Healthy

Pentingnya Mengetahui Apa Itu Stadium dan Tingkatan Pada Kanker

Ketika berbicara tentang kanker, istilah stadium tidak akan pernah terlepas darinya. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Stadium Kanker itu? Pernahkah anda mencari penjelasan mengenai hal ini sebelumnya? Istilah stadium ini memang sering digunakan dalam dunia medis khususnya yang berkaitan dengan sel kanker, untuk mengetahui apakah sel kanker yang ada di dalam tubuh telah meyebar atau tidak.

Stadium ini bisa juga diartikan sebagai sebuah ukuran luasnya perkembangan sel kanker. yang digunakan untuk menggambarkan sudah seberapa jauh sebenarnya pertumbuhan sel kanker yang diderita oleh seorang pasien. Istilah inilah yang akan menjadi acuan bagi para dokter atau tenaga medis lainnya dalam mengambil tindakan perawatan atau pengobatan yang sesuai untuk mengatasi kanker tersebut.

Pada saat dokter pertama kali mendiagnosa bahwasannya pasiennya tengah menderita jenis kanker tertentu, mereka akan langsung memgambil sebuah langkah awal seperti melakukan sejumlah tes untuk memeriksa seberapa besar sel kanker yang muncul atau tumbuh tersebut, serta melihat apakah sel kanker telah menyebar ke jaringan lain, yang berada disekitar daerah dimana sel kanker tersebut pertama kali muncul.

Bukan hanya di daerah sekitarnya, dokter juga akan melakukan tindakan lanjutan dengan memeriksa apakah kanker tersebut telah menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Langkah ini merupakan langkah pertama yang sangat penting, karena dari sinilah dokter bisa memberitahukan sudah seberapa parah sebenarnya keadaan si pasien itu.

Selain sebagai satuan yang digunakan untuk menentukan ukuran sel kanker, sistem stadium pada kanker ini terkadang juga mencakup tentang pengklasifikasian kanker, yang digunakan untuk menggambarkan seberapa mirip sel kanker dengan sel normalnya.

Tingkatan dan Stadium Pada Kanker

Jika anda pernah menjadi salah satu penderita kanker, anda mungkin pernah mendengar dokter berbicara tentang tingkatan dari kanker yang anda derita, bukan? Tingkatan inilah yang menggambarkan seberapa abnormalnya sel kanker yang ada di dalam tubuh tersebut jika dibandingkan dengan sel normalnya. Tingkatan ini juga bertujuan untuk menggambarkan bagaimana jaringan abnormal tersebut dapat terlihat di bawah mikroskop.

Tingkatan kanker ini adalah sebuah indikator, yang digunakan oleh para medis untuk mengetahui seberapa cepat sel kanker tumbuh dan menyebar. Jika sel dan jaringan kanker tersebut berada dekat dengan sel dan jaringan normal, maka kanker tersebut disebut dengan “terdiferensiasi dengan baik.” Itu berarti sel kanker telah ditemukan keberadaannya. Sel kanker ini juga dikenal sebagai sel tumor tingkat rendah.

Sel kanker ini cenderung tumbuh dan menyebar pada tingkat yang lebih lambat dibandingkan dengan sel kanker yang “tidak berdiferensiasi“, yang ditandai dengan memiliki sel yang tampak abnormal dan telah kehilangan struktur jaringan normalnya.

Berdasarkan perbedaan dan penampakan mikroskopis yang dilakukan, barulah dokter bisa menetapkan “kelas-kelas” yang digambarkan atau ditunjukkan dengan angka-angka untuk menandai kebanyakan kanker pada umumnya. Cara yang digunakan untuk menentukan tingkatan kanker tersebut juga cukup bervariasi untuk berbagai jenis kanker.

Tingkatan tersebut juga lah yang akan memberi tahu ahli medis tentang bagaimana kanker tersebut berperilaku. Kanker yang masih dalam tahapan kelas rendah cenderung tumbuh lebih lambat dan cenderung menyebar lebih sedikit daripada kanker kelas satu. Dokter memang tidak bisa memastikan dengan tepat bagaimana sel-sel tersebut akan berperilaku, tapi nilai, ukuran atau stadium merupakan indikator yang sangat berguna untuk mereka.

Apakah Tingkatan dan Stadium Kanker Itu Sama?

Tumor grade atau tingkatan kanker tidaklah sama dengan stadium kanker. Tahukah anda apa perbedaan diantara keduanya? Stadium kanker mengacu pada ukuran atau tingkat (jangkauan) tumor asli (primer), yang bertujuan untuk mengetahui apakah sel kanker telah menyebar di dalam tubuh atau tidak.

Sedangkan stadium kanker biasanya didasarkan pada faktor-faktor, seperti lokasi tumor primer, ukuran tumor, kelainan getah bening regional (penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di dekatnya) dan jumlah tumor yang ada.

