Info

Wanita Berhenti Bertambah Tinggi Setelah Usia 15 Tahun, Kok Bisa?

Pada dasarnya, makhluk hidup khususnya manusia pasti akan mengalami yang namanya proses pertumbuhan dan perkembangan.

Biasanya, kedua proses ini berjalan sejajar dan saling berdampingan satu sama lain. Namun meskipun berjalan saling berdampingan, kedua proses tersebut memiliki konteks yang berbeda.

Konteks Pertumbuhan lebih kepada proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asalnya (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dan pertambahan massa.

Tak hanya itu, pertumbuhan yang kita alami juga terjadi karena adanya pertambahan ukuran dan jumlah sel yang terdapat di dalam tubuh.

Sedangkan definisi perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan yang terjadi dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah dan kemudian membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu.

Pada tumbuh-tumbuhan, perkembangan biasanya ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedangkan pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi, sehingga siap untuk menghasilkan keturunan.

Selain itu, perkembangan pula lah yang menyebabkan terjadinya kematangan psikis pada manusia, sejak usia bayi, anak-anak hingga menjadi dewasa.

Berbicara tentang pertumbuhan, tahukah anda pada usia berapa umumnya manusia berhenti tumbuh? Apakah semua manusia berhenti bertumbuh pada waktu yang relatif sama? Bagi anda yang merasa penasaran dengan jawabannya, anda bisa menemukannya di bawah ini.

Perbedaan Waktu Pertumbuhan Pada Wanita dan Pria

Pertumbuhan manusia selama proses pubertas umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sehingga sulit diketahui kapan sebenarnya pertumbuhan tersebut selesai.

Setiap individu tumbuh pada tingkat yang berbeda-beda. Proses mulai dan berhentinya pubertas pada masing-masing orang (perempuan dan laki-laki) pun juga tidak sama.

Beberapa informasi mengatakan bahwa pubertas baik itu pada anak laki-laki maupun perempuan, umumnya bisa berlangsung selama 2 sampai 5 tahun. 

Akan tetapi, pertumbuhan atau masa pubertas yang dialami oleh anak laki-laki biasanya cenderung lebih lama dibandingkan dengan anak perempuan.

Anak laki-laki memulai pubertasnya sekitar setahun kemudian setelah anak perempuan. Dengan kata lain, bisa jadi anak laki-laki akan lebih pendek daripada anak perempuan yang memiliki usia yang sama.

Lamanya pubertas pada seseorang berlangsung bergantung pada berbagai faktor. Apa-apa sajakah faktor-faktor tersebut? Sebentar lagi anda akan segera mengetahuinya.

Tapi sebelumnya kami ingin memberitahukan bahwa, berhubung pembahasan mengenai jangka waktu pertumbuhan antara anak perempuan dan anak laki-laki ini cukup panjang, jadi kami akan membahasnya pada artikel yang berbeda.

Dan untuk yang pertama, kami akan memberikan pembahasan untuk yang anak perempuan terlebih dahulu. Tidak apa kan? Anda masih sabarkan menunggu artikel selanjutnya?

Baiklah kalau begitu, kita langsung saja ya masuk ke pembahasan mengenai jangka waktu pertumbuhan yang dialami oleh anak-anak perempuan berikut ini.

Pada Usia Berapakah Wanita Berhenti Bertumbuh?


Anak perempuan cenderung mengalami pertumbuhan terakhir pada usia sekitar 10 dan 14 tahun. Dan sebagian besar diantara mereka akan mencapai tinggi tubuh yang maksimal pada saat mereka berusia 15 tahun.

Lonjakan pertumbuhan terakhir ini menggambarkan masa kehidupan seorang gadis saat memasuki fase perkembangan seksual dan fisik, yang dikenal sebagai pubertas.

Perlu anda ketahui bahwa, setiap orang memulai masa pubertas mereka pada waktu yang berbeda. Pola pertumbuhan ini dipengaruhi oleh faktor genetika yang dimiliki oleh orang tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan tingkat petumbuhan “normal” pada manusia terjadi dalam kisaran tertentu atau ukuran yang tidak pasti.

Anak perempuan umumnya lebih cenderung mengalami lonjakan pertumbuhan yang ditandai dengan pertambahan tinggi badan. Ketika mereka mengalami masa pubertas, tinggi mereka tidak lagi sama seperti pada saat dulu mereka masih kanak-kanak.

Pubertas sendiri merupakan transisi (peralihan) dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa ini menggambarkan serangkaian perubahan yang dialami seseorang saat tubuh mereka mulai meningkatkan produksi hormon tertentu.

Usia rata-rata anak perempuan untuk memulai masa pubertas mereka adalah sekitar 11 tahun-an. Akan tetapi, ini bukanlah angka ketetapan atau angka pasti, karena pada kenyataannya semua orang memiliki usia pubertas yang bervariasi.

Beberapa orang mengalami masa pubertas lebih awal dari orang-orang pada umumnya dan ada pula yang lebih lama dari yang seharusnya (terlambat) dan ini benar-benar hal yang normal terjadi. Hal seperti ini cenderung terjadi sampai seseorang berusia sekitar 16 tahun.

