Info

Hanya Mengemis, Pria Ini Berhasil Kumpulkan Uang Milyaran Rupiah

Pernahkah anda mendengar pepatah yang mengatakan don’t judge a book from it’s cover? Peribahasa ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat, khususnya di Indonesia. Peribahasa ini mungkin saja memang sengaja dibuat atau diciptakan untuk menyindir orang-orang yang selalu memandang atau menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya saja.

Padahal tidak semua orang yang memiliki penampilan yang buruk itu hidupnya juga ‘buruk’ dan yang berpenampilan bagus itu juga belum tentu ‘baik’. Terkadang seseorang yang berpenampilan baik, bagus dan rapi inilah yang bisa sangat berbahaya.

Pepatah ini sepertinya sangat ‘pas’ untuk menggambarkan kondisi seorang pengemis di India yang bernama Pappu Kumar. Jangan lihat penampilannya, karena anda pasti akan tertipu. Tahu kenapa? Ayo coba tebak. Penasarankan?

Pengemis Milyarder

Ketika anda melihat foto di atas, apakah yang bisa anda simpulkan? “Pria lusuh yang kotor, pengangguran, miskin dan tidak punya rumah”, mungkin seperti itulah pemikiran yang mungkin akan dilontarkan oleh orang-orang saat pertama kali melihat pria ini. Betul tidak? Tapi siapa sangka, kalau pria ini ternyata jauh lebih kaya dari anda. Percaya tidak? Itulah sebabnya mengapa anda tidak boleh hanya menilai seseorang dari apa yang dia kenakan saja.

Apa sih sebenarnya pekerjaan laki-laki ini dan berapa banyak uang yang dimilikinya? Pertanyaan seperti ini pasti mulai muncul di dalam pikiran anda, bukan?

Saat mengetahui bahwa ternyata pekerjaan pria yang punya banyak uang ini adalah mengemis, reaksi seperti apakah yang akan anda perlihatkan? Kaget bukan? Memang hanya seorang pengemis, tapi anda akan dibuat terkaget-kaget saat mendengar seberapa banyak uang atau tabungan yang dimilikinya dari pekerjaannya tersebut. Pappu Kumar ini merupakan salah satu contoh dari pengemis kaya raya di India,. lho.

Tahukah anda, meskipun dia hidup sebagai gelandangan, Kumar memiliki empat rekening dengan saldo 500.000 rupee (sekitar 100 juta rupiah) dan juga memiliki properti senilai 12,5 juta Rupee (sekitar Rp. 2,5 milyar). Untuk seorang gelandangan atau pengemis, pendapatan sebanyak itu sepertinya sangat mustahil, bukan? Kekayaan Kumar ini pun akhirnya terungkap ketika dia terjaring razia polisi beberapa waktu yang lalu.

Hebatnya lagi, Polisi juga mengetahui bahwa Pappu telah meminjamkan uangnya sebesar AS $15 ribu kepada sejumlah pedagang pasar dengan bunga yang cukup tinggi.

Kumar sudah menjalani ‘profesi’ sebagai pengemis ini selama 8 tahun. Bisa dibilang kalau itu bukanlah waktu yang sebentar. Orang yang memiliki pekerjaan yang lebih baik darinya saja belum tentu memiliki jumlah tabungan sebanyak itu. Iya nggak? Coba bandingkan saja dengan tabungan anda. Apakah ada sebanyak itu?

Biasanya Dia mengemis di jalanan Patna, yaitu sebuah negara bagian Bihar. Di sanalah dia mulai mendapatkan dan mengumpulkan rupee demi rupee setiap harinya. Dari kesehariannya meminta belas kasihan, Kumar pun berhasil mengumpulkan kekayaan yang sangat banyak. Bukan hanya itu saja, Dia juga melakoni usaha sampingan sebagai seorang rentenir, yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi kepada para pengusaha lokal. Bisa anda bayangkan, seorang pengemis meminjamkan uangnya kepada pengusaha lokal. Keren sekali, kan?

Uniknya lagi, meski pria ini sudah memiliki cukup uang, namun dia tidak pernah berpikir untuk berhenti dari pekerjaannya tersebut. Kalau dihitung-hitung, pria yang telah berumur 33 tahun ini sudah sangat sering ditangkap oleh polisi. Mereka juga sudah beberapa kali menasehati dan meminta dirinya untuk segera berhenti melakukan kegiatan mengemisnya dan mulai untuk menjalani hidup layaknya orang-orang normal pada umumnya.

Akan tetapi, sepertinya dia tidak pernah mengindahkan nasehat tersebut dan selalu kembali ke sudut jalan yang sama dan melakukan aktivitas yang biasa dilakukannya, yaitu mengemis.

Menurut pengakuan inspektur Rajesh Lal dari Railway Protection Force, pihak mereka telah berulang kali mengusirnya dari stasiun lokal dan memintanya untuk berhenti mengemis, karena ia memiliki uang yang cukup untuk mencari nafkah dengan cara yang sepantasnya. Dengan jumlah uang sebanyak itu, Kumar sebenarnya bisa membuka usaha.

