History

Sejarah Sinar X Sebagai Penemuan Tak Disengaja

Penemuan sering diartikan sebagai sesuatu yang baru, yang diciptakan atau tercipta secara sengaja maupun tidak sengaja. Sebuah penemuan biasanya erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan.

Orang yang menciptakan penemuan disebut sebagai penemu ataupun ilmuwan. Para ilmuan ini merupakan orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap sesuatu, dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan jawaban atas keingintahuannya tersebut.

Saat ini, ada begitu banyak penemuan yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat di dunia. Penemuan-penemuan tersebut terbukti telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia selama ini.

Salah satu contoh penemuan yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia adalah penemuan-penemuan dalam bidang kesehatan, seperti penemuan obat dan alat-alat medis lainnya yang dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit.

Tapi, pernahkah anda berfikir tentang seberapa keras usaha yang dilakukan oleh para ilmuwan demi menciptakan sebuah penemuan baru? Sekarang mungkin anda bisa dengan mudah memanfaatkan penemuan-penemuan tersebut. Akan tetapi, anda juga perlu mengetahui sejarah atau asal usul penemuan-penemuan tersebut, agar anda bisa lebih menghargainya.

Sebagian besar penemuan memang tercipta karena adanya perencanaan yang dibuat terlebih dahulu. Sebagian besar penemuan tersebut dirancang melalui tahapan-tahapan tertentu, yang dibarengi dengan usaha dan kerja keras. Namun ternyata, beberapa penemuan yang ada saat ini memiliki sejarah yang unik. Salah satunya adalah sebuah penemuan dalam bidang kesehatan.

Penemuan ini tercipta karena sebuah ketidaksengajaan. Tapi ketidaksengajaan ini ternyata menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penemuan tersebut yaitu: penemuan Sinar X (X-Ray, Sinar Rontgen). Sinar X dalam dunia medis ini mungkin sudah tidak asing lagi di masyarakat, khususnya dalam dunia medis.

Pengertian Sinar X:

Sinar X (X-Ray, Sinar Rontgen) adalah sebuah gelombang elektromagnetik, dengan panjang gelombang yang cenderung sangat pendek, tapi memiliki energi yang sangat besar.

Sinar X ini mempunyai daya tembus yang sangat tinggi, dan memiliki kemampuan mengionisasi atom dari materi yang dilewatinya, dan kemudian menjadikannya sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik.

Fungi Sinar X:

Sinar X atau disebut juga dengan radiasi rontgen ini umumnya dipakai dalam dunia medis atau kedokteran, untuk membantu dokter melihat bagian dalam tubuh, tanpa perlu melakukan pembedahan. Berbagai alasan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan tes kesehatan dengan sinar X adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memastikan bagian dalam tubuh yang mengalami sakit.
  2. Untuk memantau perkembangan suatu jenis penyakit, misalnya osteoporosis, radang sendi, penyumbatan pembuluh darah, kanker tulang, tumor payudara, gangguan. pencernaan, pembesaran jantung, berbagai jenis infeksi, kerusaka gigi, dan lain sebagainya.
  3. Untuk dapat melihat efek dari pengobatan medis yang telah dilakukan.

Sejarah Penemuan Sinar X:

Penemu Sinar X adalah seorang ilmuan Jerman yang sangat terkenal dengan kemampuan dan reputasinya yang sangat baik, yang bernama Wilhelm Conrad Rontgen. Dengan adanya penemuan Sinar X ini, namanya menjadi semakin dikenal oleh masyarakat dunia.

Wilhelm Conrad Roentgen merupakan seorang ilmuan yang sangat ahli dalam dunia fisika. Penemuan Sinar X yang ditemukannya ini diperkirakan dimulai pada tahun 1895, saat Wilhelm Conrad Roentgen menemukan sebuah layar barium platinocyanide yang bercahaya di laboratoriumnya, ketika ia sedang melakukan generasi terhadap sinar katoda dalam tabung Crooke dengan jarak yang agak jauh. Sinar katoda ini merupakan sinar yang terdiri dari arus elektron.

Pada saat itu, dia bersama dengan beberapa anggota timnya sedang membuat rekayasa sinar katoda, dan menyorotkannya ke sebuah kaca berlapis yang terdiri dari beberapa bahan kimia.

