History

Awal Mula Terjadinya Perang Vietnam Yang Mengerikan

Soldiers under fire in a trench near An Thi. 1966

Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik yang terjadi diantara dua atau lebih kelompok manusia, untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang pada zaman dahulu sangat identik dengan pertikaian bersenjata, yang pada akhirnya menghilangkan banyak nyawa manusia yang tidak tahu apa-apa.

Masih ingatkah anda dengan peristiwa Perang Dunia II yang pernah terjadi di masa lalu? Perang tersebut tercatat sebagai perang yang sangat mengerikan, yang pernah terjadi di dunia. Perang ini telah menyisakan sebuah tragedi kehidupan yang sangat kelam dan sangat menyedihkan untuk dikenang. Jutaan atau bahkan lebih manusia harus mati sia-sia di dalam perang ini.

Setelah perang ini berakhir, kehidupan di dunia diharapkan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun, disaat semua bangsa bersorak karena perang itu telah berakhir, sebuah bencana yang baru malah kembali datang dan mulai mengobrakabrik kedamaian yang baru saja dirasakan.

Banyak yang mengira, kalau Perang Dunia II akan menjadi perang terakhir. Tapi, semua hanya sebuah harapan belaka, karena ternyata setelah perang mengerikan tersebut, muncul kembali sebuah perang yang yang bahkan jauh dari sekedar mengerikan, jika dibandingkan dengan perang-perang yang pernah terjadi sebelumnya.

Tahu nggak perang apa yang dimaksud? Perang yang terkenal sangat kejam tersebut adalah “Perang Vietnam”. Ingat tidak dengan perang yang satu itu?

Perang Vietnam disebut juga dengan Perang Indochina Kedua, yaitu sebuah perang yang terjadi antara tahun 1957-1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang dingin antara dua kubu berideologi terbesar di dunia, yang selalu bertentangan, yaitu: Komunis dan Liberal. Negara adidaya yang menganut paham ini adalah Unisoviet dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut adalah negara yang memiliki peranan yang sangat besar, dalam terjadinya perang vietnam ini.

Perang mengerikan ini telah mengakibatkan eksodus (meninggalkan tempat asal) secara besar-besaran pada warga vietnam ke negara lain, terutama ke negara Amerika Serikat, Australia dan negara-negara barat lainnya, sehingga di negara tersebut anda bisa menemukan komunitas vietnam dalam jumlah yang cukup besar. Jumlah korban yang meninggal pada perang Vietnam ini diperkirakan sekitar 1.280.000 jiwa. Perang ini diberitakan sebagai kekalahan perang Amerika untuk yang pertama kalinya.

Awal Mula Terjadinya Perang Vietman

Perang Vietnam ini bermula sejak tanggal 20 November 1953, dimana kekuatan kolonial Perancis menempatkan sebanyak 16.000 pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara. Dari Dien Bien Phu. Perancis bermaksud untuk menguasai daerah perbatasan diantara kedua negara.

Militer Perancis pada masa itu percaya bahwa Lembah Dien Bien Phu, yang memiliki panjang 19 km dan lebar 13 km tersebut merupakan tempat yang aman untuk terhindar dari serangan Viet minh. Viet Minh atau Viet Nam Dong Minh Hoi ini adalah sebuah liga kemerdekaan, yang bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan vietnam dari Perancis dan untuk menghalau pendudukan Jepang. 

Namun, pasukan Vietnam dibawah pimpinan Jenderal Giap, telah menyiapkan penyerangan ke Dien Bien Phu. Dengan bantuan lebih dari 200.000 orang kuli pengangkut barang, Viet Minh mengatur pengangkatan artileri berat ke gunung-gunung yang mengelilingi lembah Dien Bien Phu tersebut.

Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan terhadap pasukan Perancis di Dien Bien Phu. Tepatnya pada tanggal 7 Mei 1954, akhirnya mereka berhasil menaklukan pusat komando Perancis. Perang antara Viet Minh dengan Perancis ini terjadi selama sembilan tahun, dan telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar, yang terdiri dari lebih dari satu juta warga sipil, 200.000 hingga 300.000 orang Viet Minh dan lebih dari 95.000 anggota pasukan kolonial Perancis harus kehilangan nyawa dalam perang tersebut.  Kejam banget kan?

Pada tanggal 20 Juli 1954 di Jenewa, terjadi sebuah negosiasi diantara Vieth Minh dan Perancis. Keduanya setuju jika Vietnam di bagi menjadi 2 bagian besar yaitu, komunis Vietnam Utara dan Kapitalis Vietnam Selatan. Pada tahun 1959-1963, setelah gerilya komunis Vietnam Selatan dapat menjatuhkan pemerintah Diem, pemerintah komunis Vietnam Utara mengendalikan jalannya konfrontasi militer.

Lebih dari 40.000 gerilya Vietnam Utara masuk ke wilayah Selatan, dan memberikan persenjataan dan amunisi kepada komunis Vietnam Selatan, yang dibawa melalui jalan-jalan kecil Ho Chi Minh di wilayah Laos dan Kamboja.

