Animal News Sports

Benarkah Rusia Akan Tampilkan Beruang di Turnamen Piala Dunia 2018?

Sebelumnya, pernahkah anda melihat seekor beruang ataupun hewan-hewan buas lainnya tampil di sebuah turnamen besar sepakbola? Sepertinya tidak pernah, kan? 

Bisa dibilang hal seperti ini sangatlah langka atau jarang sekali terjadi, mengingat kemungkinan resiko yang bisa terjadi atau ditimbulkan. Kita semua tentu tahu kalau hewan buas tetap lah hewan buas, sekalipun mereka bisa dilatih, tapi kita tidak pernah tahu kapan naluri kebuasan mereka bisa muncul kembali.

Tapi tampaknya hal ini tak menjadi halangan atau masalah untuk Rusia, yang merupakan tuan rumah dari pertandingan sepakbola dunia atau World Cup 2018, dimana beberapa waktu yang lalu didapat sebuah kabar bahwa mereka nantinya akan menampilkan seekor beruang pada turnamen bergengsi tersebut, yang menurut jadwal akan diselenggarakan pada bulan Juni mendatang.

Apakah hal tersebut benar-benar akan dilakukan oleh si tuan rumah Rusia? Kalau memang benar, apa tujuan mereka melakukan hal tersebut? Dan kalau tidak, mengapa bisa sampai ada berita seperti itu? Anda akan segera menemukan jawabannya di bawah ini.

Rusia Hadirkan Beruang di Sebuah Pertandingan Sepakbola

Di dalam sebuah cuplikan video yang diunggah di twitter beberapa waktu yang lalu, terlihat seekor beruang coklat hadir di sebuah pertandingan sepak bola, tepatnya di Liga Sepakbola Profesional Rusia (Rusia Tingkat Ketiga). Kehadiran beruang tersebut diklaim untuk meramaikan duel antara Mashuk-KMV dan Angusht di Pyatigorsk baru-baru ini.

Kira-kira, untuk apa ya beruang ini dihadirkan di lapangan? Apakah hewan ini akan melakukan sebuah atraksi sirkus di lapangan, atau mungkin ada tujuan yang lainnya? Dan ternyata kabarnya, beruang ini ditugaskan untuk membawakan bola pertandingan.

Berdiri di atas kaki belakangnya, beruang tersebut terlihat sedang memegang bola dan berdiri di samping lapangan, beberapa saat sebelum kick-off dilakukan. Sesaat kemudian, wasit pertandingan harus mengambil bola dari cakar binatang buas tersebut.

Wow, bisa tidak anda bayangkan bagaimana perasaan wasit saat melakukan hal itu? Deg-degan pasti lah ya. Secara Dia harus berhadapan langsung dengan seekor hewan buas yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dirinya. Kapan saja hewan itu bisa dengan tiba-tiba menyerang dirinya.

Jangankn si wasit, para penonton yang melihatnya pun pasti was-was dan khawatir. “Bohong” dan tidak wajar kalau mereka tidak memiliki sedikitpun rasa cemas saat menyaksikan tontonan berharga dan menahjubkan tersebut.

Tapi untunglah semuanya berjalan dengan baik dan lancar, tanpa adanya hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi. Sesaat setelah wasit berhasil menerima atau mengambil bola dari si beruang, tepukan tangan penonton pun pecah dan suasana di lapangan tersebut menjadi lebih bersemangat.

Beberapa laporan mengatakan bahwa tindakan menampilkan beruang dalam pertandingan itu bertujuan untuk melihat apakah hewan itu bisa digunakan sebagai bagian dari serah terima yang sama dalam acara pembukaan pertandingan Piala Dunia, yang sebentar lagi akan segera dilaksanakan.

