Info

Misteri Desa Propaganda di Korea Utara

Ketika mendengar kata “Korea”, pikiran anda mungkin akan langsung tertuju pada sejumlah film-film romantis yang diperankan oleh artis dan aktor yang cantik-cantik dan tampan-tampan, seperti Lee Min Ho dan Park Shin Hye . Korea yang merupakan salah satu negara yang berada di Asia Timur ini telah terbagi menjadi 2, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan.

Meskipun awalnya kedua negara tersebut adalah satu, namun karena suatu peristiwa di masa lalu, mereka akhirnya harus terpecah menjadi 2 negara yang berbeda. Jika dilihat dari nama kedua negara tersebut, seharusnya tidak banyak perbedaan yang ditemukan. Apalagi jika yang membedakannya hanya nama dibelakangnya saja, “utara” dan “selatan”. Namun, siapa sangka ternyata kemiripan nama tersebut tidak menjadi tolak ukur bahwa keduanya pasti memiliki banyak kemiripan.

Jika Korea Selatan dikenal dengan beragam keunikan dari segi makanan dan tempat wisatanya, dimana para turis banyak terlihat sedang menikmati keindahan kota Seoul dan melakukan beragam aktivitas, maka bertolak belakang dengan apa yang ada di Korea Utara. Negara yang satu ini dikenal dunia bukan karena keindahan tempat wisatanya, atau film-film romantisnya, melainkan karena ketertutupannya terhadap negara lain.

Tidak hanya itu saja, negara Korea Utara ini juga kerap disebut sebagai negara misteri, karena banyak sekali hal-hal yang mengerikan di negara ini Tidak hanya itu saja lho guys, karena negara ini sangat tertutup, maka jangan harap jika anda bisa dengan mudah masuk atau berkunjung ke sana.

Korea Utara

Korea Utara merupakan salah satu negara misterius yang memiliki banyak teka-teki. Hal ini disebabkan karena negara ini sangat tertutup terhadap negara-negara lainnya hampir menyangkut segala hal. Jika dilihat dari sistem pemerintahan negaranya, korea utara dipimpin oleh seorang presiden. Dulunya, Korea Utara adalah negara yang berideologi komunis.

Namun sejak tahun 2009 yang lalu, negara ini mulai menganut sebuah ideologi baru yang disebut “Juche”. Juche merupakan sebuah ideologi yang dicetuskan oleh Kim Il Sung padatahun 1955. Ideologi yang dicetuskannya tersebut mengandung prinsip “manusia menguasai dan memutuskan segala sesuatu”.

Kalau berbicara tentang Korea Utara, maka sangat erat kaitannya dengan berbagai cerita yang mengerikan, seperti kelaparan, penderitaan para penduduknya dan rasa takut yang sangat tinggi, terutama terhadap pemerintahannya. Pemerintahan di Korea Utara memang memiliki kekuatan yang sangat besar.

Tidak ada satupun warga negaranya yang berani menentang keputusan yang telah diputuskan oleh pemerintah di negara Korea Utara ini. Mereka semua sangat patuh terhadap pemerintahan. Pemerintah negara ini menganggap bahwa hanya dia sajalah yang bisa menyelamatkan warga negaranya dari segala kekacauan yang terjadi di dunia, sehingga semua warga negaranya pun menganggap pemerintah sebagai dewa yang memiliki kekuasaan muthlak.

Dalam hal penanggalan, negara ini tidak mau mengikuti penanggalan yang biasa digunakan oleh seluruh negara di dunia. Mereka lebih memilih untuk menentukan penanggalan mereka sendiri, yang dihitung sejak kelahiran sang pendiri negara ini yaitu Kim Il Sung pada tahun 1912. Dengan begitu, jika sekarang ini adalah tahun 2017, maka di Korea Utara adalah tahun 105. Kalau dibilang egois sih, memang negara ini kelihatan sangat egois. Akan tetapi, mereka punya hak sendiri dan mungkin memiliki alasan sendiri mengapa harus melakukan hal-hal seperti itu.

