History Technology

Mengenal Antikythera, Komputer Mekanisme Pertama Dari Peradaban Kuno

Masih ingatkah anda dengan Mekanisme Antikythera yang sempat menjadi Google Doodle setahun yang lalu? Tahukah anda apa itu? Mekanisme Antikythera ini sebenarnya adalah komputer yang telah berusia 2.000 tahun.

Sekitar 15 tahun yang lalu, seorang arkeolog yang sedang memilah-milah benda yang ditemukannya di sebuah kapal rongsokan berusia 2000 tahun di Pulau Yunani Antikythera.

Saat sedang melakukan pemilahan barang di dalam kapal tersebut, ada banyak benda-benda menarik yang berhasil ditemukannya, diantaranya adalah seperti vas dan pot bunga yang indah, perhiasan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penemuan yang paling menarik dan aneh yang berhasil ditemukannya adalah sebongkah perunggu. Ada yang mengatakan kalau itu adalah sebuah patung perunggu dari seorang filsuf kuno. Benda ini yang telah mengubah pemahaman kita tentang sejarah manusia.

Bongkahan perunggu ini ternyata adalah serangkaian roda gigi kuningan dan tombol putar, yang dipasang dalam sebuah case (kotak) seukuran mantel jam. Arkeolog menjulukinya sebagai instrumen mekanisme Antikythera.

Kejeniusan dan misteri dari teknologi Yunani Kuno ini bisa dibilang sebagai komputer pertama di dunia. Benarkah ini komputer pertama di dunia? Adakah bukti yang bisa membenarkan pernyataan tersebut? Mari kita cari jawabannya pada penjelasan-penjelasan di bawah ini.

Antikythera Diprediksi Berasal Dari Abad ke-16

Saat pertama kali anda melihat potongan benda yang ditemukan di dekat bangkai kapal tersebut mungkin anda akan mengira kalau itu hanyalah barang rongsokan tak berharga yang tidak akan laku dijual.

Saat ditemukan. yang tersisa dari mekanisme tersebut hanyalah satu set perlengkapan kuningan roda gigi berkarat yang dimasukkan  ke dalam kotak kayu yang membusuk.

Tetapi jika anda lebih mengamatinya sampai ke dalam mesin, anda akan melihat setidaknya ada dua lusin gigi, yang diletakkan dengan sangat rapi di atas satu sama lain, yang dikalibrasi dengan ketepatan jam tangan Swiss yang dibuat oleh ahlinya.

Dengan susunan dan cara pembuatannya yang seperti itu, para arkeolog memprediksi kalau benda ini kemungkinan adalah teknologi yang diciptakan pada abad ke-16.

Tak hanya sampai di situ saja, masih banyak misteri-misteri lain terkait dengan benda bersejarah ini yang masih dipertanyakan bahkan sampai dengan saat ini. Salah satunya adalah pertanyaan “untuk apa alat tersebut digunakan?

Antikythera Diklaim Sebagai Komputer Mekanisme Pertama

Berkat pemindaian teknologi tinggi yang ada, para arkeolog berhasil mengungkap lebih banyak informasi tentang perangkat dan kemungkinan penggunaan dari benda yang berusia 2000 tahun yang bernama Antikythera ini.

Saat diteliti, para arkeolog melihat bahwa mekanisme tersebut adalah semacam jam, kalender atau alat penghitung. Akan tetapi mereka masih belum tahu atau menemukan apa kegunaan dari alat itu.

Dalam kurun waktu beberapa dekade, mereka pun terus berdebat dan mencoba menemukan jawabannya. Mereka bertanya-tanya apakah mungkin alat tersebut adalah model mainan dari planet-planet? atau mungkinkah itu adalah sebuah astrolabe pertama (alat untuk menghitung garis lintang)?

Pada tahun 1959, seorang ahli sejarah dan sains yang bernama Princeton Derek J. de Solla Price memberikan analisis ilmiahnya terkait dengan benda itu. Bisa dibilang analisis inilah yang paling menyeluruh tentang alat tersebut sampai dengan saat ini.

