science

Petir Tidak Bisa Menyambar Tempat Yang Sama Dua Kali, Mitos atau Fakta?

Saat hujan turun, kemunculan petir merupakan hal yang lumrah terjadi. Bahkan banyak orang yang mengatakan kalau petir adalah pertanda akan turunnya hujan.

Petir, kilat atau yang juga sering disebut halilintar ini sering mucul sebagai kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Setelah kilatan cahaya tersebut muncul, beberapa saat kemudian akan disusul dengan suara menggelegar yang disebut dengan guruh.

Suara guruh yang kuat dan muncul dengan tiba-tiba ini kerap membuat orang-orang menjadi terkejut dan beberapa diantaranya bahkan sampai ketakutan.

Apalagi jika suara petir yang menggelegar tersebut diikuti dengan derasnya hujan di malam hari dan tak lama kemudian disusul dengan padamnya listrik. Wah, nggak tahu lagi deh gimana rasanya kalau berada pada kondisi seperti itu. Mungkin beberapa dari anda yang sedang membaca artikel ini juga pernah mengalami hal yang serupa.

Sebenarnya banyak hal menarik yang bisa diceritakan atau dikupas dari petir dan salah satunya akan kita bahas di dalam artikel ini. Ayo coba tebak, apa hal menarik yang akan dibahas kali ini? Yuk, langsung saja kita lihat jawabannya di bawah ini.

Benarkah Petir Tidak Pernah Menyerang Tempat Yang Sama Lebih Dari Sekali?

Kalau anda masih ingat, saat masih kecil dulu anda pasti pernah kan mendengar sebuah keyakinan kuno yang mengatakan kalau kilat tidak bisa menyerang tempat yang sama sebanyak 2 kali. Coba diingat-ingat lagi, pernah nggak dengar keyakinan ini? Pasti diantara anda ada yang pernah mendengarnya, bukan?

Bagaimana tanggapan anda dengan hal tersebut? Sebenarnya, keyakinan yang mengatakan kalau ‘petir tidak pernah menyerang tempat yang sama dua kali‘ hanya lah sebuah mitos belaka.

Perkataan ini dibuat atau digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa hal buruk apapun yang telah terjadi tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya.

Perumpamaan kuno ini tidak hanya bisa digunakan untuk hal-hal buruk seperti yang baru dijelaskan tadi, melainkan juga berlaku untuk kejadian-kejadian yang baik, seperti misalnya ketika seseorang memenangkan undian.

Orang-orang percaya kalau memenangkan undian sangat jarang bisa terjadi berkali-kali. Kecuali memang keberuntungan sedang berpihak pada orang tersebut.

Faktanya adalah halilintar bisa menyerang lokasi manapun lebih dari satu kali. Entah itu pada saat badai yang sama atau mungkin dibutuhkan beberapa saat atau lebih dari satu juta tahun lamanya sampai akhirnya petir tersebut akan kembali menyerang tempat yang sama lagi dan lagi.

Proses Terjadinya Sambaran Petir di Tempat Yang Sama

Ketika anda melihat serangan petir (yaitu, pelepasan partikel bermuatan listrik di antara atmosfer dan tanah) tengah menyambar, anda akan menyaksikan keluarnya listrik yang sangat kuat, yang telah terbentuk di awan. Sanking kuatnya energi listrik tersebut, sampai-sampai bisa menembus udara yang terionisasi.

Energi listrik tersebut kemudian menciptakan Stepped leader (saluran listrik elektrik dari gas yang terionisasi) atau petir (yang tercipta akibat pelepasan elektrostatis saat terjadinya badai listrik) yang bergerak ke bawah sampai akhirnya mencapai tanah.

Mungkin banyak di antara anda yang bertanya-tanya mengapa sambaran petir terkadang bisa sampai ke tanah kan?

Ada kemungkinan kalau terdapat sesuatu yang bisa mempengaruhi kemampuan tanah untuk tersambar listrik yang dihasilkan oleh petir, seperti misalnya karena tanah tersebut memiliki kandungan garam, atau ada kaitannya dengan kelembaban tanah itu sendiri, ataupun mungkin hal tersebut ada hubungannya dengan batu, air, pipa, atau logam yang terdapat di tanah.

Hal lain yang juga turut mempengaruhi tempat dimana petir akan menyambar adalah bentuk medan-nya. Medan atau tempat sangat berpengaruh pada kemungkinan untuk terkena petir lebih dari sekali.

Penyerangan petir ke lokasi mana pun tidak akan mengubah aktivitas listrik yang terjadi di atas, yang dengan segera akan menghasilkan penyerangan lain setelah serangan pertama dilepas.

Proses ini terjadi dengan sangat cepat, atau tepatnya hanya memakan waktu sekitar 30 milidetik. Setelah kilat menyerang, ia kemudian bergema secara beruntun.

Jadi, pada dasarnya banyak serangan petir yang bisa terjadi di tempat yang sama dalam periode singkat ini. Secara teknis, petir tersebut telah menerjang tempat itu lebih dari satu kali.

Bahkan pada saat badai yang sama, tidak ada yang bisa menghentikan sambaran petir itu untuk menyerang tempat yang sama seperti sebelumnya, bahkan hal tersebut bisa terjadi dalam hitungan beberapa detik saja atau paling lama berabad-abad kemudian setelah petir yang pertama menyambar.

Di Amerika Serikat saja, rata-rata ada sekitar 20 juta kilang awan atau petir yang menyambar sampai ke tanah setiap tahunnya. Hal ini membuat kemungkinan tempat tersebut disambar petir berkali-kali menjadi sangat tinggi dalam jangka waktu yang panjang.