Pada anak perempuan, pubertas yang terjadi sebelum usia 8 tahun dianggap tidak atipikal (abnormal). Bukan hanya itu saja, seorang gadis yang belum mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada payudaranya pada saat berusia 13 tahun, atau belum memulai menstruasi pada usia 16 tahun juga dianggap tidak normal.

Jika hal seperti ini terjadi pada anda atau orang-orang terdekat anda, ketahuilah bahwa situasi ini memerlukan perhatian medis untuk evaluasi yang lebih lanjut.

Selama pubertas, anak perempuan akan mengalami percepatan pertumbuhan dan juga akan mulai menstruasi, yang dikenal dengan istilah menarche (menstruasi untuk yang pertama kali).

Beberapa gadis mungkin akan mengalami beberapa perubahan seksual yang intens selama menjalani masa ini, mulai dari mendapatkan jerawat dan rambut tumbuh di beberapa bagian tubuh tertentu.

Hormon yang terkait dengan pubertas ini juga bisa membuat remaja menjadi lebih emosional atau moody. Sekali lagi kami ingatkan, ini merupakan hal yang normal.

Kapan Wanita Berhenti Bertambah Tinggi?

Laju pertumbuhan pada anak perempuan selama pubertas biasanya mencapai puncaknya sekitar 2 tahun setelah masa transisi dimulai. Begitu anak perempuan memasuki masa menstruasi, mereka biasanya akan tumbuh sekitar 3 atau 4 inci.

Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, pertambahan tinggi pada orang yang satu dengan yang lainnya bisa bermacam-macam. Anak perempuan yang memulai menstruasi di usia dini kebanyakan akan mengalami pertambahan tinggi yang sedikit lebih banyak daripada yang terlambat mengalami periode tersebut.

Sebenarnya ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan tinggi pada wanita, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Asupan Nutrisi 

Faktor pertama yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan adalah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Anak-anak yang kurang gizi biasanya memiliki tubuh yang lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

  • Ketidakseimbangan hormon

Tingkat tiroid atau hormon pertumbuhan yang rendah juga menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat, yang juga ditandai dengan pertambahan tinggi badan yang relatif lebih kecil.

  • Pengkonsumsian obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat-obatan tertentu diketahui dapat memperlambat proses pertumbuhan. Penggunaan kortikosteroid adalah salah satu contohnya. Adapun jenis penyakit yang membutuhkan obat ini adalah seperti penyakit asma.

  • Penyakit kronis

Beberapa kondisi kesehatan jangka panjang, seperti cystic fibrosis, penyakit ginjal dan penyakit celiac dapat menyebabkan tinggi badan seseorang menjadi lebih pendek dari yang seharusnya. Selain itu, orang-orang yang menderita kanker juga berkemungkinan besar untuk memiliki tubuh yang lebih pendek.

  • Kondisi genetik

Anak-anak dengan sindrom Down, sindrom Noonan dan sindrom Turner diketahui memiliki tubuh yang lebih pendek dari rekan-rekan mereka yang sehat. Akan tetapi, mereka yang memiliki sindrom Marfan malah sebaliknya. Mereka cenderung lebih tinggi.

Karena pola pertumbuhan sangat ditentukan oleh genetika, ada banyak variabilitas dalam hal tinggi badan yang “normal”. Ekspektasi untuk pertumbuhan secara keseluruhan berdasarkan usia bisa dilihat dari hasil penelitian tentang populasi anak yang sehat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan penggunaan bagan pertumbuhan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada usia 2 tahun untuk melihat pertumbuhan yang berlangsung. Setelah usia 2 tahun pemakaian bagan tersebut, grafik pertumbuhan CDC ini bisa anda gunakan sampai usia 19 tahun.

Pada Saat Kapan Payudara Wanita Berhenti Tumbuh?

Perkembangan payudara (thelarche) biasanya merupakan tanda awal seorang gadis mengalami pubertas. Ketika tubuh mereka tumbuh, mereka akan mulai mengembangkan benjolan di bawah puting, yang disebut sebagai tunas payudara.

Saat tunas ini tumbuh, mereka akan membentuk payudara yang terdiri dari kelenjar susu dan jaringan lemak. Untuk ukuran besar kecilnya pertumbuhan yang terjadi, itu biasanya bergantung pada bawaan gen keluarga (turun temurun).

Jadi kalau ibu atau nenek dari keluarga tersebut memiliki ukuran payudara yang besar, ada kemungkinan besar kalau anaknya pun juga akan memiliki ukuran yang seperti itu.

Selain faktor bawaan, ukuran payudara yang bervariasi juga bergantung pada berat badan wanita itu sendiri. Setelah pubertas, jaringan payudara terus berubah dan merespons hormon sepanjang hidup mereka, termasuk selama siklus menstruasi, kehamilan, menyusui dan menopause.

Payudara wanita biasanya mulai tumbuh dan berkembang sejak usia 8 tahun dan bisa berlanjut hingga usia sekitar 18 tahun.

