Healthy

Wah! Telah Ditemukan Jenis Golongan Darah Baru Yang Disebut “SARA”

Apakah anda mengetahui jenis golongan darah anda? Kalau belum, sebaiknya anda memeriksakannya ke rumah sakit ataupun klinik-klinik terdekat, karena pengetahuan atas golongan darah sendiri sangatlah penting. Golongan darah ini biasanya bersifat diturunkan dari orangtua kepada anaknya.

Secara umum, jenis golongan darah manusia terbagi menjadi 4 jenis, yaitu: golongan darah A, B, AB, dan O. Pengklasifikasian darah ini ditetapkan berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah.

Sebagai sesuatu yang bersifat turunan, golongan darah yang dimiliki oleh seorang ank dapat dilihat dari kombinasi yang dihasilkan dari jenis golongan darah Ibu dan Ayah. Berikut ini adalah Pewarisan Golongan Darah dari Ayah dan Ibu kepada Anaknya :

Siapakah Penemu Golongan Darah Pertama Kali?

Penemuan golongan darah manusia, sangat erat kaitannya dengan peranan seorang ilmuwan yang bernama Karl Landsteiner. Karl Landsteiner merupakan seorang ilmuwan asal Austria keturunan Yahudi. Ia adalah tokoh yang menemukan bahwa darah manusia terbagi menjadi 4 kelompok, yang sekarang dikenal dengan golongan darah O, A, B, dan AB. Penggolongan darahnya tersebut dilakukan pada tahun 1909.

Berkat jasanya tersebut, dia mendapatkan anugerah Nobel untuk bidang Fisologi atau Pengobatan pada tahun 1930. Dengan penemuannya tersebut, hingga saat ini, orang dapat melakukan transfusi darah dengan aman dan tidak sembarangan untuk melakukan transfusi darah. Hasil temuan dari Karl ini telah memberikan banyak manfaat dalam bidang kesehatan maupun kedokteran di dunia.

Karl Landsteiner menemukan 3 dari 4 golongan darah yang kemudian disebut dengan sistem ABO ini dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana itu dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasil percobaan itu menghasilkan dua macam reaksi, yaitu reaksi antigen A dan B yang dikenal dengan golongan darah A dan B dan satu macam tanpa reaksi atau tidak memiliki antigen, yang dikenal dengan golongan darah O. Kesimpulannya adalah ditemukan adanya dua macam antigen A dan B di dalam sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut dengan golongan O.

Selang beberapa waktu kemudian, Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang nerupakan kolega dari Karl Landsteiner akhirnya melanjutkan penelitian yang berhasil menemukan golongan darah AB. Pada golongan darah AB, didapat bahwa kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah, sedangkan pada serumnya tidak ditemukan adanya antibodi.

Penemuan Golongan Darah Baru – SARA

Selain 4 jenis golongan darah yang sudah dikenal pada umumnya, tahukah anda bahwa tedapat satu jenis golongan baru yang ditemukan dalam dunia medis beberapa waktu yang lalu? Selain golongan darah A, B, AB atau O yang sudah tidak asing lagi di masyarakat, ternyata muncul jenis golongan darah langka yang bernama SARA.

Mendengar namanya saja sudah terasa sangat unik. Disaat semua golongan darah hanya terdiri dari satu atau dua huruf, golongan darah baru ini malah muncul dengan 4 huruf, yang membentuk sebuah kata yang biasanya digunakan sebagai nama seseorang. Pasti anda semakin penasarankan dengan golongan darah yang baru ini?

SARA, Jenis Golongan Darah Baru Paling Langka di Dunia

Penemuan golongan darah langka ini diawali dari adanya kasus unik yang terjadi pada tahun 1990. Pada waktu itu, seorang gadis asal Australia yang bernama Sarah Culhane sedang melakukan proses donor darah. Saat darah Sarah diambil oleh Yayasan Donor Darah yang bernama Blood Service, tiba-tiba para peneliti terkejut ketika menyadari bahwa darah yang didonorkan oleh wanita tersebut menimbulkan sebuah reaksi yang aneh dan tidak biasa.