Jika ditemukan daya tarik yang signifikan di antara listrik dan tempat yang sebelumnya terkena, ada kemungkinan tempat yang sama tersebut akan terserang lagi.

Penelitian Buktikan Kebenaran Kejadian Tersebut

Menurut National Severe Storms Laboratory, petir bisa menyerang tempat yang sama sebanyak dua kali. Sebagai contoh, ada begitu banyak petir yang menyerang suatu tempat, pada saat tertentu  dan kemudian harus menyerang tempat yang sama lagi.

Umumnya, benda yang berada pada kedudukan atau tempat yang lebih tinggi seperti misalnya gedung-gedung pencakar langit lebih cenderung dijadikan sebagai objek serangan petir daripada benda yang lebih pendek. Hal ini sangat bergantung pada jarak yang harus ditempuh oleh ‘leader’ atau petir itu sendiri.

Misalnya saja gedung Empire State yang berada di New York City dan menara Willis di Chicago, yang hampir dipastikan akan disambar petir setiap kali badai terjadi di atasnya.

Itulah sebabnya mengapa pihak gedung memasang ‘lightning rods’, semacam penangkal petir agar tidak terjadi kerusakan pada gedung itu.

Pada tahun 2003 NASA juga pernah melakukan penelitian untuk menguji kebenaran mitos ini. Dan hasil yang mereka dapat membuktikan bahwa mitos tersebut tidak benar.

Menurut penelitian NASA, petir bahkan bisa menyerang tempat yang sama hingga tiga kali. Rata-rata, petir menyambar tempat yang sama hingga 1,45 kali di bumi.

Tak Hanya Sekali, Tempat Ini Disambar Petir Puluhan Kali

Jangankan 2 kali, tahukah anda kalau di beberapa tempat petir menyambar tempat yang sama bisa sampai puluhan kali. Salah satunya terjadi pada WVAH TV tower di St. Albans. Menara ini pernah disambar petir sampai sebanyak 50 kali. Coba bayangkan, 50 kali lo guys.

Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu, dimana awalnya saat itu badai bergerak ke Virginia Barat waktu tengah malam. Badai tersebut masih tergolong ke dalam badai lemah yang hanya memiliki sedikit tenaga untuk menghasilkan beberapa kilat petir.

Namun meskipun begitu, kilat petirnya bisa sampai ke Putnam Country yang akhirnya memicu serangan petir ke atas menara TV WVAH, tepatnya di atas gedung yang memiliki ketinggian sekitar 1.500 kaki di Coal Mountain dekat St. Albans.

Kejadian tersebut pun berhasil diabadikan ke dalam sebuah rekaman yang bisa anda lihat di bawah ini.

Kejadian yang kedua terjadi di gedung pencakar langit pada tanggal 30 Juni 2014 lalu. Dalam satu malam tiga gedung pencakar langit tertinggi yang ada di Chicago disambar petir sebanyak 17 kali dalam satu malam. Adapun ketiga gedung yang dimaksud antara lain: Menara Sears (Willis)Menara Trump dan John Hancock Center.

Dan contoh yang terakhir adalah serangan petir yang terjadi sebanyak 11 kali dalam satu badai. Kejadian tersebut terjadi di menara WKYT / WTVQ yang berada di Lexington, Kentucky pada tanggal 5 Februari 2008.

Daerah-Daerah Yang Rentan Terkena Petir

Berdasarkan sebuah data, ternyata ada beberapa tempat atau daerah yang suka atau sering disambar atau diserang petir. Beberapa diantaranya adalah daerah-daerah yang memiliki iklim dengan aktivitas badai sedang seperti Pennsylvania, New York dan West Virginia.

Petir biasanya akan mencapai area seluas seperempat hektar (tentu saja, tidak termasuk bangunan tinggi atau menara) setiap 100 tahun sekali.

Jadi, secara statistik untuk area seperti ini anda bisa melihat kilat yang menyerang lokasi yang sama lagi di abad berikutnya. Sedangkan untuk lokal atau daerah dengan frekuensi badai yang lebih tinggi seperti Florida tengah, serangan berulang akan terjadi pada periode waktu yang lebih kecil.

Selain itu, sebelumnya di atas tadi juga sudah beberapa kali disebutkan kalau menara-menara dan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi merupakan tempat yang paling umum terkena sambaran petir.

Bangunan-bangunan sepeti ini sering mendapatkan sambaran langsung setiap 30 detik sekali saat sedang badai, dengan total tiga atau lebih dari selusin serangan dalam interval setengah jam.

Seorang pengamat mengatakan menara atau gedung pencakar langit yang mencapai atau melampaui ketinggian 1.000 kaki dijamin untuk mengambil setidaknya satu pukulan langsung dari petir selama badai.

Wuah, bakalan jadi negative thinking terus nih kalau lagi sedang berada di gedung-gedung tinggi saat hujan datang, yang kemudian diikuti dengan petir. Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga begitu setelah membaca artikel ini?

Sebenarnya kita nggak perlu terlalu khawatir sih guys dengan hal ini, karena beberapa gedung sudah memperhitungkan hal tersebut kok.

Banyak gedung tinggi yang bisa mengatasi hal tersebut, sehingga orang-orang yang berada di dalamnya tidak perlu merasa khawatir lagi sekarang. Tapi biarpu begitu, tetap saja anda harus tetap selalu berhati-hati. karena tidak semua gedung punya sistem pengamanan seperti itu.

Eits, ada  satu hal penting lagi yang perlu anda ketahui, yaitu bahwa petir tidak selalu mengikuti aturan atau pilih-pilih tempat untuk disambar. Benda apapun dan dimana pun memiliki kemugkinan untuk terkena sambarannya. Jadi jangan pernah menganggap sepele pada petir ya guys.