Info

Kontrol Jumlah Kelahiran, Periset Akan Menguji Alat Kontrasepsi Gel Ini Tahun Depan

Dua Anak Lebih Baik“, anda pasti pernah kan mendengar slogan ini? Isi slogan ini diserukan untuk menyarankan kepada para pasangan untuk memiliki anak tidak lebih dari 2.

Hal tersebut dikarenakan angka kelahiran di banyak negara mulai tak terkendali atau bisa dikatakan kalau angka kelahiran yang anda saat ini sangat tak terkendali.

Jika dibiarkan terus menerus tanpa andanya tindakan pengendalian tertentu, maka akan terjadi yang namanya ketidakseimbangan dalam banyak hal, yang beberapa diantaranya adalah seperti ketidakseimbangan sumber daya alam (makanan), tempat tinggal, pekerjaan dan sarana prasarana yang lainnya.

Jika keadaan sudah tak terkendali seperti ini, maka kehidupan masyarakat yang sejahtera tidak akan mungkin bisa terciptakan. Nah, oleh karena itu, untuk mengendalikan kelahiran tersebut, maka diciptakan lah berbagai alat kontrasepsi yang akan membantu pasangan suami-isteri untuk melakukannya.

Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi merupakan sesuatu yang memang sengaja diciptakan untuk membantu pasangan yang sudah menikah yang mungkin belum siap untuk memiliki keturunan atau anak (menunda kehamilan).

Alat kontrasepsi tersebut terdiri dari beberapa jenis dan beberapa diantaranya memang sengaja dirancang untuk masing-masing gender. Jadi, baik itu laki-laki dan juga wanita, kontrasepsi yang digunakan pastinya akan berbeda.

Pada wanita biasanya menggunakan pil KB untuk menunda kehamilan, sedangkan untuk pria umumnya menggunakan kondom yang dipakai pada saat akan melakukan hubungan. Bukan hanya untuk pria, beberapa jenis kondom juga tersedia untuk para wanita.

Selain alat kontrasepsi yang ada di atas, sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh kontrasepsi lainnya yang bisa anda temukan. Namun yang umum digunakan oleh masyarakat adalah kedua benda tersebut.

Penemuan Alat Pengendalian Kelahiran Dengan Gel

Pengendalian kelahiran pada pria terbaru tampaknya sebentar lagi akan segera dilakukan di dunia. Uji coba klinis terbesar ini masih dilakukan sampai saat ini.

Penelitian tentang kontrasepsi hormonal laki-laki ini rencananya akan dijadwalkan dimulai pada tahun 2018 mendatang. Penelitian tersebut akan dilakukan pada sekitar 400 lebih pasangan yang berasal dari  6 (enam) negara di seluruh dunia.

Pria dalam penelitian tersebut akan diminta untuk menggosokkan gel yang mengandung hormon sintetis ke bagian lengan atas dan bahu mereka sehari sekali, kemudian periset akan melacak keefektifan gel tersebut dalam mencegah kehamilan pada pasangannya mereka.

Percobaan yang disponsori oleh National Institutes of Health dan Dewan Kependudukan nirlaba ini akan mencakup beberapa pasangan yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Swedia, Cile (Chili,Chile) dan Kenya.

Gel eksperimental yang mengandung progestin sintetis yang biasanya dikenal dengan sebutan nestorone ini memiliki fungsi untuk menghalangi testis untuk membuat atau menghasilkan testosteron dalam jumlah yang terlalu banyak untuk menghasilkan sperma dan testosteron sintetis, yang akan melawan ketidakseimbangan hormon lainnya.

Kombinasi antara progestin dan testosteron yang dilakukan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya pernah diuji di dalam sebuah uji klinis yang lebih kecil yang diterbitkan tahun lalu, dimana pria yang menjadi relawan dalam penelitian tersebut mendapat suntikan hormon setiap dua bulan sekali.

Seberapa Efektifkah Alat Kontrasepsi Gel Ini?

