Sports

Digelar di Bulan Agustus, Inilah Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Asian Games

Beberapa hari ke depan, penyelenggaraan Piala Dunia akan segera kita saksikan. Gemuruh suara para suporter dari seluruh dunia akan segera terdengar. Ini adalah salah satu ajang yang paling di tunggu-tunggu setiap 4 tahun sekali.

Bukan hanya itu saja, Pesta Olahraga Asia juga akan kembali menyemarakkan kemeriahan tahun ini. Jarak pelaksanaannya pun tidak begitu jauh dari ajang World Cup, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2018. Melihat jaraknya yang begitu dekat,

Bagi para pecinta olahraga, khususnya di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, tahun ini ibarat kebahagian yang berlipat-lipat. Bagaimana tidak, secara ada 2 perayaan atau pesta olahraga besar yang akan dirayakan secara besar-besaran di tahun 2018 ini.

Dimanakah pesta olahraga ini nantinya akan diadakan? Berapa banyak cabang olahraga yang akan dipertandingkan? Negara-negara mana sajakah yang akan ikut berpartisipasi pada ajang ini? Dari pertama kali diselenggarakan hingga saat ini, negara manakah yang memegang medali emas paling banyak?

Apakah pertanyaan anda sama dengan pertanyaan yang barusan kami sebutkan? Kalau memang sama, berarti anda berada di tempat yang tepat, karena kali ini kami bermaksud untuk membahs eputar asian games tersebut di dalam artikel ini. Supaya anda tidak terlalu lama menunggu, mari langsung saja lihat penjelasannya di bawah ini.

Perhelatan Pesta Olahraga Asia 2018

Hampir semua dari kita pasti pernah mendengar tentang perayaan Asian Games ini, bukan? Pesta olahraga ini juga dikenal sebagai Asiad, yaitu acara multi olahraga kontinental yang diadakan setiap 4 tahun sekali. Dengan kata lain, ini merupakan perayaan yang punya waktu-waktu penyelenggaraan tertentu.

Tak heran jika banyak orang yang menanti-nantikan pertandingan persahabatan ini, terutama oleh para atlet dari seluruh kawasan Asia. Pertandingan ini diatur oleh Federasi Asian Games (AGF) mulai dari Pertandingan pertamanya yang diadakan di New Delhi, India pada tahun 1951, sampai dengan pertandingan tahun 1978.

Namun sejak tahun 1982 mereka telah diorganisir oleh Olympic Council of Asia (OCA), tepatnya setelah pecahnya Federasi Asian Games. Pertandingan ini telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan digambarkan sebagai acara multi-olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade.

Di dalam sejarahnya tercatat bahwa, 9 (sembilan) negara telah menyelenggarakan Asian Games dan 46 (empat puluh enam) negara telah berpartisipasi dalam Olimpiade, termasuk Israel. Namun negara tersebut telah dikeluarkan dari pertandingan olahraga ini. Tahun 1974 silam adalah terakhir kali mereka berpartisipasi.

Indonesia Sebagai Tuan Rumah

Kalau dihitung-hitung mulai dari pertama kali pertandingan tersebut dilaksanakan, tahun ini merupakan edisi yang ke-18, artinya ini akan menjadi penyelenggaraan pesta olahraga Asia yang ke 18. 4 tahun sebelumnya, tepatnya pada 2014 yang lewat, perayaan olahraga ini dilaksanakan di kota IncheonKorea Selatan, tepatnya pada tanggal 19 September sampai 4 Oktober.

Dan sekarang, di tahun 2018 ini, negara Indonesia yang terpilih menjadi tuan rumah penyelenggara pertandingannya. Ini akan dilangsungkan dari 18 Agustus sampai 2 September 2018 (setelah ajang Piala Dunia berakhir). Kabarnya Jakarta dan Palembang akan menjadi kota penyelenggaraan ajang bergengsi ini.

Mengingat negara kita yang akan menjadi tuan rumahnya, beberapa tempat di 4 provinsi yang kabarnya akan dipakai untuk menjalankan pertandingan mulai dibangun atau direnovasi. Provinsi yang dimaksud tersebut antara lain : Jakarta, Sumatera Selatan, Banten dan Jawa Barat.

Pusat pelaksanaan untuk Asian Games 2018 ini terletak di ibu kota Jakarta dan Palembang (Sumatra Selatan), dengan empat kelompok olahraga yang berbeda (tiga di Jakarta dan satu di Palembang).

Sedangkan 15 arena untuk pertandingan dan 11 arena pelatihan yang berada di Jawa Barat dan Banten yang berbatasan dengan Jakarta, akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan pertandingannya. Kira-kira akan ada total 80 tempat untuk kompetisi dan pelatihan.

Organisasi penyelenggara berharap bisa menekan biaya dengan menggunakan fasilitas dan infrastruktur olahraga yang ada, termasuk tempat-tempat yang dibangun untuk penyelenggaraan Sea Games tahun 2011 lalu.

