History

Untuk Hal Kesetiaan, 47 Ronin Ini Tak Ada Tandingnya

Pernahkah anda mendengar kisah tentang 47 Ronin di Jepang, yang melakukan bunuh diri secara massal sebagai bentuk kesetian terhadap pemimpinnya? Mungkin banyak diantara anda yang sama sekali belum pernah mengetahui kisah ini. Atau mungkin kisah ini anda anggap kurang menarik sehingga anda enggan untuk membacanya, iya kan?

Jika anda tidak begitu hobi membaca, sebenarnya ada cara lain yang bisa anda pakai untuk mengetahui kisah tentang para ronin ini, yaitu dengan menontonnya. Karena seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia memang sangat rendah minat membacanya. Mereka lebih suka menyerap informasi dari telivisi. Betul nggak? Ini sih sudah menjadi rahasia umum.

Ada banyak sekali film-film yang mencoba untuk mengadopsi kisah ke-47 Ronin Jepang ini. Kenapa ya banyak sutradara tertarik untuk mem-filmkan kisah ini? Karena memang kisah ini sangat menarik untuk diketahui, guys. Salah satu film yang mengadopsi kisah nyata ini adalah film yang berjudul ” 47Ronin “.

Jadi untuk anda yang awalnya tidak begitu suka dengan kisah-kisah tentang perang, setelah menonton kisah para Ronin ini, mungkin anda akan semakin kepo atau ingin tahu lebih banyak tentang para ronin tersebut.

Nah, sebelum anda menonton filmnya, yuk cari tahu sedikit informasi dulu tentang kisahnya di dalam artikel ini, supaya saat menonton filmnya, anda tidak akan bingung dengan istilah-istilah asing yang mereka gunakan saat melakukan sejumlah percakapan. Karena kisah ini berasal dari Jepang, maka akan muncul banyak istilah yang menggunakan bahasa Jepang.

Untuk mempersingkat waktu dan agar rasa penasaran anda tetang cerita ini terbayarkan, berikut ini adalah kisahnya:

Perbedaan Ronin dan Samurai

Dibandingkan dengan kata Ronin, anda mungkin lebih familiar dengan istilah samurai, bukan? Tahukah anda bahwa sebenarnya kedua kata tersebut memiliki makna yang sama? Untuk pengertian Samurai itu sendiri saja, ternyata masih banyak orang yang salah tafsir.

Banyak orang mengaitkan pengertian samurai ini dengan “pedang”. Sampai dengan saat ini, jika anda menanyakan apa itu samurai, maka orang akan menjawab “pedang”. Tidak percaya? Coba saja tanya orang yang ada di sebelah anda. Gimana? Betulkan? Pasti mereka menjawab pedang, kan? Jangankan mereka, anda sendiri saja mungkin akan menjawab begitu.

Perlu anda ketahui bahwa pengertian Samurai yang sebenarnya adalah istilah untuk memanggil perwira militer kelas elit, sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata samurai ini berasal dari kata kerja “samorau” yang berasal dari bahasa Jepang kuno, yang kemudian berubah menjadi “saburau” yang berarti “melayani”.

Kemudian istilah tersebut berubah lagi menjadi “samurai” yang berarti bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan. Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa samurai adalah orang yang bekerja untuk melayani, menjaga dan melindungi serta mengabdi pada majikan atau tuannya, serta wilayah kekuasaan tuannya tersebut.

Kalau begitu pengertiannya, kenapa masyarakat bisa beranggapan bahwa samurai itu adalah pedang? Apa hubungannya yang sebenarnya? Jawabannya sederhana, antara samurai dan pedang memang tidak bisa terpisahkan, karena pada masa itu, para samurai ini selalu membawa dan menggunakan pedang sebagai senjata perangya.

Jika tugas para Samurai adalah mengabdi kepada tuannya, maka begitu pula dengan para Ronin. Sebenarnya Ronin merupakan bagian dari samurai itu sendiri. Ronin adalah samurai juga, hanya saja mereka dianggap sebagai kelas rendahan karena tidak memiliki tuan.

Berbeda dengan samurai yang pasti memiliki seorang tuan yang dilayani dengan tujuan tertentu, para Ronin ini tidak memiliki tuan. Karena tidak memiliki tuan, para Ronin di Jepang ini hidup dengan sebebas-bebasnya. Hal ini membuat mereka kerap menimbulkan kekacauan, yang sering membuat masyarakat Jepang, khususnya rakyat biasa menjadi cemas.

Apalagi jika para Ronin ini mendapatkan perlakuaan yang buruk dan kerap disepelekan karena dianggap samurai rendahan, mereka akan semakin meluapkan emosi sesuka hati mereka. Brutal sekali, kan? Akan tetapi, meskipun awalnya menjadi Ronin dianggap nista oleh masyarakat, namun lama-kelamaan status ini banyak dikejar samurai karena alasan tertentu.