Periset menemukan bahwasannya percobaan itu 96% efektif untuk menekan jumlah sperma, namun sayangnya penelitian tersebut harus terpaksa dihentikan lebih awal dari perkiraan awalnya.

Hal itu dikarenakan adanya keluhan dari pria yang mengikuti penelitian tersebur dan mengatakan bahwa mereka mengalami beberapa perubahan kondisi tubuh yang berbeda dari sebelum mereka menerima suntikan, seperti misalnya perubahan suasana hati, nyeri otot dan beberapa efek samping yang lainnya.

Dr. Min Lee, yang merupakan petugas program pada percobaan yang akan datang dan sekaligus seorang peneliti dari Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia, mengatakan bahwa gel kontrasepsi yang digunakan di dalam percobaan ini mengandung testosteron sintetik yang jauh lebih sedikit daripada formula injeksi.

Hal ini diharapkan akan mencegah terjadinya banyak masalah seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Jika kami menghentikan produksi testosteron, para pria pasti akan mengalami efek samping, terutama masalah jumlah sperma yang bisa mereka hasilkan. Tapi kami mencoba untuk menggunakannya dalam kadar yang cukup, sehingga mereka memiliki respons fisiologis yang normal, bukan jumlah besar yang telah digunakan dalam formulasi lainnya“, Katanya.

Kombinasi nestorone atau testosteron topikal ini juga terbukti efektif saat digunakan dalam sebuah uji klinis yang dilakukan selama 6 (enam) bulan di tahun 2012 yang lalu, namun penelitian tersebut melibatkan dua gel berbeda, yang harus diterapkan pada berbagai bagian tubuh.

Selama beberapa tahun terakhir ini, para periset di NIH dan Dewan Kependudukan telah menciptakan atau memformulakan kembali gel tersebut menjadi satu produk.

Para wanita yang ikut serta dalam percobaan juga akan menggunakan bentuk kontrol kelahiran perempuan, selama kurang lebih 4 (empat) pada bulan pertama setelah pasangan laki-laki mereka menggunakan gel kontrasepsi tersebut.

Tapi jika suatu hari nanti setelah penggunaan gel tersebut ternyata jumlah sperma pria turun di bawah ambang batas yang diperlukan untuk mencegah kehamilan, yaitu kurang dari satu juta per mililiter, maka pasangan itu boleh menggunakan gel sebagai kontrasepsi selama satu tahun penuh.

Regine Sitruk-Ware, yang merupakan seorang ilmuwan terkemuka di Dewan Kependudukan, baru-baru ini mengatakan kepada MIT Technology Review bahwa gel yang diteliti ini telah terbukti mampu menekan tingkat sperma selama sekitar 72 jam.

Dr. Lee juga mengatakan bahwa meskipun kelak penelitian obat ini benar-benar berhasil dilakukan, namun kemungkinan membutuhkan waktu sekitar lima tahun sebelum akhirnya disetujui oleh Food and Drug Administration dan tersedia untuk umum.

Suatu saat jika percobaan tahap IIb yang akan datang ini sudah selesai dilakukan, maka pengadilan Tahap III yang jauh lebih besar harus dilakukan.

Dia mengatakan bahwa dirinya sangat berharap banyak pada penemuan alat kontrasepsi pria ini dan penelitian baru yang dilakukan ini merupakan langkah atau cara yang penting untuk mewujudkannya. Tim penelitinya juga mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang juga mengajukan permintaan untuk produk tersebut.

Jika anda bertanya kepada saya dua tahun yang lalu, apakah ini akan menjadi alat kontrasepsi yang berguna, saya masih ragu dan akn mengatakan, siapa sih yang mau mengoleskan gel ini ke seluruh bagian tubuh mereka?“, Kata Lee.

Tapi di dalam wawancara kami, beberapa pria mengatakan kalau mereka bersedia untuk melakukannya. Pasti akan ada banyak antusiasme dari kedua belah pihak. Tak hanya dari relawan, tapi juga dari para peneliti yang sedang uji coba terhadap orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya.”

