Art Info

Tekan Angka Kecelakaan, Negara Ini Ciptakan Zebra Cross 3 Dimensi

Zebra cross adalah tempat yang disediakan sebagai tempat penyeberangan di jalan, yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.

Daerah tersebut dinyatakan dengan marka jalan, yang berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam, dengan tebal garisnya sekitar 300 milimeter dan umumnya memiliki celah yang sama dan panjang sekitar kurang lebih 2500 mm.

Di sekitar daerah zebra cross umumnya masih ditambah lagi dengan larangan parkir, dengan tujuan agar para pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan.

Pejalan kaki yang berjalan di atas zebra cross ini haruslah mendapatkan perioritas terlebih dahulu atau utama dari si pengendara motor.

Disebut sebagai zebra cross karena penyebrangan ini menggunakan warna hitam dan putih seperti warna pada hewan zebra dari kelompok hewan kuda yang hidup di Afrika.

Alasan Munculnya Ide Pembuatan Zebra Cross 3D

Pernahkah anda menghitung, kira-kira ada berapa banyak nyawa yang harus hilang akibat kecelakaan yang terjadi di jalan, terutama yang disebabkan karena alasan kecepatan?

Berdasarkan data yang didapat, ada kurang lebih jutaan orang di seluruh dunia yang harus meninggal setiap tahunnya karena kecelakaan mobil. 

Beberapa kecelakaan yang terjadi tidak hanya melibat si pengendara yang satu dengan pengendara yang lainnya, melainkan banyak juga yang melibatkan para pejalan kaki.

Mengapa bisa demikian? Padahal sudah sangat jelas ada batasan antara tempat pemberhentian bagi mereka para pengendara mobil atau kereta dan juga pejalan kaki.

Namun tetap saja kecelakaan tidak bisa dibendung, karena masih banyak orang yang melanggar tanda tersebut. Apakah anda juga salah satu orang yang seperti itu? Lantas, bagaimanakah cara yang efektif untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan tersebut?

Melihat banyaknya kecelakaan yang terjadi tersebut, beberapa negara akhirnya berinisiatif untuk membuat zebracross 3D. Negara mana sajakah yang sudah menerapkan kebijakan ini? Apakah Indonesia termasuk di dalamnya? Berikut ini adalah penjelasannya.

Pembuatan Penyebrangan Berbentuk 3D

Sebagian besar dari anda pengendara motor atau mobil pasti pernah kan mengalami pengalaman tidak enak, yang hampir merenggut nyawa anda di jalan? 

Ada banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab mengapa anda bisa mengalami hal semacam ini. Dan faktor penyebab yang paling sering terjadi adalah dikarenakan kecerobohan dari diri anda sendiri.

Uniknya, setelah mengalami kejadian itu, anda baru akan sangat berhati-hati saat mengemudi, karena takut kejadian yang sama terulang kembali. Iya nggak? Bagi sebagian orang, kejadian seperti ini bahkan bisa sampai menimbulkan trauma tersendiri bagi pelakunya.

Namun sayangnya, dampak dari kejadian ini hanya bertahan dalam beberapa jam, atau mungkin paling lama dalam beberapa hari saja. Setelah itu, orang tersebut pasti akan melakukan atau mengulang kecerobohan yang sama kembali.

Yah, begitulah memang sifat dari manusia, yang tidak akan pernah jera dan tidak mau berubah menjadi lebih baik sebelum hal yang buruk benar-benar terjadi padanya.

Sebenarnya sudah ada banyak cara yang sudah diterapkan oleh pihak berwenang untuk memperkecil angka kecelakaan yang disebabkan karena pengendara kebut-kebutan ini, seperti misalnya memberlakukan sejumlah rambu atau tanda-tanda lalu lintas dan menerapkan hukuman pada para pelanggarnya.

Namun sepertinya cara seperti ini masih belum efektif untuk menghentikan para pengendara ugal-ugalan atau bertindak semaunya sendirir di jalan, tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri dan juga orang lain.

Zebra Cross 3D Di Islandia

Pada umumnya, pihak berwenang akan menerapkan peraturan yang ketat bagi para pengguna jalan untuk tujuan mengurangi dan menghindari terjadinya kecelakaan.

