Psikology

Yuk, Tebak Kepribadian Teman Anda Dengan Cara Instan Berikut Ini

Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Dan sebagai makhluk sosial yang selalu akan berinteraksi dengan sesama, mengetahui kepribadian orang-orang yang ada di sekitar kita merupakan hal yang cukup penting dan menarik. Memahami kepribadian orang lain ini sangat berguna ketika anda ingin membangun hubungan yang efektif dengan orang lain.

Selain itu, pengetahuan seperti ini juga akan membantu anda dalam memilih dan memilah orang-orang yang pantas untuk bersama-sama dengan anda, mengingat banyaknya orang saat ini yang menutupi kepribadian aslinya dengan topeng-topeng kemunafikan.

Anda tentu tidak mau tertipu dengan orang-orang yang berpura-pura baik pada anda, tapi ternyata di belakang anda berkhianat, bukan? Banyak lho kejadian seperti ini terjadi. Atau jangan-jangan, anda juga pernah menjadi korban orang-orang yang seperti ini? 

Jika anda bisa melihat bagaimana karakter dan personality mereka, tentu hal merugikan semacam ini bisa anda bendung atau minimalkan. Dengan kata lain, anda bisa melihat mana orang yang benar-benar berkepribadian baik dan mana yang hanya berpura-pura memiliki kepribadian yang baik.

Ingat, kedua tipe ini sangatlah berbeda dan berlawanan, tapi sayangnya banyak orang yang terkecoh, sehingga salah memberikan penilaian kepada keduanya.

Bukan hanya itu, mengetahui kepribadian orang lain juga akan sangat membantu anda dalam memahami orang-orang yang ada di sekitar anda. Ini bertujuan supaya interaksi yang terjadi antara anda dan orang lain bisa berlangsung dengan baik.

Jenis-Jenis Kepribadian Seseorang

Rasanya akan sangat menyenangkan ketika kita bisa mengetahui karakter seseorang hanya dengan melihat salah satu indera yang dimilikinya, seperti misalnya mereka yang memiliki mata coklat yang katanya adalah tipikal orang yang lebih suka Sensing (hidup di masa sekarang, mengambil info melalui indera).

Sedangkan mereka yang memiliki mata hijau lebih cenderung pada sesuatu yang bersifat intuition (melihat ke masa depan, mencari tahu bagaimana hal-hal cocok dengan gambaran yang lebih besar). Bukankah menyenangkan mengetahui hal-hal semacam ini?

Akan tetapi sayangnya, faktanya adalah ternyata tidak ada karakteristik fisik yang berkorelasi dengan tipe kepribadian seseorang. Dengan kata lain, kita tidak bisa mengetahui kepribadian seseorang hanya dari bentuk fisiknya saja, karena hasilnya akan jauh dari kata akurat.

Namun tidak usah khawatir, karena ada beberapa cara lain yang bisa anda gunakan untuk menebak karakter seseorang berdasarkan perilaku mereka.

Tipe Kebribadian menurut Carl G. Jung

Sebenarnya ada banyak sekali pendapat-pendapat para ahli tentang tipe-tipe kepribadian manusia. Tapi untuk artikel ini, kami mengambil pendapat dari seorang Psikologis terkenal yang bernama Carl G. Jung.

Menurut Carl G. Jung, orang-orang dapat dicirikan ke dalam 2 (dua) dimensi, dimana masing-masingnya diwakili oleh dua hal yang bertentangan, yaitu:

  • Sensing vs Intuition (S-N)
  • Thinking vs. Feeling (T-F)

Dari pengelompokan tersebut, maka dihasilkanlah 4 (empat) kelompok kepribadian yang mungkin, yang masing-masingnya memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda, ditandai sebagai ST, NT, SF dan NF.

Sensing vs Intuitif

Untuk menentukan apakah orang lain di sekitar anda atau seseorang yang dekat dengan anda adalah tipe sensing (S) atau tipe intuitif (N), maka anda bisa melihatnya dari karakteristik sehari-hari orang tersebut. Adapun beberapa ciri dari masing-masing tipe di atas adalah sebagai berikut:

  • Sensing (S) : praktis, bergantung pada fakta, angka, menyukai hal-hal yang sifatnya spesifik, berorientasi pada saat ini, peduli tentang masalah yang sedang dihadapi.
  • Intuitif (N) : berwawasan luas dan inspiratif, bertindak mengandalkan wawasan, teori, tren perkembangan dan berorientasi masa depan.

