News

Data Pengguna Facebook “Bocor”, Apa Yang Terjadi?

Beberapa waktu yang lalu, Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook meminta maaf kepada seluruh pengguna Facebook terkait dengan skandal yang beredar beberapa hari yang lalu, dimana terjadi kontroversi yang melibatkan Facebook dan Cambridge Analytica.

Cambridge Analytica adalah sebuah perusahaan konsultan politik yang menurut informasi memiliki hubungan dengan kampanye kepresidenan Donald J. Trump pada tahun 2016 lalu.

Apa kira-kira yang telah terjadi dengan kedua perusahaan ini? Mengapa CEO Facebook sampai harus meminta maaf? Jawabannya akan segera anda dapatkan sebentar lagi pada penjelasan di bawah ini.

Data Pengguna Diretas, Mark Zuckerberg Meminta Maaf

“Saya benar-benar menyesal bahwa ini terjadi”, kata CEO Facebook (FB) kepada Laurie Segall dari CNN dalam sebuah wawancara TV eksklusif yang dilakukan pada hari Rabu kemarin.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, untuk apa sebenarnya permintaan maaf tersebut disampaikan? Ternyata dan ternyata, hal ini ada kaitannya dengan kabar kebocoran identitas sejumlah pengguna Facebooknya.

Informasi mengejutkan datang dari Cambridge Analytica, yang kabar-kabarnya ternyata bisa mengakses informasi dari 50 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka. Berita tersebut telah mencuat dan sempat menghebohkan seluruh pengguna Facebook, termasuk Indonesia.

Tak hanya sekedar telah mendapatkan data itu, ada kemungkinan kalau perusahaan ini juga telah menyimpan data-data tersebut, bahkan setelah pihak Facebook menyuruh mereka untuk menghapusnya.

Sejak kabar ini muncul, CEO Facebook tersebut telah menyampaikan rasa penyesalannya terkait skandal Analytica Cambridge, yang telah mempengaruhi  lebih dari puluhan juta orang dan ia bersedia untuk memberikan kesaksian mengenai kebenaran hal tersebut.

Setelah sempat bungkam selama beberapa hari, Mark Zuckerberg akhirnya memberikan penjelasan mengenai hal ini di dalam sebuah postingan Facebook miliknya.

Didalam postingan yang terdiri dari 936 kata tersebut, Ia mengakui bahwa Facebook telah membuat kesalahan yang menyebabkan pelanggaran kepercayaan antara Facebook dan orang-orang yang berbagi data mereka dengan perusahaannya, yang telah menaruh harapan dan kepercayaan bahwa pihaknya akan melindungi data mereka.

Mengapa Mark Baru Muncul Setelah Beberapa Hari Berita Ini Muncul?

Di dalam sebuah wawancara yang dilakukannya, Mark menjelaskan alasan mengapa konfirmasi terkait masalah ini tidak dengan segera dilakukannya.

Bukan karena ingin menghindar, ketidak munculannya untuk beberapa waktu dilakukan untuk benar-benar memastikan bahwa pihaknya memiliki pemahaman yang lengkap dan akurat tentang semua yang terjadi.

Dia menyadari kalau banyak orang yang telah menunggu peryataan atau konfirmasi yang cepat darinya. Akan tetapi, Dia juga sadar bahwa sesuatu yang dilakukan dengan keadaan yang terburu-buru malah akan memperumit dan memperkeruh suasana.

Mengkonfirmasi hal secara akurat meski membutuhkan waktu yang lama jauh lebih baik, daripada harus memberikan konfirmasi cepat dengan pernyataan yang tidak akurat.

Alasannya yang kedua adalah karena selama beberapa hari ini mereka sibuk untuk memperbaiki sistemnya, sehingga permasalahan seperti ini tidak akan terulang kembali. Dia mengatakan bahwa setidaknya perusahaannya telah memastikan bahwa mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Bukankah hal ini jauh lebih penting dari hanya sekedar memberikan konfirmasi?

Bagaimana Caranya Data Pengguna Facebook Bisa Sampai Bocor?

Pada tahun 2014 yang lalu, Facebook pernah mengubah platformnya dengan tujuan untuk membatasi jumlah data yang dapat diakses oleh pengembang pihak ketiga.

Aleksandr Kogan, selaku ilmuwan data yang memberikan data kepada SCL Group dan afiliasinya, yaitu Cambridge Analytica, membuat atau menciptakan aplikasi Facebook yang bisa menarik data dari pengguna dan juga teman-teman mereka pada tahun 2013 lalu. Dia diizinkan mengakses berbagai data pada saat itu.