Dan saat percobaan tersebut dilakukan, ternyata terjadi suatu hal diluar dugaan. Sinar hasil rekayasa tersebut ternyata bisa menembus lapisan kaca berlapis yang terdiri dari beberapa bahan kimia tadi. Padahal seharusnya cahaya tidak bisa menembusnya.

Arus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan voltase tinggi di antara elektrode, yang ditempatkan di masing-masing ujung tabung gelas, dan kemudian mengosongkan udara yang ada di dalamnya, dengan cara menutup tabung sinar tersebut dengan kertas hitam tebal.

Seharusnya didalam penelitian tersebut tidak ada cahaya yang terlihat dari tabung meskipun sinar listrik telah dinyalakan. Akan tetapi, apa yang dipikirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Kekeliruan akan hasil penemuan inilah yang menjadi awal sejarah ditemukannya Sinar X, yang dianggap sebagai penemuan penting yang tak disengaja.

Sejak kejadian tersebut, Wilhelm Conrad Rontgen akhirnya memutuskan untuk meningalkan penelitian awalnya, dan memilih untuk fokus pada gelombang elektromagnetik baru yang ditemukannya secara tidak sengaja.

Rontgen mulai menuliskan kertas kerja pertamanya pada bulan Desember 1895. Dan tanpa harus menunggu lama, laporan Rontgen tersebut langsung menarik minat dan perhatian ilmuwan lainnya untuk melakukan penelitian yang sama terhadap Sinar X tersebut.

Hanya dalam beberapa bulan saja, ratusan ilmuwan mulai melakukan penelitian terhadap sinar x yang ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen. Penamaan Sinar X pada penemuan Rontgen ini, dibuat sesuai dengan keberadaannya yang masih sangat misterius saat pertama kali muncul. Dalam dunia matematika, “X” adalah lambang dari sesuatu yang belum atau tidak diketahui.

Seiring berjalannya waktu, penelitian mengenai Sinar X ini semakin berkembang. Bahkan seorang ilmuan yang bernama Antoine Henri Becquerel menemukan fenomena baru mengenai sinar x, saat dia sedang melakukan sebuah penelitian.

Fenomena tersebut adalah berkaitan dengan radioaktivitas. Radioaktivitas ini adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil, untuk memancarkan radiasi menjadi inti yang stabil. Materi yang mengandung inti tak-stabil yang memancarkan radiasi, disebut zat radioaktif.

Di dalam dunia keilmuan dan pengetahuan, sebuah penemuan akan memunculkan penemuan-penemuan baru lainnya, seperti pada penemuan Sinar X yang berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai sebuah ketidaksengajaan, penemuan ini nyatanya mampu merubah kehidupan dunia.

Akibat penemuan sinar x yang tidak sengaja ini, tidak hanya dunia kesehatan, tapi juga dunia industri, pertanian, riset laboratorium dan lain sebagainya semakin terbantu. Dalam bidang kesehatan, Sinar X ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit dalam.

Kata Rontgen yang sering anda dengar selama ini sebagai suatu kegiatan untuk melihat bagian dalam dari tubuh manusia, merupakan nama dari penemu sinar x yaitu: Wilhelm Conrad Rontgen.

Meskipun memiliki banyak manfaat, Sinar X ini juga perlu diwaspadai, karena Sinar X ini dapat mengakibatkan bahaya secara biologis, yang timbul dari radiasi ion sinar X, terutama bila digunakan terlalu berlebihan.

Contoh bahaya yang dapat ditimbulkannya adalah seperti: penurunan produksi sel darah, pneumonia atau gangguan paru-paru, kemandulan, kerusakan genetik, kebutaan, infeksi dan kanker kulit bahkan gangguan fungsi tubuh lainnya.

Yang namanya penemuan manusia, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada penemuan yang sempurna di dunia ini. Setiap penemuan tersebut pasti memiliki konsekuensi masing-masing. Begitu juga dengan penemuan sinar x ini. Tapi sebagai penemuan yang tercipta tanpa sengaja, sinar x ini merupakan salah satu penemuan unik yang sangat bermanfaat untuk seluruh manusia di dunia.