Info

Cara Jitu Membedakan Madu Asli dan Palsu

Seperti yang sudah diketahui, madu merupakan salah satu minuman alami berkhasiat, yang banyak dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak hanya karena rasanya yang manis dan lezat, madu juga diincar karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Madu yang diketahui mengandung sejuta manfaat inilah yang menjadi alasan mengapa banyak masyarakat senang mengkonsumsinya.

Banyaknya permintaan masyarakat terhadap madu ini, tidak disangka malah dijadikan sebagai kesempatan oleh sejumlah pihak tak bertanggungjawab untuk berbuat curang. Perbuatan curang ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan besar dari madu yang didagangkannya. Tahukah anda kecurangan yang seperti apa yang kerap dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut?

Salah satu bentuk kecurangan yang dilakukan tersebut adalah dengan menjajakan atau menjual produk – produk madu yang tidak asli alias palsu. Madu yang palsu ini biasanya dibuat atau diolah dengan sedemikian rupa, agar kelihatan sama dengan madu asli. Madu – madu palsu ini bahkan dijual dengan sangat bebas di masyarakat. Jadi dengan kata lain, bisa jadi madu yang selama ini anda konsumsi adalah madu palsu.

Jika melihat keaslian madu hanya dari kemasannya saja, memang agak sedikit sulit. Karena para pemalsu madu ini juga menjual madu – madu palsunya dengan kemasan yang sama dengan madu asli pada umumnya. Kita semua tahu bahwa madu berasal dari lebah dan lebah mendapatkannya dari bunga. Nektar bunga tersebut kemudian akan dikumpulkan oleh lebah di dalam sarangnya.

Selama berada di dalam sarang, nektar bunga yang dikumpulkan tadi akan mengalami proses tertentu sampai akhirnya menjadi madu. Proses pertama adalah proses percampuran enzim yang dihasilkan oleh lebah dengan nektar bunga yang dihisapnya, lalu memasuki proses fermentasi hingga kemudian sampai pada proses menghasilkan madu. Pada tahap terakhirnya, semua cairan dalam madu akan keluar dan menghasilkan madu murni.

Agar anda tidak mudah tertipu oleh kecurangan yang kerap dilakukan oleh para pihak tertentu yang menjual madu palsu, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan agar anda bisa membedakan antara madu asli dan madu palsu. Namun sebelumnya, anda harus tahu bahwa madu asli umumnya memiliki warna coklat keemasan.

Tapi jangan salah sangka, karena madu palsu juga bisa dibuat berwarna seperti itu. Jadi jangan langsung menganggap bahwa madu yang anda beli sudah pasti asli. Tidak ada salahnya jika anda memeriksakan keaslian madu tersebut dengan beberapa tes berikut ini:

  • Tes Kelengketan

Kita semua tahu bahwa madu memang sangat lengket, bahkan terkadang sulit dihilangkan jika sudah terkena kulit. Akan tetapi, madu palsu juga bisa dibuat menjadi sangat lengket seperti madu asli, hanya dengan mencampurkannya dengan gula. Tapi anda tenang saja, karena tes kelengketan ini bisa membantu anda untuk membedakan keduanya. Tesnya sangat mudah dilakukan, yaitu hanya dengan mencuil madu dengan menggunakan jari – jari tangan anda. Kemudian biarkan selama kurang lebih dua menit, maka anda akan mendapatkan hasil seperti yang di bawah ini:

“Jika madu itu asli, maka madu tersebut secara perlahan akan meleleh, walaupun sangat terlihat bahwa madu tersebut sangat kuat sehingga tampak sulit dipisahkan dari sumbernya (jari).”

“Jika madu itu palsu, maka madu tersebut akan tetap lengket bahkan sangat lengket. Sanking lengketnya, jika anda menempelkan jari – jari anda yang lain pada jari yang memegang madu itu, maka jari tersebut akan melekat dengan kuat.”

  • Tes Madu dengan Air

Seperti yang sudah dijelaskan di atas sebelumnya, madu berasal dari nektar bunga yang sama sekali tidak mengandung air. Untuk menguji apakah madu tersebut asli atau palsu, anda bisa menggunakan air sebagai medianya. Caranya cukup sederhana, karena anda hanya harus menyiapkan air yang sudah anda isi di dalam gelas ataupun wadah kaca lainnya. Setelah itu, masukkan satu sendok madu ke dalam gelas atau wadah yang sudah diisi dengan air yang sudah disediakan tadi.

