Knowledge

Fakta Tentang GMO, Teknologi Rekayasa Genetik Pencipta Organisme Unggul

Pernahkah anda mendengar istilah GMO sebelumnya? Tahukah anda kalau beberapa waktu lalu GMO ini telah menggegerkan kehidupan masyarakat di Amerika? GMO merupakan singkatan dari Genetically Modified Organisms, yang artinya proses memodifikasi bahan pangan secara genetik. Mau tahu apa itu GMO? Berikut ini adalah penjelasannya!

Modifikasi genetik atau GMO ini adalah sebuah proses mengubah DNA organisme tertentu, dengan menggunakan rekayasa genetik. GMO ini merupakan teknologi eksperimental, yang menggabungkan DNA dari dua spesies yang berbeda, bahkan bisa dilakukan dengan menggabungkan gen hewan dengan gen bakteri atau dengan gen tanaman, untuk menciptakan tanaman atau hewan baru, yang tidak mungkin terjadi jika dilakukan dengan proses persilangan tradisional.

Proses ini beberapa waktu lalu telah dicoba diaplikasikan kepada hewan, dengan teknik mengawinkan Gen. Nah, hewan ini lah yang sering disebut sebagai hewan “Transgenik”. Pernah dengar istilah ini kan, guys? Contohnya adalah genetik laba-laba penghasil sutra, bisa di masukkan ke dalam DNA kambing biasa, untuk menghasilkan kambing transgenik yang lebih unggul.

Berkat modifikasi genetik tersebut, maka terciptalah kambing unggul yang bisa menghasilkan susu yang kualitasnya jauh lebih baik. Wow, hebat bukan? Berkat adanya GMO ini, saat ini anda bisa menikmati makanan dari olahan hewan-hewan unggul.

Tahukan anda dimana proses rekayasa genatik ini pertama kali dilakukan? Yah, seperti biasa negara tersebut adalah negara Amerika. Negara ini merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tempat dimana para ilmuwan dunia berkumpul untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru yang menakjubkan.

Makanan-makanan apa saja yang bisa dimodifikasi genetikkan?

Pada umumnya, proses modifikasi genetik ini dilakukan pada hewan dan tanaman, yang mayoritas dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. Mau tahu apa-apa saja makanan yang bisa dimodifikasi genetikkan tersebut?

Berikut ini adalah beberapa contoh ulasannya:

1. Proses modifikasi gen tomat dengan gen antibeku dari ikan air dingin, yang bernama winter flounder (Pseudopleuronectes americanus). Proses ini dilakukan untuk menghasilkan tanaman tomat yang tahan terhadap cuaca atau kondisi lingkungan yang dingin.

2. Food and Drug Administration juga baru saja berhasil menciptakan kentang yang unggul dengan bentuk sempurna tanpa cacat, dan apel yang tidak berubah warna menjadi coklat, saat dikupas dengan mengurangi kadar enzim yang menjadi penyebabnya.

Dampak Negatif Proses Modifikasi Genetik

Oooppss, jangan kira modifikasi genetik ini hanya memiliki dampak positif saja ya guys. Proses ini juga memiliki kelemahan dan dampak negatif lho. Proses ini juga berisiko, karena perubahan genetik yang dihasilkan dapat menyebabkan kerusakan pada gen dan dapat menghasilkan organisme inbrida, yang bisa menyebabkan organisme aslinya punah.

Dan parahnya lagi, jika masyarakat banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang merupakan hasil dari proses GMO tersebut, ada kemungkinan gen yang ada di dalam tubuhnya juga ikut berubah. Nah, kalau sudah berubah, akan semakin besar resiko kesehatan yang bisa terjadi.

Ngeri-ngeri sedap juga nih kayaknya guys. Ini berarti anda yang belum paham betul mengenai proses ini, tidak boleh asal-asalan melakukan percobaan. Saat ini, dampak kesehatan akibat mengkonsumsi makanan yang dimodifikasi secara genetika ini memang masih belum banyak diketahui, juga tidak ada uji klinis tentang dampak mengkonsumsi makanan GMO tersebut. Itulah sebabnya, mengapa lebih dari 70% Makanan Kemasan di Amerika Utara Mengandung GMO.

Sejauh ini, penggunaan teknologi GMO terbesar di Amerika adalah dalam bidang pertanian. Setidaknya 90 persen dari kedelai, kapas, canola, gandum dan bit yang dijual di Amerika Serikat telah direkayasa secara genetis. Salah satu metode yang digunakan dalam bidang pertanian tersebut adalah penggabungan gen serangga ke dalam tanaman untuk memproduksi toksin, seperti yang ditemukan pada bakteri Bacillus thuringiensis (Bt). GMO tanaman yang dimodifikasi dengan gen Bt ini, terbukti memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangga, sehingga bisa mengurangi penggunaan pestisida untuk mengusir hama tanaman.

Amankah mengkonsumsi makanan-makanan hasil rekayasa genetika atau GMO ini?

