Sports Unique

Jelang Piala Dunia, Kucing Tuli Ini Ditetapkan Sebagai Peramal Pertandingan Oleh Rusia

Piala Dunia tanpa adanya prediktor rasanya akan terasa kurang lengkap. Prediktor inilah yang membuat suasana baik sebelum maupun pada saat pertandingan berlangsung menjadi semakin seru, menarik dan juga menegangkan. Pokoknya semua jadi campur aduk deh. Benar nggak sih begitu?

Selama ini, atau tepatnya setiap penyelenggaraan turnamen tersebut dilaksanakan, pasti akan ada prediktor pertandingan yang muncul atau sengaja dihadirkan untuk menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang begitu antusias untuk mengikuti turnamen ini.

Dan nyatanya, beberapa prediktor ini selalu berhasil mencuri perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, beberapa prediksi dari mereka terbukti benar, lho. Wajar saja jika dalam sesaat mereka langsung menjadi setenar selebritis Hollywood.

Uniknya lagi, yang menjadi prediktor turnamen ini bukanlah manusia seperti yang mungkin sedang anda bayangkan saat ini. Lantas, siapa ya kira-kira? 

Anda yang mengikuti perkembangan Piala Dunia yang berlangsung setiap 4 tahun sekali ini pasti tahu jawabannya. Tapi untuk yang tidak begitu menyukai hal-hal yang berhubungan dengan sepak bola seperti ini tentu masih akan bertanya-tanya.

Prediktor yang paling sering digunakan dalam pertandingan akbar ini adalah hewan-hewan yang diyakini memiliki kemampuan khusus atau istimewa.

Terdengar konyol dan tidak masuk akal memang, tapi kita juga tidak bisa mengabaikan kenyataan, bahwa bukan hanya manusia saja yang dikaruniai dengan kemampuan khusus, tapi beberapa hewan juga memiliki keistimewaan seperti itu.

Bahkan bisa dibilang beberapa diantara mereka mempunyai kemampuan yang jauh di atas manusia, dalam hal-hal tertentu pastinya. Tapi untuk keseluruhan manusia masih tetap berada di atas mereka.

Sama seperti tahun-tahun yang sebelumnya, turnamen World Cup tahun ini juga akan menampilkan prediktor istimewa yang akan memprediksi tim-tim pemenang dalam setiap pertandingan yang berlangsung nantinya.

Kali ini hewan apakah yang akan digunakan? Kemampuan seperti apa yang dimilikinya sampai akhirnya hewan ini dipercaya sebagai prediktor dalam pertandingan sebesar ini oleh Rusia? Semua pertanyaan tersebut akan segera terjawab pada penjelasan di bawah ini.

Hewan Peramal Terkenal di Piala Dunia

Masih ingatkah anda dengan Paul si gurita? Atau pernahkah anda mendengar kisahnya? Coba anda ingat-ingat dulu sebentar. Gimana? Sudah ingat belum?

Untuk anda yang mungkin baru pertama kalinya mendengar namanya, gurita yang bernama Paul ini merupakan salah satu hewan fenomenal yang pernah menjadi prediktor turnamen World Cup beberapa tahun lalu.

Hampir di seluruh media, hewan ini menjadi berita utama Internasional selama pertandingan tahun 2010 yang lalu. Para pecinta sepakbola tentu sudah akrab sekali dengan hewan pintar yang satu ini.

Kemampuannya dalam memprediksi para pemenang pertandingan sepanjang turnamen lalu tidak bisa dianggap remeh ataupun disepelekan. Berbeda dengan manusia, cara hewan ini memprediksi negara-negara pemenang pertandingan pastinya berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh peramal manusia.

Jadi, bagaimana cara hewan ini menentukan prediksinya? Pasti ini yang menjadi pertanyaan anda sekarang, bukan?

Yang pasti hewan ini tidak menggunakan lampu plasma (bola ramal) ataupun kartu tarot untuk mengetahuinya. Mereka hanya menggunakan kemampuan naluriah atau insting mereka saja.

Pada dasarnya kemampuan yang dimiliki oleh kebanyakan hewan jauh lebih kepada penggunaan insting yang kuat. Dan karena mereka tidak bisa berbicara dan mengatakannya langsung prediksinya layaknya manusia, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan mediator khusus untuk hewan tersebut.

Untuk Paul sendiri, mediator yang digunakan adalah berupa 2 wadah berisi makanan yang sama. Namun, masing-masing wadah tersebut dihiasi dengan lambang bendera kedua negara yang akan atau sedang bermain.