Ketika anda sudah melakukan semua tahapannya, maka anda akan melihat perbedaan pada kedua madu tersebut:

“Pada madu asli, biasanya akan sangat sulit bagi madu tersebut untuk bercampur dengan air. Hal ini akan mengakibatkan madu yang dimasukkan ke dalam air tadi akan jatuh dan tenggelam ke dasar gelas. Dan jika anda mengaduknya, madu asli akan sangat sulit larut dalam air.”

“Pada madu palsu, hal yang sebaliknya lah yang akan terjadi. Madu sangat mudah tercampur atau larut di dalam air. Madu tidak mengental dan tidak tenggelam ke dasar gelas atau wadah kaca.”

  • Tes Madu Dengan Kertas

Untuk mengetahui apakah madu yang anda beli adalah madu asli, memang bisa dilakukan atau dilihat dari kandungan airnya yang tidak ada sama sekali. Hal ini tentu saja berbeda dengan jenis madu palsu yang ditambah dengan air dan gula. Untuk melihat komposisi air dalam madu tersebut, maka Anda bisa menuangkan satu sendok teh madu ke atas kertas. Ingat, anda juga harus memisahkan antara kertas untuk madu asli dan madu palsu. Kemudian tunggu selama kurang lebih tiga menit, maka hasil yang bisa anda lihat adalah sebagai berikut:

“Jika Madu asli dan tidak mengandung air, maka bagian kertas yang diteteskan madu tadi tidak akan berlubang, karena tidak ada air yang terkandung di dalamnya, yang bisa menembus bagian yang terkena madu tersebut.”

“Namun jika ternyata madu taersebut adalah madu palsu, maka bagian kertas yang ditetesi madu palsu tersebut akan berbekas, berlubang dan koyak.”

  • Tes dengan Pasir

Selain dengan media air, untuk memeriksa keaslian madu, anda juga bisa menggunakan media pasir. Madu yang memiliki sifat ikatan yang sangat kuat akan membuat madu asli sulit untuk berubah bentuk pada saat di teteskan pada media tertentu, seperti pasir misalnya. Anda cukup meneteskan madu ke atas pasir yang sudah diletakkan di atas piring atau ke dalam mangkok. Tunggu hingga 2 menit, maka anda akan melihat perbedaannya sebagai berikut:

“Pada madu asli, tetesan pada pasir tidak akan mengubah bentuknya yang padat. Madu asli juga tidak akan mudah menyebar ke bagian pasir lainnya. Bentuknya yang tidak berubah ini disebabkan karena madu memiliki sifat padat dan mengikat.”

“Pada madu palsu, yang terjadi adalah madu akan menyebar ke bagian sekitar tempat penetesan yang dilakukan, atau bahkan bisa saja terserap ke bagian dalam lapisan pasir. Hal ini terjadi karena madu palsu umumnya mengandung jumlah air yang besar, yang pada akhirnya membuat madu mudah terserap.”

  • Tes Rasa Madu

Semua madu biasanya memiliki aroma dan rasa yang manis. Tingkat kemanisan tersebut tergantung dari asal nektar yang dikumpulkan oleh lebah tersebut. Madu yang berasal dari hutan dengan madu yang dihasilkan dari lebah peliharaan tentu memiliki aroma dan rasa nektar yang berbeda, karena bergantung dari bunga yang dihisap oleh lebah tersebut. Namun rasa madu asli umumnya sama, yaitu manis dan kuat. Perbedaan rasa yang paling menonjol jika dilihat dari segi rasa dan aromanya adalah sebagai berikut:

“Untuk madu asli, rasanya tidak akan hilang meskipun setelah tutup kemasannya dibuka selama beberapa menit. Akan tetapi, rasanya yang kuat akan semakin berkurang jika dimasak pada suhu yang terlalu panas.”

“Untuk madu palsu, yang umumnya sudah dicampur dengan gula atau pemanis buatan, rasanya akan hilang setelah bercampur dengan udara dan kadang – kadang rasa gula dan aroma dari bahan – bahan tambahannya akan sangat terasa.”

  • Tes Metode Kristalisasi

Sebelum menjadi madu murni, nektar bunga harus melalui 3 tahapan tertentu, bukan? Nah, pada tahapan ke-3 atau yang terakhir dari pengolahan madu tersebut, semua air akan keluar dari madu dan meninggalkan suatu enzim khusus, yang tidak akan pernah rusak saat disimpan. Enzim tersebut kemudian akan mengalami sebuah proses yang disebut dengan proses pengkristalan atau kristalisasi. Anda bisa melihat keaslian madu dengan melihat proses tersebut.

