News

Lakukan Tindakan Tidak Menyenangkan, Burung Ini Ditangkap Polisi

Ungkapan yang mengatakan “Mulutmu adalah Harimau-mu”, sepertinya sangat pas disandingkan untuk masyarakat saat ini. Tahu kenapa? Karena dari ucapan yang anda keluarkan, seseorang bisa menjadi sakit hati dan melaporkannya sebagai sebuah tindakan yang tidak menyenangkan. Di mata hukum sekarang ini, dari ucapan saja, seseorang bisa dijatuhi hukuman.

Jika berbicara tentang yang namanya Hukum, untuk masing-masing negara pasti sistemnya berbeda-beda, bukan? Tidak hanya sistem hukumnya yang berbeda-beda, tapi cara penegakannya juga tidak sama. Itu semua tergantung pada kebijakan pemerintahan yang ada di negara tersebut. Tapi semua tujuan pembuatannya hampir sama, yaitu untuk mengatur dan mengontrol keadaan di Pemerintahan dan tindakan dari masyarakatnya.

Coba saja anda bayangkan, jika ada sebuah negara yang tidak memiliki hukum atau aturan kenegaraan, apakah yang akan terjadi? Pati kehidupan masyarakat dan pemerintahannya juga akan menjadi kacau, bukan? Orang-orang akan bertindak sesuka hati karena tidak ada hukum yang perlu mereka takutkan. Betul nggak?

Sama halnya seperti di Indonesia, di negara lainnya hal yang sama juga terjadi. Barang siapa yang kedapatan tengah melakukan kejahatan atau tindakan yang tidak menyenangkan terhadap orang lain dan orang tersebut melaporkannya sebagai sebuah tindakan kejahatan, maka bersiaplah untuk berhadapan dengan hukum atau penegak hukum tepatnya. Uuuhh, serem.

Seperti yang anda ketahui, biasanya penegakan hukum hanya dilakukan pada manusia, bukan? Akan tetapi, pernahkah anda mendengar kabar bahwasannya hukum tersebut juga bisa saja diberlakukan untuk hewan atau tepatnya seekor hewan peliharaan? Mungkin kelihatan sangat aneh jika hal tersebut memang benar – benar terjadi di dunia nyata. Tapi, yah begitulah kenyataannya. Hal seperti ini ternyata ‘nyata’. Tidak percaya?

Salah satu contohnya terjadi di negara beribukota Delhi, yaitu India. Selain memiliki masakan dan budaya yang khas dan unik, kali ini India kembali memperlihatkan sesuatu yang tidak biasa dan cukup unik lainnya.

Hal tersebut berkaitan dengan peristiwa penangkapan terhadap seekor burung beo yang merupakan peliharaan salah seorang warga negara yang tinggal di sana. Tentu saja hal ini menjadi sumber perdebatan dan berhasil menyita perhatian masyarakat, tidak hanya di India tapi juga di beberapa negara termasuk Indonesia.

Saat mendengar kata beo, pikiran anda mungkin akan langsung mengarah pada seekor burung yang sangat pandai untuk meniru perkataan majikan yang telah merawatnya, bukan?

Memang bukanlah hal yang mudah untuk bisa melatih hewan peliharaan untuk bisa berbicara layaknya manusia, namun untuk hewan istimewa yang satu ini sepertinya hal tersebut akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan hewan peliharaan lain, yang umumnya hanya mengerti apa yang dikatakan oleh majikannya, tapi belum tentu bisa mengucapkan atau membalas perkataan atau ucapan tersebut.

Kemampuan inilah yang menjadikan burung Beo selalu memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Tapi yang terjadi dengan burung beo yang ada di India ini sedikit berbeda atau sedikit tidak lazim. Malangnya, beo ini harus terpaksa ditangkap oleh polisi karena dilaporkan telah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan terhadap seorang wanita tua, atau lebih sopan jika wanita disebut sebagai seorang nenek.

Kepolisian yang bertugas di distrik Chandrapur mengatakan, bahwa burung beo yang dinamai dengan panggilan Haryal itu dengan terpaksa harus ditahan di pos polisi yang berada di Rajura, provinsi Mahrashtra setelah sebuah pengaduan dilayangkan kepadanya.