Stadium kanker ini lebih mengacu pada ukuran atau luasnya penyebaran kanker. Ukuran kanker terkadang diperhitungkan sebagai bagian dari sistem stadium kanker, lebih menggambarkan seberapa besar ukuran kanker itu dan apakah sudah menyebar atau tidak.

Biasanya stadium dan tingkatan pada kanker ini digambarkan dengan nilai atau beberapa angka tertentu, seperti miasalnya angka 0, 1, 2, 3, 4 yang digunakan untuk menyatakan stadium. Keempat angka tersebut juga bisa memiliki arti yang berbeda untuk berbagai jenis kanker. Namun secara umum, semakin tinggi nilai angkanya, maka berarti kanker yang diderita semakin parah.

Sedangkan untuk tingkatan kanker, biasanya memiliki sistem penilaiannya sendiri, yang umumnya digambarkan dengan 3 kelas, yaitu:

  • Grade 1 – Sel kanker terlihat sangat mirip dengan sel normal dan tumbuh perlahan
  • Grade 2 – Sel terlihat tidak seperti sel normal dan tumbuh lebih cepat dari biasanya
  • Grade 3 – Sel kanker terlihat sangat abnormal dan tumbuh dengan cepat

Selain ketiga kelas di atas, ada juga beberapa sistem yang diketahui memiliki lebih dari 3 kelas.

Mengapa Stadium Dianggap Penting?

Stadium ini sangat penting dalam dunia medis karena cara ini akan membantu dokter untuk mengetahui jenis perawatan seperti apa yang anda butuhkan.

Jika sel kanker tersebut hanya berada di satu tempat saja, maka pengobatan lokal seperti pembedahan atau radioterapi rasanya cukup untuk menyingkirkannya sel kanker secara keseluruhan. Pengobatan lokal ini memang diciptakan untuk mengobati kanker yang tumbuh di satu area tubuh.

Tapi beda halnya jika sel kanker tersebut telah menyebar. Untuk kasus seperti ini, pengobatan lokal saja tidak akan cukup untuk mengatasinya. Anda akan membutuhkan perawatan yang mencakup seluruh bagian tubuh.

Perawatan ini disebut dengan perawatan sistemik. Kemoterapi, terapi hormon dan terapi biologis merupakan beberapa contoh dari perawatan sistemik, karena mereka beredar di dalam aliran darah. Tapi meskipun telah melakukan serangkaian perawatan dan pengobatan, tetap ada saja kemungkinan seseorang mengidap kanker yang sama dua kali.

Terkadang dokter juga bisa menjadi tidak begitu yakin, apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain atau tidak. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya, mereka akan melihat atau memeriksa lymph nodes pasien yang berada di dekat daerah dimana kanker tersebut berada.

Yang dimaksud dengan Lymph Nodes ini adalah kelenjar kecil berbentuk kacang yang terdapat di dalam tubuh. Mereka adalah bagian dari sistem getah bening, yang membawa cairan (cairan getah bening), nutrisi dan bahan limbah lainnya ke jaringan tubuh melalui aliran darah.

Jika ternyata ditemukan ada sel kanker di sana, maka itu pertanda bahwa kanker sudah mulai menyebar. Dokter kanker menyebutnya dengan istilah positive lymph nodes. Fenomena ini ditandai dengan sel-sel yang telah terlepas dari sel kanker asli dan terjebak dalam kelenjar getah bening. Tapi meskipun begitu, pertanda tersebut belum bisa dijadikan sebuah kepastian bahwa sel kanker memang sudah menyebar ke tempat lain di dalam tubuh.

Jika sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening tersebut, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan adjuvant. Perawatan Adjuvant ini adalah pengobatan yang dilakukan di samping pengobatan utama untuk tumor primer (kemoterapi setelah operasi, misalnya). Tujuannya adalah untuk membunuh sel kanker yang telah melepaskan diri dari tumor primer.

Jenis-Jenis Sistem Stadium Kanker

Di dalam dunia medis, terdapat dua jenis sistem stadium utama untuk kanker yang diketahui oleh masyarakat sejauh ini. Kedua sistem yang dimaksud tersebut adalah sistem TNM dan sistem bilangan.

Sistem Stadium TNM

TNM adalah singkatan dari Tumor, Node, Metastasis. Sistem ini menggambarkan ukuran kanker awal (tumor primer), apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan apakah telah menyebar ke bagian tubuh yang berbeda lainnya (metastasised). Sistem ini menggunakan angka untuk menggambarkan kanker tersebut.

  • T mengacu pada ukuran kanker dan seberapa jauh penyebarannya ke jaringan terdekat – bisa jadi 1, 2, 3 atau 4, dengan 1 berarti kecil dan 4 besar.
  • N mengacu pada apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening – bisa di antara 0 (tidak ada kelenjar getah bening yang mengandung sel kanker) dan 3 (banyak kelenjar getah bening yang mengandung sel kanker)
  • M mengacu pada apakah kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh – bisa jadi 0 (kanker belum menyebar) atau 1 (kanker telah menyebar)

Jadi misalnya, kanker kecil yang telah menyebar ke kelenjar getah bening tapi tidak ke tempat lain di tubuh mungkin adalah T2 N1 M0 dan kanker yang lanjutan yang telah menyebar adalah T4 N3 M1.

