History

Penemuan Jam Air Pertama di Dunia Dan Perkembangannya

“Time is Money”. Pepatah bahasa inggris ini sangat dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia. Munculnya pepatah ini menunjukkan bahwa, waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga, sehingga tidak boleh disia-siakan begitu saja. Waktu akan terus berjalan, dan tidak akan bisa anda putar kembali.

Pepatah “Time is Money” di atas, pernah di adaptasi kedalam sebuah Film Hollywood yang berjudul “In Time”. Film ini menceritakan tentang kehidupan manusia, dimana waktu merupakan sesuatu yang paling berharga dan bernilai, yang tidak bisa dibandingkan dengan harga berlian sekalipun. “Waktu” di film ini diibaratkan sebagai penentu lama tidaknya hidup anda.

Banyak sedikitnya waktu yang dimiliki, akan menjadi pembanding antara keompok masyarakat miskin dan masyarakat yang kaya. Tidak hanya itu saja, waktu tersebut juga akan menjadi alat transaksi anda, ketika akan membeli barang atau jasa, yang mungkin anda butuhkan untuk menunjang kehidupan anda.

Wah, seram bukan? Walaupun terdengar sangat menyeramkan, namun film ini mengandung sebuah nilai kehidupan yang sangat penting, yaitu: mengingatkan anda untuk menggunakan waktu yang ada, untuk melakukan hal-hal yang berguna, dan tidak menghabiskannya untuk sesuatu yang merugikan atau membahayakan anda.

Waktu

Setelah menjelaskan panjang lebar mengenai betapa berharganya waktu itu, nah, sekarang waktunya untuk sesuatu yang lebih menarik, yang tentunya masih berhubungan dengan waktu.

Waktu adalah sebuah dimensi, dari sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Alat untuk mengukur waktu tersebut disebut dengan “Jam”. Jam sebagai alat ukur waktu ini juga terus mengalami perubahan dari awal muncul sampai dengan saat ini. Lihat saja, ada begitu banyak varian jam yang bisa anda temukan di masyarakat pada era modern seperti sekarang ini.

Ada jam tangan, jam analog, jam digital, dan lain sebagainya. Semuanya dirancang dengan sedemikian rupa, agar terlihat lebih menarik. Beberapa diantaranya bahkan dilengkapi dengan teknologi yang sangat canggih. Semua varian jam tersebut diciptakan tidak lain adalah untuk menunjang dan membantu kehidupan manusia.

Tapi pernahkan anda memikirkan kapan sebenarnya jam sebagai alat ukur waktu ini mulai digunakan di masyarakat? Mungkin anda tidak pernah memikirkannya, bukan? Tapi, jika saja anda tahu kapan dan dimana pertama kali jam dibuat dan digunakan, mungkin anda akan sangat terkagum-kagum akan kepintaran dan pengetahuan manusia di bumi ini, khususnya untuk mereka yang hidup di masa lalu.

Berdasarkan beberapa cerita sejarah mengenai asal usul jam pertama di dunia, ditemukan bahwa jam pertama tersebut ditemukan di Mesir sekitar tahun 3500 SM. Jam pertama ini merupakan sebuah jam raksasa, yang membutuhkan bantuan sinar matahari. Jam ini dinamakan sebagai Jam Matahari. Jam ini berbentuk batu panjang lonjong seperti sebuah monumen yang disebut Obelisk.

Jam Air

Tidak hanya jam matahari, tapi ada juga jam unik lainnya, yang diciptakan oleh masyarakat mesir pada zaman dulu, yang tidak kalah menakjubkan. Jam tersebut adalah Jam Air. Jam air ini digunakan oleh masyarakat mesir untuk membantu mereka melihat waktu.

Mendengar kata jam air, mungkin anda mulai penasaran dan bertanya-tanya seperti apa bentuknya. Iya nggak? Jam air yang dimaksudkan di sini bukanlah seperti jam tangan tahan air yang biasa anda jumpai saat ini.

Jam air ini adalah sebuah alat pengukur waktu yang bekerja dengan bantuan tetesan air, yang jatuh kedalam sebuah wadah, yang perlahan-lahan menaikkan pelampung yang ada didalam wadah tersebut, kemudian memutar penunjuk untuk menunjukkan waktu. Jam air tertua ini ditemukan di makam Amenhotep I sekitar tahun 1500 SM. Seiring berjalannya waktu, Jam air ini kemudian semakin lama semakin berkembang.

Jam air ini mulai menarik perhatian beberapa masyarakat di daerah lainnya, termasuk Orang Yunani. Orang Yunani mulai menggunakan jam air ini pada tahun 325 SM. Jam air ini mereka sebut dengan Clepsydras (Water Thief).  Sejak saat itu, orang-orang Yunani ini mulai membuat atau menciptakan jam air dalam bentuk yang beragam.

Beberapa diantaranya menciptakan jam air dengan dilengkapi sebuah mangkuk yang secara perlahan-lahan akan terisi air, dengan volume yang juga berubah ubah. Volume air tersebut terus ditambah seiring berjalannya waktu.

Pada jam air tersebut juga dibuat sebuah tanda tertentu di bagian permukaannya, yang berfungsi untuk mengetahui waktu yang ditunjukkan oleh jam tersebut pada saat itu.

Perkembangan jam air ini tidak hanya sampai di situ saja. Beberapa masyarakat juga ada yang membuatnya dalam bentuk mangkuk yang terbuat dari logam, yang di bawahnya di beri lubang kecil.

Mangkuk logam ini akan dicelupkan ke dalam air, dan perlahan-lahan mangkuk logam tersebut akan tenggelam dalam waktu tertentu. Proses tenggelamnya logam inilah yang dijadikan sebagai pengukuran waktunya. Di Afrika, alat ini juga masih digunakan di beberapa daerah tertentu.

Selanjutnya pada tahun 100 SM dan 500 SM, horologis dan astronom Yunani dan Romawi mulai mencoba membuat jam air mekanik, yang dikenal dengan nama Su Sung. Bentuk jam ini lebih kompleks dari jam-jam air sebelumnya.

Dengan menambahkan pengatur tekanan, membuat jam air ini menjadi semakin menarik. Tujuan pengaturan tekanan tersebut adalah agar aliran air berjalan dengan konstan. Ada juga yang menambahkan bel atau gong sebagai penanda waktunya.

Pada tahun-tahun berikutnya, jam air ini terus mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan terhadap jam air tersebut dilakukan oleh seorang astronom Yunani yang bernama Andronikos pada abad 1 SM.

Andronikos membuat sebuah menara angin di Athena. Strukturnya yang oktagonal menunjukkan bahwa jam ini adalah jam matahari dengan indikator mekanik. Jam ini juga dilengkapi dengan jam air mekanis 24 jam, penunjuk 8 arah mata angin, jam, tanggal, tahun, dan astrologi.