science

Point Nemo, Lokasi Misteris di Bumi Yang Dijadikan “Kuburan” Pesawat Luar Angkasa

Ketika kita diperhadapkan pada sebuah situasi yang berat, dimana kita ingin menyendiri dan menenangkan diri sejenak, pilihan tempat yang paling tepat untuk dijadikan alternatif umumnya adalah tempat yang sepi, supaya tak ada satu orang pun yang akan mengganggu ketenangan kita. Benar tidak?

Kalau anda yang berada di posisi seperti ini, tempat seperti apakah yang akan anda pilih? Pegunungan kah? Atau mungkin pantai? Oh, atau jangan-jangan anda lebih suka menyendiri di kamar dan mengunci diri di dalamnya untuk beberapa waktu? Apa pun pilihan anda, ya mungkin itu adalah tempat yang terbaik untuk anda.

Ngomong-ngomong soal tempat sepi, sebenarnya di Bumi ini ada banyak sekali lokasi terpencil yang masih belum terjamah ataupun diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Tapi untuk beberapa orang yang bekerja di institusi yang berkaitan dengan ilmu astronomi atau lingkungan, kemungkinan besar mengetahui tempat-tempat tersebut.

Salah satu yang cukup populer dari sekian banyaknya tempat-tempat tersebut adalah sebuah lokasi lautan terpencil yang bernama Point Nemo. Dari namanya saja sudah terdengar asing kan untuk anda? Atau mungkinkah sebelumnya anda pernah mendengar nama tempat ini?

Tempat Seperti Apakah Point Nemo Itu?

Seperti yang sudah sempat kita bahas di atas tadi, ketika anda ingin menyendiri untuk beberapa waktu, anda tentu akan memilih lokasi yang sepi dimana tidak ada yang akan mengganggu anda, bukan? Dalam hal ini, rasanya tidak ada tempat yang lebih efektif daripada Point Nemo untuk melakukannya di seluruh planet ini.

Jika anda tidak percaya, lain waktu anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi lokasi tersebut. Menenangkan diri dengan memandang laut biru yang begitu luas di sekeliling kita merupakan hal yang paling menyenangkan dan menarik. Tapi hal tersebut sepertinya berbeda kasus dengan lautan biru terpencil yang satu ini.

Lokasi laut ini memiliki titik terjauh dari daratan dibandingkan dengan dengan tempat lain di lautan, yang juga dikenal sebagai “tiang samudera yang tidak dapat diakses“. Penamaan Point Nemo diambil dari nama seorang pelaut terkenal yang bernama Jules Verne’s Captain Nemo.

Dalam bahasa latin nama ini memiliki arti “tidak seorang pun“. Nama ini sangat cocok untuk tempat yang jarang dikunjungi oleh orang-orang, karena memang begitulah kenyataannya. Karena jaraknya yang sangat jauh dari daratan dan juga terpencil, tak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan lokasi ini.

Ada data yang menyebutkan bahwasannya titik Nemo terletak lebih dari 1.000 mil (1.600 km) dari darat, dengan jarak yang sama dari pantai di tiga pulau yang berjauhan. Mereka adalah Pulau Ducie berada di Utara, Motu Nui di sebelah Timur Laut dan Pulau Maher berada di Selatan.

Bagaimana Caranya Lokasi Ditemukan?

Karena Bumi berbentuk bola, memutuskan lokasi lautan yang paling terpencil di dunia ini membutuhkan tiga titik jarak yang sama, yang sudah kami sebutkan di atas tadi. Tiga titik yang dimaksud tersebut adalah Pulau Ducie, yang juga merupakan pulau kecil yang tandus dan sangat terpencil, yang termasuk dalam rantai Pulau Pitcairn.

Kemudian Pulau Paskah yang berbatu dari Mota Nui dan Pulau Maher Antartika yang sangat kecil dan terpencil, yang karena sanking kecilnya tempat ini tidak ditemukan sampai tahun 1940-an.

Titik Nemo pertama kali ditemukan pada tahun 1992 berkat penggunaan perangkat lunak penargetan geografis oleh seorang insinyur yang bernama Hrvoje Lukatela. Tidak ada cara komersial dan alasan yang tepat untuk mengakses titik paling terpencil di lautan ini.

Tidak ada apa-apa di sana. Tidak ada suar (beacon) atau penanda berlabuh. Yang terlihat hayalah hamparan laut terbuka yang sangat luas. Satu-satunya hal yang akan ditemukan oleh pengunjung di Point Nemo adalah ketenangan, karena tempat ini sulit untuk dijangkau oleh sebagian nesar orang yang ada di planet ini.

note:

Beacon adalah perangkat yang memang sengaja dirancang untuk menarik perhatian ke lokasi tertentu. Beacon juga dapat dikombinasikan dengan indikator semaphoric atau lainnya, dengan maksud untuk memberikan informasi penting, seperti status bandara, dengan warna dan pola rotasi suar bandara, atau cuaca yang tertunda, sebagaimana ditunjukkan pada suar cuaca yang dipasang di bagian atas gedung tinggi atau situs serupa. Ketika digunakan dalam mode tersebut, beacon dapat dianggap sebagai bentuk telegraf optik.

Nemo Sebagai Kuburan Pesawat Ruang Angkasa

Menurut sebagian orang, Point Nemo adalah tempat yang agak aneh. Tapi meskipun begitu, lokasi ini cukup menarik untuk dibahas. Ya, hitung-hitung bisa menambah wawasan anda.

