Healthy

Rambut Rontok? Bisa Jadi Anda Terkena Anemia

Pernahkah anda merasa pusing, pucat dan merasa lemas saat beraktifitas? Kalau pernah, itu mungkin pertanda bahwa anda sedang mengalami yang namanya anemia atau kekurangan darah. Pasti anda pernah mendengar istilah itu bukan? Biasanya sih penyakit anemia ini lebih sering dialami oleh kaum wanita dibandingkan kaum pria.

Jadi jangan heran ya kalau di tempat kerja atau dimana pun anda berada, anda akan sering melihat ada teman anda khususnya yang wanita, tampak sangat lesu atau lemas, pucat dan pusing di jam – jam tertentu. Selain mungkin karena efek kelaparan, bisa jadi dia juga sedang terkena anemia. Pernahkah anda mengalami hal semacam ini sebelumnya ?

Selain ketiga gejala yang telah disebutkan di atas tadi, tahukah anda bahwa rontoknya rambut juga ada kaitannya dengan penyakit anemia ini? Agak sulit dimengerti memang kalau hanya sekedar mendengar informasi seperti itu. Tapi, kalau ditelusuri lebih jauh, anda akan mengerti kaitan antara kedua hal tersebut. Mau tahu nggak kenapa bisa begitu?

Sebelum dijelaskan alasan mengapa rambut rontok bisa dikaitkan dengan penyakit kekurangan darah atau anemia, sebaiknya anda paham dulu dengan apa sebenarnya anemia itu, karena akan percuma saja jika penjelasannya langsung diberikan pada anda. Kenapa? Karena mungkin anda pun akan bingung – bingung juga nantinya, kalau belum paham betul tentang penyakit ini.  Betul nggak?

Pengertian Anemia

Anemia adalah salah satu jenis gangguan darah yang sering dialami oleh masyarakat, yang terjadi akibat berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin (HB) di dalam darah, yang dihasilkan atau diproduksi di sumsum tulang belakang. Hemoglobin sendiri adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen, yang terdapat di dalam sel darah merah.

Karena sedikitnya jumlah kandungan hemoglobin yang dimiliki, maka mereka yang menderita penyakit ini sangat dilarang untuk melakukan transfusi atau donor darah, meskipun sebenarnya donor darah memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Tapi sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk mereka yang menderita jenis penyakit yang satu ini.

Boro – boro mau menyumbangkan darah, toh stok darahnya sendiri saja kurang. Yang ada para penderita ini yang harusnya mendapatkan donor darah. Iya nggak? Jadi untuk anda yang menderita anemia, jangan coba – coba ya melakukan transfusi darah kalau memang masih mau menikmati hidup.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, ada perbedaan yang sangat mencolok antara jumlah sel darah merah yang dimiliki oleh orang normal dan orang yang menderita anemia. Sudah tahu kan dimana letak perbedaannya? Coba bayangkan saja gimana jadinya, kalau mereka yang menderita anemia ini ngotot untuk melakukan transfusi darah? Bahaya sekali bukan?

Penyebab Terjadinya Anemia

Seperti kata pepatah, “tidak mungkin ada asap kalau tidak ada apinya”, begitu pula dengan penyakit anemia ini. Tidak mungkin ada yang namanya penyakit anemia kalau tidak ada yang menjadi penyebabnya. Betul tidak? Ada banyak hal yang menjadi faktor penyebab terjadinya anemia pada seseorang. Beberapa diantaranya, yaitu:

  • Iron deficiency anemia : Kekurangan zat besi.
  • Vitamin deficiency anemia : Asupan folat dan vitamin B-12 tidak cukup.
  • Anemia of chronic disease : Menderita berbagai penyakit kronis seperti: kanker dan HIV/AIDS dan gagal ginjal.
  • Aplastic anemia : Anemia yang disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah, terutama sel darah merah.
  • Anemias associated with bone marrow disease : Adanya kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia, yang dapat menyebabkan anemia dan produksi darah di sumsum tulang belakang menjadi berkurang.
  • Hemolytic anemias : Sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti.
  • Sickle cell anemia : Disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

Ada juga beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan peluang terjadinya anemia, antara lain:

  • Rendahnya asupan gizi pada makanan
  • Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil
  • Menstruasi
  • Kehamilan
  • Faktor keturunan
  • Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun
  • Terkena racun kimia
  • Menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia

Kerontokan Rambut Akibat Anemia

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 yang melibatkan sebanyak 5.110 orang wanita yang berumur 35 sampai 60 tahun telah menemukan sebuah fakta bahwa, sebanyak 59 persen wanita yang mengalami rambut rontok yang cukup berat, ternyata memiliki kadar atau jumlah zat besi dalam darah yang sangat rendah. Seperti yang diketahui, kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi) merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia.

Anemia jenis ini akan menyebabkan anda memiliki jumlah darah yang lebih sedikit dan sistem peredaran darah juga akan menjadi kurang efektif. Akibatnya, folikel rambut tidak menerima pasokan oksigen dan nutrisi yang diperlukan, yang akhirnya menyebabkan rambut semakin tipis dan rontok dari waktu ke waktu.

