Healthy Info

Menggunakan Alat Yang Sama, Namun Teknik Pengobatan Ini Ternyata Berbeda

Meskipun saat ini sudah banyak pengobatan moderen yang sudah ditemukan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, namun tetap saja beberapa orang masih lebih percaya pada jenis pengobatan tradisional atau alternatif. Lantas, manakah yang menurut anda paling efektif dalam mengobati penyakit?

Adakah di antara anda yang saat ini masih menggunakan perawatan alternatif ketika sedang sakit? Kalau “iya”, jenis perawatan yang seperti apakah yang anda lakukan? Bisakah anda menyebutkannya? Anda tak perlu sungkan untuk mengatakannya, karena kami tidak akan menganggap anda sebagai orang yang kuno.

Tahu kenapa? Karena kebanyakan pengobatan moderen yang bisa kita temukan saat ini adalah perkembangan dari teknik mengobati yang dulunya dilakukan oleh nenek moyang kita. Bedanya, kini mereka telah dirancang atau diracik dengan sedemikian rupa dengan menggunakan teknologi yang sudah ada.

Beberapa jenis pengobatan alternatif yang masih dipercaya lebih ampuh untuk mengobati penyakit tertentu, sehingga masih digunakan oleh banyak orang sampai dengan sekarang ini adalah tusuk jarum kering dan akupuntur.

Akupuntur mungkin sudah tidak asing lagi untuk anda, tapi bagaimana dengan tusuk jarum kering? Apakah anda juga pernah mendengar tentang istilah pengobatan ini?

Sebenarnya, keduanya sama-sama melibatkan jarum tipis, yang ditusukkan ke kulit untuk terapeutik. Tujuannya pun sama, yaitu memberikan bantuan untuk mengobati rasa sakit. Yang membuat keduanya berbeda ada hanyalah praktiknya saja. Anda mengertikan maksudnya?

Praktik tusuk jarum kering mencoba melepaskan ketegangan dari simpul dan titik-titik tekanan di otot. Sementara ahli akupunktur memasukkan jarum untuk melepaskan endorfin dan mempengaruhi sistem saraf. Secara tradisional, akupunktur digunakan untuk menyelaraskan energi seseorang, atau yang disebut dengan chi.

Berbeda dengan akupuntur yang telah banyak dan sudah lama dipelajari oleh para peneliti, tusuk kering adalah praktik yang masih terbilang sangat baru dan bukti yang bisa membuktikan khasiatnya pun masih belum komprehensif. Sementara pedoman untuk akupuntur sudah sangat lengkap, alternatif tusuk jarum malah sebaliknya.

Setelah membaca penjelasan ringkas di atas, anda bisa membuat kesimpulan kecilnya, bukan? Untuk lebih membuat anda memahami perbedaan di antara kedua jenis pengobatan tradisional ini, di bawah ini kami akan memberikan penjelasannya.

Tusuk Jarum Kering vs Akupuntur

Walaupun banyak perbedaan diantara kedua jenis pengobatan ini, namun praktik tersebut memiliki beberapa kesamaan. Tahukah anda apa itu? Keduanya mengklaim bahwa mereka dapat memberikan bantuan terapeutik dari rasa sakit. Namun, mereka melibatkan metode yang berbeda, yang sebelumnya telah kami sebutkan di atas.

Masyarakat dunia telah mengenal akupuntur sebagai teknik pengobatan selama berabad-abad lalu dan sekarang praktiknya sudah diatur dengan baik. Sedangkan tusuk jarum kering dikembangkan baru-baru ini saja dan juga masih belum memiliki pedoman resmi.

Perbedaan lain dari keduanya adalah, pengobatan akupunktur dapat digunakan untuk berbagai kondisi medis. Filosofi utamanya adalah bahwa tubuh dapat disembuhkan ketika chi atau energi penyembuhan dilepaskan.

Sedangkan tusuk jarum kering dirancang untuk mengurangi rasa sesak dan nyeri pada otot. Praktisi perawatan ini percaya bahwa, memasukkan jarum langsung ke simpul atau titik tekanan akan melepaskan ketegangan di otot sekitarnya.

Tusuk Jarum Kering

Selain meredakan nyeri otot dan kram, tusuk jarum kering juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas seseorang. Seorang ahli pengobatan alternatif ini biasanya akan memasukkan jarum filiform baja yang pendek, tipis dan anti karat ke dalam titik-titik tekanan tertentu, atau yang dikenal sebagai trigger points, yaitu area yang ketat atau kejang di otot.

