh total (artinya mereka tidak memiliki tanda-tanda kanker) setelah sekitar tiga tahun penanganan.

Untuk alasan ini, sangat penting bagi para wanita terlebih bagi anda yang melakukan implan payudara untuk menyadari gejala dari keberadaan ALCL ini.

Menurut FDA, adapun gejalanya bisa meliputi pembengkakan atau nyeri yang menetap di area implan payudara itu sendiri. Gejala ini sering terjadi selama bertahun-tahun atau puluhan tahun setelah operasi implan payudara. Penelitian ini diterbitkan di dalam jurnal JAMA Oncology.

Meskipun resiko terkena jenis kanker langka ini terbilang masih rendah, namun bukan berarti anda bisa mengabaikannya begitu saja. Untuk anda yang memiliki implan tersebut pada payudara anda, cobalah untuk terus berkonsultasi dengan dokter anda, agar kondisi anda tetap terkontrol, karena hal seperti ini membutuh penanganan yang ekstra.

Secara keseluruhan, setelah membaca penjelasan di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa implan payudara memiliki hubungan yang cukup spesifik dengan peningkatan resiko ALCL. Namun memang resiko absolutnya masih kecil.

Siapapun anda, baik anda yang melakukan implan atau tidak, sangat perlu adanya peningkatan kesadaran untuk hal yang satu ini. Bukan hanya anda, peningkatan kesadaran tersebut juga perlu dimiliki oleh profesional medis dan badan pengatur alternatif promosi prosedur kosmetik.

Hal lain yang juga perlu dimiliki adalah kewaspadaan terhadap tanda dan gejala ALCL.

Usai sudah informasi ini kami sampaikan, semoga saja penjelasan yang kami birakan bisa anda pahami dengan baik dan jelas, serta bisa bermanfaat untuk membantu kehidupan anda.