Setelah mempelajari gir dengan cermat, ia menyimpulkan bahwa mekanisme itu sebenarnya dulunya digunakan untuk memprediksi posisi planet dan bintang di langit, yang digunakan untuk menentukan kalender tahunan masyarakat Yunani pada zaman itu.

Roda gigi utama yang terdapat pada mekanisme akan bergerak untuk mewakili tahun kalender dan pada gilirannya akan memindahkan banyak roda gigi kecil yang terpisah untuk mewakili gerakan planet, matahari dan juga bulan.

Dengan begitu, anda bisa mengatur gigi utamanya ke tanggal kalender dan mendapatkan perkiraan tempat-tempat dimana benda-benda langit berada pada tanggal tersebut.

Di dalam halaman Scientific American, alat ini kemudian diklaim sebagai sebuah komputer. Hal tersebut dilihat dari mekanismenya yang seperti jam astronomi yang luar biasa ataupun seperti komputer analog moderen, yang menggunakan bagian mekanik untuk menghemat perhitungan yang membosankan.

Sebagai sebuah komputer, itu artinya anda sebagai pengguna bisa memasukkan beberapa variable sederhana di dalamnya. Kemudian alat tersebut akan menunjukkan perhitungan matematis rumit yang akan membuat anda kebingungan. Jam purba ini memiliki kode yang ditulis ke dalam rasio matematis pada roda giginya.

Berbeda dengan komputer kuno yang ada, saat ini pemrograman komputer ditulis dalam bentuk kode digital (seri satu dan nol).

Pada komputer kuno tersebut, yang harus dilakukan oleh pengguna hanyalah memasukkan tanggal utama pada satu gigi dan melalui serangkaian putaran gigi berikutnya, mekanisme itu dapat menghitung hal-hal seperti sudut matahari yang melintasi langit.

note:

Untuk beberapa referensi, kalkulator mekanis yang menggunakan rasio roda gigi diketahui belum tiba di Eropa hingga tahun 1600-an, sementara penemuan mekanisme antikythera diklaim sudah ada sejak abad ke -16. Itu berarti teknologi orang-orang pada zaman yunani kuno jauh lebih maju.

Ilmuwan Mencoba Mempelajari Kinerja Antikythera

Sejak fragmen pertama perangkat ditarik dari kapal karam di lepas pantai pulau Yunani Antikythera pada tahun 1901 lalu, para ilmuwan dan sejarawan telah mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang tujuan dari pembuatan alat kuno ini.

Sebagian memperkirakan bahwa alat ini adalah kalkulator astronomi perunggu seukuran kotak sepatu, dengan tombol pada bagian luarnya dan sistem rumit dari 30 roda gigi perunggu di dalamnya.

Dengan menggunakan pergantian engkol tangan, orang Yunani kuno dapat melacak posisi matahari dan bulan, fase bulan dan bahkan siklus kompetisi atletik Yunani.

Sebanyak 82 fragmen logam berkarat dari mekanisme Antikythera mengandung teks Yunani kuno, yang kebanyakan diantaranya tidak dapat dibaca dengan mata telanjang.

Tapi selama 10 tahun terakhir, teknik pencitraan baru seperti pemindaian X-ray 3D pun berhasil ditemukan, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk mengungkapkan huruf dan kata tersembunyi di dalam teks yang tertera pada alat tersebut.

Teknologi ini juga memungkinkan para ilmuwan untuk mengintip lebih dalam sisa mekanisme dan mempelajari lebih banyak lagi rahasia-rahasia yang ada didalamnya.

Pada tahun 2000, peneliti berhasil mengungkapkan teks atau semacam instruksi manual, yang tertulis pada bagian-bagian mekanisme, yang belum diketahui atau pernah terlihat sebelumnya.