Jika dilihat, ada dua sudut pandang yang berbeda mengenai aman tidaknya makanan-makanan ini. Kedua sudut pandang tersebut berasal dari para ilmuan dan beberapa masyarakat bisnis, yang menganggap bahwa proses ini sangat menguntungkan dan kelompok masyarakat yang menganggap bahwa mengkonsumsi makanan-makanan ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Mau tahu bagaimana pendapat masyarakat mengenai tingkat keamanan GMO ini? Berikut adalah beberapa pendapat tersebut:

1. Kelompok aktivis anti-GMO berpendapat bahwa, GMO dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan bagi konsumen. Salah satu organisasi anti-GMO tersebut merupakan pusat keamanan pangan, yang mengatakan bahwa rekayasa genetika pada tanaman dan hewan ini adaah salah satu tantangan lingkungan terbesar pada abad ke-21″.

2. Maria Vandewiele, yang merupakan pemilik toko kesehatan yang cukup dikenal, yang memiliki 14 cabang toko yang berorientasi pada kesehatan, mengatakan bahwa efek jangka panjang dari GMO masih belum bisa diketahui secara jelas. Membaca literatur, ilmu pengetahuan dan mitos, tidaklah cukup untuk mengetahui tentang hal tersebut. GMO sudah pasti memiliki dampak terhadap industri makanan, tetapi untuk sejauh mana kerusakan yang mungkin terjadi, tampaknya masih menjadi sebuah misteri.

3. Menurut Institut Teknologi yang bertanggungjawab, yaitu kelompok aktivis anti-GMO, makanan yang dimodifikasi secara genetik sering dikaitkan dengan sesuatu yang beracun, menimbulkan reaksi alergi, menyebabkan sakit, tidak steril dan kerusakan organ.

4. Beberapa negara-negara maju di dunia, menganggap GMO sebagai sesuatu yang berbahaya. Lebih dari 60 negara di dunia, termasuk Australia, Jepang, dan beberapa negara yang berada di Uni-Eropa, melarang keras produksi, pemakaian dan penjualan makanan GMO ini.

Meskipun banyak yang menganggap kalau GMO itu berbahaya, namun menurut sebuah situs Monsanto, yaitu produsen transgenik terbesar dunia, proses ini juga memiliki beberapa manfaat atau dampak positif, seperti: meningkatkan hasil panen petani, mengurangi penggunaan atau pemakaian energi alam dan sebagainya, serta mampu memberikan manfaat gizi.

Perdebatan tentang label GMO

Jika terjadi sebuah perdebatan mengenai keselamatan akan pengkonsumsian makanan-makanan hasil rekayasa genetika ini, khususnya terhadap komposisi atau nutrisi yang terkandung di dalamnya, FDA (Food and Drug Administration) akan telah membuat penambahan informasi pada setiap label makanan. Informasi tersebut berupa pemberian label GMO pada kemasan makanan tersebut.

Pada tahun 2015 yang lalu, FDA telah mengeluarkan sebuah putusan bahwa hanya akan menambahkan label pada makanan jika terdapat perbedaan material di dalamnya, misalnya tentang informasi nilai gizi yang berbeda, yang ada di dalam makanan tersebut. Badan tersebut juga telah menyetujui penerapan GMO ini pada ikan salmon, karena terbukti tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan salmon-salmon lainnya yang tidak mengalami proses GMO.

Berikut ini adalah contoh perbedaan antara salmon GMO dan salmon Non-GMO:

Selain FDA, baru-baru ini American Medical Association kembali menegaskan bahwa ada pembenaran khusus tentang pelabelan makanan, yang mengandung bahan-bahan GMO ini. Asosiasi Amerika ini menyatakan sikap yang sama, yang mendukung pendekatan FDA tersebut.

Politik Mempengaruhi GMO

Meskipun banyak yang tidak setuju dengan penerapan sistem atau proses GMO ini, namun beberapa industri terus meyakinkan bahwa GMO ini sangat aman untuk dilakukan dan tidak akan membahayakan kehidupan manusia. Mereka jugaberpendapat bahwa pembuatan label GMO pada kemasan makanan tersebut juga tidak perlu dilakukan, karena dinilai hanya kan membingungkan konsumen.

Yah, kembali lagi pada kehidupan politik di dunia. Para industri yang melakukan proses GMO ini akan gencar meyakinkan pemerintah tentang asumsinya tersebut, sampai Pemerintah memutuskan untuk mengizinkan produk yang dihasilkan industri itu diperbolehkan beredar di masyarakat.

Ada banyak hal yang belum diketahui oleh masyarakat mengenai GMO ini. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan dan rasa ingin tahu masyarakat mengenai hal itu. Itu dulu. Sekarang anda bisa dengan mudah untuk mencari tahu tentang hal ini. Itupun kalau anda memang-memang berniat untuk mengetahuinya.

So guys, setelah membaca artikel di atas, kira-kira apa yang pertama kali yang akan anda lakukan? Apakan andaberniat untuk mencoba makanan hasil karya genetik ini?