Seorang nenek yang bernama Janabai Sakharkar yang sudah berumur 85 tahun ini mengadu kepada polisi bahwasannya burung beo itu telah mengucapkan kata – kata cabul kepadanya setiap kali ia melintasi rumah pemilik burung beo tersebut. Entah gimana caranya burung itu memiliki kosa kata buruk yang dilontarkannya kepada si nenek. Namun yang pasti, burung tersebut tidak mungkin bisa mengatakan kalimat kasar, jika tidak diajari oleh tuannya sendiri. Iya nggak?

Anehnya, ternyata burung beo yang tidak sopan ini adalah hewan peliharaan milik anak laki – laki tiri si nenek. Entah apa sebenarnya maksud dan tujuan si anak sampai harus mengajarkan beo peliharaannya melakukan hal jahat semacam itu kepada orang yang sudah tua seperti nenek tersebut. Tidak hanya tidak memiliki hati, tapi yang telah dilakukannya benar – benar sangat menyakiti perasaan semua orangtua yang mengalaminya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pengakuan nenek Janabai kepada petugas pemeriksa kasusnya, anak tirinya yang diketahui bernama Suresh ini sepertinya memang sengaja melatih burung beo peliharaannya itu untuk mengucapkan kata – kata cabul tiap kali si nenek lewat. Hal ini dikarenakan pada saat itu keduanya memang tengah mengalami perselisihan keluarga mengenai masalah tanah.

Setelah menerima laporan terhadap kelakukan buruk seekor burung beo tersebut, pihak polisi pun mulai mengambil tindakan dengan cara menahannya. Nah, di sinilah letak keunikan saat mengorek informasi dari seekor burung. Gimana caranya coba?

Jika biasanya polisi akan memerlukan usaha yang keras dalam menginterogasi para pelaku kejahatan, kali ini sepertinya mereka akan membutuhkan usaha yang lebih keras lagi dalan menindak lanjuti kasus yang tengah menyeret hewan malang ini, karena yang akan mereka interogasi tidak lain adalah seekor burung.

Sungguh sesuatu yang tidak lazim, kan? Kalau dibayangin sendiri, pasti bakalan lucu banget. Coba saja deh kalau nggak percaya. Bayangin bakalan gimana repotnya para petugas ini. Haha.. Untung-untung mereka tidak sampai stress. Iya nggak?

Saat polisi berusaha untuk mendapatkan kebenaran mengenai laporan si nenek yang mengatakan bahwa beo tersebut bisa mengucapkan kata-kata cabul, sayangnya usaha yang mereka lakukan sama sekali tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, karena si burung hanya diam membisu dan tidak mengatakan sepatah kata pun.

Meskipun sudah menggunakan berbagai cara termasuk dipancing untuk bicara oleh sang nenek, namun tetap saja si burung beo tetap dalam keadaan “diam seribu bahasa“.

Seorang inspektur Polisi India yang bernama P.S. Dongre menjelaskan kepada para wartawan, bahwa adanya perselisihan soal tanah dan harta milik antara wanita tua itu dan anak laki – laki tirinya menjadi penyebab munculnya kasus ini. Dia pun kembali menjelaskan bahwa pihak mereka telah melakukan atau mengerahkan seluruh kemampuan mereka dan menyimak baik-baik burung beo itu, tapi ia tidak mengucapkan kata apapun pun di kantor polisi. Wah, keras kepala sekali ya Beo ini.

Meskipun burung ini hanya diam saja, polisi mengatakan bahwa mereka tidak akan mengembalikan Hariyal, sang burung beo kepada pemiliknya, melainkan akan membawanya kepada pihak yang berwenang di bidang kehutanan untuk keperluan rehabilitasi.

Kalau sudah begini, mau gimana lagi coba? Kan tidak mungkin juga pihak polisi memenjarakannya dan membawanya ke dalam persidangan? Yang ada, bukan hanya polisi yang bakalan kebingungan atau bahkan stress, tapi Hakim dan Jaksa di sana pun akan pusing 7 keliling dibuat burung ini. Lagian, mau gimana caranya burung ini menyewa pengacara untuk membelanya di pengadilan? Wah, kalau sampai hal seperti ini benar – benar terjadi, nggak kebayang deh gimana jadinya. Hehe

Dari kejadian atau kasus ini, anda yang memiliki hewan peliharaan bisa belajar satu hal penting dalam memelihara hewan peliharaan, yaitu ‘jangan pernah mencoba untuk mengajari hewan peliharaan anda hal-hal yang buruk’. Sayangilah mereka dan jangan membuat kasus seperti ini terulang kembali. Semoga saja informasi di atas bisa menjadi pelajaran untuk anda semua.