Namun tampaknya kota kecil di Islandia ini punya cara lain yang lebih kreatif untuk menangani masalah tersebut, yaitu dengan membuat zebra cross tiga dimensi. Unik ya pastilah. Anda bisa melihatnya pada contoh gambar di atas. Keren kan?

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak berwenang yang berada di Isafjordur, yaitu sebuah kota nelayan di Islandia telah memerintahkan pembuatan zebra cross yang dicat dengan ilusi optik.

Ilusi optik inilah yang membuatnya tampak seperti balok-balok putih yang sedang mengambang di udara. Desain yang inovatif ini tidak hanya memberi kemudahan bagi para pejalan kaki saja, tetapi juga bisa menarik perhatian para pengemudi yang berada di jalan.

Dengan begitu para pengemudi yang ingin lewat akan menurunkan kecepatannya begitu mendekati jalur penyeberangan yang dibuat dalam bentuk 3D tersebut.

Komisaris lingkungan Islandia yang bernama Ralf Trylla menyerukan penempatan penyebrangan ini di Isafjordur setelah melihat proyek serupa yang sedang dilaksanakan di New Delhi, India.

Dengan bantuan perusahaan lukisan jalanan yaitu Vegmalun GIH, pada akhirnya visinya tersebut berhasil diwujudkan menjadi kenyataan.

Dengan adanya zebra cross ini di jalan-jalan Isafjordur, diharapkan angka kecelakaan akibat kelalaian pengemudi di kota tersebut bisa ditekan atau semakin berkurang.

Sebenarnya penerapan penyeberangan 3D ini pertama kali dilakukan di New Delhi, India pada tahun 2016 lalu dan sekarang sudah diterapkan di beberapa negara lainnya termasuk Afrika Selatan, China dan Kyrgyzstan.

Ide untuk membuat penyebrangan dengan model 3D ini sampai di Islandia pada bulan September lalu dan perusahaan yang berkaitan dengan pembuatannya hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja untuk mendapatkan persetujuan dari bandara dan polisi, sebelum pada akhirnya menjalankan proses pembuatannya.

Bisa dikatakan bahwa Islandia adalah negara terbaru yang memperkenalkan penyeberangan zebra 3D, dalam upaya membuat pengemudi melambat saat mendekati jalur penyebrangan. Tujuan dari pembuatan ide ini adalah membuat pengemudi mengurangi risiko kecelakaan serius di daerah pejalan kaki.

Muncul Pertama Kali di India

Pembuatan zebra cross dengan ilusi optik ini sengaja dibuat sebagai pengganti polisi tidur yang difungsikan untuk mengurangi kecepatan pengendara kendaraan bermotor di area pejalan kaki.

Tahukah anda bahwa zebra cross dengan ilusi optik ini awalnya muncul pertama kali di India bukan di Islandia? Penyebrangan unik ini diciptakan oleh dua orang seniman India berbakat, yang bernama Saumya Pandya Thakkar dan Shakuntala Pandya.

Mereka berdualah yang telah melukis gambar 3 Dimensi (3D) dengan ilusi optik yang membuat zebra cross tampak timbul di jalan raya Ahmedabad, yaitu sebuah kota yang berada di bagian barat India.

Ilusi optik zebra cross timbul di India yang merupakan hasil karya dari Saumya dan Shakuntala ini menggunakan prinsip yang sama dengan anamorfisme ( penyajian perspektif atau proyeksi yang terdistorsi ) yang ditemukan di trompe l’oeils.

Trompe l’œil merupakan teknik lukisan yang melibatkan teknik dan perhitungan tinggi untuk menyajikan objek-objek di dalam lukisan, yang mampu menghasilkan ilusi optis, yang bertujuan untuk menipu persepsi otak terhadap imaji.

Lukisan zebra cross dengan ilusi optik ini dibuat sebagai pengganti gundukan sebagai penahan kecepatan atau biasa disebut polisi tidur. Keberadaan lukisan ini sangat diharapkan bisa berguna untuk mengurangi kecepatan para pengendara kendaraan bermotor di area padat penduduk.

Upaya dua seniman ini lambat laun mulai diterapkan di banyak tempat di dunia, terutama oleh negara Tiongkok, untuk memberikan pengendara jeda literal untuk berpikir dan mengurangi kecepatan kendaraannya.