Jarum yang digunakan di dalam praktik tersebut pada umumnya adalah jarum yang tidak mengandung cairan apapun untuk disuntikkan ke dalamnya. Orang yang sering melakukan praktik pengobatan ini adalah para terapis olahraga dan ahli terapi fisik lainnya.

Karena kurangnya peraturan dan pedoman untuk melakukannya, seseorang dapat melakukan praktik tusuk jarum kering ini dengan pelatihan minimal dan tidak ada lisensi, yang berarti siapa saja bisa menjadi ahli terapi ini. Kedengarannya agak sedikit ekstrim nggak sih?

Dalam hal ini rasanya sangat sulit mengatakan kalau praktisi yang melakukan pengobatan ini adalah seorang yang terlatih, memiliki pengalaman yang memadai ataupun melakukan prosedur yang benar, sehingga tak banyak yang mau dan berani mencobanya.

Tata cara yang paling umum dalam praktik ini adalah meninggalkan jarum filiform di otot selama 10-30 menit. Namun, ternyata ada 2 (dua) jenis tusuk kering yang masih kurang umum di masyarakat, diantaranya adalah :

  • Teknik masuk dan keluar

Ini adalah teknik dimana seorang praktisi akan memasukkan jarum filiform ke titik pemicu dan segera atau langsung mencabut atau menyingkirkannya. Hasil tinjauan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa bentuk tusuk kering ini tidak memberikan manfaat apapun.

  • Teknik non-trigger points

Non-trigger points merupakan teknik dimana seorang praktisi akan menyisipkan jarum ke otot sekitarnya, yang bukan termasuk simpul atau titik tekanan. Studi ilmiah tentang tusuk jarum kering ini sangatlah terbatas, meskipun memang penelitian tentang praktik ini masih terus tumbuh dan berkembang.

Sejauh ini, beberapa penelitian telah mendapatkan hasil yang positif untuk jenis praktik ini. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 lalu menunjukkan bahwa tusuk jarum kering lebih efektif daripada pengobatan plasebo.

Namun, hasil penelitian lainnya diketahui kurang menjanjikan. Misalnya saja di dalam sebuah penelitian pada tahun 2012 lalu, dimana tusuk kering ditemukan kurang efektif digunakan jika dibandingkan dengan injeksi plasma kaya trombosit dalam merawat cedera rotator cuff.

Penulis sebuah studi tahun 2017 bahkan menyimpulkan bahwa peregangan sama efektifnya dengan tusuk kering dalam meningkatkan fleksibilitas.

Hasil penelitian tersebut setiknya berhasil memberitahu atau menunjukkan bahwa tusuk jarum kering mungkin memang lebih efektif daripada tidak menerima perawatan sama sekali, tetapi metode yang lebih konvensional dan hemat biaya, seperti peregangan dan terapi pijat, mungkin lebih baik dalam mengurangi nyeri otot.

Perawatan Akupuntur

Akupunktur adalah teknik pengobatan kuno yang awalnya dikembangkan di China. Namun seiring berkembangnya teknik tersebut, kini hampir seluruh masyarakat mengenalnya. Tentu saja kepopulerannya tersebut muncul karena keefektifannya dalam memberikan kesembuhan.

Para pendukung pengobatan ini mengklaim bahwa teknik tersebut dapat menghilangkan stres, rasa sakit dan ketidaknyamanan, dengan cara membuka aliran energi seseorang, atau yang biasa dikenal dengan istilah chi.

Akupunktur medis sama-sama menggunakan alat berupa jarum, sama seperti tusuk jarum kering. Bedanya, ini melibatkan penggunaan jarum yang lebih panjang dan tipis untuk merangsang syaraf di otot dan di lapisan bawah kulit. Teknik ini juga dapat menghasilkan produksi endorfin, yang dapat meredakan beberapa gejala.

Adapun beberapa gejala yang bisa diringankan dengan perawatan ini antara lain : sakit dan nyeri di otot, mual, kram menstruasi, sakit kepala dan migrain, depresi, nyeri yang berhubungan dengan tenaga kerja, muntah dan sakit lutut.

Jika anda menanyakan pertanyaan “mengapa orang-orang lebih banyak percaya pada teknik ini dibandingkan dengan tusuk jarum kering”, maka inilah jawaban yang bisa kami berikan :

Untuk bisa melakukan pengobatan akupunktur, seseorang perlu dilisensikan dan menjalani pelatihan ekstensif. Seorang terapis akupunktur biasanya akan menjalani 3 tahun atau lebih waktu pelatihan. Mereka akan belajar mengidentifikasi gejala, mendiagnosis kondisi dan menggunakan teknik yang benar dengan menggunakan jarum.