Gelora Bung Karno Sports Complex di Jakarta hanya akan menyelenggarakan 13 cabang olahraga setelah renovasi. Kapasitas Stadion Utama yang telah berusia 55 tahun tersebut sedang dikurangi dari 88.000 penonton menjadi 76.127. Sistem pengenalan wajah juga akan dipasang di stadion untuk mengantisipasi ancaman teror.

Sedangkan Velodrome sedang dibangun di Rawamangun di Jakarta Timur, dengan biaya US $ 40 juta untuk pertandingan bersepeda, bulu tangkis, futsal, bola basket dan gulat.

Fasilitas Equestrian juga sedang dibangun di Pulomas dengan biaya US $ 30,8 juta, yang dapat menampung hingga 1.000 penonton. Tempat tersebut juga diatur untuk dilengkapi dengan 100 kandang kuda, penginapan atlet, sebuah rumah sakit hewan, tempat pelatihan dan area parkir di sebidang tanah seluas 35 hektar.

Kompleks Jakabaring Sport City di Palembang akan menjadi tuan rumah untuk acara olahraga lainnya. Renovasi beberapa fasilitas di tempat ini sedang dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas Stadion Gelora Sriwijaya dari 36.000 menjadi 60.000 kursi. Mereka juga akan memperpanjang panjang Danau Jakabaring hingga 2.300 meter.

Cabang Olahraga Yang Diperlombakan

Pada Maret 2017, Dewan Olimpiade Asia awalnya mengumumkan bahwa Olimpiade akan menampilkan 484 pertandingan dalam 42 cabang olahraga, termasuk 28 diantaranya adalah olahraga Olimpiade permanen yang diperebutkan di Olimpiade Musim Panas 2016, lima olahraga tambahan yang akan diperebutkan di Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo.

Pada April 2017, OCA menyetujui pengurangan dalam program sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran biaya. Sejumlah perlombaan seperti : gulat, kriket, kurash, skateboarding, sambo dan berselancar diturunkan dari program.

Selain itu, ada pula pengurangan sejumlah kompetisi bridge, jet ski, ju jitsu, paralayang, pendakian olahraga, taekwondo (khususnya, semua non Kelas berat -Olympic) dan wushu. Perubahan ini mengurangi jumlah total perlombaan menjadi 431.

Program terakhir diresmikan pada September 2017, yang justru semakin meningkatkan jumlah pertandingannya menjadi 462 dari 40 cabang olahraga, sehingga menjadi program terbesar kedua dalam sejarah Asian Games.

Cabang olahraga tambahan yang diperkenalkan di Olimpiade Musim Panas 2020 juga ditambahkan, termasuk 3×3 bola basket dan BMX freestyle.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games, eSports akan ditampilkan sebagai olahraga demonstrasi. Menurut Federasi eSports Asia, sebanyak enam video game telah dikonfirmasi untuk menjadi bagian dari Olimpiade, yang diantaranya adalah League of Legends, Pro Evolution Soccer 2018, Arena of Valor, Starcraft II, Hearthstone dan Clash Royale.

Singkat katanya, adapun cabang olaraga yang nantinya akan dilombakan dalam asian games tahun ini adalah :

  • Akuatik : diving, renang, sinkronisasi renang
  • Panahan
  • Atletik
  • Badminton (bulu tangkis)
  • Baseball : baseball, softball
  • Bola Basket : basket ball, 3 on 3 basketball
  • Bowling
  • Boxing (tinju)
  • Canoeing : sprint, slalom, lomba perahu tradisional
  • Contract Bridge
  • Bersepeda : balapan BMX, sepeda gunung, road, track
  • Tunggang kuda : dressage, eventing, melompat (lompatan)
  • Anggar
  • Hoki lapangan
  • Sepak Bola
  • Golf
  • Olahraga Senam : artistik, berirama, trampolin
  • Handball (bola tangan)
  • Judo
  • Kabaddi
  • Karate
  • Seni Bela Diri : jujitsu, kurash, pencak silat, sambo, wushu
  • Olahraga Mekanik : jetski, paragliding
  • Pentathlon medern
  • Olahraga Roller : inline speed skating, skateboarding
  • Dayung
  • Rugby seven
  • Sepak takraw
  • Menembak
  • Olahraga mendaki
  • Squash
  • Tenis Meja
  • Taekwondo
  • Tenis : tenis, tenis lunak
  • Triathlon
  • Bola voli : voli pantai, voli biasa
  • Angkat Berat
  • Gulat

Negara Partisipan Dalam Asian Games 2018

Pesta Olahraga Asia tahun ini kabarnya akan diikuti oleh 45 negara anggota, yang berafiliasi dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA)Siapa-siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah daftar negara yang akan berpartisipasi nantinya:

Berbicara tentang negara yang diperbolehkan dan yang tidak, sebelumnya terjadi beberapa perdebatan tentang hal tersebut. Beberapa negara tidak diikutsertakan karena berbagai alasan. Adapun perdebatan yang dimaksud antara lain:

Menurut keanggotaan di OCA, Kazakhstan masih berada di lintas benua, sehingga diperbolehkan berpartisipasi dalam Asian Games. Namun hal yang sama tak berlaku untuk Mesir. Sebagai gantinya, negara tersebut dimasukkan ke dalam Africa Games.

