Info

Siapa Bilang Wanita Nggak Bisa Jadi Hacker? Ini Buktinya

Masih ingatkah anda dengan berita mengenai pernyataan google tentang kemunduran dirinya dari China beberapa tahun yang silam? Tahukah anda apa alasan mereka menutup seluruh operasional mereka di negara tirai bambu tersebut? Jika di flashback kembali mengenai alasan pemunduran diri google pada waktu itu, mungkin anda akan terkaget – kaget setelah mengetahuinya.

Pasalnya, raksasa mesin pencari tersebut sudah tidak tahan lagi dengan gelombang serangan yang dilancarkan oleh para hacker  di China. David Drummond, selaku Senior Vice President, Corporate Development and Chief Legal Officer Google menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapati adanya serangan yang sangat canggih yang berasal dari China terhadap infrastuktur Google.

Serangan yang diluncurkan oleh para hacker di China ini membuat pihak google mengambil tindakan untuk meninjau kembali kelayakan operasi bisnis mereka yang saat itu berada di China. Langkah Google yang memilih mundur dari China beberapa tahun yang lalu telah menunjukkan betapa dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.

Pada tahun 2008 yang lalu, diperkirakan ada sebanyak 4 juta orang hacker yang tergabung dalam berbagai komunitas hacker. Salah satunya adalah sebuah kelompok hacker yang seluruh anggotanya adalah wanita, yang menamakan diri mereka sebagai Cn Girl Security Team. 

Ini salah satu bukti bahwa tidak hanya kaum pria saja yang bisa menjadi hacker, wanita juga bisa melakukan hal yang sama, bahkan bisa jauh lebih hebat. Kelompok hacker wanita ini dipimpin oleh seorang gadis kelahiran Hunan, 6 September 1989 yang bernama Xiao Tian.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan tentang hacker wanita asal China tersebut, anda juga perlu mengetahui sedikit tentang bagaimana pertama kali para hacker ini muncul dan menjadi salah satu komunitas yang berbahaya terhadap keamanan di dunia serta menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap suatu negara maupun sistem tertentu.

Latar Belakang Munculnya Hacker

Saat mendengar kata Hacker, banyak diantara anda yang mungkin sudah sangat familiar dengan nama tersebut. Hacker ini biasanya diartikan sebagai orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, serta mencoba untuk menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk mendapatkan keuntungan atau karena dimotivasi oleh tantangan.

Mengenai kapan sebenarnya para peretas ini muncul, beberapa informasi mengatakan bahwa mereka mulai beraksi di awal tahun 1960-an. Pada masa itu, terdapat sebuah organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Organisasi inilah yang menjadi  salah satu perintis perkembangan teknologi komputer, dimana mereka sering disibukkan dengan sejumlah komputer mainframe. Dari antara anggota organisasi kemudian muncul orang yang disebut dengan istilah hacker. Saat pertama kali kata hacker ini diperkenalkan, kata tersebut masih memiliki makna yang positif.

Sebutan hacker ini diberikan kepada anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Sayangnya, pada tahun 1983, konotasi akan hacker mulai berubah menjadi negatif. Hal ini disebabkan karena pada tahun tersebut FBI menangkap kelompok cyber crime bernama The 414s yang berbasis di Milwauke, Amerika Serikat, untuk yang pertama kalinya. 414 merupakan kode area lokal mereka.

Kelompok yang disebut hacker ini dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering dan komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Kelompok hacker ini terdiri dari 6 orang, dimana satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul lah kelompok lain yang juga menyebut diri mereka sebagai kelompok peretas, padahal sebenarnya tidak demikian. Mereka merasa seperti mendapat kepuasan lewat tindakan mereka membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).

Para peretas sejati menyebut orang-orang ini sebagai cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang para cracker ini sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika mereka mengatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang berarti orang itu telah menjadi peretas.

Para peretas ini kemudian mengadakan pertemuan tahunan, yang diadakan pada pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara yang dilakukan pada ajang Def Con ini lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena adanya kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang berpikir bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pada pihak tertentu, seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker.

Para Cracker-lah yang menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug), untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Oleh sebab itu, biasanya para peretas ini dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

  • Hacker (White Hat Hackers) : peretas yang sebenarnya, memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.
  • Cracker (Black Hat Hackers) : peretas yang mengakibatkan kerugian pada pihak tertentu, seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus dan menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup serta merusak suatu sistem.

Nah, setelah anda mengetahui latarbelakang munculnya para hacker ini, saatnya kembali pada inti pembahasan mengenai salah satu hacker wanita di China yang sempat membuat pihak google menjadi kalang kabut. Siapakah dia sebenarnya?

