History

Sejarah Perayaan Holi di India Beserta Maknanya

Kenalkah anda dengan seorang aktor berbakat India yang bernama Sharuk Khan? Pasti kenal lah ya. Secara, aktor tampan dan multi talent ini sangat sering tampil di acara-acara televisi dan telah membintangi banyak sekali film india yang rata-rata akan selalu melejit di masyarakat.

Nah, jika anda sering menonton filmnya, pasti anda pernah melihat adegan dimana masyarakat India sedang melakukan beberapa perayaan khusus tahunan, yang sudah menjadi tradisi mereka. Memang banyak sekali tradisi-tradisi, festival, acara-acara adat dan lain sebagainya, yang dirayakan oleh masyarakat di India. Dan salah satu perayaan yang sangat populer di negara ini adalah “Perayaan Holi”. Pernah dengar kan nama perayaan ini?

Holi adalah salah satu festival unik, yang dirayakan oleh masyarakat India. Biasanya, festival holi ini, identik atau ditandai dengan banyaknya warna yang meramaikan perayaan tersebut. Festival unik holi ini sebenarnya memiliki 2 tujuan penting, yaitu:

  • Tujuan yang pertama dan yang paling utama adalah untuk menyambut dan merayakan awal musim semi. Festival penyambutan ini dirayakan untuk mengharapkan hasil panen yang baik dan tanah yang subur. Umat Hindu percaya bahwa musim semi adalah saatnya untuk menikmati berbagai warna, yang menggambarkan keceriaan dan pengharapan. Hal ini juga berarti saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada musim dingin.
  • Tujuan kedua yaitu untuk tujuan keagamaan, dimana masyarakat Hindu di India berdoa secara besar-besaran kepada para dewa, untuk memohon kelancaran hidup selama setahun ke depan. Yang paling penting adalah, acara ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, tidak hanya orang India, tapi juga para turis asing.

Festival holi ini juga dianggap sebagai bentuk kemenangan kebaikan melawan kejahatan, dengan melakukan aksi saling lempar tepung yang sudah diwarnai sebelumnya. Inilah sebabnya kenapa Holi sering disebut sebagai Pesta Warna.

Perayaan Festival Holi ini sebenarnya tidak menggunakan kalender yang jelas, jadi tidak menganut kalender masehi seperti yang digunakan oleh Kebanyakan masyarakat. Yang lebih hebatnya lagi, festival holi akan selalu diadakan selama 16 Hari. Wah, gila bener nih festival!

Acara Festival Holi sendiri dilakukan sejak pagi hari, dimana peserta saling mencari mangsa untuk ditaburi atau dilempari dengan tepung berwarna warni disekujur tubuh mereka. Ada yang melakukannya dengan cara dioles, dilempar, bahkan sampai ada yang menggunakan Pistol Air, untuk lebih memeriahkan suasana perayaan festival holi tersebut.

Sejarah Perayaan Holi di India

Sejarah Holi diperkirakan dimulai sejak abad ke-7. Beberapa orang mengatakan  bahwa Holi adalah salah satu festival kuno dari India, dengan sejarah yang unik dalam proses pelaksanaannya. “Holi adalah perayaan warna”, yang artinya adalah hari yang penuh dengan kesenangan dan hari untuk bermain main.

Perayaan Holi ini merupakan salah satu perayaan, di mana orang dewasa tidak akan menahan diri mereka dan menikmati festival ini seperti layaknya anak-anak. Perayaan ini terjadi pada saat awal musim semi di India, Nepal, Bangladesh dan Negara-negara lain yang memiliki penduduk yang beragama Hindu.

Pada tahap pertama di perayaan holi tersebut, masyarakat ini akan berkumpul menjadi satu, dengan mengenakan pakaian yang serba putih. Harus putih lo guys. Nggak boleh berwarna-warni, apalagi Hitam. 😀 Setelah itu, masing-masing mereka akan diberikan bubuk full colour, yang terdiri dari warna merah, hijau, kuning, biru, orange, ungu dan banyak lagi warna-warna yang lainnya.

