Healthy Pharmacy

Percaya Nggak Sih, Narkoba Ternyata Bisa Dideteksi Dari Nafas Lho

Pengkonsumsian obat-obatan terlarang akhir-akhir ini menjadi sorotan yang sangat serius di masyarakat. Banyaknya kasus penyalahgunaan obat-obatan ini telah meresahkan banyak orang, khususnya para orang tua yang memiliki anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan alias remaja.

Bagaimana tidak khawatir coba, kalau tindakan ini bisa diketahui sejak dini, mungkin tidak akan menjadi masalah yang besar dan masih bisa diatasi dengan cara rehabilitas.

Tapi bagaimana dengan mereka yang baru ketahuan setelah menjadi pecandu akut? Tentu saja akan sangat sulit untuk mengobatinya dan bahkan tak sedikit keluarga yang baru mengetahui bahwa anaknya adalah seorang pecandu atau pemakai obat-obatan ini setelah mereka mengalami over dosis dan kehilangan nyawa. Sedih bukan?

Sedih sepertinya tidak akan cukup untuk menggambarkan keadaan para generasi muda kita saat ini. Kejadian seperti ini sangat mengerikan dan membuat hati miris melihatnya.

Lantas, siapa yang harus disalahkan untuk hal ini? Apakah keluarga? Orang tua, diri sendiri, si pengedar, teman atau lingkungan? Coba tanyakan pertanyaan ini pada diri anda sendiri, kemudian renungkan.

Pengkonsumsian Obat-obatan dan Alkohol

Sama seperti halnya makanan, obat-obatan, alkohol dan zat lainnya yang anda konsumsi, umumnya harus diproses oleh tubuh terlebih dahulu, sebelum akhirnya dikeluarkan dari dalam tubuh anda.

Efek obat yang anda konsumsi bisa berlangsung berjam-jam, berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, tergantung pada beberapa faktor seperti yang disebutkan di bawah ini:

  • Jenis obat yang anda konsumsi
  • Jumlah atau banyaknya obat yang anda minum
  • Frekuensi penggunaan narkoba yang anda lakukan
  • Kesehatan atau keadaan tubuh anda
  • Tingkat metabolisme tubuh anda
  • Jenis kelamin anda
  • Tinggi dan berat badan anda

Beberapa organ seperti pencernaan, pernapasan, hati dan ginjal adalah beberapa contoh organ tubuh yang terlibat di dalam proses metabolisme atau pengeluaran obat-obatan yang anda minum dan konsumsi.

Obat-obatan tersebut bisa dideteksi di dalam tubuh anda dengan melakukan pengujian melalui napas, darah, air liur, air seni atau rambut anda.

Pentingnya Pengujian Obat-obatan di Dalam Tubuh

Pengujian obat sekarang ini sudah menjadi semakin umum di kalangan masyarakat, khususnya untuk para pengusaha, rumah sakit dan sekolah.

Untuk pengusaha, biasanya tes obat-obatan ini dilakukan sebagai tindakan pra-penyaringan. Sementara pihak rumah sakit biasanya menguji keberadaan obat-obatan ini pada pasien yang mengalami kecelakaan, penyerangan atau usaha bunuh diri.

Tak hanya dilakukan oleh perusahaan dan rumah sakit saja, sekolah juga bisa melakukan pengujian obat-obatan dan alkohol ini pada siswa yang berpartisipasi dalam bidang olahraga atau aktivitas lain di luar kelas.

Sedangkan di kalangan militer, pengujian obat-obatan ini dilakukan secara rutin, dimana anggota dinas yang bertugas aktif harus menjalani skrining atau pemeriksaan secara teratur.