Hacker Wanita Asal China – Xiao Tian

Siapa bilang yang bisa jadi hacker cuma kalangan pria saja? Wanita asal China yang bernama Xiao Tian ini akan membuktikan pada anda kalau wanita juga bisa menjadi hacker. Saat melihat wajahnya, tidak akan ada yang pernah mengira bahwa gadis yang memiliki paras yang sangat cantik ini ternyata seorang pemimpin organisasi hacker wanita di China.

Jika awalnya anda membayangkan bahwa hacker wanita biasanya didominasi oleh mereka yang berpenampilan culun, berkacamata, rambut acak-acakan dan tidak terurus, sepertinya anda perlu membuang jauh-jauh pemikiran seperti itu. Jangan salah, banyak juga hacker wanita yang penampilannya ngalah-ngalahin model lho.

Xiao Tian ini adalah salah satunya. Meski kerap dipaksa untuk begadang dan sesekali merokok, tetapi penampilan wanita ini sangatlah cantik dan akan memikat para pria yang melihatnya. Dengan penampilannya seperti itu, tidak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah pimpinan dari kelompok hacker yang anggotanya lebih dari 2.200 orang hacker wanita.

Profil Xiao Tian

Xiao Tian adalah wanita berkebangsaan China yang lahir pada tangga 6 September 1989 di Hunan. Xiao Tian, yang berarti “surga kecil” ini mulai dikenal saat usianya masih sangat muda, yaitu: 19 tahun. Dia mulai dikenal setahun setelah membentuk China Girl Security Team pada bulan Maret tahun 2007 lalu.

Di dalam kesehariannya, Xiao Tian merupakan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di sebuah Universitas Teknologi Xi’an. Wanita cantik ini adalah penggemar kopi dan juga mengaku tergila-gila akan sepatu, terutama sepatu dengan warna yang mencolok. Namun meskipun sangat menyukainya, Xiao Tian mengaku tidak akan membeli sepatu hanya karena sepatu itu cantik. Dia lebih suka membeli sepatu yang simple dan tidak ribet saat dipakai.

Wanita yang tinggal di Distrik Chaoyang, Beijing ini sering bercerita tentang tempat-tempat yang pernah dia kunjungi. Dia juga sempat menuliskan tentang keberhasilannya meretas laman tertentu. Dia menulis informasi tersebut di dalam blog pribadinya. Tidak hanya itu, beberapa tulisan yang dia buat juga lebih sering bernada melankolis.

Tujuan Xiao Tian Membentuk Organisasi Hacker Wanita

Seperti yang telah disebutkan di atas, Xiao Tian merupakan orang yang membentuk China Girl Security Team pada tahun 2007.  Awalnya mereka menamai diri mereka dengan nama The Six Golden Flower, yang beranggotakan 6 orang. Mereka kemudian berkembang dengan sangat cepat dan jumlah mereka pun terus bertambah menjadi semakin besar.

Kelompok itu kemudian menjadi besar dan berganti nama menjadi China Girl Security Team. Kini, anggotanya sudah mencapai lebih dari 2.200 orang. Xiao Tian mengatakan bahwa tujuannya membuat kelompok tersebut adalah karena ia merasa sangat perlu memberikan ruang bagi gadis remaja sepertinya, yang merasa tersingkirkan dari dunia hacker yang disesaki oleh hacker pria, yang menganggap bahwa hacker wanita tidak memiliki skill yang cukup.

Dengan perlahan tapi pasti, Xiao Tian bersama dengan kelompok hackernya mulai menerobos dominasi pria di dunia hacking. Mereka mengincar status selebritis yang disandang oleh para hacker di China, sekaligus membuka peluang “karir” yang menggiurkan bagi para hacker yang memiliki reputasi tinggi.

Untuk hal kemampuan, Xiao Tian tidak bisa pandang remeh. Wanita cantik ini bahkan dikabarkan pernah meretas perusahaan sebesar Google di negaranya dan berhasil membuat mereka memilih untuk mundur dari China. Hebat bukan?

Scott Henderson, selaku pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India bahwa Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas.

Hal ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka. Akan tetapi, belakangan ini kecenderungan yang terjadi adalah “tentara cyber” tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.

Meski demikian, Henderson menyebutkan bahwa suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.

Wah, wah, wah, hebat sekali bukan wanita China yang satu ini? Dia telah berhasil membuktikan bahwa wanita juga bisa menjadi hacker yang handal. Tidakkah anda terinspirasi untuk menjadi hacker setelah mengetahui kisah hacker wanita ini? Tapi ingat ya guys, jadi hacker boleh aja, asal jangan jadi Cracker. Ok?