Meskipun data yang didapat oleh Kogan diperolehnya dengan cara yang benar (telah mendapatkan izin), namun ia dianggap melanggar kebijakan Facebook, karena ia telah membagikan informasi tersebut kepada pihak ketiga.

Ketika Facebook sedang mempelajari tentang informasi yang telah dibagikan tersebut, pihak perusahaannya telah meminta Cambridge Analytica untuk menghancurkan data-data itu dan Cambridge mengatakan kalau mereka sudah melakukannya.

Akan tetapi, mantan kontraktor perusahaan Analytica yang bernama Christopher Wylie membantah bahwa perusahaan itu telah menghancurkan data pengguna Facebook tersebut. Dia adalah orang yang telah membocorkan rahasia ini.

Mengetahui hal itu, Zuckerberg mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesalahan dan dia sangat menyesal karena telah mempercayai ucapan pihak Cambridge Analytica.

Di dalam sebuah wawancara Dia mengatakan bahwa kesalahannya di masa lalu tersebut bukanlah kesalahan yang sengaja dilakukannya. Kesalahan itu terjadi di usianya yang terbilang masih sangat muda dan masih belum terlalu berpengalaman.

“Saya telah membuat kesalahan teknis dan kesalahan bisnis. Saya mempekerjakan dan mempercayai orang yang salah. Saya mungkin telah meluncurkan lebih banyak produk yang gagal daripada kebanyakan orang dalam hidup mereka, tapi pada akhirnya, saya bisa belajar dari kesalahan tersebut. Itulah komitmen yang saya coba miliki di dalam perusahaan kami, dan untuk komunitas kami saat ini”, katanya.

Apa Tindakan Facebook Untuk Memperbaiki Masalah Ini?

Tindakan pertama yang akan dilakukan oleh Facebook adalah secara dramatis mengurangi jumlah data yang dapat diakses oleh pengembang, sehingga aplikasi tertentu dan pengembang tidak dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Kogan.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sebelumnya, seperti yang dilakukan pada tahun 2014 yang lalu, dimana Facebook pernah mengubah platformnya, maka kali ini mereka akan memikirkan hal-hal lain yang dirasa juga membutuhkan kunci atau pengamanan yang lebih.

Sekalipun mereka bisa menyelesaikan masalah ini, tapi tidak menutup kemungkinan kalau masalah baru akan muncul dikedepannya. Tidak ada yang tahu atau bisa memastikan apakah tidak akan ada lagi Kogan-Kogan atau Cambridge Analyticas lain yang akan melakukan hal yang sama nantinya.

Mengingat semakin canggihnya teknologi saat ini, tidak menutup kemungkinan pula akan munculnya berbagai aplikasi moderen, yang kelak bisa mendapatkan akses informasi yang lebih lanjut dan berpotensi menjualnya tanpa kita sadari dan sebagainya.

Dan karena alasan itulah pihak Facebook ingin memastikan bahwa mereka bisa mengendalikan dan mencegah terjadinya hal yang paling buruk sekalipun yang mungkin terjadi. Itu sebabnya mereka menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu cara untuk mewujudkannya.

Mark mengatakan kalau perusahaannya akan melakukan penyelidikan penuh terhadap setiap aplikasi yang mendapat akses ke sejumlah besar informasi, sebelum pihaknya mengubah kebijakan platform untuk secara dramatis mengurangi akses data yang dimiliki oleh para pengembang.

Untuk aplikasi apa pun yang nantinya ditemukan yang memiliki aktivitas mencurigakan, Facebook akan melakukan audit forensik lengkap dan Dia akan memastikan perusahaannya memiliki kapasitas untuk melakukan itu, untuk memastikan bahwa pengembang lain tidak bisa melakukan apa yang telah dilakukan oleh Kogan hari ini.

Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini? Siapakah yang pantas disalahkan dalam kasus ini? Pihak Facebook kah yang dinilai terlalu ceroboh? atau Pihak Cambridge Analyticas? Oh, atau mungkin ini semua adalah kesalahan Kogan?

Daripada hanya menyalahkan atau tuduh sana tuduh sini, lebih baik kita dukung saja usaha Facebook dalam melindungi data-data kita sebagai salah satu penggunanya. Dan untuk kelima puluh juta orang yang katanya datanya sudah bocor, pihak Facebook katanya akan segera mengkonfirmasikannya kepada anda.

Sekian informasi ini kami sampaikan, semoga bisa membuat anda lebih berhati-hati lagi saat menaruh data-data lengkap anda di media sosial, karena kapan saja pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab bisa mencuri atau mengambilnya.