Karena merasa penasaran dengan keanehan tersebut, para peneliti tersebut pun mulai melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap Sarah. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa Sarah memiliki golongan darah yang sangat langka. Sarah memiliki antigen jenis baru pada darahnya, yang sangat berbeda dengan seluruh antigen darah manusia yang pernah ditemui dan telah ada sebelumnya.

Kejanggalan yang didapat dari hasil penelitian tersebut akhirnya dilanjutkan dengan melakukan penelitian terhadap seluruh anggota keluarga Sarah Culhane. Awalnya peneliti berpikir bahwa keanehan golongan darah tersebut hanya dialami oleh Sarah saja, dan tidak ada hubungannya denga anggota keluarganya yang lain.

Akan tetapi, setelah proses penelitian atau sekuensing DNA (deoxyribonucleic acid) dan uji antigen dilakukan, maka didapati bahwa hasil tes darah dari ayah, ibu, dan saudara-saudaranya persis seperti yang dimiliki oleh Sarah. Jenis golongan darah tersebut bukanlah jenis darah yang normal pada umumnya.

Setelah melakukan penelitian dan mendapatkan hasilnya, akhirnya para ilmuwan tersebut memutuskan untuk menamakan temuan baru tersebut dengan nama SARA. Peberian nama tersebut diambil dari nama pasien itu sediri, yaitu Sarah Culhane. Kasus Sarah ini pun pada akhirnya didokumentasikan ke dalam jurnal kedokteran. Mereka juga menyimpulkan bahwa pemilik golongan darah aneh dan unik ini hanyalah keluarga besar Sarah Culhane saja.

Beberapa tahun kemudian, lagi-lagi keanehan yang sama terjadi. Kali ini keanehan tersebut datang dari seorang ibu hamil di Kanada. Ibu hamil ini hampir saja mengalami keguguran, akibat sistem imun atau perlindungan ibu menyerang janin yang ada di dalam kandungannya. Penyerangan yang dilakukan oleh imun tersebut terhadap bayi di dalam perut sang ibu terjadi, karena imun mengira atau menganggap janin sebagai sesuatu yang asing dan berbahaya, sehingga harus di basmi.

Dengan kembali munculnya kasus aneh ini, penelitian lebih lanjut pun mulai dilakukan terhadap Ibu dan janinnya tersebut. Hasil yang didapat oleh para ilmuwan pun cukup mengagetkan, karena ketika mereka meneliti sample darahnya, tidak ditemukan sama sekali antigen sel darah merah yang berfungsi sebagai pemicu sistem imunisasi dalam tubuh.

Karena hasil yang didapat ini dinilai sangat aneh, mereka pun akhirnya mengirimkan sample darah aneh tersebut ke Australia, untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium darah yang lebih lanjut, untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih akurat. Kagetnya, pemeriksaan laboratorium menyimpulkan bahwa sampel janin tersebut memiliki kemiripan dengan jenis golongan darah Sara.

Dengan adanya temuan baru golongan darah ini, fakta baru dalam bidang medis atau kedoteran pun menjadi kian bertambah. Penelitian terhadap sejumlah orang pun terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada anggota masyarakat lain yang memiliki golongan darah SARA tersebut.

Namun setelah mengambil sebanyak 5 ribu sample darah dari masyarakat yang telah dilakukan uji coba lab, semuanya memiliki jenis golongan darah normal, yaitu: A, B, AB atau O yang biasa ditemui pada umumnya. Hal ini berarti, sampai saat ini baru ada 2 keluarga saja yang memiliki jenis golongan darah langka yang disebut dengan Sara tersebut.

Meskipun golongan darah SARA ini baru ditemukan pada 2 keluarga, tidak menutup kemungkinan kelak akan ditemukan pada anggota keluarga yang lainnya. Wah, menarik sekali bukan? Dunia medis dan kedokteran akan terus berkembang menjadi lebih baik dikedepannya. Dengan adanya perkembangan tersebut, maka akan banyak hal-hal baru yang berkaitan dengan dunia medis dan kedokteran yang ditemukan.

So guys, bersiaplah untuk sesuatu yang jauh lebih aneh, unik dan menarik dibandingkan dengan penemuan golongan baru bernama Sara ini.