Pada saat proses pertumbuhan payudara ini berlangsung, umumnya para remaja akan merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Akan tetapi, perubahan yang terjadi tersebut merupakan sesuatu yang normal, seperti misalnya:

  • Memiliki satu payudara yang ukurannya sedikit lebih besar dari yang satu laginya
  • Kadang-kadang merasakan payudara sakit atau lebih lembut pada suatu periode tertentu
  • Memiliki benjolan, jerawat, atau rambut di sekitar puting susu

Faktor-Faktor Yang Dapat Menghambat Proses Pubertas

Mengkonsumsi jenis makanan yang seimbang sangatlah penting untuk anda yang sedang bertumbuh, karena jenis makanan ini bisa memberikan semua nutrisi, yang dibutuhkan untuk tetap aktif secara fisik serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara berkelanjutan.

Seseorang yang mengalami malnutrisi yang parah akan mengalami proses pertumbuhan yang tertunda, bahkan bisa berkembang menjadi semakin lebih parah jika tidak dengan segera ditangani.

Pertumbuhan dan pubertas tersebut juga bisa menjadi tertunda karena berbagai alasan tertentu, misalnya karena pengaruh gen atau hormon tubuh seseorang.

Tapi hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena remaja yang mengalami gangguan seperti ini biasanya akan tetap berkembang sepenuhnya, meskipun lebih lambat dari teman sebayanya uang lain.

Saat masa pubertas datang, anak perempuan biasanya akan memiliki sejumlah lemak tubuh yang lebih banyak dari yang sebelumnya. Dan untuk mereka yang suka berolahraga, biasanya proses pertumbuhan juga bisa menjadi tertunda. 

Selain itu, anak-anak dengan kondisi kesehatan jangka panjang, seperti diabetes, cystic fibrosis, penyakit ginjal, atau asma, kemungkinan juga akan mengalami masa pubertas yang tertunda. Tapi jika kondisinya terkendali dengan baik, kemungkinan tertundanya pertumbuhan pun akan semakin kecil.

Selanjutnya, masalah dengan kelenjar pituitari atau kelenjar tiroid, yang menghasilkan hormon yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang, juga bisa menunda pubertas.

Demikian juga dengan masalah kromosom yang terkait dengan beberapa kondisi genetik yang dapat mengganggu proses pertumbuhan tersebut.

Selain itu, kelebihan berat badan pun bisa mempengaruhi kadar hormon tubuh dan memberi sinyal pubertas yang lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Anak-anak yang menderita gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai juga cenderung akan mengalami gangguan pertumbuhan.

Pada tahun 2013, menurut World Hunger Education Service, ada lebih dari 200 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia yang diketahui mengalami kekurangan gizi, sehingga membuat mereka beresiko mengalami masa pubertas yang tertunda, serta komplikasi perkembangan lainnya.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan mengenai pertumbuhan dan pubertas yang dialami oleh anak perempuan pada umumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

  • Anak perempuan biasanya memulai dan mengakhiri masa pubertas mereka lebih cepat daripada anak laki-laki.
  • Semua orang mengalami masa pubertas pada waktu yang berbeda-beda.
  • Anak perempuan cenderung mengalami pertambahan tinggi badan pada usia 14 atau 15 tahun.
  • Pola pubertas dan pertumbuhan yang dialami oleh manusia sangat bervariasi atau berbeda-beda. Jika orang tua memiliki kekhawatiran akan pertumbuhan anaknya, mereka dapat berbicara dengan profesional kesehatan yang mungkin dapat melakukan tes yang lebih lanjut.
  • Perbedaan waktu pubertas disebabkan oleh beberapa faktor yang telah disebutkan di atas sebelumnya
  • Pada anak perempuan, masa pertumbuhan selain ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat bedan, juga ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan ukuran payudara.
  • Tak semua manusia mengalami proses pertumbuhan yang berjalan lancar. Beberapa faktor seringkali menjadi penghambat pertumbuhan seseorang, seperti gen, penyakit, berat badan, hormon, nutrisi dan sebagainya.

Itulah beberapa kesimpulan yang bisa diambil dari pejelasan di atas. Dan secara tidak langsung, kesimpulan di atas tersebut pula yang mengakhiri penjelasan mengenai pertumbuhan pada anak perempuan ini.

Setelah membaca artikel ini, kami berharap khususnya untuk anda para orang tua, supaya selalu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak anda.

Di masa awal-awal pertumbuhan mereka sangat membutuhkan anda untuk menjawab semua pertanyaan terkait dengan pertumbuhan yang mereka alami.

Bimbingan anda pastinya sangat mereka perlukan di masa-masa ini. Jika anda cuek terhadap pertumbuhan mereka, anda tidak akan pernah tahu apakah mereka bertumbuh dengan baik atau tidak.

Baik buruknya pertumbuhan dan perkembangan mereka bergantung pada anda. Dan sebagai orang tua, itu sudah menjadi keharusan dan kewajiban anda.