Info

Makna Dibalik Pemilihan Warna Sampul Paspor di Dunia

Seberapa seringkah anda bepergian ke luar negeri? Adakah sebanyak 15 kali? Atau bahkan lebih?
Bepergian atau berlibur ke luar negeri adalah impian semua orang. Akan tetapi sayangnya, tidak semua orang bisa memiliki kesempatan untuk itu.

Bepergian ke luar negeri tidaklah semudah bepergian di dalam kota. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan dilengkapi. Salah satunya adalah “Paspor”. Tanpa adanya paspor, akan sangat sulit atau bahkan tidak akan mungkin seseorang bisa bepergian ke luar negeri. Nah, untuk anda yang belum tahu betul tentang apa itu paspor sebenarnya, berikut ini adalah penjelasannya.

Paspor

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara, yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Paspor ini biasanya berisi biodata pemegangnya, yang dilengkapi dengan foto, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan dan kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual. Adakalanya pula sebuah paspor mencantumkan daftar negara, yang tidak boleh dimasuki oleh si pemegang paspor.

Awal Mula Munculnya Istilah Paspor di Dunia

Istilah paspor awalnya berasal dari kata “Sea Port” (pelabuhan laut). Pada abad pertengahan di Eropa, dokumen ini dikeluarkan oleh penguasa setempat bagi para pelancong, dan biasanya berisi daftar kota dimana pemilik dokumen tersebut diijinkan lewat.

Raja Henry V dari Inggris dipercaya sebagai pencipta paspor yang pertama kali di dunia. Paspor ini digunakan untuk membuktikan identitas pemiliknya di negeri asing. Paspor jenis pertama yang diciptakan, mencakup tentang uraian pemegang paspor. Pada masa ini, bentuk paspor masih sangat sederhana, dan belum memuat foto dan berbagai informasi lainnya.

Pemasangan foto pada paspor baru dimulai pada abad ke-20, ketika fotografi mulai berkembang dan menjadi semakin meluas. Diakhir abad 19 hingga menjelang perang dunia I, paspor tidak lagi diperlukan pada saat melakukan perjalanan internasional di Eropa, sehingga lintas batas sangat mudah untuk dilewati. Karena hal tersebut, hanya sedikit orang yang membuat paspor.

Pada tahun 1920, negara-negara di dunia mengadakan sebuah konferensi yang membahas tentang paspor dan tiket masuk antar negara. Petunjuk paspor dihasilkan dari konferensi tersebut, yang diikuti dengan konferensi tahun 1926 dan 1927.

Pada tahun 1963, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sempat mengadakan konferensi, tetapi tidak menghasilkan petunjuk mengenai paspor dari konferensi tersebut. Kemudian barulah pada tahun 1980, standarisasi paspor muncul dibawah dukungan ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

Setelah menegetahui apa itu paspor beserta awal kemunculannya, selanjutnya adalah sebuah informasi unik mengenai paspor yang belum pernah anda bayangkan atau pikirkan sebelumnya. Tahukah anda apa yang dimaksudkan itu? Informasi tersebut adalah mengenai keunikan warna yang terdapat pada sampul paspor di masing-masing negara.

Saat bepergian jauh atau ke luar negeri, pernakah anda berfikir akan makna warna paspor yang sedang anda pegang tersebut? Mungkin anda akan menjawab “tidak pernah” karena itu “tidak penting”. iya kan? Namun tanpa anda sadari, ternyata warna paspor tersebut memiliki makna yang unik. Mau tahu apa-apa saja warna tersebut beserta maknanya? Ini dia penjelasannya.

Setelah diteliti, ternyata hanya ada empat warna yang mendominasi sampul paspor di dunia ini. Mengenai pemilihan warna sampul paspor tersebut, masing-masing negara memiliki alasan sendiri dibalik pemilihan warna-warna tersebut. Nah, ini dia nih yang mau kita telusuri dan selidiki, guys.

Empat warna yang dipilih untuk menjadi ciri khas warna pada sampul paspor di dunia ini antara lain: merah, biru, hijau, dan hitam. Penetapan keempat warna paspor tersebut dibenarkan oleh Hrant Boghossian, yang merupakan wakil presiden di database paspor, Passport Index.

Alasan Pemilihan Warna Paspor Oleh Suatu Negara

Ada beberapa alasan mengapa tiap negara memilih salah satu warna dari empat warna yang tersedia tersebut. Beberapa negara bahkan sempat beberapa kali mengganti warna paspornya karena alasan tertentu. Misalnya, sampul paspor AS yang berubah dari merah, hijau, dan kemudian dari tahun 1976 berubah lagi menjadi warna bitu. Dan hingga saat ini, paspor yang digunakan di negara ini masih berwarna biru.