Dengan kata lain, para terapis haruslah berasal dari orang yang benar-benar ahli, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengobatan dan berbagai jenis penyakit, terutama yang bisa disembuhkan atau diobati dengan perawatan tersebut.

Selain itu, seorang anggota senior dari dewan nasional juga akan mengawasi para praktisi baru. Sebelum menerima lisensi, seorang praktisi baru harus lulus ujian dari dewan nasional dan mereka harus lulus ujian setiap tahunnya setelah menerima lisensi. Oleh karena itu, tak heran kalau banyak yang lebih percaya dengan teknik perawatan ini.

Berbagai macam penelitian mendukung penggunaan akupunktur untuk mengobati banyak kondisi medis, termasuk migrain, depresi dan radang sendi.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa, akupunktur reguler dapat membantu mencegah migrain dan tinjauan dari tahun 2012 menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengobati migrain seefektif pilihan medis lainnya. Apakah bukti-bukti di atas belum cukup untuk meyakinkan anda bahwa akupuntur adalah pengobatan yang aman?

Tapi meskipun begitu, penelitian lebih lanjut masih tetap diperlukan untuk menentukan apakah akupunktur benar-benar dapat membantu mengobati radang sendi, sekalipun beberapa orang telah menemukan bahwa itu dapat mengurangi rasa sakit yang terkait.

Hasil review pada tahun 2018 menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengurangi keparahan depresi pada beberapa orang ketika digunakan bersamaan dengan perawatan tradisional lainnya.

Siapa pun anda yang merasa tertarik untuk mencoba akupunktur, sebaiknya anda harus berbicara dengan dokter anda terlebih dahulu, agar mereka bisa membantu anda menemukan praktisi yang terdaftar.

Resiko Pengobatan Akupuntur dan Tusuk Jarum Kering

Meskipun sangat baik dalam hal mengobati beberapa jenis penyakit, namun kedua jenis atau teknik perawatan dengan menggunakan jarum ini juga memiliki resiko. Kebanyakan resiko  yang ditimbulkan tidak begitu mengkhawatirkan, namun tetap harus diperhatikan.

Tusuk jarum kering akan dianggap aman jika praktisi menggunakan jarum yang steril. Anda semua tahukan kalau ada banyak sekali jenis penyakit yang bisa ditularkan di sekeliling anda, tak terkecuali melalui benda sekecil jarum? Jika si terapis menggunakan jarum yang terkontaminasi, maka anda akan beresiko tertular patogen yang ditularkan melalui darah.

Resiko lebih lanjut yang terkait dengan tusuk kering adalah berupa gejala ringan dan relatif umum, seperti: nyeri sementara di daerah dimana jarum tersebut ditusukkan, pendarahan, memar di sekitar atau daerah yamg ditusuk.

Kenapa yang dijelaskan daritadi hanyalah resiko untuk tusuk jarum kering saja? Apakah akupuntur tidak memiliki resiko apapun? “Tidak juga sih”. 

Hanya saja orang yang menerima akupunktur jarang mengalami efek samping. Kalaupun terjadi, resikomya sama saja seperti pada tusuk jarum kering, dimana biasanya pasien akan mengalami pendarahan, memar dan nyeri ringan.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kami akan menyimpulkan, bahwa :

  • Tusuk jarum kering dan akupunktur sama-sama dapat membantu meredakan nyeri otot, nyeri dan sesak, meskipun dengan cara atau praktik yang sedikit berbeda.
  • Akupunktur adalah prosedur yang diatur dengan baik. Jarum disisipkan pada titik-titik strategis untuk menstimulasi aliran energi ke seluruh tubuh. Meskipun beberapa bukti tidak meyakinkan, namun akupunktur secara luas diakui sangat membantu dalam mengobati penyakit tertentu.
  • Tusuk jarum kering dikembangkan jauh lebih baru dibandingkan dengan akupuntur yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Dengan tidak adanya peraturan resmi dalam pengobatan ini, seseorang akan memiliki resiko lebih tinggi mengalami efek samping.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan mengenai dua jenis teknik pengobatan yang sama-sama menggunakan jarum dalam praktiknya, namun memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan di atas.

Sebelum kami mengakhiri penjelasan ini, penting bagi kami untuk memberitahukan atau lebih tepatnya menyarankan agar sebelum mencoba tusuk jarum kering atau akupunktur, maka sebaiknya anda harus berkonsultasi dengan dokter. Ini akan meminimalkan resiko anda untuk mendapatkan terapis gadungan yang tidak berpengalaman. Anda mengerti, kan?