Orang-orang percaya bahwa makanan dari salah satu wadah (dengan hiasan bendera tim yang sedang bermain) yang dipilihnya lah yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut. Singkatnya, begitulah cara hewan ini menunjukkan atau memprediksi pemenang untuk setiap pertandingan yang berlangsung.

Kalau anda berpikir hal ini aneh, ya memang ini aneh. Tapi kalau dilihat dari fakta yang ada, rasanya sulit untuk mengatakan bahwa keberhasilannya dalam menebak tersebut hanya kebetulan semata.

Buktinya, pada turnamen World Cup 2010 di Afrika Selatan lalu, gurita cerdas ini berhasil menebak dengan tepat sebanyak 8 (delapan) hasil pertandingan. Salah satu prediksi akuratnya adalah menebak Spanyol sebagai juara dunia saat itu.

Hebat bukan? Meskipun hanya seekor hewan, namun Ia bisa melakukan hal besar seperti itu. Sekarang anda percaya kan kalau beberapa hewan memiliki keistimewaan atau kemampuan yang berbeda dari spesiesnya yang lain?

Melihat kemampuan hewan yang bisa melakukan hal seperti ini, banyak pihak-pihak tertentu yang akhirnya memanfaat kemampuan hewan-hewan seperti ini untuk keperluan bisnis perjudian.

Apakah nantinya Paul si gurita ini yang akan menjadi prediktor penyelenggaraan turnamen saat ini? Rasa-rasanya itu sudah tidak mungkin terjadi lagi, karena hewan ini sudah mati beberapa tahun lalu, tak lama setelah ia mengungkapkan prediksinya.

Kalau begitu, hewan apa yang akan menggantikan perannya di tahun ini? 

Kalau tidak salah, ada 3  hewan yang nantinya akan dipakai sebagai prediktor World Cup tahun ini, yaitu Nika si beruang kutub, Panda dari China dan Achilles si kucing tuli.

Banyak dari anda yang mungkin sudah tidak asing lagi dengan ketiga hewan ajaib ini. Yah, sebelumnya ketiganya juga pernah menjadi prediktor di tahun-tahun yang sebelumnya. Tapi untuk tahun 2018, si kucing Achilles lah yang tampaknya paling dominan kali ini.

Anda pasti semakin penasarankan dengan kemampuan yang bisa dilakukan oleh kucing berbakat ini? Supaya rasa penasaran anda tidak berlarut-larut, kami akan memberikan penjelasannya di bawah ini.

Rusia Tetapkan Achilles Sebagai Prediktor Piala Dunia 2018

Sebagai tuan rumah, Rusia telah menghabiskan hampir £ 20 miliar untuk persiapan Piala Dunia 2018, guna memastikan infrastruktur olahraga mereka memenuhi standar dan kota-kota tuan rumah mereka siap menghadapi gempuran para penggemar sepak bola yang akan datang nantinya.

Dari sekian banyaknya persiapan yang mereka lakukan, mereka juga tidak lupa untuk menghadirkan hewan prediktor yang akan dipakai untuk memprediksi pemenang dan tim yang akan kalah pada ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Setelah beristirahat untuk beberapa waktu setelah menunjukkan kemampuannya pada ajang Piala Konfederasi 2017 lalu, yaitu semacam kompetisi uji untuk turnamen besar ini, kucing Achilles kini siap untuk kembali beraksi di tahun ini.

Karakter dari kucing yang berusia sekitar 1 tahun tersebut, dikenal sebagai sosok hewan yang bisa bergaul dan sifatnya yang tidak tergoyahkan membuat para staf hermitage yakin bahwa kucing tersebut merupakan kandidat kuat untuk melakukan peran itu.

Apalagi kucing bernama Achilles ini memiliki kemampuan atau perilaku analisis yang kuat dan tidak biasa. Hewan berbulu putih dan pemilik mata indah yang berwarna biru ini melakukan kegiatan atau tugas sehari-harinya sebagai penjaga lukisan berharga di Museum Hernitage terkenal dunia, yang berada di St. Petersburg.

Sekalipun Achilles ini tuli (memiliki gangguan pendengaran), namun perhatiannya tidak mudah terganggu karena hal itu. Malahan kemampuan dalam memilih dan menganalisisnya bisa dibilang sangatlah luar biasa.

Sejak penampilan memukaunya pada Piala Konfederasi yang berakhir Juli lalu, berat badan Achilles diketahui kini semakin bertambah (gemuk). Berat bobot tubuhnya yang terakhir adalah sekitar 4,7 kilogram.

Bagaimana Cara Kucing Ini Memprediksi Pemenang Pertandingan?