Keunggulan Penggunaan Gel Dengan Alat Kontrasepsi Lainnya

Gel kontrasepsi yang sedang dalam tahap penelitian dan pengurusan izin ini sepertinya akan menjadi sebuah terobosan besar dikedepannya. Gel ini digadang-gadang bisa membantu dan memungkinkan para pria turut secara aktif dan langsung dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Keunggulan dari alat kontrasepsi dalam bentuk gel ini jika dibandingkan dengan kontrasepsi yang lainnya seperti kondom misalnya adalah salah satunya terletak pada cara pemakaiannya dan keefektifannya setelah digunakan.

Sampai saat ini, kondom yang biasa digunakan oleh banyak pria ini merupakan alternatif yang paling banyak dipilih dan digunakan.

Perbedaan Cara Pakai

Perbedaan pertamanya adalah terlihat dari cara penggunaanya. Jika umumnya alat kontrasepsi yang digunakan oleh pria dipakaikan langsung pada alat vitalnya (kondom), dengan suntikan, ataupun juga dengan jalan operasi, maka kehadiran kontrasepsi gel ini membawa sesuatu yang berbeda dalam hal pemakaiannya.

Anda tidak perlu menyuntikkan gel tersebut, karena anda cukup mengoleskannya saja pada bangian bagian lengan atas dan bahu anda sekali sehari. Lebih mudah bukan? Bayangkan saja anda seperti sedang memakai lotion.

Berdasarkan Keefektifannya

Penggunaan kondom untuk mencegah terjadinya kehamilan ini sebenarnya cukup terbukti keefektifannya, namun hal tersebut akan terwujud jika anda memang benar-benar sudah memastikan kalau anda sudah memakainya dengan benar dan konsisten.

Anda juga harus memastikan kalau kondom yang anda gunakan adalah jenis yang berkualitas dan tidak mudah bocor pastinya. Kalau anda sudah memastikannya secara keseluruhan, maka tingkat kefektifannya bisa mencapai 98 persen. Meskipun kemungkinan keberhasilannya cukup tinggi, namun kemungkinan ketidakberhasilannya juga sama tingginya.

Berbeda dengan kondom, alat kontrasepsi yang berupa gel ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 96 persen. Meski terbilang sedikit lebih rendah kemungkinanya dari kondom, namun tingkat ketidakberhasilan dari penggunaan gel ini sangat kecil.

Selain menggunakan kondom, cara lain yang bisa dilakukan untuk menekan angka kelahiran adalah dengan jalan vasektomi. Vasektomi adalah sebuah prosedur operasi yang “melibatkan pemotongan atau pemblokiran dua tabung, yang disebut vas deferens, sehingga sperma tidak lagi masuk ke air mani.

Meskipun vasektomi hampir 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan, namun prosedurnya yang bersifat permanen bukanlah pilihan yang baik dan tepat bagi pria yang ingin memiliki anak biologis setelah prosedur selesai.

Setelah mengetahui perbedaan ketiga alat kontrasepsi diatas, menurut anda yang manakah yang lebih baik dan efektif untuk dijadikan alternatif pilihan? Pasti banyak dari anda yang akan lebih memilih gel, bukan?

Bukan hanya karena pemakaiannya yang mudah, namun juga karena tingkat keberhasilan yang dimilikinya juga baik. Untuk anda yang mungkin tertarik untuk mencoba alat kontrasepsi gel ini, anda harus sedikit bersabar untuk menantikan kehadirannya ya guys, karena alat ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Pembahasan tentang perbandingan kontrasepsi gel dengan kontrasepsi lainnya ini akan menjadi penutup penjelasan informasi yang dimuat di dalam artikel ini. Semoga saja penjelasan kami bisa anda mengerti dan bermanfaat untuk anda. Terima kasih dan selamat beraktivitas kembali.