Thinking vs Feeling

Untuk menentukan apakah seseorang adalah tipe berpikir (T) atau perasaan (F), anda bisa melihat beberapa karakteristik yang menggambarkan orang tersebut di bawah ini.

  • Thinking (T) : selalu berpikir rasional atau dengan adanya alasan, objektif, dingin dan impersonal, menggunakan analisis logis dan metodologi yang objektif untuk memecahkan masalah dan ketika membuat keputusan.
  • Feeling (F) : lebih emosional atau menggunakan perasaan dalam bertindak, menunjukkansimpati pada orang lain, penuh dengan kehangatan, perhatian dan selalu memberi dukungan kepada orang lain, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah berdasarkan “firasat”, nilai, “baik” atau “buruk”, “seperti” atau “tidak suka”.

Kombinasi S-N dan T-F di atas bisa anda gunakan untuk menentukan kelompok tipe kepribadian yang dimiliki oleh orang lain, baik itu ST, NT, SF atau NF.

Tipe Kepribadian Extraversi dan Introversi

Selain tipe sensing, intuiting, thinking dan feeling, extraversi dan introversi juga dapat digunakan untuk pemahaman kepribadian yang lebih komprehensif.

Menurut pendekatan Carl G. Jung terhadap kepribadian, extraversi adalah kecenderungan terhadap tindakan aktif, sebagai respons dinamis terhadap peristiwa dan informasi dari dunia luar. Orang-orang ekstravert pada umumnya menarik energi mereka dari dunia luar.

Dunia luar merupakan pendorong utama tindakan dan faktor motivasi utama untuk mereka. Orang-orang dengan kepribadian jenis ini biasanya memiliki banyak kontak dengan orang lain (sering melakukan interaksi), bahkan jika pekerjaan mereka tidak membutuhkan hal tersebut.

Sedangkan tipe introversi adalah kecenderungan untuk merefleksikan persepsi, pikiran dan perasaan seseorang. Orang introvert umumnya menarik energi mereka dari dalam diri mereka sendiri.

Dunia batin merupakan stimulus yang sangat signifikan untuk tindakan mereka dan merupakan faktor motivasi yang sangat penting. Karena karakter mereka seperti ini, mereka tidak mungkin memiliki banyak interaksi dengan orang lain (tipe penyendiri), kecuali pekerjaan mereka membutuhkan mereka untuk melakukan interaksi tersebut.

Cara untuk melihat apakah orang tersebut adalah tipe introvert atau ekstrovert, tidak bisa anda lihat saat mereka sedang bekerja, karena pada saat bekerja, ada banyak kemungkinan setiap orang untuk melakukan kontak dengan rekan-rekan kerjanya. Fakta ini tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kecenderungan ke arah extraversion.

Karakteristik yang membedakan kedua tipe ini akan jauh lebih baik diamati di luar tempat kerja atau di lingkungan informal. Seorang extravert biasanya akan sangat bersemangat ketika berpartisipasi dalam percakapan dan suatu kegiatan.

Sedangkan seorang introvert akan cenderung mencoba untuk mencari tempat sepi untuk menyendiri, dimana dia dapat menghindari kontak aktif dengan orang lain dan dapat fokus pada tujuannya.

Dari penjelasan di atas, adapun kesimpulan karakter yang bisa kita ambil dari kedua kepribadian di atas, antara lain:

  • Ciri-ciri Orang Extrovert

Cenderung menarik energi dari luar, menanggapi dan memulai peristiwa di dunia luar, memiliki banyak kontak dengan orang lain, lebih suka berkomunikasi dalam kelompok daripada menyendiri, selalu menunjukkan energi dan antusiasme, menanggapi segala sesuatu dengan cepat tanpa jeda panjang untuk berpikir.