Keberadaan kucing di Hermitage ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama sekali atau tepatnya sudah terjadi sejak abad ke-18. Ini bermula pada saat Peter I membawa seekor kucing dari perjalanannya ke Belanda.

Nama Achilles sendiri berasal dari tradisi museum memberi nama pelukis terkenal dan pahlawan-pahlawan mitos kepada karyawan kucing mereka.

Tak seperti spesiesnya yang lain, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, kucing ini berhasil menjadi peramal pertandingan sepak bola yang terkenal hampir di seluruh dunia.

Tidak jauh berbeda dari Paul sang gurita, kucing ini juga memiliki cara yang bisa dibilang kurang lebih sama saja, yaitu menunjukkan prediksinya dengan bantuan sebuah media.

Media yang dipakai berupa sebuah wadah yang berisi tikus (makanannya), dimana pada setiap wadah diletakkan lambang bendera dari kedua tim yang bertanding. Salah satu wadah makanan yang dipilihnya inilah yang diprediksi akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan.

Wah, hebat sekali kan insting si kucing satu ini? Ini bukan hanya sekedar omongan belaka. Pada pertandingan musim panas lalu, Achilles berhasil memberikan prediksi yang sangat akurat.

Saat itu Ia diminta untuk memprediksi hasil pertandingan yang berlangsung antara Rusia dan Selandia Baru. Kucing itu disajikan dengan dua mangkuk makanan dimana di sana juga diletakkan bendera kedua negara. Achilles kemudian mengambil makanan yang berada di atas piring dengan bendera Rusia.

Dan tahukah anda apa yang terjadi selanjutnya?

Saat pertandingan selesai, ternyata Rusialah yang menjadi pemenangnya. Rusia menang 2-0 dari Selandia Baru. Sekarang anda percayakan kalau hewan unik dan berbakat yang satu ini bisa meramal?

Apakah nantinya kucing ini bisa mengulang kembali keberhasilan prediksinya di Piala Dunia yang akan berlangsung di bulan Juni mendatang? Anda pasti sudah sangat penasaran, kan? Sabar dulu ya guys. Tinggal beberapa hari lagi saja, anda akan segera melihat penampilan dari hewan lucu ini.

Tak hanya Achilles, kabarnya ada hewan lain yang juga akan diikut sertakan untuk memprediksi pertandingan akbar ini. Salah satunya adalah Nika, si beruang kutub yang berusia dua tahun, yang diselamatkan di desa Far East, Ryrkaipiy, Chukotka.

Menurut penduduk setempat, beruang kecil malang yang masih berusia delapan bulan pada saat itu awalnya ditemukan hilang di rute migrasi, setelah kehilangan ibunya yang diburu oleh para pemburu.

Dalam keadaan terluka, Nika terlihat sedang berlindung di bawah rumah warga setempat. Warga yang menemukannya kemudian memberinya makan dan membawanya ke Kebun Binatang Moskow.

Pengasuhnya, yang bernama Aleksander Igorov, menyadari bahwa Nika memiliki kemampuan khusus yang unik, dimana hewan ini dapat merasakan ketika para pengunjung akan datang untuk melihatnya.

Dan saat merasakan hal tersebut, dengan spontan dia akan bersembunyi atau menunggu untuk menyambut mereka. Bukan hanya itu saja, Igorov juga mengatakan kalau beruang tersebut bisa merasakan bola yang dilemparkan ke arahnya. Ini adalah salah satu mainan favorit Nika.

Apakah beruang ini nantinya benar-benar akan dipakai sebagai prediktor pertandingan Piala Dunia 2018? Jawabannya belum tentu, karena beberapa pihak tidak mengizinkan beruang tersebut ikut berpartisipasi di turnamen ini untul alasan keselamatan. Sedangkan Achilles sendiri sudah ditetapkan sebagai prediktor tahun ini.

Tapi terlepas dari itu semua, anda harus tahu kalau baik itu Achilles ataupun Nika, keduanya adalah makhluk hidup yang terbatas, sama seperti manusia pada umumnya.

Sehebat apapun kemampuan mereka dalam meramal atau memprediksi, bukan berarti prediksi mereka akan selalu akurat. Ada kalanya mereka juga melakukan kesalahan.

Oleh karena itu, apapun nantinya hasil yang diberikannya yang kebetulan tak sama dengan kenyataan yang terjadi, anda tidak boleh menyalahkan mereka bahkan sampai menghukum mereka, karena mereka bukan seperti Google yang bisa menemukan segala sesuatu yang anda cari atau ingin anda ketahui.