History

Gurkha, Pasukan Perang Bayaran Paling Mematikan di Dunia

Pernahkah anda mendengar sebuah suku yang bernama Gurkha? Jika anda adalah seorang yang sangat menyukai sejarah dan segala hal mengenai sejarah peperangan di dunia, sebutan Gurkha ini tidak akan terdengar asing lagi untuk anda. Gurkha ini merupakan salah satu suku, yang sangat dikenal oleh masyarakat dunia, karena kecerdasan, keberanian, dan insting peperangan yang mereka miliki.

Seperti yang diketahui, dunia tidak pernah terlepas dari yang namanya peperangan. Dulu dan sekarang, perang masih terus berlanjut di beberapa negara di dunia. Perang yang terjadi tersebut sebenarnya bisa dikatakan sebagai lanjutan atau efek dari Perang Dunia II yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Perang ini telah membawa banyak dampak bagi dunia sampai sekarang. Dan karena perang ini jugalah, suku Gurkha semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Pada masa peperangan itu, Gurkha menjadi suku yang paling diperhitungkan dan bisa dikatakan sebagai suku yang paling berpengaruh dalam peperangan.

Suku Gurkha

Berbicara tentang suku Gurkha, yang terlintas pertama kali di dalam pikiran pasti adalah peperangan. Suku ini memang tidak bisa lepas dari yang namanya perang. Keahliannya dalam peperangan membuat suku ini diperhitungkan oleh negara-negara di dunia. Sejauh manakah pengetahuan anda mengenai suku penggila perang ini?

Untuk anda yang masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai keunikan suku Nepal ini, artikel ini akan membantu anda untuk mengetahuinya.

Karakteristik Suku Gurkha

Pasukan Gurkha dikenal sebagai suku yang bertubuh kecil mungil, tapi mematikan. Secara fisik, suku ini sebenarnya tidak jauh beda dengan orang Indonesia yang memiliki postur tubuh yang cukup kecil dan tidak terlalu tinggi. Meskipun begitu, namun fisik yang kecil ini justru dimanfaatkan menjadi keuntungan tersendiri buat mereka. Kalau dalam hal kecepatan dan taktik yang dimiliki, suku ini sangat unggul dibandingkan dengan orang-orang barat.

Fisik mungkin kecil, tapi mereka terlatih secara otodidak, lho. Tinggal di Nepal yang arealnya bergunung-gunung dan sangat ekstrem, memaksa mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan tersebut setiap hari. Hal tersebut akhirnya terbawa menjadi kebiasaan dan pada akhirnya malah memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka.

Asal Suku Gurkha

Gurkha adalah salah satu suku yang berasal dari Nepal. Negara Nepal sebenarnya memiliki 2 suku yang dikenal oleh dunia. Selain Gurkha, satu lagi suku di Nepal yang juga terkenal adalah suku Sherpa. Kedua suku tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda satu sama lain.

Sherpa merupakan suku yang dikenal sebagai suku pendaki atau pemandu di Himalaya, yang merupakan gunung tertinggi di dunia, sedangkan Gurkha adalah suku Nepal yang sangat suka berperang. Kalau biasanya orang-orang akan berusaha menghindar untuk terlibat dalam perang, suku ini malah menawarkan diri untuk berperang. Aneh, bukan?

Awalnya, suku Gurkha yang berasal dari Nepal ini sempat terlibat perang dengan Inggris, yang merupakan salah satu kelompok penjajah yang ingin menguasai Nepal. Akan tetapi sayangnya, Inggris tidak berhasil mengalahkan gurkha karena mereka memiliki kegigihan, keberanian, dan kehebatan yang jauh lebih besar.

Kekalahan Inggris atas suku Gurkha ini belangsung sejak tahun 1814 sampai dengan tahun 1816. Karena kalah, Inggris akhirnya mundur dan setuju untuk menandatangani surat perdamaian diantara keduanya. Kemenangan suku Gurkha tersebut akhirnya membuat Inggris menjadi sangat mengagumi mereka.

Inggris merasa sangat terkesan terhadap kegigihan pasukan Gurkha, dan kemudian memutuskan untuk merekrut suku ini. Inggris merekrut mereka untuk bekerja pada East India Company, yang ada di India dan menjadi tentara Inggris atau British Army.

Gurkha Sebagai Tentara Bayaran

Gurkha memang sangat terkenal dengan kemampuan berperangnya yang otodidak, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, memiliki loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan perang, kondisi fisik yang kuat dan pekerja keras, sehingga Gurkha menjadi suku yang begitu disegani oleh kawan, tapi ditakuti oleh lawan.

Awalnya mereka direkrut untuk menjadi tentara bayaran (mercenaries), sebelum akhirnya masuk dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama Brigade of Gurkha sebagai salah satu bagian dari jajaran top angkatan bersenjata Inggris.

