History

Dimanakah Kata “OK” Pertama Kali Muncul dan Digunakan?

Hand Holding Wooden Letter - OK

Saat sedang berkomunikasi dengan orang lain, pernahkah anda menemukan sejumlah kalimat aneh atau asing, yang terlontar dari lawan bicara anda? Mengertikah anda dengan maksud kalimat yang dilontarkannya tersebut? Atau pernahkah anda berpikir tentang asal usul kata atau kalimat tersebut? Yah, mungkin sebagian besar dari anda akan memberi jawaban “tidak” dan “tidak tahu”. Benar tidak?

Kosa kata baru yang muncul ketika sedang melakukan komunikasi, biasanya akan berubah menjadi kebiasaan jika digunakan sesering mungkin. Kosa kata ini secara tidak langsung akan menular dari satu orang kepada yang lainnya, sehingga kosa kata yang tadinya tidak biasa, berubah menjadi kosa kata yang mendarah daging. Kalau sudah begini, tidak penting lagi apakah kosa kata tersebut sesuai dengan EYD atau tidak.

Hal ini tidak hanya terjadi di satu atau dua negara saja, tapi juga terjadi di berbagai tempat, daerah, negara, dan sebagainya. Kenapa bisa begitu? Alasannya simpel saja, yaitu: karena proses penyerapan bahasa asing dari berbagai negara terjadi secara meluas.

Proses penyerapan ini yang akhirnya mengakibatkan ketidaktahuan masyarakat, terhadap asal usul kosa kata yang sering digunakan di dalam bahasa mereka. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang berpikir dan yakin, bahwa kata-kata baru dan asing yang mereka gunakan tersebut, berasal dari daerah tempat tinggal mereka, meskipun sebenarnya kosa kata tersebut berasal dari daerah lain.

Tahukah anda kata apa yang paling sering muncul dan digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia saat sedang berkomunikasi tersebut?

Allan Metcalf mengatakan bahwa, kata yang paling sering digunakan oleh masyarakat pada saat berkomunikasi tersebut adalah “OK”. Hal ini dituangkannya dalam salah satu bukunya yang berjudul OK: The Improbable Story of America’s Greatest Word. Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah seberapa seringkah anda menggunakan kata OK ini pada saat berkomunikasi dengan yang lainnya? Dan tahukah anda darimana sebenarnya kata OK ini berasal?

Mungkin sekarang anda mulai bepikir dan menerka-nerka jawabannya, bukan? Baiklah. Jika anda merasa penasaran dengan asal usul kata OK tersebut, artikel ini akan memberikan jawabannya.

Asal-Usul Kata ‘OK’

Jika diartikan secara umum, kata OK sebenarnya memiliki makna sebagai sebuah ungkapan persetujuan, yang memiliki kesamaan makna dengan kata ‘Yes’ dalam bahasa inggris. Akan tetapi, jika ditanya apakah kata OK tersebut juga berasal dari bahasa inggris? Masih belum ada yang bisa memastikannya.

Mengenai asal usul kata OK ini, berbagai pendapat pun mulai bermunculan. Menurut Allan Metcalf, kata OK memang berasal dari Amerika, yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa inggris saat berkomunikasi. Dia juga menuliskan bahwasannya kata tersebut tidak ada kaitannya dengan bahasa Latin, Yunani, taupun bahasa-bahasa lainnya.

Kata OK tersebut diyakini sebagai akronim dari kata ‘Okay’. Awalnya penyingkatan yang dilakukan tersebut tidak begitu tenar di masyarakat. Tapi sejak awal abad ke-19, akhirnya kata OK ini pun semakin populer dan menjadi tren, tidak hanya di Amerika, bahkan sampai ke seluruh penjuru dunia.

Allen Walker Read, yang merupakan seorang ahli ilmu asal kata, juga meyakini bahwa kata ‘OK’ bermula dari tren para penulis di Boston newspaper (1839), yang dengan sengaja menyingkat pelafalan kata ‘all correct’ (yang dalam pelafalannya menjadi oll korrek) menjadi ‘OK’.

Pada masa itu bukan hanya akronim OK saja yang mereka ciptakan, tapi ada beberapa akronim lainnya seperti: ‘KG’ dari pelafalan ‘no go’ yang berbunyi ‘know go’ dan ‘AW’ dari pelafalan ‘all right’ yang berbunyi ‘all write’, serta singkatan yang sama persis dengan penulisannya seperti ‘ISBD’ yang bermakna ‘It shall be done’. Wah, gaul bener ya masyarakat Amerika pada zaman ini.

Kegemaran menyingkat kata tersebut ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat pada zaman dahulu lho, guys. Hingga saat ini, masyarakat dunia juga masih sering melakukan penyingkatan kata-kata, yang menurut mereka lebih enak dipakai saat sedang berkomunikasi. Contohnya saja di Indonesia, orang-orang di negara ini lebih suka mengatakan “OTW” daripada “On the Way” dan “BTW” daripada “By The Way”. Setuju nggak? Setuju lah ya.

Selain memiliki makna sebagai akronim dari kata “Oll Korrect”, ada juga yang berpendapat bahwa kata OK tersebut ternyata menjadi booming, karena ada pihak lain yang menggunakannya sebagai akronim untuk makna yang berbeda. Eksistensi tersebut terjadi pada saat pemilihan Presiden Amerika Serikat ke-delapan pada tahun 1840.

Waktu itu, tim sukses Martin Van Buren menamai klubnya dengan sebutan ‘OK Club’ yang bermakna ‘Old Kinderhook’. Di saat yang bersamaan, tim kampanye pesaingnya juga turut memopulerkan kata ‘OK’, dengan cara membuat plesetan yang menjatuhkan lawannya, seperti ‘out of kash’, ‘out of karacter’ dan sebagainya.

Situasi politik inilah yang secara tidak langsung membuat kata ‘OK’ menjadi populer di masyarakat. Meskipun masa pemilihan telah berakhir, kata OK bukannya redup, malah bertambah populer karena terus digunakan oleh operator telegraf setelah masa kampanye berakhir.

Pada tahun 1870-an, kata ‘OK’ ini akhirnya dijadikan patokan umum oleh operator telegraf, untuk mengungkapkan bahwa transmisi telah diterima. Kepopuleran kata OK ini juga diakibatkan karena masyarakat merasa kalau kata tersebut lebih singkat dibandingkan jika harus menggunakan kata “Yes”, yang memiliki makna yang sama.

Pendapat-pendapat mengenai asal usul kata OK diatas memang masih diragukan kebenarannya, karena masih banyak pendapat-pendapat lainnya tentang asal usul kata tersebut. Beberapa pihak ada yang meyakini bahwa kata ‘OK’ berasal dari bahasa Choctaw Native American, yaitu bahasa masyarakat Skotlandia ‘och aye’, bahasa Yunani ‘ola kala’, atau bahasa Prancis ‘Aux Cayes’. Entah mana yang benar, belum ada yang bisa memastikannya.

Keseluruhan pendapat-pendapat tentang asal usul kata OK tersebut masih sedang dalam tahap pengembangan yang lebih lanjut. Tidak menutup kemungkina jika salah satu pendapat di atas adalah yang paling benar, dan juga tidak menutup kemungkinan jika kata tersebut berasal dari penggabungan asumsi-asumsi keseluruhan. Yang penting dan yang dapat disimpulkan saat ini yaitu: OK merupakan salah satu kosa kata terpopuler di dunia.

Gimana, guys? OK kan?