Healthy Info

Mengenal Black Death, Wabah Penyakit Terbesar Yang Menginfeksi Ribuan Orang di Afrika

Penyebaran penyakit di dunia memang tak ada habis-habisnya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa salah satu pandemik (penyakit yang menyebar di wilayah yang luas) terburuk dalam sejarah manusia, yaitu Black Death merupakan wabah  yang terjadi pada abad ke-14 sampai ke-19, yang disebarkan oleh kutu manusia dan kutu tubuh.

Disebutkan juga bahwasannya tikus yang berkutu juga dapat menularkan bakteri dan merupakan salah satu faktor di balik wabah tersebut. Bisa dikatakan kalau hewan ini merupakan penyebab utama penyakit pandemik kedua di Eropa dengan rangkaian wabah ysng terjadi berturut-turut.

Wabah ini disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis dan biasanya menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi, sering dibawa oleh tikus, menyebabkan wabah pes. Gejala yang ditimbulkannya meliputi kelenjar getah bening yang membengkak dan terasa sakit, yang disebut dengan bubos, yang disertai dengan demam, menggigil dan batuk.

Plague atau Sampar atau juga dikenal dengan sebutan pes dan black death inilah yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Yersinia pestis yang disebutkan di atas tadi. Bakteri ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Apa sih yang dimaksud dengan black death ini sebenarnya? Anda pasti penasarankan dengan penyakit yang katanya pernah merenggut ribuan jiwa beberapa tahun yang lalu ini?

Apa Sih Black Death Itu Sebenarnya?

Black death adalah salah satu pandemik paling mematikan yang pernah ada di dalam sejarah manusia, yang membawa seluruh peradaban berlutut selama wabah global terakhirnya menyerang.

Tahun lalu, dikonfirmasi bahwa wabah tersebut telah menyerang Amerika dan wabah yang sedang berlangsung di Madagaskar juga diketahui telah menginfeksi ribuan orang.

Penyakit berbahaya dan mematikan ini biasanya menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi, terutama kutu yang sering dibawa atau terdapat pada tikus. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan sangat menular, sekalipun diobati dengan antibiotik sejak awal.

Ada tiga bentuk wabah infeksi sampar (plague), diantaranya: wabah pneumonia, septicaemic dan pes, yang merupakan bentuk yang paling umum menyerang masyarakat.

Kalau pes merupakan jenis black death yang paling umum, maka wabah pneumonia adalah bentuk yang paling menular di antara ketiganya. Jenis yang satu ini umumnya berkembang setelah terjadinya infeksi.

Infeksi pneumonia tersebut bisa menyebar melalui udara, sementara untuk wabah septicaemic, terjadi saat infeksi menyebar melalui aliran darah.

Awal Munculnya Black Death

Penyebaran wabah hitam, yaitu infeksi wabah pes mencapai puncaknya di Eropa antara tahun 1346 dan 1353. Disebut-sebut sebagai salah satu pandemi yang paling bersifat menghancurkan dalam sejarah manusia, karena jenis penyakit ini telah menyebabkan sekitar 75 – 200 juta orang tewas di Eurasia.

Tingkat kematian tersebut mewakili 30-60 persen populasi Eropa saat ini. Setelah wabah penyakit ini, masyarakat kemudian mengalami serangkaian perubahan yang signifikan, termasuk meningkatnya fanatisme agama.

Karena kekurangan pengetahuan medis untuk memahami pandemi tersebut, beberapa kelompok menyalahkan orang Yahudi dan penderita kusta karena wabah, yang mengakibatkan pembunuhan massal di seluruh Eropa tersebut.

Diperlukan waktu sekitar 300 tahun bagi populasi global untuk kembali ke tingkat masa pra-wabah setelah terjangkit wabah.

Gejala Yang Ditimbulkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan gejala pes ini “mirip seperti flu“, dengan satu sampai tujuh hari antara masa inkubasi sampai gejala tersebut muncul.

Penderita cenderung merasakan sakit pada kelenjar getah beningnya yang bengkak, menggigil, demam, sakit kepala, lemas dan merasa kelelahan.

Pada penderita bubonic, kelenjar getah bening yang meradang ini akhirnya bisa berubah menjadi luka yang terbuka dan bernanah. Wabah pes berakibat fatal sekitar 30-60 persen kasus, sementara untuk jenis pneumonia hampir semuanya selalu fatal, jika tidak diobati.

Pneumonia Plague adalah jenis yang lebih ganas atau bersifat merusak dan merupakan bentuk lanjutan yang ditandai dengan infeksi paru-paru yang parah.

Cara Penyebaran Wabah

Tiga jenis wabah yang berbeda-beda ini semuanya mengacu pada berbagai cara penyebaran penyakit tersebut.

Pada infeksi bubonic, bakteri penyebab wabah dapat ditularkan oleh bakteri yang disebarkan oleh hewan yang berkutu, yang terinfeksi yang kemudian menyebarkan penyakit ini ke orang-orang melalui gigitan.

Orang yang sudah terinfeksi kemudian bisa mengembangkan penyakit tersebut menjadi lebih parah atau mengalami wabah pneumonia setelah infeksi yang mereka alami semakin menjadi-jadi.

Wabah pneumonia yang berbasis paru-paru ini terkadang dapat ditularkan melalui udara antar penderitanya. Biasanya gejala yang terlihat adalah penderita akan mengalami batuk-batuk dan bersin.

Selain infeksi pneumonic dan bubonic, masyarakat yang tertular juga berpotensi mengembangkan wabah septicaemic, yang terjadi saat infeksi menyebar melalui aliran darah.