Walaupun laut Nemo ini terbilang sangat jarang sekali dikunjungi oleh masyarakat, namun NASA mengenal tempat ini dengan sangat baik. Bagaimana tidak? Tempat ini menjadi sangat populer untuk mereka, karena di sana mereka telah menemukan berbagai kejadian yang menarik di wilayah ini.

Kejadian seperti apakah yang pernah terjadi di tempat terpencil seperti ini? Sebentar lagi anda akan segera menemukan jawabannya.

Jika anda diminta untuk memilih tempat pendaratan stasiun-stasiun luar angkasa yang tidak lagi terkontrol atau yang segera jatuh ke Bumi, lokasi manakah yang paling ideal anda rasa untuk menampungnya? Anda yang sudah pernah mendengar tentang lautan Point Nemo ini akan langsung menyarankan “tempat paling terpencil” tersebut, bukan?

Saran anda tersebut sangatlah tepat, mengingat bahwasannya Nemo memang sudah menjadi rumah atau kuburan bagi berbagai pesawat ruang angkasa. Point Nemo yang juga dikenal sebagai “Oceanic Pole of Inaccessibility” ini terletak di tengah Samudera Pasifik Selatan.

Sekitar 2,5 mil (4 kilometer) di bawah permukaan samudera, Point Nemo memiliki “Pemakaman Ruang Angkasa” terbesar di Bumi, yang menyembunyikan sisa-sisa ratusan pesawat luar angkasa yang tidak lagi mampu beroperasi dan akhirnya harus terjatuh ke Bumi.

Namun, pesawat-pesawat ini tidak dibiarkan jatuh begitu saja ke Bumi, karena jika dibiarkan jatuh ke sembarang tempat, maka dapat mengakibatkan korban jiwa ataupun berbagai kerusakan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa pihak NASA akan memandu pesawat luar angkasa tersebut ke wilayah lautan terpencil yang bernama Nemo ini.

Pesawat tersebut dipandu dalam entri ulang yang terkontrol sejak tahun 1970-an. Dan kejadian yang baru-baru ini terjadi, yaitu jatuhnya stasiun ruang angkasa milik China Tiangong-1 juga hampir mendarat di sana.

Beberapa mengatakan bahwasannya sebelum masuk ke Bumi, laboratorium luar angkasa China tersebut telah habis terbakar di atmosfer. Kemungkinan yang sampai ke Bumi hanyalah partikel-partikel yang berukuran kecilnya saja.

Sisa-sisa laboratorium luar angkasa Tiangong-1 ini kabarnya tidak mendarat tepat di pekuburan pesawat ruang angkasa, Nemo, melainkan jatuh di dekat daerah tersebut, atau tepatnya di Samudra Pasifik selatan dekat Samoa Amerika, beberapa ribu mil barat laut dari Point Nemo.

Mengapa Point Nemo Dijadikan Sebagai Tempat Re-entry Pesawat Ruang Angkasa?

Alasannya untuk jawaban pertanyaan di atas cukuplah sederhana. Nemo adalah tempat yang sangat tepat untuk dijadikan re-entry pesawat luar angkasa yang jatuk karena memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk melukai seseorang atau merusak permukiman masyarakat.

Letak lokasinya yang sangat jauh dari daratan inilah yang menjadikannya sangat ideal digunakan untuk melakukan re-entry tersebut. Di tengah Samudera Pasifik Selatan antara Australia, Amerika Selatan dan Antartika, Titik Nemo berada lebih dari 1.450 mil (sekitar 2.700 km) dari daratan terdekat.

Hal tersebut disampaikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration. Tidak ada kapal yang pernah bepergian ke sana dan juga tidak ada yang bisa dilihat di tempat tersebut. Menurut laporan Popular Science, ada sekitar 300 pesawat yang telah melakukan pendaratan darurat yang dipandu ke Point Nemo ini sejak tahun 1971 yang lalu.

Puing-puing yang terkubur di dalam lautan terpencil ini mencakup segala sesuatu atau yang berhubungan dengan peralatan pesawat itu sendiri, mulai dari tangki bahan bakar bekas dan lain sebagainya.

Hampir 200 dari penghuni pemakaman ini berasal dari Rusia, termasuk stasiun luar angkasa terbesar saat itu, yang tidak lain adalah stasiun luar angkasa MIR dengan berat 140-ton (127 metrik), yang dipandu ke Titik Nemo dalam re-entri atmosfer terkendali pada tahun 2001 silam.

Kabarnya, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga dijadwalkan akan menabrak Titik Nemo ini setelah misinya selesai, yang diprediksi akan terjadi pata tahun 2024.

Benarkah bahwa pesawat atau stasiun tersebut nantinya akan mendarat di lautan terpencil Nemo ini? Atau malah jatuh di tempat atau lokasi lain? Benar atau tidaknya, untuk saat ini kita hanya bisa menduga atau memberikan prediksi sementara. Untuk pembuktiannya, kita harus menunggu sampai waktunya tiba.

Itulah sedikit informasi dan pengetahuan yang bisa kami sampaikan kali ini terkait sebuah lokasi terpencil yang dijadikan sebagai tempat pendaratan pesawat ruang angkasa yang tidak dapat berfungsi dengan baik lagi sehingga harus jatuh ke Bumi.

Apakah anda punya pertanyaan lain seputar hal ini? Atau, adakah hal-hal yang masih ingin anda ketahui terkait tempat misterius tersebut? Apapun itu, jika kami punya informasi terbaru lainnya terkait dengan hal ini, kami akan segera menyajikannya untuk anda pada artikel yang berikutnya.