Pada festival ini, bukan hanya bubuk warna saja yang akan dilempar, tapi juga ada balon berwarna – warni yang akan dilempar dari bangunan tinggi, yang ada di sekitar tempat perayaan tersebut berlangsung. Balon – balon ini akan pecah ketika dilempar dan mencipratkan bubuk warna – warni kepada semua orang yang sedang berkumpul di bawah. Lalu semua orang yang terkena bubuk warna tersebut kemudian akan berteriak senang dan melumuri warna yang ada di tubuhnya ke tubuh orang lain yang berada di dekatnya.

Tapi, masing-masing orang hanya akan mendapatkan bubuk dengan satu warna saja. Nah, pada saat inilah tujuan festival holi yang sebenarnya terlaksana, yaitu mengoleksi bubuk warna dari yang lainnya. Mereka juga akan diberikan pichkaris atau penyemprot air, yang akan semakin menambah keseruan perayaan unik tersebut.

Bubuk warna yang sudah didapatkan tadi kemudian dimasukkan kedalam pichkaris. Selanjutnya, jika festival holi sudah dimulai, tiap-tiap dari mereka yang mengikuti festival ini akan melemparkan bubuk dari tangan mereka atau menyemprotkan bubuk itu dari pichkaris ke orang lain. Pichkaris yang telah diisi air, akan membuat air tersebut menjadi berwarna.

Biasanya, Festival Holi ini dirayakan secara besar – besaran di kawasan Braj. Selain umat Hindu India, banyak juga para wisatawan yang menghadiri festival tahunan tersebut. Dan pada puncak acara, semua orang yang datang akan membawa bubuk warna – warni yang harum dan siap untuk saling melempar ke sekelilingnya.

Di Jaipur, acara ini diadakan dengan sedikit lebih unik. Pada festival ini, akan ada gajah – gajah yang ikut meramaikan festival penuh warna tersebut. Para gajah ini kemudian akan dilukis dengan warna – warni yang membentuk sebuah pola yang indah. Selain dilukis, para gajah ini pun akan memakai sebuah gelang bel yang menjadi aksesoris tambahan.

Makna dari warna-warna dalam perayaan Holi

Sebuah perayaan yang dilakukan pasti memiliki asal-usul. Tradisi, kebiasaan, perayaan, dan lain sebagainya tidak akan bisa tercipta jika bukan didasari oleh faktor dan tanpa tujuan tertentu. Setuju? Begitu juga dengan festival holi di india tersebut. Ada beberapa tujuan dari pelaksanaan perayaan unik ini, yaitu:

  • Warna-warni yang menghiasi dan meramaikan festival ini memberikan berbagai pelajaran hidup. Warna tersebut adalah sebuah lambang peringatan agar manusia selalu bersyukur dengan kehidupannya.
  • Festival Holi ini juga mengajarkan bagaimana menyambut datangnya hari esok yang lebih baik, berusaha menjadikan diri lebih baik lagi dan menjadikan hidup lebih berwarna. Pada ritual tahunan ini, bubuk warna – warni dianggap sebagai media pencuci dosa oleh umat Hindu. Warna bubuk yang paling sakral atau suci adalah warna merah muda yang melambangkan keramahan.
  • Satu Lagi yang perlu dikenang dari festival holi ini adalah acara Puncaknya, dimana api dinyalakan untuk mengenang peristiwa lolosnya Prahlada ketika ingin dibakar oleh Holika (saudara perempuan Hiranyakasipu). Holika terbakar dan tewas, namun Prahlada yang merupakan penganut setia Dewa Wisnu selamat tanpa luka. Di Andhra Pradesh, Holika Dahan disebut Kama Dahanam.

Jika Anda ingin ikut menghadiri festival warna ini, Anda bisa berkunjung ke India pada awal bulan Maret, karena musim semi di India biasanya datang sekitar tanggal belasan di bulan Maret. Festival Holi ini dirayakan pada akhir musim dingin (hari terakhir di bulan Phalguna atau Februari) atau bisa juga pada awal bulan Maret.

Meskipun holi merupakan festival di India, namun perayaan ini ternyata sudah menjadi sebuah festival yang dirayakan oleh masyarakat di dunia. Banyak negara yang mengadopsi perayaan ini karena dianggap sebagai sesuatu yang menarik. Di Jerman, misalnya. Festival ini diorganisasi sebagai perayaan sepanjang tahun.

Gimana guys? Berniatkah anda untuk mengikuti festival ini?