Black Death di Madagaskar

Beberapa waktu yang lalu, pejabat kesehatan memperingatkan bahwa “tidak ada satu orang pun yang aman” dari wabah Black Death yang mematikan di pulau liburan Madagaskar, yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang.

Mereka bahkan mengatakan kalau penyakit tersebut saat ini menjadi jauh lebih menular, karena karena penularannya terjadi dari orang yang satu ke orang lainnya melalui udara dan juga dari hewan ke manusia melalui gigitan kutu yang yang telah terinfeksi oleh virus.

Jumlah korban tewas akibat penyakit ini meningkat lebih dari 150. Pemerintah Inggris langsung memperingatkan para wisatawan Inggris untuk menjauh dari daerah yang dilanda oleh wabah tersebut dan memberitahu negara-negara tetangga untuk bertindak waspada.

Untuk kasus penyebaran wabah penyakit yang bernama Black Death ini, Madagaskar sudah tidak akan terkejut lagi. Hampir setiap tahunnya wabah mematikan ini terjadi di sana.

Tapi menurut para ahli yang mengamati kasus ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya, tahun 2017 kemarin adalah tahun yang dianggap paling berbahaya penyebarannya.

Penyakit ini bersifat endemik (ditemukan di satu tempat saja), yaitu di daerah pedesaan yang berada di pulau Afrika. Namun peningkatan untuk penyakit jenis pneumonia telah memicu perhatian khusus.

Pada tanggal 3 Januari 2018 kemarin, pihak berwenang memastikan bahwa wabah yang terjadi di Madagaskar telah berakhir, dengan kasus terakhir yang dikonfirmasi pada bulan 3 November yang lalu. Wabah di Madagaskar yang terjadi tahun lalu diketahui telah menginfeksi lebih dari 1.800 orang.

Wabah Besar di London

Wabah Black Death pernah melanda kota London pada tahun 1665 dan berlangsung sampai dengan tahun 1666. Penyebaran penyakit ini merupakan wabah besar terakhir yang melanda Inggris.

Di seluruh Eropa, penyakit mengerikan iini mewabah kota-kota besar secara berkala kemudian menyebar ke banyak benua selama berabad-abad.

Tapi wabah yang terjadi di tahun 1665 tersebut memiliki proporsi yang jauh lebih besar daripada yang telah terlihat selama beberapa waktu sebelumnya.

Tidak diketahui darimana awal mula munculnya wabah yang melanda London ini, tapi diperkirakan kemungkinan besar penyebarannya terjadi di kapal Belanda.

Sementara untuk kasus kematiannya sebenarnya sudah dimulai pada akhir tahun 1664. Akan tetapi, penyakit ini baru mulai melakukan penyerangan besar-besaran pada awal tahun 1665 dan semakin merajalela pada musim panas, sehingga menyebabkan Raja pada masa itu melarikan diri dari kota tersebut pada bulan Juli.

Hingga pada saat berada di puncaknya, penyakit ini mengklaim telah menyerang sebanyak 7.000 nyawa hanya daam waktu seminggu saja (menurut pengukuran konservatif).

Wabah itu tidak sepenuhnya berakhir sampai bulan September tahun 1666, dimana secara kebetulan kota itu juga dilanda oleh tragedi lainnya, yang dikenal dengan The Great Fire.

Penelitian Terhadap Wabah Pes

Untuk lebih memahami wabah yang bersejarah tersebut, para ilmuwan dari Universitas Oslo mencoba untuk melakukan penelitian dengan memodelkan tiga rute penyebaran penyakit tersebut, yaitu dari tikus, udara dan kutu manusia.

Para peneliti juga menggunakan data kematian untuk sembilan wabah yang terjadi pada periode pandemik kedua. Analisis mereka menemukan bahwa ektoparasit manusia, seperti kutu, berpotensi besar menyebabkan kematian.

Hasil model menunjukkan bahwa penyebaran wabah disebabkan oleh kutu manusia dan kutu tubuh, demikian menurut penelitian yang diterbitkan.

Hasil yang kami dapat mendukung pedapat bahwa ektoparasit manusia adalah vektor utama untuk wabah tersebut, selama Pandemik Kedua, termasuk Kematian Hitam (black death),” kata peneliti tersebut

Studi ini menggunakan pemodelan matematika untuk mencoba dan menentukan bagaimana sebenarnya wabah ini menyebar di Eropa, yang dikenal sebagai ‘Kematian Hitam’,” kata Raina MacIntyre, selaku profesor Epidemiologi Penyakit Infeksi di Universitas New South Wales di Australia, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Sebagian besar wabah yang terjadi secara alami adalah bubonic (mempengaruhi kelenjar getah bening, bukan paru-paru). Studi seperti ini dapat membantu lebih memahami transmisi cepat wabah, yang kemudian menunjukkan tindakan pengendalian yang paling sesuai,” katanya lagi.

Itulah tadi informasi mengenai penyakit mematikan yang bernama black death. Semoga saja apa yang di sampaikan di dalam artikel ini bisa membuka mata anda dan mulai menyadari kalau di ekeliling anda ada banyak sekali jenis penyakit menular yang cara penyebarannya mungkin tidak anda ketahui.

Untuk itu, berhati-hatilah dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan anda. Black death adalah penyakit yang penularannya dilakukan oleh hewan pengerat yang bernama tikus, yang terinfeksi kutu.

Dan seperti yang anda ketahui, tikus merupakan hewan yang identik dengan lingkungan yang kotor. Untuk itu, jika ingin tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini, maka kebersihan adalah kuncinya.