PETA Kecam Tindakan Melibatkan Beruang Dalam Pertandingan

Beberapa orang yang tergabung dalam kelompok kesejahteraan hewan seperti PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), telah menyatakan kemarahan dan rasa keberatan mereka mengenai tindakan menampilkan beruang ini di pertandingan sepak bola di kota Pyatigorsk, Rusia beberapa hari lalu.

Beruang pintar tersebut bernama Tima. Dengan waktu yang tersisa, yaitu sekitar kurang lebih 2 bulan kedepan, sebelum Piala Dunia dimulai, kelompok tersebut berharap kecaman Internasional yang mereka berikan akan mengakhiri praktek penggunaan hewan liar sebagai hiburan di ajang turnamen sepak bola apa pun.

Bukan apa-apa, hal ini dimaksudkan untuk mencegah sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi. Mereka hanya ingin, baik itu si beruang dan manusia atau penonton yang menghadiri acara itu, bisa tetap berada dalam kondisi yang aman dan tidak terancam oleh kehadiran satu sama lain.

Direktur UK untuk kelompok kesejahteraan hewan, Four Paw, yaitu Brian da Cal, mengatakan bahwa rekaman yang memperlihatkan pertunjukan beruang di Rusia adalah sesuatu yang sangat “mengejutkan”.

“Sudah jelas bahwa Piala Dunia merupakan ajang olahraga besar yang akan segera datang sebentar lagi. Dan saya pikir banyak orang akan terkejut melihat kehadiran hewan tersebut pada acara olahraga di tempat seperti Rusia,” katanya.

Menurut mereka, rekaman tindakan pihak penyelenggara pertandingan yang diposting secara online tersebut telah mengundang kecaman internasional sebagai kasus eksploitasi hewan.

“Sangat penting untuk mengatahui atau mencatat fakta bahwa beruang adalah hewan liar, mereka tidak dijinakkan (bukan hewan yang mudah untuk dijinakkan). Jadi, apa pun yang sebelumnya telah atau pernah anda lihat mereka lakukan, baik itu di dalam stadion, atau di acara sirkus, itu karena mereka mungkin telah mengalami beberapa pelatihan yang sangat brutal”.

FC Angusht, yang pada awalnya membagikan video itu mengatakan bahwa beruang tersebut akan digunakan dalam upacara pembukaan Piala Dunia. Akan teapi sayangnya klaim itu ditolak oleh pihak FIFA.

FIFA Bantah Pernyataan Libatkan Beruang Pada World Cup 2018

Mendengar pernyataan yang melibatkan FIFA pada kasus pengikutsertaan beruang di ajang World Cup 2018, pihak FIFA pun segera mengambil tindakan dengan melakukan konfirmasi untuk memberi penjelasan terkait dengan hal tersebut.

FIFA membantah klaim yang mengatakan kalau beruang yang digunakan pada pertandingan liga Rusia sebelumnya akan menjadi bagian dari upacara pembukaan Piala Dunia 2018.

Pihak dari FIFA sendiri telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada hewan apa pun, termasuk beruang yang akan digunakan sebagai bagian dari upacara di turnamen paling bergengsi di dunia, yang dimulai pada tanggal 14 Juni mendatang di Stadion Luzhniki di Moskow.

Animal Defenders International (ADI) bahkan sampai mencap tindakan ini sebagai sebuah pertunjukan yang ‘memuakkan’.

Melihat beruang malang ini dipaksa untuk melakukan trik di depan kerumunan, harusnya membuat kita malu,” kata Presiden ADI, yaitu Jan Creamer.”

“Hewan liar yang luar biasa, cerdas dan inqusitive direduksi atau diubah menjadi sosok yang menyenangkan. Segala sesuatu yang kita pelajari dari menggunakan hewan sebagai hiburan adalah alasan mengapa kita harus berhenti.” Hindarilah pertunjukan yang memuakkan ini dan dukunglah upaya ADI dan organisasi pelindung hewan yang lainnya untuk menghentikan penderitaan sirkus.”