Awal Mula Menjadi Pengemis

Di dunia ini, tidak ada satu orang pun yang bercita-cita untuk menjadi seorang pengemis. Setuju nggak? Semua orang pasti menginginkan cita-cita yang tinggi, yang akan membawa mereka pada kehidupan yang lebih baik. Begitu juga dengan Kumar. Tidak ada sedikitpun terlintas dalam pikirannya bahwa dia akan menjadi pengemis seperti itu.

Percaya atau tidak, sebelum dia menjadi pengemis, awalnya kehidupan Kumar sama seperti anda dan yang lainnya. Dia menjalani hidup dengan cara yang normal, seperti kebanyakan orang. Dia sempat berencana untuk kembali melanjutkan pendidikan insinyurnya di sebuah perguruan tinggi teknik. Berdasarkan pengakuannya, Kumar telah lulus ujian intermediasi dengan skor 57 persen dan memiliki berkontribusi paling besar pada bidang matematika, dimana dia berhasil memperoleh nilai 72. Nilai tersebut merupakan nilai yang cukup memuaskan, bukan?

Akan tetapi sayangnya mimpi itu seketika harus sirna. Dia harus mengalami sebuah kecelakaan. Kecelakaan itu membuatnya harus mengalami lumpuh sebagian. Sejak saat itu, maka dimulai lah hari-hari suramnya. Tidak lama setelah kecelakaan tersebut terjadi, ayahnya meninggal dunia dan anggota keluarganya yang tersisa pun perlahan tapi pasti, mulai menelantarkan dirinya. Dari situlah Kumar mulai mencari nafkah di jalanan.

Walaupun saat ini bisa dibilang kalau hidupnya sudah jauh lebih baik dan terjamin, namun Kumar tetap ngotot untuk terus menjadi pengemis. Dia bahkan menolak tawaran melakukan operasi untuk menyembuhkan kelumpuhannya. Katanya, jika dia sembuh nanti, dia tidak akan bisa lagi mengemis. Dan ketika keadaannya sudah membaik, dia takut kalau hidupnya akan kembali susah seperti yang sebelum-sebelumnya.

Justru kelumpuhan yang dialaminya inilah yang dianggap sebagai berkah, karena dari situlah dia mendapatkan rasa iba dari orang-orang, sehingga mereka yang merasa kasihan pun mulai memberikannya sedekah. Uang inilah yang kemudian dikumpulkan olehnya sampai bisa mendapat uang dengan nilai nominal yang sangat banyak.

Selain Kumar, Polisi Kuwait juga sempat menangkap seorang pengemis yang kedapatan memiliki rekening  senilai lebih dari 6,2 juta riyal saudi atau setara dengan Rp. 22 miliar. Pengemis ini ditangkap saat sedang menadahkan tangannya di sebuah masjid. Pria tersebut mengatakan kepada para jamaah di sana bahwa dirinya sedang membutuhkan uang dan tidak memiliki rumah.

Pada bulan April 2015 yang lalu, Kuwait bahkan pernah mendeportasi sebanyak 22 orang pengemis, setelah mereka ditahan karena telah melecehkan orang. Untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh para pengemis ini, kepolisian terpaksa menyamar mengenakan abayas (pakaian perempuan) dan berpura-pura sebagai peminta-minta di jalanan.

Di Arab Saudi, seorang lelaki mengemis selama lima bulan dengan cara menenakan pakaian perempuan sebelum aksinya terbongkar oleh polisi. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dalam aksinya tersebut dia berhasil mengumpulan uang sebesar SR 200 atau sekitar Rp. 700 ribu setiap hari. Penghasilan itu semakin meningkat jika pada hari Jumat.

“Wow”, mungkin kata inilah yang pas disandingkan dengan para pengemis-pengemis ini. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa dibalik pakaian mereka yang terlihat lusuh dan kotor, pengemis-pengemis ini ternyata memiliki uang yang sangat banyak, atau mungkin lebih banyak dari mereka yang memberikan sedekah. Bener nggak? 

Nah, setelah membaca artikel ini, anda sudah tahu kan sekarang makna daalam dari pepatah “don’t judge a book from it’s cover yang sudah dijelaskan di atas? Dari kisah pengemis kaya raya inilah anda bisa belajar tentang bagaimana sebaiknya menilai seseorang. So guys, jangan pernah lagi menganggap remeh orang lain ya.

Dan satu lagi, jangan sampai karena tergiur dengan kisah pria ini, anda jadi meninggalkan pekerjaan anda di kantor, kemudian beralih pekerjaan menjadi pengemis. Tetap lah bersyukur dengan apa yang anda punya, karena masing-masing manusia diberikan rezeki yang berbeda-beda oleh Yang Maha Kuasa. Mengerti kan? Selamat bekerja dan menjalankan aktivitas anda.