  • Terkadang huruf a, b atau c juga digunakan untuk membagi kategori menjadi lebih jauh atau spesifik. Misalnya, stadium kanker paru-paru M1a (kanker telah menyebar ke paru-paru lainnya) dan stadium kanker paru-paru M1b (kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain).
  • Huruf p terkadang digunakan sebelum huruf TNM – misalnya pT4. Ini adalah singkatan dari tahap patologis. Artinya stadium tersebut berdasarkan pada pemeriksaan sel kanker di laboratorium setelah operasi untuk menghilangkan kanker.
  • Huruf c terkadang digunakan sebelum huruf TNM – misalnya cT2. Ini singkatan dari tahap klinis. Artinya stadium didasarkan pada apa yang diketahui dokter tentang kanker sebelum operasi. Stadium didasarkan pada informasi klinis dari pemeriksaan anda dan dari hasil tes Anda.

Sistem Penomoran Stadium

Sistem pemberian nomor pada stadium ini biasanya menggunakan sistem TNM untuk membagi kanker menjadi beberapa tahap. Sebagian besar jenis kanker memiliki 4 tahap, terhitung dari 1 sampai 4. Seringkali dokter menulis angka tersebut dengan angka Romawi. Jadi, anda mungkin melihat tahap 4 yang ditulis sebagai tahap IV.

Berikut adalah ringkasan singkat tentang apa arti stadium untuk sebagian besar jenis kanker:

  • Tahap 1 biasanya berarti bahwa kanker relatif kecil dan terkandung di dalam organ dimana dia tumbuh pertama kali.
  • Tahap 2 biasanya berarti kanker belum mulai menyebar ke jaringan sekitar tapi tumornya lebih besar dari pada stadium 1. Kadang stadium 2 berarti sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang dekat dengan tumor. Hal ini tergantung pada jenis kanker tertentu.
  • Tahap 3 biasanya berarti kanker lebih besar. Ini mungkin mulai menyebar ke jaringan sekitarnya dan ada sel kanker di kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  • Tahap 4 berarti kanker telah menyebar dari tempat awal dimana dia terbentuk ke organ tubuh lainnya. Ini juga disebut sebagai kanker sekunder atau metastatik.

Selain itu, kadang-kadang dokter juga menggunakan huruf A, B atau C untuk melanjutkan pembagian kategori angka – misalnya kanker serviks stadium 3B.

Karsinoma in situ

Karsinoma in situ kadang disebut sebagai kanker stadium 0 atau ‘in situ neoplasma‘. Hal ini berarti ada sekelompok sel abnormal di area tubuh. Sel-sel bisa berkembang menjadi kanker pada suatu waktu di masa yang akan mendatang. Perubahan sel kanker disebut dengan istilah displasia. Jumlah sel abnormal terlalu kecil untuk membentuk tumor.

Beberapa dokter dan peneliti menyebut perubahan sel ini sebagai ‘perubahan prakanker‘ atau ‘kanker non invasif‘. Tapi banyak daerah karsinoma in situ yang tidak akan pernah berkembang menjadi kanker. Jadi beberapa dokter merasa bahwa istilah ini tidak akurat dan mereka tidak menggunakannya.

Karena daerah sel abnormal ini masih sangat kecil, mereka biasanya tidak ditemukan kecuali mereka berada di tempat yang mudah dikenali, misalnya di kulit. Karsinoma in situ pada organ dalam biasanya terlalu kecil untuk muncul pada saat proses scan atau pemindaian dilakukan. Namun tes yang digunakan dalam program skrining kanker dapat mengenali karsinoma in situ yang terdapat pada payudara atau leher rahim (serviks).

Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, istilah stadium dalam dunia medis yang erat kaitannya dengan kanker ini merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi dokter untuk mengetahui perkembangan dari sel kanker yang dialami oleh seseorang. Dari sinilah nantinya mereka bisa mengambil langkah untuk menangani masalah kanker yang anda hadapi.

Jika anda telah didiagnosa menderita salah satu jenis kanker tertentu, maka segeralah bicarakan hal tersebut dengan dokter anda. Tanyakan dengan jelas tentang kadar, stadium dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kanker yang ada derita. Semakin cepat anda sadar dengan keberadaan kanker tersebut, maka akan semakin mudah pula kanker itu diberantas.

Jadi, jangan pernah bernegosiasi untuk kesehatan anda ya guys. Kalau memang anda merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan anda, cepatlah pergi ke dokter dan ceritakan keluhan-keluhan anda.

Ingat, mencegah akan lebih baik dari mengobati. Hidup anda ditentukan pada langkah awal yang anda ambil. Jika salah melangkah, akibat yang ditimbulkan bisa fatal. Demikianlah artikel ini dibuat, semoga informasi yang disajikan bisa berguna untuk anda.