National Institute on Drug Abuse mencatat bahwa pengujian obat dan alkohol sering digunakan karena adanya alasan berikut:

  • Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan alkohol
  • Untuk melindungi sumber keuangan perusahaan atau institusi
  • Untuk mendeteksi potensi ancaman terhadap kesehatan seseorang
  • Untuk mendeteksi ancaman terhadap keamanan perusahaan, sekolah atau entitas politik
  • Untuk melindungi orang lain dari efek penyalahgunaan obat atau alkohol
  • Mengidentifikasi tanda-tanda penyalahgunaan obat untuk memberikan intervensi dini

Untuk sekarang ini, skrining obat bius telah menjadi sesuatu yang lebih umum dilakukan dan kemungkinan besar anda akan diminta untuk mengikuti tes ini.

Beberapa perusahaan atau agensi hanya melakukan tes secara terjadwal, namun banyak juga yang melakukan pemeriksaan tersebut secara random, jika ada seseorang yang dicurigai telah menyalahgunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol.

Sampel yang diambil dari urin, darah, napas, rambut atau air liur anda dapat dianalisis untuk mengetahui apakah anda memiliki kandungan narkoba atau alkohol di dalam tubuh anda.

Untuk beberapa orang, obat ini akan dibuang dari dalam tubuh dengan sangat cepat, namun ada juga orang yang mungkin terdeteksi selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah menggunakan obat tersebut. Semua kembali pada kondisi tubuh masing-masing individu.

Jenis Tes Narkoba yang Paling Umum

Anda mungkin pernah mendengar tentang pemeriksaan atau tes breathalyzer untuk mendeteksi adanya alkohol dan tes urin untuk obat-obatan tertentu, bukan? 

Kedua tes tersebut merupakan cara yang sering dilakukan untuk menguji apakah seseorang terbukti sebagai pecandu atau pemakai narkoba atau alkohol.

Tapi sebenarnya selain dengan kedua ter tersebut, ada beberapa jenis tes lainnya, yang dicatat di dalam Wellesley College Centre for Work & Service. 

Adapun beragam tes yang dimaksud tersebut antara lain:

1. Tes urin

Urinalisis (tes yang dilakukan pada sampel urin pasien) yang dilakukan untuk mendeteksi obat-obatan yang dikonsumsi oleh seseorang merupakan bentuk test yang terbilang cepat, nyaman dan umumnya memiliki hasil yang akurat.

Karena sifat-sifatnya tersebutlah yang membuat tes yang satu ini menjadi jenis tes yang paling populer digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dan lembaga penegak hukum, terutama bila diperlukan dalam pengujian acak.

2. Tes darah

Berbeda dengan urinalisis, tes darah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dikembangkan, namun metode ini sangat efektif untuk mendeteksi konsentrasi alkohol dan obat-obatan lain yang dikonsumsi oleh seseorang.

Bukan hanya itu saja, tes yang dilakukan dengan mengambil sampel darah ini juga dapat menentukan tingkat keracunan anda terhadap obat-obatan yang anda konsumsi, meskipun hanya dalam waktu 24 jam setelah anda minum.

3. Uji nafas

Sebagian besar alkohol yang anda minum akan diproses oleh organ hati anda, namun saat alkohol dimetabolisme, jejaknya akan tersisa di dalam nafas dan urin anda. Para penegak hukum bisa menggunakan alat yang disebut dengan breath analyzer untuk mendeteksi kadar alkohol di dalam napas saat melakukan pemeriksaan.

4. Uji saliva 

Seperti yang diberitahukan sebelumnya pada tes nafas, air liur pada umumnya juga akan menyimpan jejak dari alkohol yang anda konsumsi dan bahan kimia lainnya yang dapat mengindikasikan penggunaan narkoba.

Untuk saat ini, tes air liur memang tidak lagi sepopuler tes darah atau urine. Hal ini dikarenakan obat yang dikonsumsi seseorang biasanya hanya bisa dideteksi di dalam air liur dalam beberapa jam sampai beberapa hari saja.

5. Tes rambut

Menganalisis rambut untuk mengetahui adanya jejak atau pertanda dari keberadaan zat kimia kemungkinan adalah cara yang paling akurat untuk menguji adanya penggunaan obat untuk jangka panjang.