Teks yang dimaksud tersebut ditulis dalam bentuk huruf kecil tetapi bisa dibaca. Dari penulisannya jelas terlihat kalau itu adalah tulisan Yunani kuno.

Hal ini benar-benar sangat membantu ilmuwan dalam menyelesaikan teka-teki tentang apa yang mesin tersebut lakukan dan bagaimana mesin itu dioperasikan. Secara keseluruhan, hasil yang didapat ternyata mengejutkan.

Mekanisme ini memiliki beberapa dial dan jam wajah, dimana masing-masing melayani fungsi yang berbeda untuk mengukur pergerakan matahari, bulan, bintang dan planet, tetapi semuanya dioperasikan oleh satu engkol utama. Adapun yang bisa dilihat dengan alat tersebut adalah seperti:

  • Batu kecil atau bola kaca yang akan bergerak melintasi permukaan mesin, untuk menunjukkan gerakan Merkurius, Venus, Mars, Saturnus dan Jupiter di langit pada saat malam.
  • Posisi matahari dan bulan, relatif terhadap 12 rasi bintang zodiak.
  • Pergeseran perkiraan lain, seperti gerhana matahari dan bulan. Anehnya, prediksi tentang warna mereka pun bisa dilakukan (Para peneliti menduga bahwa gerhana berwarna yang berbeda dianggap pertanda masa depan. Orang Yunani kuno memang sedikit percaya pada takhayul).
  • Kalender matahari, memetakan 365 hari dalam setahun.
  • Kalender lunar, yang digunakan untuk menghitung siklus bulan selama 19 tahun.
  • Bola dengan ukuran mutiara kecil yang diputar untuk menunjukkan fase bulan.
  • Dial mekanisme lain yang menghitung hari-hari untuk jadwal rutin olahraga yang teratur, di sekitar pulau-pulau Yunani, seperti Olimpiade.

Sekali lagi, kami ingin memberitahu anda kalau mekanisme ini sangatlah rumit. Sebuah makalah Nature 2006 mencoba untuk memetakan skema mekanisme yang menghubungkan semua roda gigi pada alat tersebut dan terlihatlah gambar seperti yang di bawah ini :

Gimana? Kelihatannya sangat rumit, bukan? Anda sendiri pun pasti pusing dan kesulitan untuk mengartikan skema di atas. Sejauh ini para peneliti masih belum yakin siapa tepatnya orang yang menggunakan alat tersebut.

Apakah mungkin para ilmuwan dulu sengaja menciptakan benda itu untuk membantu perhitungan kalender mereka? atau apakah benda itu sejenis alat pengajaran, untuk menunjukkan kepada siswa matematika yang tengah mempelajari benda-benda langit? 

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas masih akan menjadi sebuah misteri. Bagaimana orang Yunani Kuno bisa menciptakan teknologi secanggih ini di zaman yang bisa dibilang belum memiliki teknologi yang semaju sekarang?

Untuk apa pun alat itu digunakan atau bagaimanapun cara mereka membangun atau menciptakannya sudah bukan hal yang begitu penting lagi.

Yang terpenting saat ini kita tahu kalau penemuan tersebut telah mengubah pemahaman kita tentang sejarah manusia dan mengingatkan kita bahwa akan selalu ada hal-hal ajaib yang ditemukan dari masa ke masa atau pada setiap zaman.

Jadi anda tidak perlu terkejut kalau dikedepannya nanti anda akan bertemu dengan berbagai penemuan-penemuan canggih lainnya, yang sebelumnya mungkin tidak pernah anda pikirkan.

Sampai di sini penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang mekanisme antikythera yang diciptakan oleh masyarakat Yunani Kuno beribu-ribu tahun yang lalu, semoga informasi ini bisa semakin membuka dan menambah wawasan anda.

Sebelum kami mengakhiri penjelasan ini, di bawah ini kami telah menyajikan cuplikan video mekanisme rekonstruksi modern, yang mungkin saja bisa berguna untuk anda.