Pemilihan warna pada sampul paspor ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh budaya dan sejarah masing-masing negara. Tapi juga bisa karena masalah kepraktisan dan ketersediaannya. Pembuatan paspor dilakukan dengan pengontrolan yang sangat ketat, dan hanya beberapa perusahaan di dunia saja yang berhak untuk mencetaknya. Kertas kraft yang digunakan untuk sampul paspor ini biasanya dibuat oleh pihak ketiga dan hanya memiliki warna tertentu untuk memenuhi standar keamanan.

Berikut alasan dibalik pemilihan warna paspor.

1. Merah

Warna merah pada paspor adalah warna yang umum. Paspor dengan sampul merah dipilih oleh negara-negara yang memiliki sejarah atau masih berlatar belakang komunis. Misalnya: Slovenia, China, Serbia, Rusia, Latvia, Romania, Polandia, dan Georgia, adalah negara-negara yang memiliki paspor bersampul merah. Sedangkan negara-negara anggota Uni Eropa kecuali Kroasia memiliki warna paspor burgundy, atau merah bata dan warna variasi merah lainnya.

Adapun negara-negara yang tertarik bergabung dengan Uni Eropa, adalah seperti Turki, Makedonia dan Albania. Beberapa negara tersebut telah mengubah warna paspornya menjadi merah beberapa tahun lalu. Negara-negara Andean Bolivia, Kolombia, Ekuador, dan Peru juga memiliki sampul paspor burgundy. Demikian pula dengan paspor Polandia. Negara ini pertama kali mengganti sampul paspornya dari biru gelap ke merah pada tahun 2001.

2. Biru

Negara-negara bersampul paspor biru menganggap dirinya sebagai ‘dunia baru’. Sebanyak 15 negara Karibia memiliki paspor biru. Negara-negara bagian seputar Amerika Selatan juga memilih biru sebagai simbol, yang berhubungan dengan Mercosur – trade union. Termasuk negara Brasil, Argentina, dan Paraguay. Pengecualian pada¬†Venezuela. Venezuela termasuk dari union, tapi warganya berpaspor merah. Paspor warga Amerika Serikat juga berubah ke warna biru pada 1976.

3. Hijau

Kebanyakan negara-negara muslim memilih hijau sebagai warna pada sampul paspornya. Termasuk Maroko, Arab Saudi dan Pakistan. Indonesia juga salah satu negara dengan sampul paspor berwarna hijau bagi WNI. Hijau dianggap warna favorit Nabi Muhammad SAW dan simbol bagi alam serta kehidupan.

Warga negara dari negara-negara Afrika Barat seperti: Burkina Faso, Nigeria, Niger, Pantai Gading dan Senegal juga menggunakan warna dasar hijau sebagai warna sampul travel dokumen mereka. Mengenai hal itu, pemilihan hijau dikarenakan mereka adalah negara-negara ECOWAS (Economic Community of West African States).

Akan tetapi, sejumlah pertanyaan kembali muncul mengenai pemilihan warna tersebut, seperti: Mengapa Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim memilih warna merah untuk paspornya?

Malaysia adalah negara dengan mayoritas muslim, tapi tidak memakai warna hijau pada sampul paspornya, dan malah menggunakan warna merah sebagai lambang negara komunis. Hal ini dikarenakan Malaysia adalah bagian dari commonwealth, itulah mengapa paspor berwarna merah.”

Namun, mengapa Australia berwarna biru padahal Negeri Kangguru adalah commonwealth? Hal itu terjadi karena sejarah, Australia dahulu menjadi bagian dari Inggris.

4. Hitam

Warna hitam adalah warna yang paling jarang dipilih sebagai warma sampul paspor. Negara yang menggunakan warna hitam pada paspornya adalah beberapa negara Afrika, di antaranya Botswana, Zambia, Burundi, Gabon, Angola, Chad, Congo, Malawi dan lainnya. Warga negara Selandia Baru juga memilih hitam sebagai sampul identitas perjalanan, karena hitam adalah warna resmi Negeri Kiwi.

Itulah keempat warna pada sampul paspor di negara-negara yang ada di dunia besrta maknanya. Nah, sekarang sudah tahu kan guys keunikan dari warna paspor di dunia? Sekarang, anda bisa mengetahui negara asal dari seseorang, hanya dengan melihat warna paspornya.