Karena rambut tumbuh perlahan (hanya sekitar 0,5 inci per bulan), jadi bekas obat tertentu bisa dideteksi setelah berbulan-bulan. Tapi sayangnya, analisis rambut membutuhkan lebih banyak waktu pemprosesan daripada tes urine atau darah.

Lamanya Alkohol dan Obat-Obatan Berada di Dalam Tubuh

Alkohol dan jenis obat-obatan lainnya memiliki waktu yang berbeda-beda dalam proses pendeteksiannya di dalam tubuh. Ada yang bisa dideteksi dalam beberapa jam saja dengan tes darah, urin dan lain sebagainya, ada juga yang bisa sampai beberapa hari atau bahkan ada yang dalam hitungan minggu.

Apa sajakah jenis obat-obatan tersebut dan berapa lamakah waktu mereka bisa bertahan di dalam tubuh sehingga bisa dideteksi dengan menggunakan beberapa tes tertentu? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini:

1. Alkohol

Saat anda minum minuman beralkohol, organ hati anda akan memetabolisme sekitar 90 persen alkohol yang anda konsumsi tersebut. Sisanya yang 10 persen lagi akan dieliminasi atau dibuang melalui nafas, darah dan urin.

Menurut Universitas New York, tingkat konsentrasi alkohol yang dimetabolisme di dalam darah (BAC) adalah sebesar 0,015 per jam. Berarti, jika anda meminum alkohol dengan konsentrasi sebesar 0,015, maka dibutuhkan waktu sekitar satu jam bagi tubuh anda untuk menghilangkan alkohol tersebut.

Konsentrasi alkohol di dalam darah dapat bervariasi sesuai jenis kelamin, berat badan dan jumlah alkohol yang anda minum, tingkat aktivitas anda saat minum serta ada tidaknya makanan di dalam sistem atau tubuh anda.

Sebagai perkiraan umum, alkohol mungkin tinggal di sistem atau tubuh anda sekitar 1 sampai 12 jam. Sedangkan di dalam urin, alkohol tersebut akan bertahan selama kurang lebih 3 sampai 5 hari.

Tes yang paling sesuai untuk alkohol

Keberadaan alkohol di dalam tubuh seseorang ini bisa dideteksi dari nafas, darah, air liur atau air kencing. Namun cara yang paling umum dilakukan untuk mengetahui penggunaan alkohol ini adalah dengan tes nafas dan darah.

Alat analisa nafas atau yang lebih dikenal dengan nama “breathalyzer” adalah alat portabel yang umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi alkohol di dalam napas.

Saat anda menghembuskan napas ke corong alat analisa pernapasan tersebut, mesin akan bekerja untuk memperkirakan jumlah etanol dan bahan aktif yang terkandung di dalam minuman beralkohol yang terdapat di dalam pernafasan anda.

Analisis nafas ini cukup efisien dilakukan karena anda bisa melakukannya di tempat kerja, di sekolah atau di lapangan oleh aparat penegak hukum.

Tes nafas ini biasanya sih dilakukan pada saat-saat tak terduga, misalnya saat pemberhentian lalu lintas, jika petugas melihat sesuatu yang tak beres pada anda atau mencurigai anda sedang dalam pengaruh alkohol dan dinilai telah melanggar hukum yang berlaku.

Jika terbukti bahwa alkohol yang terdapat di dalam napas anda melebihi batas hukum, anda mungkin akan ditangkap dan diminta untuk melakukan tes darah untuk memastikan konsentrasi alkohol yang terdapat di dalam darah anda.

2. Amfetamin

Amfetamin adalah salah satu jenis obat-obatan yang memiliki efek yang dapat merangsang sistem saraf pusat, memberi anda rasa energi yang tidak biasa (membuat lebih berenergi) dan memiliki fokus mental yang lebih tajam.

Amfetamin ini memiliki potensi penyalahgunaan dan ketergantungan yang tinggi jika dikonsumsi. Black beauties, crosses, reds dan speed adalah beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan jenis obat-obatan yang satu ini.

