Healthy Info

Berapa Kali Sehari Seharusnya Orang Normal “Buang Air Kecil”?

Buang air kecil merupakan salah satu kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh manusia. Sehari saja anda tidak buang air kecil, itu bisa menimbulkan masalah untuk tubuh dan diri anda sendiri. Tapi, terlalu sering ke kamar mandi untuk itu pun ternyata bukan pertanda yang baik.

Lantas, berapa kali dalam sehari seharusnya kita buang air kecil sehingga bisa dikatakan normal? Ini adalah pertanyaan yang sangat sederhana, namun sangat penting untuk kita ketahui.

Meskipun tidak ada angka yang tepat yang bisa dianggap normal sepenuhnya untuk menggambarkan kapan atau berapa kali seharusnya kita membuang urin, namun rata-rata orang “pipis” sebanyak 6 atau 7 kali sehari. Apakah anda juga seperti itu?

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seberapa sering seseorang buang air kecil. Obat-obatan, suplemen, makanan dan minuman tertentu adalah sebagian contoh yang paling sering ditemukan mempengaruhi keadaan tersebut. Selain itu, kondisi medis juga memiliki peran dalam hal ini.

Komunitas medis menggunakan istilah frekuensi kemih untuk menggambarkan ukuran sidikit banyaknya seseorang buang air kecil. Dari frekwensi inilah kita dapat menyimpulkan apakah orang tersebut normal atau tidak.

Mengingat sangat pentingnya hal ini untuk anda ketahui, kami memuat sejumlah informasi di dalam artikel ini, yaitu tentang frekuensi sehat dan tidak sehat dari pengeluaran urin yang sering terjadi di masyarakat dan cara mengelola gejala terkait. Mari kita mulai saja dengan penjelasan yang berikut ini.

Frekuensi Urin Sehat

Frekuensi yang kami maksud di sini mengacu pada seberapa sering atau berapa kali anda pergi ke toilet untuk pipis dalam sehari (24 jam). Kebanyakan orang umumnya buang urin 6 sampai dengan 7 kali setiap harinya. Bisa dibilang ini masih dalam kategori wajar atau normal, asalkan sesuai dengan jumlah pemasukan air ke dalam tubuh.

Jika anda buang air kecil lebih dari 7 kali dalam satu hari, padahal anda hanya mengkonsumsi air atau cairan sebanyak 2 liter saja, ini justru bisa menjadi sebuah pertanda kalau anda memiliki masalah dengan frekuensi urin.

Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi kandung kemih yang terlalu aktif, yang berakibat pada timbulnya kontraksi yang sering walaupun sebenarnya pada waktu-waktu tertentu kontraksi tersebut tidak diperlukan.

Kandung kemih yang di dalamnya hanya terdapat sedikit urin ataupun terlalu sensitif, biasanya akan membuat seseorang menjadi lebih sering ke toilet deibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Frekuensi ini sering dikaitkan dengan urgensi (keharusan yang mendesak) dan dorongan inkontinensia (tidak dapt mengontrol keinginan buang air kecil.

Frekuensi urin antara satu orang dengan yang lainnya biasanya bergantung pada beberapa faktor, seperti :

“Usia (pengeluaran urin pada anak-anak tentu saja akan berbeda dari orang tua dan dewasa, ukuran kandung kemih, asupan cairan, kondisi medis seperti diabetes dan UTI, jenis cairan yang dikonsumsi (seperti alkohol dan kafein), penggunaan obat-obatan (seperti untuk tekanan darah dan suplemen).”

Selain faktor di atas, perubahan hormon dan tekanan pada kandung kemih yang terlibat dalam kehamilan juga dapat meningkatkan output urin. Frekuensi yang tinggi ini bisa berlanjut hingga 8 minggu setelah melahirkan.

Rata-rata, seseorang yang meminum sebanyak 64 ons (kurang lebih 2 liter) air atau cairan dalam kurun waktu 24 jam akan pipis sekitat 7 kali selama periode tersebut.

Meskipun 6 sampai 7 kali adalah standar normal untuk buang air kecil, namun jangan salah karena antara 4 sampai 10 kali sehari mengeluarkan urin juga bisa dimasukkan ke dalam kategori normal jika mereka yang mengalaminya dalam kondisi yang sehat dan tidak merasakan gejala sakit apapun.

