Sports

Lomba Lari Sambil Menggendong Isteri Merupakan Tradisi di Finlandia

Perlombaan adalah suatu kegiatan cabang olahraga, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atau prestasi dalam bentuk perlawanan tidak langsung, atau perlawanan searah, tanpa adanya kontak fisik, seperti menjatuhkan atau menyerang lawan. Di dalam sebuah perlombaan, semua peserta akan berusaha untuk menjadi pemenang.

Perlombaan biasanya dilakukan pada saat ada acara-acara tertentu, seperti perayaan ulang tahun negara, ataupun perayaan khusus lainnya. Salah satu cabang olahraga yang pasti ada adalah perlombaan lomba lari. Lari merupakan salah satu cabang olahraga tertua yang ada di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh manusia sejak masa peradaban kuno.

Lomba lari biasanya terbagi menjadi beberapa macam, seperti:

  1. Lari jarak pendek
    Lari jarak pendek ini sering disebut dengan lari sprint. Jarak tempuh lari jarak pendek ini adalah 100 m, 200 m, dan 400 m.
  2. Lari jarak menengah
    Lari jarak menengah juga dikenal sebagai lari halang rintang. Nomor lari jarak tengah meliputi 800 m, 1500 m, dan 3000 m. Nomor lari tersebut mewakili jarak yang harus ditempuh oleh pelari.
  3. Lari jarak jauh
    Lari jarak jauh disebut juga lari Maraton. Beberapa nomor lari yang dilombakan pada lari marathon ini adalah 10.000 m ke atas dan 42,195 km.

Ketiga macam perlombaan lari di atas, memiliki tata aturan yang berbeda-beda, yang harus dipatuhi oleh para pelari. Nah, dari ketiga jenis perlombaan lari di atas, perlombaan lari yang manakah yang pernah anda lakukan?

Perlombaan Lari Sambil Menggendong Isteri di Finlandia


Lomba Lari mungkin sudah biasa dilakukan di masyarakat. Tapi bagaimana ya, jika perlombaan lari tersebut dibuat menjadi sesuatu yang lebih berbeda? Seperti berlari sambil menggendong istri misalnya. Wah, pasti bakalan seru banget kayaknya.

Lomba lari sambil menggendong isteri ini mungkin terdengar asing untuk beberapa masyarakat di beberapa negara di dunia, tapi untuk masyarakat di Finlandia, perlombaan lari sambil menggendong isteri ini merupakan sebuah tradisi.

Awal Mula Munculnya Perlombaan Lari Sambil Menggendong Isteri di Finlandia

Perlombaan lari yang unik ini biasa digelar di Kota Sonkajarvi, Finlandia. Lomba ini biasanya diadakan pada awal musim panas. Masyarakat Finlandia menamakan lomba lari sambil menggendong isteri ini dengan sebutan Festival Eukonkanto atau Akankanto. Festival perlombaan ini mulai dirayakan sekitar tahun 1992.

Perlombaan lari yang unik ini muncul dikarenakan adanya sebuah cerita pada era 1800-an, tentang seorang perampok di Finlandia yang bernama Herkko Rosvo-Ronkainen. Tidak hanya mencuri barang-barang berharga, perampok ini juga sering menculik wanita.

Ia menculik sang wanita dengan cara digendong. Cara yang dilakukan oleh pencuri tersebut sama persis dengan yang dilakukan oleh para peserta pada turnamen Eukonkanto ini. Itulah sebabnya mengapa lomba lari yang unik ini diadakan di Finlandia.

Di dalam perlombaan ini, pasangan suami-istri akan mengadu kekuatan dengan pasangan lainnya. Tidak hanya membutuhkan kecepatan, kekuatan, dan ketahan tubuh, perlombaan ini juga memerlukan sebuah kerjasama antara suami-isteri. Pasangan yang mengikuti perlombaan ini akan berlomba untuk mencapai garis finish dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Aturan Dalam Perlombaan Lari Sambil Menggendong Isteri

Perlombaan unik ini memiliki beberapa ketentuan atau aturan bagi para peserta, yang akan mengikuti lomba lari tersebut. Beberapa aturan tersebut antara lain:

  1. Peserta harus berlari di atas lintasan kering dan basah sepanjang 253,5 meter
  2. Istri yang akan digendong harus memiliki berat lebih dari 49 kilogram. Jika berat badannya kurang dari ketentuan, maka ia akan diberikan beban hingga mencapai angka tersebut.
  3. Semua proses perlombaan harus mengandalkan kekuatan tangan dan kaki para peserta itu sendiri.

Kalau hanya lari dengan membawa beban tubuh sendiri mungkin tidak akan begitu sulit. Tapi kalau berlari sambil menggendong sang isteri, pasti akan lebih sulit, terutama dalam mempertahankan keseimbangan tubuh saat berlari.

Tidak hanya sekedar berlari sambil menggendong isteri, lomba lari unik yang berjarak 253,5 meter ini ternyata memiliki berbagai rintangan lainnya, yang salah satunya adalah berjalan di atas balok rintang untuk menyeberangi kolam air.

Dengan adanya beban isteri yang digendong, membuat para suami akan kesulitan untuk melakukannya, bahkan beberapa diantara pasangan itu sempat terjatuh ke dalam air. Trek di dalam perlombaan ini juga akan semakin sulit karena didominasi oleh pasir.

Ada beberapa teknik menggendong istri yang bisa digunakan oleh setiap pasangan pada saat mengikuti perlombaan lari ini. Teknik tersebut antara lain: Piggyback, Fireman’s Carry, atau Estonian-style. Jika istri tak sengaja terjatuh, peserta boleh menggendongnya kembali dan melanjutkan perlombaan.

Perlombaan lari ini tidak hanya unik karena harus berlari sambil menggendong isteri, tapi hadiah yang diperebutkan juga sangat unik, yaitu bir seberat istri yang mereka gendong. Jika sang istri memiliki berat 60 kilogram, peserta yang menang akan mendapatkan bir seberat yang sama. Hadiah perlombaan juga tidak hanya diberikan pada pasangan yang tercepat, tapi juga pada pasangan dengan kostum terbaik.

Unik banget kan perlombaan lari yang satu ini? Perlombaan ini cukup menarik perhatian turis untuk datang melihat, atau bahkan mengikuti perlombaan tersebut.