Di tahun 1954, Perancis meninggalkan daratan tersebut, dan Amerika yang menggantikannya. 4 tahun kemudian Amerika telah memiliki lebih dari 500.000 pasukan di Vietnam Selatan. Amerika dibawah presidennya, secara berturut-turut telah melibatkan negaranya untuk terjun kedalam sebuah perang panjang dengan jarak yang sangat jauh.

Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Pada bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai Operation Rolling Thunder atau pemboman besar-besaran Amerika terhadap Vietnam Utara. Sekitar tiga setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara yang jumlahnya 2 kali lebih banyak dari jumlah bom yang dijatuhkan pada perang dunia II.

Puncak perang Vietnam terjadi pada tahun 1968, yaitu saat AS mengirim lebih dari setengah juta bala tentaranya ke Vietnam. Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filiphina dan Thailand, semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam Selatan berjumlah 1.5 Juta orang. Front Pembebasan Nasional dibawah kepemimpinan komunis yang diberi nama Vietkong oleh AS ini memiliki kekuatan 400.000 pasukan.

Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke wilayah Vietnam Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. Secara perlahan, AS mulai menarik kembali pasukannya dari Vietnam. Perang panjang yang terjadi selama 10 tahun ini, merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi Amerika.

Tahun 1969 di Paris, AS, Vietnam Selatan, Vietnam Utara dan Vietkong melakukan negosiasi untuk menarik seluruh pasukan AS dari Vietnam. Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah mengurangi pasukannya sekitar 100.000 orang.

Dalam perang panjang dan perjuangan berdarah ini, terdapat tiga hal yang dilakukan secara terpisah, perang melawan masyarakat negerinya sendiri, perang melawan gerilyawan musuh di Vietnam Selatan, dan perang melawan kekuatan udara Vietnam Utara.

Pada bulan maret 1973, pasukan terakhir Amerika telah meninggalkan Vietnam. Dua tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai serangan dengan maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan, namun pada tanggal 30 April 1975, pasukan Vietnam Utara menduduki Saigon yang mengakibatkan berakhirnya perang yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun tersebut.

Ternyata posisi pendaratan Hambleton dapat dimonitor Vietcong, yang langsung menuju ketempat dimana dia berada. Sementara itu, Jimmie Kempton telah terbang ke Selatan, kedaerah kawan, melakukan radio call, untuk melakukan tindakan pertolongan. Segera dia kembali dengan 4 helikopter Angkatan Darat-2 Cobra Gunship dan 2 helikopter penumpang.

Pada perang Vienam, inilah untuk pertama kalinya digunakan secara besar-besaran Surface-to-Air Missile (SAM) sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pertahanan udara. Penggunaan kapal induk sebagai pangkalan pesawat-pesawat tempur menjadi begitu berperan dibanding dengan apa yang dilakukan pada perang dunia II.

Disamping itu, dalam perang Vietnam ini pula lah dikembangkan sistem pengisian bahan bakar pesawat di udara, oleh pesawat terbang tanker, sebagai upaya AS dalam meningkatkan radius of action, serta kemampuan manuver pesawat-pesawat tempurnya dalam melawan pesawat-pesawat produk Rusia.

Dalam ajang perang Vietnam ini terlihat AS agak kewalahan dalam menghadapi keampuhan pesawat-pesawat tempur buatan Rusia. Untuk Air-to-air Combat, Vietnam menggunakan MIG-17 dan MIG-19, sementara AS hanya mengandalkan F-4 Phantom-nya untuk menghadapi serangan ini.

Sedangkan pesawat AS lainnya yang banyak terlibat dalam perang Vietnam antara lain F-100, OV-10 Bronco, C123, C-130 dan C-7 Trash Haulers, selain itu mereka menggunakan pula F-105, F-111 dan B52 sebagai pembom.

Dan akibat dari Perang Vietnam tersebut, sejarah mencatat bahwa negara Amerika Serikat, yang dikenal dengan negara adikuasa pernah menelan kekalahan. Perang ini sendiri telah menghabiskan sekitar 50 ribu personel militer Amerika, dan membuat sekitar 150 ribu lainnya cacat akibat luka.

Pada saat perang vietnam ini, ada sekitar 7.500 wanita Amerika, yang terdaftar dan terlibat di dalamnya. Wuah, hebat sekali wanita-wanita ini ya guys. Para wanita tangguh ini ikut serta dalam memerangi pihak komunis. Beberapa diantara mereka terlibat dalam sektor kesehatan, dan beberapa yang lainnya bahkan ikut dalam medan perang.

Sebagian besar dari mereka berhasil melewati masa-masa sulit saat perang, dan berhasil kembali ke negaranya. Namun 8 dari mereka gugur di dalam perang tersebut karena beberapa hal yang terjadi. Nama kedelapan wanita tersebut kini telah diabadikan dalam monumen perang vietnam, serta dianugerahi medali kehormatan atas keberanian mereka.

Berakhirnya perang vietnam ini, membawa kelegaan yang sangat besar, tidak hanya bagi Vietnam, Amerika, dan Rusia,melainkan seluruh umat manusia di dunia. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan perang terjadi. Ingat! Perang tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan menambah penyesalan, penderitaan, dan bahkan kematian yang sia-sia.