Mereka juga suka berbicara dengan suara keras tanpa kesimpulan yang pasti, berkomunikasi secara terbuka, fokus pada dunia luar (orang-orang dan banyak hal lain) dan cenderung lebih suka bertindak dulu baru berpikir.

Dengan sifat mereka yang seperti itu, para introvert sering memandang mereka sebagai pemikir yang payah (dangkal) dan suka memaksakan diri.

  • Karakter Intovert

Menarik energi dari dunia batin, fokus pada apa yang dipikirkan, jarang melakukan interaksi dengan orang lain, kecuali pekerjaan mereka membutuhkannya, lebih suka berkomunikasi satu lawan satu, tidak suka gangguan, perlu ketenangan untuk fokus, pendiam dan susah ditebak, suka berpikir dulu sebelum bertindak.

Selain itu, mereka juga bisa menahan emosi atau cenderung memendam emosi (tapi emosi tersebut bisa meledak jika didorong terlalu jauh), daripada mencoba mengubah dunia, mereka hanya ingin memahaminya, suka bekerja sendiri dan sering mencari ketenangan untuk konsentrasi dan cenderung lebih menyukai pekerjaan yang memiliki kedalaman daripada keluasan

Karakteristik yang dimiliki orang-orang introvert ini membuat mereka terlihat sebagai orang yang egois dan pasif, terutama di mata para extrovert.

Dimensi E-I (extrovert-introvert) bersama-sama dengan dimensi T-F (thinking-feeling) dan S-N (sensing-intuition) dalam bentuk tipografi Carl G akan menghasilkan kombinasi atau kelompok dengan kualitas perilaku yang berbeda, seperti: EST, ESF, ENT, ENF, IST, ISF, INT, INF.

Cara Menebak Tipe Kepribadian Secara Tepat

Akhirnya kita sampai pada pembahasan mengenai cara-cara menebak kepribadian seseorang. Dari tadi anda pasti menunggu penjelasan ini, bukan? Baiklah, saat ini kami akan memberitahukan anda cara-cara untuk menebak karakter atau personality orang-orang yang ada di sekitar anda, berdasarkan perilaku yang mereka perlihatkan.

Berikut beberapa perilaku yang akan memberi anda petunjuk tentang karakter seseorang tersebut:

1. Seberapa Cepat Mereka Menanggapi Pertanyaan (Introversi vs Ekstraversi)

Ketika anda mengajukan pertanyaan tertentu, apakah orang tersebut mulai berbicara dengan segera (menjawabnyanya dengan cepat) dan jawaban yang terdengar tersdengar seperti mereka hampir berpikir keras? (E)

Atau, apakah mereka membutuhkan waktu sekitar satu atau dua detik untuk menyusun tanggapan dan kemudian memberikan jawaban yang lengkap yang dipikirkan dengan baik? (I)

Dengan memperhatikan cara orang tersebut menjawab atau merespon bisa menunjukkan kepribadian mereka, apakah mereka tipe inrovert atau extrovert.

Orang yang introvert, cenderung akan mempertimbangkan hal-hal secara internal sebelum akhirnya merespon, sementara orang yang extrovert benar-benar akan langsung memberikan jawaban tanpa berpikir dulu.

Saat berdiskusi dengan orang tipe extrovert, biasanya anda akan banyak menemukan omong kosong, karena mereka suka mengoceh kemana-mana. Sedangkan diskusi dengan tipe introvert sangatlah tenang.

Ketika kedua tipe ini dipertemukan dalam sebuah diskusi, apa yang akan terjadi?

Rasa-rasanya sangat sulit untuk menggabungkan keduanya dalam sebuah diskusi, karena extravert akan mengacaukan semua pemikiran introvert, karena mereka tidak bisa mendapatkan cukup ruang putih percakapan untuk membuat balasan.

Extrovert biasanya akan sangat mendominasi karena mereka suka berbicara dan cenderung mengeluarkan suara yang keras ubtuk membuat seolah-olah mereka lah yang paling benar, padahal tidak begitu nyatanya.