Efek dari dosis tunggal amfetamin hanya berlangsung dua sampai empat jam saja, namun obat tersebut dapat dideteksi di dalam urin anda hingga 48 jam (1-3 hari), di dalam darah bisa dideteksi dalam waktu 12 jam, sedangkan jejak amfetamin dapat dideteksi pada rambut hingga 90 hari.

3. Barbiturat

Jenis obat-obatan yang kedua adalah Barbiturat. Barbiturat merupakan sekelompok obat penenang yang umumnya digunakan untuk mengurangi aktivitas di otak, menimbulkan kecanduan dan kemungkinan fatal ketika diambil bersamaan dengan alkohol.

Jenis obat ini bekerka dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat anda. Obat ini juga biasanya digunakan sebagai obat untuk tidur, mencegah kejang dan mengurangi masalah kecemasan.

Bukan hanya itu saja, Barbiturat juga dapat digunakan untuk tujuan non-medis seperti untuk mendapatkan efek sedatif ( zat-zat yang dalam dosis terapi yang rendah dapat menekan aktivitas mental, menurunkan respons terhadap rangsangan emosi sehingga menenangkan).

Barbiturat long-acting seperti phenobarbital memiliki kemungkinan untuk tinggal di dalam sistem atau tubuh hingga 140 jam, sementara barbiturat short-acting seperti Seconal kemungkinan akan tinggal di dalam sistem hingga 40 jam, menurut Drugs.com.

Barbiturat short-acting dapat dideteksi dalam urin sampai lima hari, sementara barbiturat long-acting dapat dideteksi selama tiga minggu. Sedangkan di dalam darah, jenis obat yang bernama barbiturat ini bisa dideteksi hingga 1 sampai 2 hari setelah penggunaannya.

4. Benzodiazepin

Benzodiazepin adalah jenis obat yang bekerja pada sistem saraf pusat dengan mempengaruhi respons otak terhadap neurotransmiter GABA. Obat ini biasanya diresepkan untuk mengendalikan masalah kecemasan, meningkatkan sedasi dan mencegah kejang otot.

Benzodiazepin seperti Valium, Xanax dan Ativan sering disalahgunakan untuk tujuan non-medis dan memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi.

Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh benzodiazepin agar bisa dideteksi di dalam tubuh anda bergantung pada potensi obat, dosis, berat badan dan frekuensi pemberian dosis.

Obat-obatan seperti Xanax atau Valium dapat dideteksi di dalam urine hingga tujuh hari setelah dosis terakhir, namun secara umum, menurut University of Arkansas, selisih waktu untuk bisa mendeteksi benzodiazepin adalah dua sampai lima hari di dalam urin dan 2 sampai 3 hari di dalam darah.

5. Kokain

Kokain adalah obat stimulan sistem saraf pusat yang bersifat sangat adiktif, yang bekerja di otak untuk menghasilkan deru kegembiraan yang dikombinasikan dengan gelombang energi.

Entah itu dikonsumsi dengan cara merokok, mendengus atau disuntik, kokain berpengaruh pada otak dalam hitungan menit saja. Dalam kurun waktu 15 menit setelah penggunaan, tingkat kokain pada umumnya akan mencapai puncaknya. Setelah itu, tingkat darah akan menurun.

Kokain dapat dideteksi dengan melakukan tes darah selama sekitar 12 jam setelah anda menggunakan obat tersebut. Jika anda menggunakan kokain secara teratur, obat tersebut dapat dideteksi di dalam urin anda hingga waktu dua minggu setelah penggunaan terakhir anda.

Sedangkan untuk analisis rambut bisa mengungkapkan jejak penggunaan kokain selama tiga bulan atau lebih setelah digunakan, sementara di dalam darah, obat ini bisa dideteksi hingga 1 sampai 2 hari.