Anemia defisiensi ini merupakan jenis anemia yang sangat umum terjadi pada orang – orang dari segala usia, termasuk anak-anak, dimana penderitanya adalak kebanyakan berasal dari kaum wanita. Wow, lagi – lagi wanita yang sangat rentan terhadap penyakit. Sebagian besar kasus anemia ini terjadi di negara yang masih berkembang, termasuk Indonesia.

Anemia difisiensi besi ini biasanya akan menyerang individu yang kurang mengkonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat lagi, ada baiknya jika anda mengeceknya dulu ke dokter, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya rambut rontok yang alami tersebut.

Jika benar penyebabnya adalah karena anda tengah mengalami anemia, dokter akan memberitahu anda makanan apa saja yang harus anda konsumsi untuk mengurangi atau mengatasi kerontokan tersebut.Biasanya, dokter akan menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti: daging, hati, gandum, sayuran hijau dan mengonsumsi makanan kaya vitamin C guna membantu penyerapan zat besi.

Dokter juga akan meminta anda untuk menghindari pengkonsumsian makanan berkafein dan akan memberikan suplemen sesuai indikasinya. Apabila Anda mengikuti semua saran dari dokter, maka masalah kerontokan akibat anemia anda dapat ditangani dengan baik dan dapat dihindari.

Penanganam Masalah Kerontokan Akibat Anemia

Masalah kerontokan rambut yang terjadi pada wanita dan pria yang disebabkan karena kekurangan zat besi, sebenarnya dapat dengan mudah diatasi. Salah satunya adalah dengan modifikasi diet sehari – hari untuk memasukkan lebih banyak makanan yang kaya vitamin, yang mencakup daging merah, buah kering, brokoli, kismis, kerang, tiram, dan bayam.

Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen zat besi dan asam amino l-lysine untuk mengatasi masalah kerontokan rambut ini. Peran asam amino esensial, l-lysine ini sangat penting dalam mengatasi kerontokan tersebut.

Mengatasi Kurangnya Sirkulasi Darah Di Kulit Kepala

Salah satu penyebab kerontokan rambut adalah kurang baiknya sirkulasi darah di kulit kepala. Yang penting dalam sirkulasi darah ini adalah kuantitas dan kualitas darah yang berhasil mencapai akar rambut. Jika akar rambut tidak mendapatkan pasokan suplai darah, oksigen dan nutrisi, maka akar rambut tersebut akan menyusut dan mati.

Berkurangnya darah ke kulit kepala ini merupakan salah satu penyebab rambut rontok yang disebabkan oleh kondisi tubuh yang lainnya, seperti ketegangan atau stres. Stres yang berlebihan akan menyebabkan otot – otot tubuh mengencang dan mengurangi aliran darah ke bagian terjauh tubuh anda, yaitu kaki, tangan dan kepala.

Stres tersebut juga akan bekerja sama dengan hormon androgen, yang menyebabkan pengetatan dan pengencangkan kulit kepala, sehingga kulit kepala menjadi lebih tipis dan membuatnya lebih rentan terhadap kerontokan. Sirkulasi darah yang tidak baik juga bisa disebabkan oleh sebum dan keringat rambut yang mengkristal.

Kristal – kristal inilah yang akan menyumbat folikel pada rambut dan menyebabkan sekitar jaringan rambut menjadi mengeras dan membatasi aliran darah ke folikel rambut tersebut.

Dalam kasus kerontokan rambut yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak lancar atau disebabkan karena anemia, menggerakkan kepala ke bawah dan ke atas secara teratur akan membantu membawa lebih banyak darah ke kulit kepala Anda. Turunkan kepala Anda sampai mendekat ke lantai dan hitung sampai 10, kemudian kembali sejajarkan dengan tubuh.

Anda dapat mengulangi gerakan ini sebanyak dua kali sehari, sekali di pagi hari dan sekali di malam hari sebanyak 6 – 7 kali. Anda jugabisa meningkatkan hitungan anda menjadi sedikit lebih lama dari 10. Tapi bagi anda yang memiliki tekanan darah tinggi atau masalah sirkulasi darah lainnya, anda perlu menghindari teknik ini. Anda bisa melakukan teknik lainnya, yaitu dengan berbaring di tempat tidur dengan kepala menggantung.

Dan jika Anda ingin melakukan pijat kulit kepala, agar lebih efektif anda harus melakukannya minimal dua kali sehari. Tempatkan jari Anda pada kulit kepala kulit kepala anda dan lakukan gerakan memijat dalam dua arah, yaitu ke depan dan dengan sebuah gerakan berputar. Jangan menggosok atau menggaruk kulit kepala anda, dengan tujuan untuk menghindari rambut terlepas atau merusak kulit kepala Anda.

Itulah tadi penjelasan mengenai kaitan antara rambut rontok dengan penyakit anemia. Gimana? Sudah paham kan tentang hubungan keduanya? Kalau memang paham, yuk mulai lengkapi asupan zat besi anda mulai sekarang. Jangan biarkan rambut anda rontok satu persatu yang nantinya bisa membuat anda botak sebelum waktunya. hehe 🙂