News

Dinilai Tidak Kompetitif, China Tutup Layanan Aplikasi Game Poker Online

Tanggal 30 Mei 2018 mendatang tampaknya akan menjadi hari terakhir, dimana orang-orang bisa bermain atau mempromosikan semua jenis game online di media sosial, terutama untuk game poker online

Anda tentu tidak begitu asing lagi dengan permainan ini, bukan? Game Poker adalah 1 dari 10 game judi online paling diminati di dunia. Tapi meskipun begitu, tak selamanya permainan poker ini dijadikan sebagai aktivitas perjudian, karena game tersebut bisa dimainkan secara gratis di beberapa media sosial, seperti di facebook misalnya.

Bukan dengan uang asli, pembayaran atas kekalahan di meja poker (via facebook) ini biasanya dibayarkan dengan menggunakan alat pembayaran yang dikenal dengan sebutan chip, yang berhasil dimenangkan dari permainan sebelumnya.

Biasanya saat pertama kali bermain, anda akan diberikan chip secara cuma-cuma alias gratis. Anda pasti suka kan sama yang gratis-gratis? 

Tapi sayangnya, kalau nanti rencana penutupan facebook benar-benar sudah direalisasikan, sepertinya anda tidak akan bisa lagi bermain poker online di sana. Jadi, bersiaplah untuk menemukan permainan anda yang baru atau mencari tempat baru untuk memainkan game tersebut.

Hal tersebut dikarenakan telah terjadinya masalah kebocoran data pengguna Facebook, yang pada akhirnya membuat sebagian besar negara menutup media sosial yang memiliki banyak peminat tersebut. Wah, pasti akan banyak sekali orang yang akan merasa kehilangan media sosial yang satu ini.

Kita balik lagi ya ke inti persoalan yang akan kami bahas pada artikel kali ini, yaitu tentang kabar bahwasasannya game online poker akan segera dilarang untuk dimainkan dan dipromosikan.

Menurut kabar-kabar yang kami dapat, mulai tanggal 1 Juni 2018 nanti, semua itu akan dilarang. Ini adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh salah satu negara di kawasan Asia Timur atau tepatnya oleh pemerintah negara China.

Apakah hal ini memang benar-benar akan diterapkan? Kalau memang iya, bisa dipastikan kalau nantinya hal tersebut akan memberikan dampak tertentu pada beberapa pihak. Efek yang ditimbulkan bisa saja berupa hal negatif atau mungkin juga malah akan memberikan dampak yang positif untuk sebagian pihak.

Dan yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, mengapa pemerintah China tiba-tiba melarang permainan dan promosi game online tersebut? Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah selama ini tak ada masalah dengan sektor permainan poker online di sana? Dari pada semakin penasaran, mari langsung saja kita temukan jawabannya di bawah ini.

Larangan Memainkan dan Mempromosikan Poker Online di China

Salah satu jenis permainan online populer yang dilarang untuk dimainkan setelah tanggal 1 Juni di China adalah “game poker online”. Keputusan untuk melarang aplikasi poker online di China ini sepertinya akan membawa dampak yang signifikan atau bahkan dinilai akan merugikan sektor industri game online di seluruh Asia dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Asosiasi Pengelola Permainan Poker Hongkong, yaitu Stephen Lai.

Menurut Gaming Asia yang berbasis di Macau, mulai tanggal 1 Juni mendatang, poker online dan promosi permainannya yang dilakukan melalui semua saluran media sosial yang ada akan dilarang dan dihapus dari toko aplikasi.

Bahkan saluran media sosial seperti WeChat sekalipun dilarang keras untuk mempromosikan segala bentuk produk poker online di negara tersebut. Di dalam Asian Gaming telah diinformasikan bahwa Tencent, yang merupakan pihak pengembang WeChat, telah menghapus aplikasi World Series of Poker.

Selain itu, pihak berwenang juga telah mengumumkan bahwa poker tidak akan lagi diakui sebagai permainan kompetitif.

Mengingat di China jenis permainan ini sebagian besarnya dimainkan melalui aplikasi media sosial, pelarangan itu bisa menjadi pukulan dasyat bagi para pemain dan perusahaan pencipta game tersebut.

Salah satu efeknya bisa dilihat pada Poker Texas Boyaa, yang merupakan salah satu situs permainan di media sosial di Hongkong yang telah terdaftar.  Sejak pengumuman tentang larangan itu dikeluarkan, harga sahamnya turun sebanyak 12 persen.