Tahu kenapa bisa begitu? Pandangan buruk terhadap para Ronin mulai hilang sejak adanya kisah kesetiaan yang ditunjukkan oleh 47 Ronin Jepang di masa lalu. Apa yang telah mereka lakukan dianggap sebagai sesuatu yang sangat terpuji di kalangan masyarakat Jepang, bahkan hingga saat ini. Menarik bukan?

Penyebab Seseorang Menjadi Ronin

Meskipun para Samurai mungkin terlihat sangat sangar, namun tetap saja mereka hanyalah seorang pelayan bagi tuannya. Akan tetapi anehnya, hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para samurai tersebut, apalagi jika mereka bisa melayani keluarga yang derajatnya sangat tinggi. Hal itu juga akan membuat mereka dikenal oleh masyarakat.

Akan tetapi, ada kalanya para samurai ini akan menjadi Ronin. Tahu kenapa? Karena jika tuan yang mereka layani ternyata kalah dalam perang dan akhirnya meninggal, otomatis mereka akan menjadi Ronin yang tidak bertuan. Bener nggak?Setidaknya begitulah kesimpulan yang bisa dibuat jika dihubungkan dengan pengertian Ronin yang telah dibahas di atas.

Dalam beberapa kasus, ada juga samurai yang menjadi ronin atas keputusannya sendiri. Dari sini kemudian mereka akan menjalani hidup tanpa aturan dan bebas melakukan apa yang mereka sukai. Meskipun mayoritas ronin dikenal sebagai orang gila yang suka seenaknya, namun tidak semua seperti itu.

Khususnya bagi samurai yang menjadi ronin karena kemauannya sendiri. Meskipun tidak kaya harta, para ronin ‘khusus’ ini memiliki hati yang tentram. Mereka kerap melakukan pengembaraan untuk mencari jalan samurai versi mereka sendiri. Beberapa bahkan menjadi seorang biarawan dan mengabdikan dirinya untuk kuil.

Ronin Terhebat Sepanjang Sejarah

Di dalam sebuah kelompok, pasti akan ada seseorang yang lebih unggul dari yang lainnya. Begitu juga dengan kelompok Ronin yang pernah ada di Jepang ini. Dari sekian banyaknya Ronin, ada nama seorang Ronin yang sangat amat dikenal dan menjadi legendaris karena kehebatan yang dimilikinya. Siapakah dia?

Nama Ronin Legendaris tersebut adalah Miyamoto Musashi. Untuk soal pamor dan keahlian, Ronin yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Dia mungkin bukan seorang penguasa Jepang, tapi namanya begitu terkenal karena kemampuan pedangnya yang gila abis.

Di dalam sejarahnya, diceritakan tentang bagaimana Musashi melakukan puluhan duel dengan samurai hebat lainnya yang ada pada masa itu dan hanya pernah kalah sekali dalam duel samurai. Kekalahan yang dialaminya tersebut adalah pada saat melawan samurai yang juga tak kalah hebat dan gilan, yang bernama Sasaki Kojiro.

Meskipun Musashi sangat dikenal sebagai samurai yang sangat hebat. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya Musashi ini adalah seorang ronin.

Dia sama sekali tidak menjalani hidup sebagai seorang pelayan samurai, melainkan hanya fokus untuk semakin memperkuat kemampuan pedangnya. Ia bahkan mendirikan semacam Dojo (tempat untuk berlatih bela diri) untuk mengajarkan ilmunya kepada para pemuda.

Kisah Kesetiaan 47 Ronin

Sebelumnya di atas telah dijelaskan bahwa para samurai bekerja untuk melayani tuannya. Oleh karena itulah, tuan atau master bagi para samurai ini merupakan orang yang sangat dihormati dan harus dijaga lebih dari keluarga sendiri. Itulah sebabnya mengapa para samurai ini akan sangat marah dan akan membalaskan dendamnya jika tuannya tersebut terbunuh.

Dahulu kala, di Jepang pernah terjadi sebuah gerakan balas dendam yang dilakukan oleh para Samurai yang harus menjadi Ronin, karena saat itu baru kehilangan tuannya yang meninggal karena dijatuhi hukuman seppuku, yaitu hukuman bunuh diri. Kenapa hukuman itu bisa dijatuhkan?

Beginilah kisah singkatnya:

Pada tanggal 14 Maret 1701, terjadi sebuah pertengkaran antara Asano Takumi no Kami dengan pejabat tinggi (Kōke) yang bernama Kira Kōzuke no Suke Yoshihisa di istana Edo. Akibat pertengkaran tersebut, Asano berhasil melukai Kira. Tokugawa Tsuneyoshi yang menjabat sebagai Seii Taishogun (Jenderal Kemiliteran) menjadi sangat marah atas peristiwa penyerangan dengan benda tajam, yang terjadi di lingkungan istana tersebut.