Indikasi Jika Jarang atau Terlalu Sering Buang Air Kecil

Baik itu terlalu sering ataupun jarang mengeluarkan urin, keduanya merupakan kondisi yang sebenarnya tidak baik untuk anda. Tahu kenapa? Karena hal tersebut bisa menjadi indikasi kondisi yang mendasarinya, terutama jika disertai dengan beberapa gejala, seperti :

“Sakit pada bagian punggung dan pinggang, ditemukan adanya darah pada urin saat sedang buang air kecil, urin berawan atau berubah warna, mengalami kesulitan saat buang air kecil, mengalami demam, kebocoran saat akan pergi ke toilet (yang bisa jadi disebabkan karena tidak bisa menahan), urin mengeluarkan bau tajam dan menyengat dan merasakan nyeri saat buang air kecil”

Jika anda mengalami sejumlah gejala yang telah kami sebutkan di atas tadi, itu berarti anda membutuhkan perawatan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang jauh lebih parah jika dibiarkan terlalu lama. Pastikanlah anda segera menemui dokter untuk berkonsultasi dan memeriksa keadaan anda.

Siapapun dari anda yang memperhatikan adanya perubahan dramatis dalam frekuensi pengeluaran air seni, meskipun masih berada dalam kisaran normal, anda harus tetap mencari saran medis.

Kondisi Medis Terkait Masalah Frekuensi Urin

Urin adalah salah satu bentuk atau hasil dari proses ekskresi tubuh. Cairan ini biasanya keluar bersama dengan zat-zat racun. Pengeluaran urin ini biasanya berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Ada yang sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil dan ada yang jarang. Kondisinya pun juga tak sama. Ada kala urin yang keluar terasa panas dan ada yang biasa saja.

Kebanyakan, masalah yang terkait dengan urin ini selalu berhubungan dengan kondisi tubuh atau kesehatan tertentu. Klinik Cleveland telah melaporkan bahwa 80 persen masalah kandung kemih disebabkan oleh faktor-faktor di luar kandung kemih itu sendiri, salah satunya adalah kondisi medis atau kesehatan masing-masing orang.

Kondisi yang akan kami sebutkan di bawah ini mungkin bertanggung jawab untuk perubahan frekuensi kencing yang dialami oleh sebagian orang.

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Ini dapat menyebabkan sering buang air kecil, urgensi kemih, sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil dan nyeri punggung. Urinary Track Infection (UTI) sangat umum dialami, terutama di kalangan wanita. Perawatan antibiotik biasanya diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

  • Kandung kemih terlalu aktif

Ini sering digambarkan dengan seringnya buang air kecil dan terkait dengan beberapa masalah, termasuk infeksi, obesitas, ketidakseimbangan hormon dan kerusakan saraf. Sebagian besar kasus ini mudah diobati.

  • Sistitis interstisial

Kondisi jangka panjang ini juga dikenal sebagai sindrom nyeri kandung kemih. Meskipun tidak ada infeksi yang terlibat, kondisi ini menyebabkan gejala yang mirip dengan ISK. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi sering dikaitkan dengan peradangan kandung kemih.

  • Diabetes

Diabetes yang tidak terdiagnosis atau kurang dikontrol dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi, yang dapat menyebabkan sering buang air kecil.

  • Hipokalsemia atau hiperkalsemia

Kadar kalsium tinggi (hiperkalsemia) atau kadar kalsium rendah (hipokalsemia) pada umumnya dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan dapat memengaruhi output urin.

  • Anemia sel sabit

Wujud anemia yang diturunkan ini, atau jumlah sel darah merah yang rendah, dapat mempengaruhi ginjal dan konsentrasi urin. Ini menyebabkan beberapa orang buang air kecil lebih sering.

  • Masalah prostat

Prostat yang membesar menyebabkan seseorang untuk buang air kecil lebih sedikit. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan ketika prostat membesar dan menghalangi aliran urin.

  • Kelemahan panggul

Kondisi kesehatan terakhir yang ada hubungannya dengan pengeluaran urin adalah kelemahan panggul. Ketika otot-otot panggul kehilangan kekuatan, seseorang bisa kencing lebih sering. Ini merupakan efek setelah melahirkan.

Mengidentifikasi Masalah Pengeluaran Urin

Jika anda merasa khawatir tentang seberapa sering anda buang air kecil dan hal tersebut mulai mempengaruhi kehidupan sehari-hari anda, anda bisa membuat janji bertemu dengan dokter, perawat kontinen atau fidioterapis spesialis.