Selanjutnya, direktur amal kesejahteraan hewan PETA, yaitu Elisa Allen bahkan sampai melabeli atau mencap tindakan itu sebagai perilaku yang ‘tidak manusiawi’.

Di dalam sebuah laporan, Allen juga berkata bahwa selain tidak manusiawi dan sama sekali tidak berhati, menggunakan beruang sebagai tawanan pembantu untuk membawakan bola benar-benar berbahaya.

“Beruang itu adalah simbol Rusia, jadi kami berharap orang-orang di negara itu akan menunjukkan rasa belas kasih dan kebanggaan nasional mereka, serta berhenti menyalahgunakan hewan tersebut. Rasa belas kasih anda harusnya bisa memaksa liga untuk menarik aksi ini.”

Maskot Rusia di Turnamen Piala Dunia

Berbicara tentang keterlibatan beruang pada pertandingan liga sepakbola Rusia, mengingatkan kami akan beberapa maskot dari Piala Dunia yang sebelum-sebelumnya, yang juga menggunakan beberapa fitur dari hewan-hewan tertentu, seperti misalnya maskot Zakumi pada ajang World Cup 2014 lalu di Afrika Selatan.

Zakumi sendiri adalah sebuah fitur dari seekor macan tutul dengan rambut nyentrik berwarna hijau. Sama halnya seperti yang dulu-dulu, turnamen yang nantinya akan diadakan di Rusia pun juga akan menghadirkan maskot yang tak kalah menarik.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, ketidakadaan maskot dalam sebuah pertandingan sepakbola akan membuat penyelenggaraannya menjadi kurang komplit atau sempurna.

Pada umumnya maskot ini memang harus ada dan haruslah menjadi sesuatu yang sedikit berbeda dari yang lainnya. Adapun maskot tuan rumah Rusia yang nantinya akan meramaikan ajang bergengsi dan besar ini adalah Zabivaka. Nama ini diambil dari bahasa Rusia yang berarti “Sang Pencetak Gol“. Lumayan bagus juga kan sebutannya?

Pemilihan maskot ini dilakukan sesuai dengan hasil jajak pendapat masyarakat Rusia. Dari jutaan pemilih yang melakukan vote secara online, di laman FIFA pada tahun 2016 lalu, 53 persen memilih Zabivaka ini. Si serigala ini terpilih dengan mengalahkan calon lainnya, seperti Harimau (27 persen) dan Kucing (20 persen).

Fitur dari Zabivaka yang menjadi maskot Piala Dunia 2018 ini diresmikan pada 21 Oktober 2016. Maskot ini mengambil bentuk serigala antropomorfik dengan bulu berwarna cokelat dan putih, yang mengenakan kaos T-shirt bertuliskan “RUSSIA 2018” dan kacamata olahraga berwarna jingga.

Kombinasi warna putih, biru dan merah pada kaos T-shirt dan celana pendek yang dikenakannya mewakili warna nasional dari tim Rusia. Sedangkan kacamata yang dikenakannya diyakini bisa memberi nilai tambah dalam akurasi di lapangan.

Perancang maskot tersebut adalah Ekaterina Bocharova. Maskot ini adalah duta yang bagus untuk mempromosikan event dan memberi banyak kegembiraan di stadion.

Kalau sudah ada maskot yang lucu seperti ini, kenapa harus menggunakan atau melibatkan hewan buas yang asli di dalam turnamen Piala Dunia 2018? Bukankah itu akan sangat beresiko? Benar nggak sih? Tapi setidaknya setelah pihak FIFA mengkonfirmasi klaim tersebut, harusnya sih tidak ada masalah dikedepannya.

Yah, kita berharap saja penyelenggaraan World Cup pada di bulan Juni 2018 mendatang bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya isu-isu lain yang akan mempengaruhi pertandingan atau turnamen tersebut. Selesai sudah penjelasan kami kali ini, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk anda.