Tidak hanya dalam hal penanggalan saja, tapi keegoisan negara ini semakin jelas terlihat dari sikap diam dan tertutup yang diperlihatkannya. Tapi jangan salah guys, pasti ada sesuatu yang sudah mereka siapkan atau rencanakan dibalik kediamannya tersebut. Salah satunya bisa anda lihat dari keberhasilan mereka dalam menciptakan senjata nuklir.Meskipun mereka bukan termasuk negara yang besar, tapi nyatanya mereka sanggup menciptakan senjata mematikan dan paling menakutkan di dunia, sama seperti kedua negara adidaya lainnya, seperti Amerika Serikat dan Rusia.

Aturan Aneh di Korea Utara

Negara Korea Utara tidak hanya terkenal dengan kekuatan militer dan pemerintahannya yang keras, tapi juga terkenal dengan berbagai aturan aneh dan mengerikan yang diterapkan kepada seluruh warganegaranya. Tahukah anda aturan apa-apa sajakah itu?

Larangan Merayakan Ulang Tahun

Aturan aneh yang pertama yang diterapkan oleh pemerintahan Korea Utara terhadap warga negaranya adalah aturan merayakan hari ulang tahun. Memang tidak semua warga negaranya yang mendapatkan larangan tersebut. Hanya beberapa orang saja. Pelarangan tersebut diberikan kepada mereka yang lahir pada tanggal 17 Desember dan 8 Juli. Hal tersebut dikarenakan Presiden Abadi Kim Il-sung, meninggal pada 17 Desember, dan Dear Leader, Kim Jong-il, meninggal pada 8 Juli. Perayaan ulang tahun dilarang keras pada kedua tanggal tersebut karena dianggap sebagai tanggal yang tidak baik atau kurang beruntung.

Larangan Untuk Mengakses Internet

Di era dimana teknologi sudah secanggih sekarang ini, tahukah anda kalau ternyata di Korea Utara, warga negaranya tidak diperbolehkan untuk mengakses internet secara bebas? Pemerintah di negara ini membatasi pengaksesan internet untuk setiap warga negaranya. Jika saat ini internet sudah memiliki jutaan lebih domain, yang diperbolehkan untuk diakses oleh warga negara Korea Utara hanya sekitar 28 situs web saja.

Situs-situs tersebut pun hanyalah situs-situs yang biasa saja, seperti situs asuransi, pendidikan, berita, dan lain sebagainya. Parahnya lagi, di negara ini komputer bukanlah barang yang terjangkau. Untuk memilikinya setiap warganya harus memiliki izin. Oleh karena itu, tidak heran jika dari 25 juta jumlah penduduk yang ada di Korea Utara, hanya terdapat beberapa ribu saja yang bisa menggunakan internet di rumah.

Penentuan Gaya Rambut Warganegaranya

Nah, aturan yang kali ini agak sedikit lebih aneh nih, guys. Beberapa tahun yang lalu, didapat kabar bahwa pemerintah Korea utara membuat sebuah kampanye untuk mencukur rambut yang panjang. Pada saat itu, memiliki rambut panjang dianggap sebagai sebuah tindak kejahatan. Parahnya lagi, kunjungan ke salon untuk memangkas rambut tersebut harus diawasi ketat oleh para polisi rahasia. Hal ini dilakukan agar warga negaranya taat dan patuh mengikuti gaya rambut yang telah ditetapkan oleh negara. Potongan rambut yang diizinkan untuk pria berjumlah 10 model rambut dan 18 untuk perempuan.

Pelarangan Pemakaian Jeans

Aturan aneh lainnya berkaitan dengan cara berbusana. Karena Korea Utara menganggap Amerika Serikat sebagai musuh utama negaranya, maka pemerintah Korea Utara melarang keras warganya untuk mengenakan busana jeans, karena jenis pakaian ini dianggap sebagai simbol dari negara Amerika Serikat.

Selain beberapa aturan aneh yang dimiliki oleh negara Korea Utara di atas, ternyata ada sebuah daerah pedesaan misterius di Korea Utara yang sering menjadi bahan perbincangan banyak orang. Tahukah anda nama daerah atau desa tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

Desa Propaganda di Korea Utara

Kemisteriusan negara Korea Utara memang tidak ada habis-habisnya. Kali ini tampaknya salah satu desa yang ada di negara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa orang, khususnya yang berasal dari luar Korea. Bagaimana tidak, desa yang dimaksud tersebut dianggap menyimpan sesuatu yang sangat misterius sampai-sampai beberapa orang menjuluki kota tersebut sebagai kota paling gaib di dunia. Kira-kira di daerah manakah desa ini terletak?