Brigade of Gurkha ini dibentuk pada tahun 1815, dimana pasukan Gurkha terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris. Ketika Perang Dunia I sedang membara, sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade of Gurkha.

Tidak hanya sekedar terlibat dalam Perang Dunia I, pasukan ini juga ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Atas kerja keras dan prestasi mereka dalam peperangan tersebut, Gurkha berhasil mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.

Pada Perang Dunia II, sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth saling bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia, Yunani bahkan sampai Malaysia dan Singapura. Untuk hal tersebut, mereka mendapat 10 penghargaan Victoria Crosses.

Dengan adanya pengalaman bertempur yang cukup baik, Gurkha berhasil menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun.

Pada masa perang Malvinas, dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon pasukan Gurkha-nya. Mendengar hal itu tentara Argentina langsung lari terbirit-birit meninggalkan pos-pos mereka. Baru mendengar namanya saja, pasukan lawan sudah ketakutan. Bayangin saja seberapa besar pengaruh pasukan ini dalam peperangan.

Ketika Perang Dunia II sedang berlangsung di front pertempuran Tunisia (Afrika Utara), pasukan Gurkha mengalami kehabisan amunisi, sehingga harus mereka membuang senapan-senapan mereka, kemudian berlarian dan menaiki tank-tank Jerman di tengah-tengah hujan peluru dan menggorok tentara Jerman dengan senjata tradisional mereka, yang bernama khukri. Tindakan mereka tanpa memikirkan resiko keselamatan inilah yang membuat Gurkha menjadi sangat ditakuti oleh lawan.

Yang unik dari cara berperang yang dilakukan oleh suku Gurkha ini terletak pada jenis senjata yang mereka gunakan. Jika pada umumnya senjata peperangan didominasi oleh senjata-senjata api, suku ini malah lebih memilih untuk menggunakan Khukri.

Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk unik karena membentuk lengkungan yang mengarah ke depan. Senjata ini memang sengaja didesain khusus dan sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan untuk menebas leher lawan hanya dengan sekali babatan bersih.

Meskipun begitu, ada sedikit hal mistis berkenaan dengan senjata khukri yang digunakan oleh suku Gurkha ini. Konon katanya, ketika akan menggunakan pisau ini, pasukan atau suku Gurkha harus mengiris jari mereka terlebih dahulu untuk menghasilkan darah. Wah, pantas saja ya mereka bisa dengan mudah membunuh lawannya hanya dengan sebuah pisau sederhana . Ternyata ada sesuatu dibalik itu semua.

Hingga saat ini, bukan hanya Inggris saja yang merekrut Gurkha untuk bergabung dalam jajaran pasukannya. Singapura, India, Malaysia, Brunei, Hongkong (sebelum penyerahan ke RRC) tercatat memakai Gurkha dalam kesatuan angkatan bersenjata mereka. Bahkan di Brunei, Gurkha dipakai sebagai Special Force Penjaga Sultan Brunei.

Melihat betapa tangguhnya suku Gurkha ini, hampir tak ada kemungkinan untuk membuat mereka kalah dalam peperangan. Benar nggak? Namun ternyata, manusia tetaplah manusia. Tidak ada yang sempurna. Meskipun suku ini telah banyak memenangkan peperangan, tapi Gurkha juga pernah mengalami yang namanya gagal atau kalah.

Dan yang membuat kekalahan tersebut menjadi lebih dramatis adalah karena kekalahan tersebut ternyata disebabkan oleh Indonesia. Pasukan bayaran yang melegenda ini ternyata pernah berhadapan dengan TNI di tahun 60an.

Bung Karno yang tersinggung dengan sikap Malaysia akhirnya menjawab ocehan negeri Jiran dengan menurunkan pasukan di perbatasan Kalimantan. Awalnya ini hanyalah pertempuran Indonesia – Malaysia, namun Inggris yang saat itu masih jadi tuan Malaysia akhirnya turun meladeni Indonesia.

Nah, dalam kesempatan inilah akhirnya TNI bertemu dengan Gurkha, dan ditambah lagi dengan SAS milik Inggris. Tercatat ada dua kali serangan yang terjadi. TNI menang telak di serangan yang pertama dengan menewaskan 20 orang Gurkha. Namun di pertempuran kedua di Gunung Tepoi, tentara kita menelan kekalahan menyakitkan. 24 orang TNI tewas kala itu.

Inilah ngerinya pasukan Gurkha. Kecil sih orangnya, tapi kemampuannya benar-benar bikin begidik. Bahkan Indonesia pernah kalah dengan mereka. Kini tentara ini dikatakan tergabung dalam kemiliteran Inggris. Tak hanya itu, India konon juga memiliki beberapa korps khusus yang isinya adalah orang-orang Gurkha.