Sayangnya cara ini sepertinya hanya efektif dalam jangka waktu pendek saja. Pengendara akan segera menyadari bahwa zebra cross timbul tersebut hanyalah tipuan mata belaka dan mereka akan mulai mengabaikan lukisan dengan ilusi optik tersebut, serta tidak lagi mengurangi kecepatannya saat tengah berkendara di jalan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal sains dan kesehatan National Center for Biotechnology Information mengungkapkan bahwa frekuensi pengendara untuk memberikan kesempatan bagi pejalan kaki menyebrang melalui zebra cross hanya 5 persen saja.

Pengendara cenderung tidak mematuhi hukum tentang batas-batas kecepatan di area zebra cross. Mereka belum bisa beradaptasi dengan kecepatan yang tidak akan membahayakan pejalan kaki, yang sudah berada atau hendak melangkah ke zebra cross.

Implikasi yang mungkin terjadi karena adanya temuan ini adalah pejalan kaki yang berpikir bahwa mereka dapat menyeberang jalan dengan aman menggunakan zebra cross dengan ilusi optik, justru bisa tertabrak pengendara yang sudah tahu dan mengabaikan zebra cross 3D tersebut.

Bagaimana pun, instalasi empat zebra cross dengan ilusi optik di jalan raya Ahmedabad yang didukung oleh Kementerian Perhubungan India ini tampaknya akan berguna selama beberapa bulan.

Hanya waktu yang akan menunjukkan apakah pengendara akan menerima dan mematuhi aturan kecepatan di sekitar area zebra cross, atau justru mengabaikan keberadaan zebra cross 3D tersebut dan tetap melaju kencang.

Mulai Diterapkan di China

Cara kreatif untuk meminimalisir atau menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di daerah penyebrangan jalan yang melibatkan para pejalan kaki dengan membuat zebra cross tiga dimensi sepertinya juga telah dilakukan oleh kepolisian di Chengdu, China.

Di dekat persimpangan-persimpangan jalan perkotaan di barat daya Chengdu, polisi telah membuat zebra cross tiga dimensi. Garis-garis itu dibuat seolah-olah menonjol ke permukaan jalan, sehingga bisa menarik perhatian pengendara untuk memperlambat laju kendaraannya, karena mereka akan berpikir bahwa itu adalah polisi tidur.

Untuk membuatnya tampak lebih hidup, polisi di sana juga menggunakan beberapa warna. Selain warna putih, mereka juga menambahkan warna lainnya seperti kuning dan biru. Warna-warna inilah yang membuat zebra cross 3D di china berbeda dengan yang ada di India maupun Islandia.

Seorang polisi lalu lintas setempat, yaitu Yuan mengatakan bahwa sejak mereka membuat penyebrangan 3D ini, banyak pengemudi yang mulai memperlambat laju kendaraan mereka dan memberikan kesempatan kepada para pejalan kaki untuk menyebrang.

Tapi meskipun demikian, tingkat kesadaran pengguna jalan maupun pejalan kaki yang ada di Chengdu memang masih terbilang kurang.

Pengendara masih saja melajukan kendaraan meski pada saat sedang melintasi zebra cross. Demikian pula dengan pejalan kaki yang nekat menyeberang meski lampu tanda menyeberang masih merah.

Kementerian Keamanan Publik menyebutkan bahwa ada sekitar kurang lebih 3.898 orang yang tewas di seluruh China dari 14 ribu kasus kecelakaan yang terjadi di berbagai lokasi penyeberangan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mengurangi angka kecelakaan, beberapa kota di China bahkan sampai memasang pemindai wajah di sejumlah penyeberangan jalan untuk mengidentifikasi pejalan kaki yang nekat menyeberang meskipun pada saat lampu merah.

Polisi juga berjanji memberikan hukuman kepada pengemudi yang tidak mau memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang di zebra cross.

Segala upaya apapun yang dilakukan untuk menekan jumlah korban akibat kecelakaan di daerah sekitar penyebrangan jalan, yang salah satunya adalah dengan menggunakan zebra cross 3D ini tidak akan bisa berhasil seutuhnya, jika tidak dibarengi dengan kesadaran dari kedua pihak, yaitu si pengendara dan si pejalan kaki.

Semua kembali lagi kepada diri anda masing-masing. Kalau anda masih sayang kepada diri anda dan orang-orang disekitar anda, maka mulai sekarang mulai lah berkendara dengan cara yang aman dan benar.