Dia pun akhirnya memerintahkan Asano Takumi no Kami untuk melakukan seppuku (hukuman bunuh diri) pada hari yang sama. Hukuman ini juga dijatuhkan kepada keluarga Asano Takumi no Kami (klan Akō Asano), dengan melakukan pencabutan semua wilayah kekuasaan klan Akō Asano di Akō, sehingga para pengikutnya harus menjadi ronin seketika.

Yang membuat para Ronin ini merasa sangat kesal dan marah terhadap keputusan tersebut adalah dikarenakan Kira Kōzuke no Suke Yoshihisa yang juga terlibat dalam petengkaran itu justru tidak mendapat hukuman apa-apa. Hal ini tentu saja bertentangan dengan hukum samurai, yang berisi bahwa “kedua belah pihak yang bertengkar harus sama-sama dihukum”.

Ōishi Kuranosuke yang merupakan salah satu pasukan Ronin mencoba segala macam cara untuk mengembalikan kejayaan klan Asano, yang ternyata banyak mendapat hambatan dari sana-sini. Kehidupan sehari-hari para ronin juga menjadi semakin sulit. Tidak hanya berdiam diri, Ōishi Kuranosuke lalu mengumpulkan para ronin di Maruyama (Kyoto).

Pertemuan ini nantinya dikenal sebagai Pertemuan Maruyama. Hasil pertemuan di Murayama memutuskan untuk melakukan pembunuhan balas dendam (adauchi) terhadap Kira Kōzuke no Suke. Sebelum memutuskan hasil pertemuan, Ōishi Kuranosuke menguji kembali niat balas dendam para roninnya.

Ōishi Kuranosuke menawarkan untuk mengembalikan semua surat sumpah kepada masing-masing ronin dan menganggapnya tidak pernah ada. Hampir separuh dari para ronin yang ingin melakukan balas dendam kemudian berubah pikiran, terutama para ronin yang yang berpenghasilan tinggi. Pada akhirnya, jumlah ronin yang berniat melakukan pembunuhan balas dendam menciut menjadi 47 orang.

Pada tanggal 15 Desember 1702, 47 ronin ini menyerbu masuk ke rumah kediaman Kira Kōzuke no Suke dan berhasil membunuhnya. 47 ronin ini kemudian membawa pulang penggalan kepala Kira Kōzuke no Suke dan mempersembahkannya di atas makam Asano Takumi no Kami yang terletak di kuil Sengakuji.

Setelah itu, Ōishi Kuranosuke menyerahkan diri dan pasrah atas semua hukuman yang akan dijatuhkan pemerintah Bakufu.

Dalam sekejap saja, para ronin yang berhasil membunuh Kira Kōzuke no Suke menjadi sangat terkenal di kota Edo. Penduduk Edo memuji tindakan kelompok ronin tersebut dan menganggap mereka sebagai samurai yang setia (gishi), karena berhasil menuntaskan kewajiban sebagai bentuk kesetiaan terhadap sang majikan.

Walaupun demikian, perbuatan para ronin yang membentuk kelompok tanpa seizin pemerintah Bakufu dan melaksanakan pembunuhan balas dendam itu, tetap dianggap sebagai kejahatan yang hukumannya adalah hukuman mati. Banyak yang meminta pengampunan nyawa para ronin ini, karena mereka dianggap hanya menjalankan kewajiban sebagai pengikut setia sang majikan.

Akan tetapi, Shogun Tsuneyoshi merasa khawatir akan pecahnya pemberontakan, akibat pemberian perlakuan khusus terhadap para ronin dengan mengabaikan hukum yang ada. Para ronin akhirnya diperintahkan untuk mati secara terhormat dengan melakukan seppuku.

Pada tanggal 4 Februari 1703, sebanyak 46 ronin itu melakukan seppuku di halaman rumah kediaman para daimyo. Kenapa hanya 46 orang saja yang dijatuhi hukuman bunuh diri tersebut? Hal itu dikarenakan salah seorang ronin yang bernama Terasaka Nobuyuki memisahkan diri dari kelompok, sehingga kawanan ronin menjadi hanya berjumlah 46 orang.

Meskipun dikenal sebagai rendahan bahkan sampah, tapi entah kenapa ronin punya tempat sendiri di hati kebanyakan orang sampai saat ini. Bahkan cerita-cerita tentang para ronin banyak diadopsi dalam berbagai film dan animasi. Salah satu yang paling terkenal adalah Samurai X yang menceritakan kisah si Himura Battosai.

Itulah tadi kisah tentang kesetiaan yang dimiliki oleh para Ronin di Jepang ini. Untuk menghormati mereka, sampai hari ini masyarakat Jepang tetap mengunjungi makan para Ronin yang berada di Kuil Sengakuji. Para wisatawan yang merasa penasaran juga akan mengunjungi salah satu tempat bersejarah ini ketika mereka berlibur ke Jepang.