Inilah yang sering menimbulkan masalah. Kalau anda (para boss khususnya) tak benar-benar peka mendengarkan keduanya, maka anda akan cenderung salah menilai mereka. Pernah dengar “tong kosong nyaring bunyinya kan”? Jadi nilailah dengan pikiran yang pintar dan bijak.

2. Kecenderungan Berpikir (lebih fokus pada masa lalu atau masa depan)

Dengan melihat kecenderungan pemikiran seseorang, anda bisa menebak apakah orang tersebut tipe sensing atau intuition. Orang-orang bertipe sensing biasanya akan lebih fokus pada apa yang sedang terjadi dalam situasi sekarang dan bukan malah memikirkan dampak atau kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, melainkan apa yang nyata pada saat ini.

Tipe ini juga sering mendasarkan pendapat mereka tentang apa yang terjadi sekarang pada pengalaman mereka di masa lalu. Sekali lagi, kuncinya adalah bahwa mereka mendasarkan perilaku mereka pada pengalaman dan bukan pada visi tentang apa yang bisa terjadi.

Sedangkan mereka yang bertipe intuition, di sisi lain sering dituduh sebagai orang yang cenderung memandang dunia dengan kacamata berwarna mawar atau sesuai dengan apa yang dipikirkan di kepala mereka.

Untuk mengetahui apalah orang disekitar anda adalah tipe intuitif atau sensing, anda bisa meminta mereka mendeskripsikan sesuatu, seperti “apel” misalnya.

Tipe sensing akan menggambarkannya dengan melihat keadaan apel pada saat itu, seperti : “Apel ini berwarna merah, memiliki batang yang panjang, ada sedikit titik lunak di atasnya dan lain-lain”.

Sementara itu, tipe intuitif akan memberikab responnya seperti : “Oh, apel ini persis seperti yang digunakan nenek saya untuk membuat pai. Saya ingat apel-apel itu, manis dan renyah dan bagaimana nenek saya sering mengupas selama berjam-jam di dapur” dan seterusnya.

3. Seberapa Sadar Mereka Tentang Bagaimana Orang Lain Akan Dipengaruhi Oleh Keputusan? (Thinking vs Feeling)

Orang yang termasuk tipe feeling, biasanya akan menjalankan semuanya melalui filter “bagaimana ini akan memengaruhi orang lain?”. Pertanyaan ini akan berada di kepala mereka, sebelum mengambil tindakan apa pun.

Bahkan extravert sekalipun, yang biasanya bertindak atau berbicara dengan segera, akan memilih kata-kata mereka berdasarkan dampaknya kepada orang lain, jika mereka memiliki memiliki karakter intuitif.

Dan jika seorang extravert ternyata lebih cenderung kepada tipe feeling, mereka akan membiarkan mulutnya lebih dominan daripada pikirannya. Inilah yang sering membuatnya menyakiti orang lain dengan omongan yang tidak baik. Tipe seperti ini biasanya akan merasa malu karena telah menyakiti atau mempermalukan orang lain.

Untuk mereka yang lebih suka Berpikir, di satu sisi percaya bahwa seharusnya kita mengatakan yang sebenarnya. Tipe pemikir adalah orang yang mampu bersikap objektif. Mereka akan mengatakan sesuatu dengan yang sebenar-sebenarnya, sekalipun orang-orang disekitarnya tidak begitu menyukai kebenaran terebut.

Tapi itu bukan berarti bahwa mereka tidak memikirkan orang lain, tetapi kebijaksanaan adalah sesuatu yang mereka pelajari saat mereka tumbuh dan berkembang. Bagi mereka, kebenaran adalah landasan pemahaman.

4. Apakah Perubahan Dalam Rencana Mengguncang Dunia mereka atau Meningkatkannya? (Menilai vs Perceiving)

Jadi, inilah situasinya. Ini sudah sore dan semua orang merasa lapar. Si A mengatakan, “Ayo pergi makan malam malam ini. Kayaknya enak nih kalau pergi makan seafood. Kemana anda ingin pergi? Ke Red Lobster kah atau Joe’s Crab Shack?”

Kemudian si B berkata, “Oh, oke. Mari pergi ke Red Lobster. Mau pergi sekarang?” Si A berkata, “Hebat, tapi tunggu dulu ya saya mau ambil sepatu atau jaket dan lain-lain dan saya akan siap”.