Sebenarnya beberapa waktu lalu, sebelum pengumuman larangan bermain dan mempromosikan itu dikeluarkan,  game poker online di China sedang mengalami peningkatan yang pesat, meskipun pada kenyataannya orang-orang tersebut tidak dapat memainkannya dengan bertaruh uang.

Tahun 2017 kemarin, laporan tahunan Boyaa bahkan menunjukkan adanya peningkatan sebesar 73 persen pada pendapatan rata-rata per anggota berbayar, yang dihasilkan melalui game Texas Hold’em milik seluler. Ini merupakan lompatan terbesar di salah satu segmen perusahaan.

Lai mengatakan bahwa keputusan untuk melarang permainan ini akan berdampak negatif pada beberapa tempat permainan judi Asia, seperti Macau, Manila dan Pulau Jeju Korea Selatan.

“Game ini berkembang sangat cepat, sekarang akan lebih sulit bagi operator di Asia untuk mengatur event atau permainan poker, karena pemain Cina adalah yang umumnya menguasai hampir setengah lapangan”, katanya.

Dengan kata lain, jika kegiatan promosi dilarang, maka akan sulit bagi para pemain untuk mengetahui adanya turnamen-turnamen poker yang sedang dan akan diselenggarakan. Kalau sudah begitu, banyak di antara mereka yang tidak akan pergi dan mengikuti pertandingan atau turnamen yang ada.

“Ini juga merupakan pukulan bagi komunitas poker Asia, karena media sosial Cina tidak bisa lagi memainkan poker.”

Pentingnya Aplikasi Game Poker Online Untuk Para Pemain China

Sebelumnya di atas tadi kami sudah menyebutkan bahwa poker adalah jenis permaina yang sangat populer dan legal di China. Namun, mereka memainkannya dengan bertaruh menggunakan uang fisik atau asli.

Di negara ini, bermain online melalui aplikasi adalah salah satu cara utama yang dapat dilakukan oleh para pemain untuk bisa memenuhi syarat dan bersaing dalam turnamen langsung, yang sering diselenggarakan di sejumlah tempat di Asia, seperti di Macau misalnya.

“Sangat memalukan kalau pemerintah tidak lagi mengizinkan orang berbicara tentang game atau permainan ini. Kami sangat senang ketika China sebelumnya telah mengizinkan permainan sosial ini dengan tidak menggunakan uang sebagai taruhannya, sehingga orang-orang dari China memiliki kesempatan untuk berlatih dan melakukan perjalanan ke Asia dan di luar negeri untuk bermain poker, dimana permainan tersebut legal untuk dimainkan”, kata Lai.

Tapi apalah daya, sekarang dengan adanya perubahan kebijakan seperti ini, maka tidak akan ada lagi permainan poker di China dan orang-orang di sana tidak dapat berbicara atau berbincang-bincang soal poker lagi di media sosial.

Para pemain China juga tidak akan memiliki kesempatan untuk berlatih dan bahkan mereka juga tidak akan mengetahui tentang acara atau pertandingan poker legal di Asia. Dan karena hal tersebut, kini poker telah kembali ke titik awalnya di China, yaitu waktu dimana dulunya poker tak semarak seperti sekarang.

Ourgame, perusahaan induk dari World Poker Tour, telah mengumumkan bahwa mereka akan menyesuaikan kembali aktivitas poker mereka di Daratan China untuk menghormati larangan terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Mereka mengatakan bahwa event atau acara World Poker Tour di luar Tiongkok tidak boleh terpengaruh.

Wajar saja jika komunitas poker di China menjadi sangat terkejut setelah pengumuman terkait pemberian tindakan keras terhadap aplikasi poker online tersebut. Namun aturan tetaplah aturan. Jika dilanggar, maka pelakunya akan dikenakan sanksi.

Untuk itu, akan jauh lebih baik rasanya jika para pemain di China tersebut berlapang dada menerima pengumuman itu dan mematuhinya. Kalaupun mereka ingin bermain, mereka bisa bermain ke luar (di luar negaranya), di tempat atau negara-negara yang menyediakan layanan ilegal pada permainan tersebut.

Mengenai apa dampak yang akan ditimbulkan selanjutnya dari pengumuman larangan tersebut, untuk saat ini mungkin belum begitu terlihat. Tapi dikedepannya, sepertinya kita akan melihatnya dengan cukup jelas.

Cukup sekian informasi yang bisa kami sampaikan terkait dengan pelarangan aktivitas bermain dan promosi permainan online di aplikasi media sosial di China, yang akan segera diterapkan mulai awal Juni mendatang. Semoga saja tindakan dan kebijakan tersebut adalah keputusan yang paling tepat dan bisa diterima oleh seluruh masyarakatnya..