Bukan hanya mesir, ada pula sebagian negara lainnya yang masih berada di daerah kawasan Asia, yang tidak berpartisipasi di Asian Games, melainkan di Eropa Games, yaitu : Turki, Rusia, Azerbaijan, Georgia, Siprus, Armenia dan Israel. Awalnya Israel masih mengikuti Asian Games, namun Ia dikeluarkan dari olimpiade tersebut pada tahun 1976 untuk alasan keamanan.

Israel sempat diminta untuk berpartisipasi dalam Olimpiade 1982, tetapi permintaan itu ditolak oleh penyelenggara karena pembantaian Munich. Israel sekarang menjadi anggota Olimpiade Eropa (EOC) dan bersaing di sana.

Taiwan, Palestina, Hong Kong dan Macau juga diizinkan ikut serta dalam Asian Games sesuai keanggotaan di OCA. Karena status politiknya yang ambigu, Taiwan berpartisipasi dalam Olimpiade di bawah bendera Tiongkok, Taipei sejak tahun 1990.

Sedangkan Macau diizinkan untuk bersaing sebagai salah satu NOC di Asian Games, meskipun tidak diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk partisipasi dalam Olimpiade.

Pada tahun 2007, Presiden OCA, Sheikh Ahmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah, menolak usulan untuk mengizinkan Australia berpartisipasi dalam Olimpiade. Australia dan Selandia Baru berpartisipasi dalam Pacific Games sejak 2015.

Hal ini kembali diperdebatkan lagi pada tahun 2017 lalu, setelah adanya partisipasi Australia di Musim Dingin 2017 saat mereka berada dalam diskusi menjadi anggota penuh Asian Games untuk tahun 2022 atau 2026 mendatang.

Namun Komite Olimpiade Australia mengumumkan bahwa Australia akan diizinkan menjadi kontingen kecil atlet untuk pertandingan tahun 2022, seperti bola basket dan bola voli.

Diketahui hanya 7 (tujuh) negara, yaitu India, Indonesia, Jepang, Filipina, Sri Lanka, Singapura dan Thailand yang berkompetisi di semua edisi pertandingan.

Pemegang Emas Terbanyak Selama Pertandingan

Dari 45 Komite Olimpiade Nasional yang berpartisipasi sepanjang sejarah Olimpiade, sebanyak 43 negara telah memenangkan setidaknya satu medali dalam kompetisi. Negara yang sama sekali belum pernah mendapatkan medali adalah Bhutan, Maladewa dan Timor-Leste.

Kurang lebih ada 37 negara yang diketahui telah memenangkan setidaknya satu medali emas (hanya Jepang dan India yang melakukannya di setiap Asian Games), sementara Jepang dan China merupakan dua negara dalam sejarah yang selalu muncul sebagai juara umum.

Untuk lebih jelasnya anda bisa melihatnya pada tabel berikut ini :

Tabel di atas menunjukkan sepuluh negara yang paling banyak mendapatkan medali emas selama pelaksanaan Asian Games. Posisi pertama masih ditempati oleh China, yang kemudian disusul oleh Jepang di posisi kedua. Tidak hanya emas, untuk medali perak dan perunggu pun masih mereka yang terbanyak.

Namun meskipun demikian, bukan berarti mustahil bagi negara-negara lainnya untuk mengalahkan atau merebut posisi mereka. Korea Selatan yang berada di peringkat ketiga pun masih memiliki peluang untuk menjadi yang teratas.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah ada kemungkinan tahun ini negara kita akan mendulang banyak emas? Ingat kata pepatah yang mengatakan, “Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini”, yang berarti selalu ada kemungkinan-kemungkinan tak terduga yang akan muncul dikedepannya.

Oleh karena itu, membangkitkan semangat para atletik kebanggaan kita bukan hanya menjadi tugas perseorangan saja, melainkan tugas kita bersama. Marilah kita mendukung mereka supaya mereka memiliki kekuatan untuk bersaing nantinya di pertandingan tersebut. Sudah siapkah anda untuk menyambut perayaan olahraga besar se-Asia ini?

Siap atau tidak, satu hal yang perlu kita jaga dalam hal ini adalah sikap sportifitas. Apapun keputusan yang akan didapatkan oleh atlet-atlet kita nantinya, maka kita harus menerimanya. Jangan bersikap rusuh ataupun anarkis.

Ingat, kita adalah tuan rumahnya. Seorang tuan rumah tak sepantasnya membuat kerusuhan. Anda tentu tak mau bangsa kita dianggap remeh oleh negara lain atau dicap sebagai bangsa yang anarkis, bukan? Kalau begitu, marilah belajar untuk menghargai satu sama lain.