Perawat kontinen dan fisioterapis spesialis adalah profesional perawatan kesehatan yang berspesialisasi dalam masalah kandung kemih dan usus.

Setelah anda membuat janji, dokter atau profesional perawatan akan menilai kondisi anda. Mereka mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur, agar mereka bisa mengevaluasi keadaan anda dengan baik. Adapun beberapa pertanyaan tersebut antara lain :

  • Seberapa sering anda pergi ke toilet untuk buang air kecil?
  • Berapa banyak air kencing yang anda keluarkan?
  • Seberapa sering anda buang air kecil?
  • Pada saat kapan anda biasanya mengeluarkan air kencing?
  • Obat apa yang sedang anda konsumsi?
  • Apa yang biasanya anda makan atau minum?
  • Apakah terasa sakit atau tidak nyaman saat anda buang air kecil?
  • Berapa kali anda bangun di malam hari untuk buang air kecil?
  • Apakah anda pernah mengompol?

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan ide yang bagus untuk mencatat aktivitas kandung kemih anda selama beberapa hari. Jadi, sebelum menemui dokter, ada baiknya jika anda terlebih dahulu menyiapkan jawabannya. Buatlah catatan setidaknya selama 3 hari.

Keseringan buang air kecil atau dorongan untuk terus mengeluarkan urin sering kali menjadi hal yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain itu, terkadang hal ini juga menyebabkan timbulnya rasa khawatir dan malu, terutaka ketika kita harus terpaksa kencing di celana sebelum bisa mencapai toilet. Pernahkah anda mengalami hal semacam ini?

Kalaulah kejadian seperti itu ternyata terjadi atau menimpa anda, apa yang anda rasakan? Nah, supaya anda terhindar dari perasaan malu karena hal tersebut, maka anda perlu memperhatikan beberapa tips yang akan kami sampaikan berikut ini.

Kiat Untuk Mengelola Frekuensi Kencing

Ada beberapa kiat, saran, atau tips yang bisa anda lakukan untuk mencegah anda ke kamar mandi lebih sering untuk buang air kecil. Beberapa diantaranya bahkan dinilai sangat efektif, bahkan setelah seseorang mendapatkan perawatan. Adapun tips yang sangat kami anjurkan untuk anda lakukan tersebut, antara lain :

  • Batasilah jumlah asupan minuman yang mengandung soda, kafein dan alkohol yang dikonsumsi, atau hindari sepenuhnya kalau bisa.
  • Minum atau konsumsilah setidaknya 8 gelas air setiap hari.
  • Kencing sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual dan bersihkan dari depan ke belakang setelah menggunakan kamar mandi.
  • Cobalah suplemen probiotik atau makanan kaya probiotik, termasuk yogurt, kefir dan kimchi. Probiotik dapat mendukung kesehatan genital dan urin.
  • Hindari menggunakan produk yang wangi (wewangian) di sekitar area genital.
  • Kenakan pakaian katun longgar untuk mencegah infeksi dan iritasi.
  • Cobalah untuk berlatih kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul yang lemah.
  • Pertahankan berat badan yang sehat untuk menghindari menempatkan tekanan tambahan pada otot-otot panggul dan kandung kemih.

Sebagian orang mengatakan kalau mereka menjadi sangat terbantu semenjak mereka mengikuti jadwal kamar mandi yang sengaja mereka buat. Mereka menyusun waktu kapan seharusnya mereka pergi ke kamar mandi dan secara bertahap meningkatkan waktu antara kunjungan (ke kamar mandi) sampai ada kesenjangan 3 jam reguler.

Kesimpulan

Penyebab kencing terlalu sering atau tidak cukup sering biasanya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar kecenderungan buang air kecil (sering) bisa diobati dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Tapi sebagiannya lagi memerlukan bantuan tenaga medis untuk penanganannya.

Siapa pun yang merasa khawatir tentang pengeluaran urinnya, atau memiliki beberapa indikasi yang telah kami sebutkan di atas, maka sebaiknya harus segera ke dokter untuk mengurangi resiko komplikasi. Mencari perawatan pada tahap awal juga dapat meningkatkan kemungkinan anda menghentikan kebiasaan buruk tersebut.