Caranya mudah saja, Anda bisa melihat proses kristalisasi dalam madu dengan menyimpam madu tersebut di dalam botol kaca. Kemudian lihat hasilnya:

“Jika madu asli, anda akan melihat bagian madu yang terletak di bawah permukaan botol kaca akan terlihat mengental dan membentuk kristal. Proses ini lah yang dinamakan kristalisasi.”

“Jika madu palsu, anda tidak akan menemukan endapan kristal pada bagian permukaan botol kaca tersebut. Madu palsu bahkan akan terlihat sangat cair.”

  • Tes Api

Cara lain untuk mengetahui keaslian madu adalah dengan tes api. Tujuan dari tes api ini adalah untuk melihat kelembapan madu tersebut. Caranya adalah dengan mencelupkan batang korek api atau lilin yang sudah menyala ke dalam gelas yang sudah berisi madu. Hasil yang akan anda lihat adalah sebagai berikut:

“Untuk madu asli, biasanya tingkat kelembapannya sangatlah rendah. Dan ketika batang korek api yang menyala tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang berisi madu asli, maka korek tersebut akan tenggelam dan apinya seperti terhisap pelan ke dalam madu dan kemudian mati.”

“Sedangkan untuk madu palsu, jika diberikan perlakukan yang sama, maka batang korek api akan langsung tenggelam dan nyala apinya juga padam dengan secepatnya, tanpa terserap ke bagian dalam madu”

  • Tes dengan Semut

Semut adalah salah satu hewan kecil yang sangat menyukai makanan dan minuman yang manis. Semut juga bisa menjadi salah satu indikator untuk mengetahui apakah madu tersebut asli atau palsu. Caranya adalah dengan meletakkan beberapa sendok madu ke dalam piring, kemudian meletakkannya diatas meja selama beberapa saat. Setelah itu anda akan menemukan hasilnya, yaitu:

“Jika madu tersebut asli, biasanya semut tidak akan masuk sampai ke dalam madu. Hal ini disebabkan karena madu asli mengandung enzim murni dengan aroma yang sangat kuat, sehingga madu asli seperti ini tidak disukai oleh semut.”

“Jika madu tersebut palsu, biasanya semut akan masuk sampai ke dalam madu yang ada di atas piring, kemudian mati. Hal ini terjadi karena madu mengandung gula dan racun yang terbentuk dari campuran madu dan gula.”

  • Tes Kejernihan

Keaslian madu juga bisa dilihat dari tingkat kejernihannya. Adapun perbedaan madu asli dan palsu tersebut jika dilihat dari kejernihannya adalah sebagai berikut:

Madu asli biasanya memiliki warna yang cenderung agak gelap atau pekat. Tidak hanya itu saja, madu asli juga mengandung sedikit kotoran yang berasal dari serbuk sari saat menghisap nektar pada bunga atau dari sisa – sisa bekas rumah lebah yang hancur selama proses penyaringan. Kotoran alami tersebut tidak bisa hilang karena madu asli memiliki sifat yang sangat lengket.”

“Sedangkan madu palsu umumnya memiliki warna yang jauh lebih jernih dan cair sehingga semua kotoran dalam madu mudah disaring. Madu palsu akan terlihat sangat bersih dan menarik saat di kemas dalam kemasan botol kaca.”

Itulah kesembilan tes yang bisa anda lakukan untuk menguji keaslian madu. Ingat, madu yang asli pasti akan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Selain manfaat kesehatan, madu asli ternyata juga sangat baik untuk kesuburan sehingga anda yang mengalami kesulitan mendapatkan anak bisa segera mendapatkannya.

Karena salah satu manfaat madu asli inilah, yang membuat banyak produk madu untuk kesuburan menggunakan madu sebagai salah satu komposisi bahan pembuatannya. Tapi sebaliknya, jika yang anda konsumsi adalah madu palsu, maka bahaya lah yang akan anda dapatkan. Adapun bahaya yang bisa ditimbulkan dari madu palsu tersebut adalah:

  • Meningkatkan beberapa resiko penyakit seperti diabetes dan bahaya obesitas.
  • Meningkatkan resiko penyakit ginjal, diabetes dan kanker.
  • Menyebabkan gangguan pencernaan seperti: mual, muntah dan alergi.

Nah, setelah membaca artikel ini, diharapkan anda bisa lebih jeli dalam memilih madu yang asli.