Desa tersebut terletak di Zona Demiliterisasi (DMZ), yaitu sebuah wilayah di perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang terdapat aktivitas militer dari kedua negara. Letak desa ini tepatnya berada di kota Kijong-dong. Desa ini biasa dikenal dengan sebutan “Desa Perdamaian”, karena jika anda melihat kota ini dari Korea Selatan, desa ini akan terlihat normal dan sangat tenang.

Pemerintah Korea Utara mengklaim bahwa, di Desa Perdamaian tersebut terdapat sekitar 200 orang warga negaranya yang tinggal di sana. Pemerintah Korea Utara juga mengatakan jika Desa Perdamaian tersebut juga disediakan berbagai fasilitas yang lengkap, seperti sekolah dan rumah sakit yang diperlukan untuk mendukung kehidupan para penduduk yang tinggal di sana. Tapi belum ada yang bisa memastikan apakah yang dikatakan oleh pemerintah Korea Utara itu benar atau hanya sebuah omong kosong belaka.

Jika anda pernah melihat desa ini dari Korea Selatan, mungkin anda yang melihatnya akan menepis semua anggapan buruk tentang negara ini dan percaya bahwa Korea Utara tidak seburuk apa yang orang-orang pikirkan selama ini. Akan tetapi, ketika Anda berhasil melihat Desa Perdamaian ini dengan jarak yang lebih dekat lagi, Anda mungkin akan merasa terkejut, karena Anda tidak akan menemukan satu orang warga pun yang tinggal di sana. Desa Perdamaian ini tidak memiliki penghuni. Anda tidak akan menemukan warga yang sedang beraktivitas di sekitar desa tersebut.

Tidak hanya itu saja, bangunan yang berada di Desa Perdamaian umumnya hanyalahbangunan kosong, yang tidak memiliki interior. Bahkan jendela-jendela bangunannya tidak memiliki kaca. Lampu-lampu bangunan selalu dihidupkan dan dimatikan pada waktu tertentu. Satu-satunya orang yang dapat ditemui di Desa Perdamaian hanyalah petugas kebersihan yang kerap menyapu trotoar jalan beberapa kali.

Ada dugaan bahwa sebenarnya desa tersebut merupakan desa palsu yang memang sengaja diciptakan untuk maksud tertentu. Banyak orang percaya bahwa Desa Perdamaian tersebut hanyalah sebuah desa propaganda, yang sengaja diciptakan untuk memberi kesan, bahwa Korea Utara selama ini baik-baik saja. Selain itu, banyak pula orang yang percaya, bahwa tujuan diciptakannya Desa Perdamaian ini hanya untuk memikat para penduduk Korea Selatan, untuk mau bergabung dengan Korea Utara.

Di beberapa bangunan yang berada di Desa Perdamaian tersebut dipasang sebuah speaker besar, yang terus menerus menyiarkan propaganda Korea Utara kepada Korea Selatan. Tujuan aslinya untuk memikat para pembelot di Korea Selatan. Sesekali speaker tersebut juga menyampaikan kecaman yang ditujukan kepada negara Barat, menyiarkan pidato anti negara-negara Barat, yang dibungkus dengan pesan-pesan kebencian, menyiarkan opera Komunis, dan musik-musik nasional. Speaker itu terus menyala hingga 20 jam dalam sehari.

Meskipun kebenaran tentang ada tidaknya penghuni desa ini masih sebuah misteri, namun sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan untuk mengkonfirmasi kebenarannya, yaitu dengan cara datang langsung atau mengunjungi desa propaganda yang ada di Korea Utara tersebut. Dengan begitu anda bisa mendapatkan kebenarannya. Tapi sepertinya hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Mengingat bahwa untuk bisa masuk ke wilayah Korea Utara terlebih di Zona Demiliterisasi, bukanlah suatu hal yang mudah bagi orang asing.

Itulah sedikit informasi mengenai desa propaganda di Korea Utara yang masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa dipecahkan hingga sekarang. Kita lihat saja gimana nanti dikedepannya. Akankah ada yang berhasil menguak desa propaganda ini? Yah, kita lihat saja nanti.