Satu menit berlalu dan si A kembali siap untuk pergi dan berkata, “Kita juga bisa makan taco malam ini. Seorang teman saya memberi tahu saya hari ini tentang tempat tex-mex yang hebat ini di jalan … ”

“Tunggu!” Kata si B, “Tadi kan kita sudah memutuskan kalau kita akan pergi ke Red Lobster. Jadi mari kita pergi ke sana dan menyelesaikannya. Saya lapar”.

Si A kemudian mengatakan dengan kesal “Saya hanya memberi opsi lain. Anda tidak perlu merasa tersinggung karenanya”.

Apakah Anda si A atau si B Dalam Skenario Ini?

Jika anda mengatakan seseorang adalah si A, anda menunjukkan kecenderungan perceiving. Untuk Perceivers, dunia berada dalam keadaan fluks konstan dan mereka menyukainya seperti itu.

Mereka merasa terkekang jika mereka terkunci dalam rencana, tidak dapat memasukkan ide-ide atau pengalaman baru ke depan. Mereka adalah orang-orang yang berguling dengan pukulan, yang kelihatannya mampu menyesuaikan diri dengan segala sesuatu yang hidup dengan cara mereka.

Perceivers juga benci untuk berkomitmen pada apa pun.

Atau apakah anda lebih seperti si B? Kalau begitu, anda mungkin lebih suka menilai, yaitu perilaku memutuskan rencana tindakan yang jelas dan menindaklanjuti setiap langkah.

Orang-orang yang suka menilai seperti ini biasanya bersedia mempertimbangkan pilihan untuk melakukan sesuatu, tetapi begitu ada rencana, mereka tetap bertahan melalui rintangan dan tetap pada target.

Mereka merasa bingung ketika kehidupan melemparkan “curveball” pada mereka, frustrasi jika itu berarti mengubah cara mereka berniat melakukan sesuatu, bahkan jika semuanya berakhir baik-baik saja.

5. Menggolongkan Mereka ke Dalam Temperamen Kepribadian (Emas, Merah, Hijau, dan Blues)

Di sinilah anda mulai menggabungkan perilaku di atas ke dalam profil atau temperamen kepribadian. Temperamen melihat dua perilaku yang disukai orang sebagai penjelasan mengapa mereka bertindak seperti itu. Profil kepribadian secara keseluruhannya didasarkan pada empat preferensi, termasuk yang tidak terlihat oleh pengamat biasa.

Jika anda menemukan orang di sekitar anda memiliki sikap yang suka menyelesaikan masalahnya dengan cepat (tidak menunda) dengan tujuan untuk menciptakan masa depan yang bahagia, cenderung menjadi stress ketika terjadi hal-hal yang mengubah rencana mereka pada menit-menit terakhir dan merasa bahwa itu tugas mereka untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, maka orang tersebut termasuk kelompok Gold (Emas), yang juga disebut sebagai SJ (Sensing, Judging) atau temperamen Guardian.

Kalau orang tersebut tipe yang suka memadamkan api, bergegas pergi ke kantor seperti kelinci putih di Alice in Wonderland sambil bergumam, “Saya akan terlambat”, bereaksi terhadap setiap situasi yang muncul, mencoba menyelesaikannya sekarang, lebih suka berjuang menuju target atau tujuan daripada menyusun rencana khusus, maka orang tersebut termasuk ke dalam kelompok Red (merah), yang juga dikenal sebagai SP (Sensing, Perceiving) atau temperamen Artisan.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan jika ingin memahami karakter orang-orang yang ada di sekitar anda. Dengan begitu, anda bisa lebih bijak dalam menanggapinya.

Anda mungkin tidak dapat menebak seluruh tipe orang dengan mengamati beberapa perilakunya saja. Namun, memperhatikan pola seperti di atas akan membantu anda menafsirkan bagaimana perilaku sesuai dengan tipe kepribadian orang itu. Ini akan membantu anda berhubungan lebih baik dengan orang lain. Selamat mencoba.

About the author

Miya Suzuka