6. Heroin

Heroin adalah narkotika yang sangat adiktif yang berasal dari opium. Obat tersebut menghasilkan perasaan euforia dan sedasi dalam hitungan detik atau menit saja, tergantung bagaimana cara anda mengkonsumsi heroin.

Injeksi intravena (pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit) merupakan cara yang tercepat untuk mengantarkan obat ke otak hanya dalam hitungan detik.

Waktu reaksi yang lebih lama akan tercipta bila obat tersebut dikonsumsi dengan cara dihisap atau didengus. Tubuh menghilangkan heroin dengan cepat hanya dalam delapan menit.

Bergantung pada usia, berat badan, jumlah yang digunakan dan frekuensi penggunaan, heroin dapat dideteksi DI dalam urin hingga waktu 48 jam menurut OHS Safety Services, Inc.

7. Ganja

Marijuana adalah jenis obatan terlarang yang berasal dari tanaman Cannabis dan bahan aktif obat penenang ini adalah THC. Ganja dapat menimbulkan efek dalam waktu tiga sampai delapan menit setelah penggunaan, namun THC tetap berada di dalam sistem atau tubuh untuk waktu yang lebih lama, bahkan pada pengguna biasa.

Tidak seperti obat yang bereaksi cepat lainnya seperti heroin atau kokain, bahan aktif ganja disimpan di dalam tubuh anda dan dapat dideteksi hingga empat minggu pada pengguna jangka panjang.

Tubuh anda menyimpan THC di dalam sel lemak, yang melepaskan zat kimia tersebut secara perlahan ke dalam aliran darah. Pada pengguna biasa, penggunaan ganja dapat dideteksi di dalam urine hingga lima hari.

Pada pengguna kronis, penggunaan ganja dapat dideteksi hingga 30 hari. Jika ganja masuk ke dalam tubuh dari makanan, deteksi untuk tes urine dapat diperpanjang, hal ini didapat dari penelitian di Laboratorium Biologi Klinis di Ghent University Hospital di Belgia.

8. Metamfetamin

Metamfetamin, yang juga dikenal sebagai meth, crank, crystal or speed adalah stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat, yang mengaktifkan pelepasan dopamin neurotransmiter, norepinephrine dan serotonin.

Seperti kokain, meth juga menghasilkan perasaan euforia, energi yang tinggi dan fokus intensif, hanya saja efek meth bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan kokain.

Tingkat produk samping methamphetamine di dalam sistem atau tubuh anda mencapai puncaknya sekitar 12 jam, menurut National Highway Traffic Safety Administration.

Meth dapat dideteksi di dalam urin selama dua sampai empat hari setelah penggunaan. Jejak bisa ditemukan di rambut selama beberapa bulan setelah digunakan.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas bisa ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:

  • Penyalahgunaan Alkohol dan Obat-obatan merupakan sesuatu yang sifatnya berbahaya dan mematikan. Efek kesenangan yang diberikan hanyalah bersifat sementara. Dan jika anda sudah kecanduan, akan sangat sulit untuk menghentikan anda dari pengkonsumsiannya. Tak hanya merusak secara fisik, tapi juga secara mental.
  • Untuk mengetahui apakah seseorang mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang bisa dilakukan dengan beberapa tes, seperti : tes urin, daran, rambut, uji saliva dan juga uji nafas.
  • Setiap jenis obat-obatan dan alkohol tersebut diproses di dalam tubuh dalam jangka waktu yang berbeda-beda, begitu pula waktu pengidentifikasiannya.
  • Dari penjelasan di atas diketahui bahwasannya tes yang paling populer digunakan untuk memeriksa penyalahgunaan narkoba adalah tes urin dan tes darah.

Selesai sudah pembahasan mengenai tata cara pengecekan atau tes pengkonsumsian atau penyalahgunaan narkoba yang ada di masyarakat ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk anda.

Terlepas dari itu semua, anda harus tahu bahwa narkoba atau obat-obatan terlarang dan alkohol tidak akan memberikan kebahagiaan kekal untuk anda. So guys, start from now, you should say “No To Drugs”.